
Pagi hari yang mendung, hujan sudah mereda namun matahari masih tertutup oleh awan yang tebal dan gelap. Di sebuah kampus yang ramai oleh mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menuntut ilmu, salah satu kelas terlihat sudah terisi penuh mahasiswa, mahasiswi dan seorang dosen yang sedang mengajar. Diantara mahasiswa dan mahasiswi itu, Luke, Jester, dan Harry duduk bersebelahan sedangkan Camilla duduk dibelakang Jester. Semua berjalan normal, kecuali Camilla yang terlihat memainkan daun telinga Jester dengan jarinya. Luke yang melihat itu langsung meremas tangan Camilla dan memandanginya dengan marah.
"Aa...Aww.. Sakit..." rintih Camilla yang tangannya diremas oleh Luke dengan kuat, namun Luke tidak menampakkan belas kasihan sama sekali melihat Camilla yang terlihat kesakitan.
"Hentikan" dengan sedikit bentakan Luke mengatakannya sembari terus meremas tangan Camilla, sesaat Jester menoleh menatap Luke dengan wajah yang terlihat kesal.
"Luke, hentikan. Ayolah kawan" ucap Jester yang sedikit marah kepada Luke, mendengar perkataan Jester membuat Luke melepaskan genggaman tangannya dari tangan Camilla namun tatapan matanya masih menatap Jester.
"Hei aku ini menolongmu" dengan kesal Luke mengatakannya, Luke kembali memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan di depan. Sesaat Camilla memajukan kepalanya dan seperti ingin berbisik kepada Jester yang tepat berada didepannya, bulu kuduk Jester pun sampai berdiri merasakan Camilla mendekatinya.
"Makasi Jester sayang~" ucap Camilla dengan nada manja dan berbisik dekat telinga Jester, kata - kata Camilla langsung membuat Jester berdiri lalu berbalik karena terlalu terkejut mendengar Camilla memanggilnya sayang.
"Apa yang kamu katakan tadi?!" Jester berbalik menatap Camilla dengan suara yang lantang dan wajah yang memerah karena malu, seisi kelas tidak terkecuali Luke dan Harry menatap Jester yang sedang berdiri dan membuat keributan dikelas itu.
"Yang aku katakan, apa jawaban dari pertanyaan didepan ini Jester!!" bentak dosen didepan yang terdengar marah karena Jester mengganggu kelasnya, Jester pun kembali menatap dosen didepan dengan wajah yang menunjukkan penyesalan.
"Maaf pak" dengan penuh penyesalan Jester mengatakannya sembari kembali duduk ditempatnya, namun permintaan maaf Jester masih membuat dosen didepan kelas saat itu masih terlihat marah.
"Kemari dan kerjakan soal didepan!" perintah dosen kepada Jester dengan nada yang marah, Jester berdiri dan menuju papan tulis dan mulai mengerjakan soal di papan tulis itu.
Luke dan Harry menggeleng - gelengkan kepala nyaris bersamaan, tidak lama keduanya saling bertatapan mata dan terlihat kesal karena keduanya kembali gagal melindungi Jester dari serangan Camilla. Dibelakang mereka Camilla menahan tawanya sampai membuatnya harus menundukkan kepala agar tidak terlihat oleh dosen, Luke dan Harry menatap kearah Camilla dengan tatapan penuh amarah namun Camilla hanya tersenyum dan terkesan mengejek mereka berdua.
sembilan puluh menit berlalu kelas pun telah usai, mahasiswa dan mahasiswi membubarkan diri begitu pula dengan Jester, Camilla, Luke dan Harry. Camilla terlihat menempel pada Jester dengan merangkul lengan Jester dan menaruh kepalanya di bahu Jester sembari terus berjalan bersama Jester, Luke dan Harry yang terlihat sangat kesal pada Camilla hanya bisa terdiam dan mengikuti Jester dari belakang agar Camilla tidak berbuat lebih jauh untuk mengerjai Jester.
Sepanjang perjalanan menuju taman tengah kampus, wajah Jester terlihat memerah dan pasrah saja dengan sikap manja Camilla. Beberapa saat mereka berempat pun sampai di taman tengah kampus, keempatnya saling bertatapan dengan Naomi yang menyamar menjadi Aoi, Grece dan Justin yang lebih dulu telah berada disana. Jester terkejut karena tidak biasanya Naomi berada di tempat itu, sedangkan Camilla tersenyum sinis seperti mengejek Naomi yang melihat keduanya sedang bermesraan. Justin tertawa seakan tidak percaya hal ini akan terjadi, namun berbeda dengan Grece yang menatap Camilla dengan tatapan penuh amarah. Hanya Naomi, Luke dan Harry saja yang sepertinya tidak bereaksi saat itu.
"Lama tidak jumpa Luke, Harry dan... yah, hai Camilla" sapa Justin yang tersenyum pasrah karena merasa akan terjadi sesuatu pada hari yang mendung ini, bagi Justin mendung kali ini memiliki pertanda akan ada hal besar yang akan terjadi.
"Hai hai~ Justin" sapa Camilla yang masih tetap merangkul lengan Jester dengan sangat erat menunjukkan betapa mesranya dia dengan Jester didepan Naomi, namun Naomi hanya terdiam saja menatap keduanya bermesraan.
"Ka.. kalian ngapain disini?" tanya Jester yang nada bicaranya terdengar panik, Justin memahami kode Jester dan tetap bersikap seolah tidak ada yang perlu ditakutkan.
"Yah tadi Aoi ingin bilang sesuatu, jadi aku dan Grece berkumpul disini" jawab Justin yang ingin mencairkan suasana yang mulai terasa tidak nyaman, bukan antara Camilla dan Naomi namun antara Camilla dan tatapan Grece yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Kamu suka bermain dengan junior ya?" tanya Camilla dengan senyuman yang terlihat sangat bersahabat, namun pertanyaan itu terdengar sebagai sebuah sindiran ditelinga Grece yang sejak tadi menampakkan wajah tidak suka dengan kehadiran Camilla.
"Hei!! kamu terlalu dekat dengan Jester, wanita gatal!!" mendadak Grece membentak Camilla dengan kata - kata tajamnya, semua yang berada disana terkejut dengan perkataan Grece yang mendadak dan dengan sedikit bentakan.
"Grece!!" Naomi menjadi yang pertama kali menegur Grece, Naomi sampai berdiri dan menatap Grece namun Grece sepertinya tidak peduli dan terus menatap Camilla dengan penuh amarah.
"Junior di tahun ini kenapa ya gak ada sopan santunnya sama senior? gak Selena dan kali ini kamu... Grece ya?" sindir Camilla yang mulai terlihat terpancing emosinya, Jester pun paham celetukan Grece akan membuat keadaan semakin kacau.
"Camilla udah, aku ada urusan dengan mereka. Tolong tinggalkan kami" pinta Jester yang tahu Camilla emosi dengan perkataan Grece, Jester berusaha tidak memperburuk keadaan dan ingin segera meredam pertengkaran itu secepat mungkin.
"Tunggu tunggu.... kamu juga tahu siapa Aoi? sampai marah seperti itu sama aku" tanya Camilla yang mulai memancing Grece untuk membongkar penyamaran Aoi, pertanyaan Camilla ini semakin meyakinkan Jester jika Camilla sengaja ingin memancing keributan.
"Waa waa!! Camilla tolong tinggalkan kami! Hei Justin ada urusan apa tadi? bagaimana kalau kita pindah saja, di ruang musik!! hanya anggota yang boleh masuk ditempat itu kan?!" Jester semakin terlihat panik saat itu, Naomi menyadari keadaan semakin tidak dapat terkontrol lalu memutuskan untuk pergi dari tempat itu tanpa sepatah katapun. Namun ketika Grece melihat Naomi hanya pergi dan tidak bereaksi membuatnya kembali emosi, ya... si tukang tabrak tanpa pikir panjang ini memang selalu membuat masalah menjadi semakin runyam.
"Naomi!! kenapa kamu biarkan wanita gatal ini bermesraan dengan Jester!" dengan teriakan Grece mengatakannya sembari menatap Naomi yang memunggunginya, Naomi menghentikan langkahnya karena terkejut Grece membongkar penyamarannya. Tidak lama Naomi berbalik menatap Grece dengan wajah terkejutnya, sejenak akhirnya Grece sadar kalau dia baru saja melakukan tindakan bodoh.
Grece menutup mulut dengan kedua tangannya, Justin dan Jester kompak menepuk dahi mereka cukup keras seakan mereka berdua kecolongan dengan tindakan sembrono Grece. Luke dan Harry yang semula tidak tertarik dengan konflik antara Grece dan Camilla pun mendadak terkejut, Luke melihat reaksi Jester yang ada didepannya sedangkan Harry mengalihkan pandangannya menatap Aoi dengan seksama. Semua diam sesaat sampai tiba - tiba Luke meremas pundak Jester dengan erat, Jester sedikit menoleh menatap Luke dengan wajah yang sangat khawatir.
"Apa maksudnya ini Jester? Aoi itu adalah Naomi?! Sejak kapan kamu tahu tentang ini?!!" tanya Luke dengan nada yang marah sambil menatap tajam mata Jester, Luke masih meremas pundak Jester dengan kuat ketika itu.
"Jester!! Jelaskan!" Luke mulai menekan Jester agar menjelaskan yang sebenarnya terjadi, Jester seperti tikus yang sudah tersudut oleh kepungan kucing lapar. Otaknya tidak dapat memikirkan ide untuk mengelak lagi, belum lagi beban pikirannya kalau sampai William akan mengetahui kebohongan mereka dari mulut Luke dan Harry.
"Arrghh!! kenapa hidupku jadi tidak tenang seperti ini?!!" teriak Jester dengan nada yang putus asa, Luke terkejut dengan celetukan Jester sampai melepaskan genggamannya di bahu Jester secara perlahan. Luke terlihat sangat terkejut dan syok, Harry pun menatap Jester seakan tidak percaya bahwa selama ini Jester tahu Aoi adalah Naomi dan dia tetap membiarkan Camilla dekat dengan dirinya bahkan dihadapan Naomi.
"Iya aku Naomi Scott, benar Jester tahu Aoi adalah aku. Tapi ini adalah keputusanku untuk tetap menyembunyikan identitasku, tidak ada hubungannya dengan Jester dan semua ini adalah tanggungjawabku. Semua untuk kepentinganku karena status ku sebagai selebgram" timpal Naomi yang sadar Jester mulai sangat terpojok, satu - satunya yang Naomi pikirkan saat itu adalah berusaha tetap menjadi pacar Jester agar Luke dan Harry tidak mengetahui sandiwara mereka. Seketika itu Luke dan Harry menarik tangan Camilla agar menjauh dari Jester, Camilla berusaha untuk memberontak namun tenaganya kalah dari Luke dan Harry.
"Apa sih Luke Harry?! lepaskan aku!!" Camilla membentak dan memberontak saat Luke dan Harry memaksanya untuk menjauhi Jester, melihat Camilla mendapat perlakuan kasar membuat Jester ingin menolong Camilla namun langkahnya terhenti agar Luke dan Harry tidak berfikir Jester lebih memilih Camilla dibanding Naomi.
"Bagus!! jauhkan wanita gatal itu dari Jester!!" teriak Grece yang terlihat senang dengan tindakan Luke dan Harry untuk menjauhkan Camilla dari Jester, Jester hanya bisa menatap Camilla yang masih berusaha memberontak dan melepaskan tangan Luke dan Harry dari kedua tangannya.
"Grece jangan gitu, ingat kamu baru saja melakukan hal bodoh" Justin mengingatkan Grece untuk tidak ikut campur lebih jauh lagi, namun ketika itu Grece membuang muka saat mendapatkan peringatan dan terkesan tidak peduli.
"Apa yang terjadi Bro? kamu harus jelaskan ini pada kami" tanya Harry yang terlihat masih syok, Harry sangat memahami siapa sosok Jester sebenarnya dan tidak dapat mempercayai Jester menjadi seorang pria yang suka mendua.
__ADS_1
"Aku harus mulai darimana?! aku bingung!" jawab Jester dengan sedikit teriakan sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya, Jester terlihat sangat bingung untuk menjelaskan semuanya pada kedua sahabatnya itu.
"Mulailah dari meminta maaf pada Naomi!!" bentak Luke sembari berjalan mendekati Jester, Jester menatap Luke yang mulai mendekatinya dengan tatapan penuh amarah. Naomi yang sadar Luke hendak memukul Jester langsung berlari menjadi penghalang antara Jester dan Luke.
"Minggir Naomi! orang ini perlu diberi pelajaran!!" bentak Luke saat itu meminta Naomi untuk tidak menghalangi dirinya yang ingin memberi pelajaran pada Jester, namun Jester hanya terdiam sembari memandangi Luke seakan dia siap menerima pukulan dari Luke.
"Tidak! Luke dengarkan aku, kamu tidak tahu apa - apa!" ucap Naomi sambil menatap Luke dengan tajam dan terus menghalangi Luke untuk mendekati Jester yang masih terdiam menatap Luke,
"Hei brengsek! katakan sesuatu! hanya bisa berlindung dibelakang wanita hah?! Pengecut!!" bentak Luke kembali mengejek Jester yang dilindungi oleh Naomi ketika itu, namun Jester tetap terdiam dan memandangi wajah Luke dengan tatapan penuh perasaan bersalah.
"Hentikan Luke! aku mohon!" pinta Naomi yang meminta Luke agar tenang, ditengah ketegangan itu mendadak Jester bersimpuh dibelakang Naomi. Semuanya terkejut, tidak terkecuali Naomi yang langsung menoleh kebelakang melihat Jester yang bersimpuh dibelakangnya.
"Jester! ngapain kamu?!" tanya Naomi yang terlihat bingung harus menghalangi Luke atau membangunkan Jester saat itu, namun jester bergeming dan tetap bersimpuh.
"Biarkan mereka juga dengar, aku akan kembali memohon maaf kepadamu karena melibatkanmu dalam kemelut yang tidak berguna ini bersamaku. Aku memohon maaf dengan segala hormatku Naomi" ucap Jester sembari menundukkan kepalanya dihadapan Naomi, Naomi langsung bersimpuh juga dan memaksa Jester untuk berdiri.
Luke, Harry, Grece dan Justin terdiam menatap Jester yang menundukkan kepalanya meminta maaf pada Naomi, hanya Camilla yang tersenyum puas melihat pemandangan itu seakan dirinya sudah memenangkan sesuatu. Naomi masih terus - terusan memaksa Jester untuk bangun namun Jester menolaknya dengan sekuat tenaga, ketulusan Jester meminta maaf semakin membingungkan Luke dan Harry tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara hubungan Jester dan Naomi.
"Hentikan Jester!! bangun!!" pinta Naomi yang terus berusaha untuk membangunkan Jester dengan sekuat tenaganya, tapi tenaga Jester untuk menolak tarikan tangan Naomi terlalu kuat.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Harry yang kebingungan memecahkan keheningan, Harry melepaskan tangannya dari lengan Camilla.
"Mereka hanya bersandiwara berpacaran, aku benarkan Jester? Naomi?" dengan nada sindiran Camilla mengatakannya, Harry menatap Camilla yang berada disebelahnya dengan perasaan kaget dan dirinya ingin tidak mempercayai perkataan Camilla.
"Sandiwara? apa maksudmu Camilla? apa lagi yang kamu rencanakan kali ini?" tanya Harry menginginkan informasi lebih dalam lagi namun Harry pada dasarnya tidak ingin mempercayai apapun yang keluar dari mulut Camilla, tapi rasa penasaran Harry mengalahkan semuanya.
"Mereka berdua itu tidak benar - benar berpacaran, Jester tidak sengaja menarik Naomi saat itu ketika papa nya datang ke kampus tepat sebelum liburan semester dimulai. Semuanya dimulai dari sana, aku benarkan Naomi?" sindir Camilla saat itu, Naomi seperti kehabisan tenaga saat Camilla mulai membongkar semuanya dan bersimpuh bertatapan dengan Jester yang masih menundukan kepalanya.
"Waduh.... tuan William dan Nyonya Marrie pasti akan sangat kecewa kalau tahu kejadian sebenarnya" Harry mengatakannya sambil memegang kepalanya dan berjalan kesana kemari seakan tidak percaya lalu membayangkan seberapa kecewanya William dan Marrie, tangan Luke mengepal dengan keras sampai terlihat bergemetar sembari menatap wajah Camilla yang terlihat senang.
"Pasti akan sangat kecewa kan? apa lagi mereka sampai benar - benar dijodohkan, kedua keluarga pasti akan sangat malu... Uuh~ aku gak bisa membayangkannya...." Camilla masih terus menyindir keduanya, Grece dan Justin terlihat sangat marah dengan sikap Camilla. tiba - tiba Luke berbalik dan berjalan mendekati Camilla lalu menatapnya dengan penuh amarah, Camilla sampai mundur ketika Luke dekat dengannya.
"Sepertinya kamu lebih tahu daripada kami ya, darimana Informasi itu hah?!" Luke menekan Camilla dengan suara berat dan maskulinnya, Camilla terlihat ketakutan namun tetap berusaha untuk tenang menatap Luke.
__ADS_1
"Ka... kamu gak perlu tahu, tapi yang aku katakan adalah kebenaran. Tanyakan saja pada mereka" jawab Camilla sedikit terbata, Luke menoleh menatap Naomi yang terdiam sejak Camilla mulai membongkar hubungan mereka.
"Tidak! itu tidak benar!!" mendadak Naomi mengatakannya dengan sedikit berteriak, semua mata tertuju pada Naomi yang masih bersimpuh didepan Jester. Jester pun mengangkat kepalanya dan menatap wajah Naomi yang terlihat berusaha sangat keras untuk memantapkan hatinya mengatakan itu, namun bagi Jester perkataan Naomi adalah neraka untuk hubungannya dengan Camilla.