Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sarah dan Selena


__ADS_3

Pagi hari yang mendung di kampus swasta terkenal, disalah satu toilet wanita lantai satu dalam gedung kampus saat itu. Disalah satu bilik terlihat Jester yang sedikit berjongkok diatas kloset duduk sedang memeluk Camilla dari belakang, Camilla sendiri berdiri menatap pintu bilik toilet dan menjadi sandaran bagi Jester yang akan terjungkal dari atas kloset duduk.


"Ma..ma..maaf... aku hampir terjatuh" bisik Jester yang kepalanya sangat berdekatan dengan telinga Camilla


"Aku tahu" timpal Camilla dengan bisikan juga


"Se..sebentar, aku.." belum selesai Jester bicara, Camilla memotong.


"Jangan bergerak, sedikit suara ribut akan menarik perhatian mereka" timpal Camilla


Jester terdiam dalam posisi tetap memeluk Camilla dan menjadikan Camilla sebagai tumpuan, tidak lama suara beberapa mahasiswi terdengar menjauh dari dalam toilet. Kesunyian pun begitu terasa, dengan segera Jester berpegangan pada tembok bilik toilet untuk menstabilkan tubuhnya. Begitu pelukan Jester terlepas, Camilla pelan - pelan membuka pintu bilik toilet untuk memperhatikan situasi.


"Sepertinya sudah aman" celetuk Camilla


Suara Camilla begitu pelan terdengar, ada rona merah pada pipi Camilla dan wajahnya seakan menahan sesuatu yang hanya dapat dia rasakan. Degup jantungnya saat itu berpacu dengan sangat kencang. Namun Camilla berusaha menyembunyikan yang terjadi padanya kepada Jester.


"Haah... terima kasih Camilla" terdengar lega Jester mengucapkannya, Camilla menutup kembali pintu bilik dan membuat Jester bingung.


"Ke..kenapa ditutup?" tanya Jester terbata


"Bodoh, kamu keluar dengan penampilan seperti itu nanti pengorbananku akan sia - sia" jawab Camilla lalu merogoh tasnya, tidak lama Camilla mengeluarkan beberapa alat make up miliknya.


"Aku harus merubah penampilanmu dulu~" terdengar manja Camilla mengatakannya, walau kesal namun Jester menerima ide Camilla.


Didalam bilik itu Camilla mendandani Jester agar wajah Jester tersamar, pasrah Jester didandani oleh Camilla saat itu. Tidak lupa Camilla juga merubah model rambut Jester agar semakin sempurna penyamarannya, lima menit berlalu dan Jester sudah siap dengan penyamarannya hasil dari tangan Camilla.


"Selesai~" ucap Camilla dengan nada yang terdengar manja


Dipandangnya wajah Jester oleh Camilla saat itu, wajah yang sama ketika keduanya berkencan untuk pertama kalinya. Wajah yang dipoles oleh Naomi agar Jester berkencan dengan Camilla dalam keadaan yang tampan. Pengorbanan Naomi untuk Camilla yang malah dibalas sebuah kejahatan olehnya.


"Benarkah? aku gak bisa lihat hasilnya dari sini" timpal Jester, dengan segera Camilla mengeluarkan handphone miliknya dan memotret Jester lalu menunjukkan hasilnya kepada Jester.


"Tidak buruk, seperti penyamaran yang Naomi buatkan untukku" terdengar puas Jester mengucapkannya, Camilla pun tertawa mendengar perkataan Jester.


"Sekarang masalahnya apa mereka akan menyadari bajumu itu, kamu kenapa ada di kampus? aku dengar selama ini kamu selalu kuliah daring" tanya Camilla sembari merapihkan kembali peralatan make up nya.


"Aku sedikit mendapat kabar buruk tentang Naomi... hatiku sedang kacau dan setidaknya aku tidak ingin merasa kesepian. Disaat kesepian biasanya kenangan bersama Naomi akan terputar begitu saja dalam benak" jawab Jester dengan nada yang terdengar sedih


"Maafkan aku..." terdengar sangat menyesal Camilla saat mengucapkannya, Jester terkejut karena sadar perkataannya seakan sedang menyudutkan Camilla.

__ADS_1


"Eeh.. aku tidak bermaksud menyalahkan mu, tadi itu cuma ungkapan dalam hatiku saja tanpa niat untuk membahas masalah kita dulu" dengan nada yang terdengar panik Jester mengucapkannya


"Tapi itu adalah kenyataan, apa yang kamu alami adalah buah dari kebodohan ku" timpal Camilla


Saat itu keduanya terdiam sejenak, lalu Camilla berbalik dan membuka pintu bilik toilet dengan perlahan. Kepalanya terlihat keluar sedikit dan menoleh kanan kiri, dirasa aman Camilla pun keluar dari bilik itu bersamaan dengan Jester. Namun baru beberapa langkah Jester dan Camilla berjalan hendak keluar dari toilet wanita, Selena terlihat masuk kedalam toilet itu dan bertabrakan dengan Jester.


"Aduuh!" agak berteriak Selena lalu menatap Jester dengan tajam, dengan wajah panik Jester menatap Selena.


"Kak... Jester..?" tanya Selena mencoba memastikan, Camilla yang melihat keberadaan Selena langsung berlari untuk menjauhi keduanya. Namun mata Selena dengan sangat cepat menoleh dan menduga - duga siapa wanita yang keluar bersamaan dengan Jester saat itu, dengan segera Jester berusaha menarik perhatian Selena.


"Apapun yang kamu pikirkan itu hanya kesalahpahaman!!" dengan sedikit bentakan Jester mengatakannya, Selena kembali menatap Jester dengan penuh kecurigaan.


Jester memahami jika Selena mengetahui keberadaannya bersama Camilla bukanlah hal yang baik, namun tidak banyak yang bisa Jester lakukan. Terlebih Jester bukanlah sosok yang pandai berbohong.


"Dia... Camilla kan?" tanya Selena kembali mencoba memastikan dugaannya


"Dengarkan aku dulu! kamu jangan salah paham" jawab Jester masih terdengar panik


"Salah... paham?" tanya Selena dengan terbata


"Iya itu salah paham, tadi aku dikejar - kejar penggemar lalu aku berlari kesini dan Camilla menarik tanganku untuk menyembunyikan ku didalam kamar mandi. Terus dia mendandaniku...." belum selesai Jester berkata, Selena memotong.


"Kalian menjadi lebih akrab akhir - akhir ini? sejak kapan? aku tidak pernah dengar kamu kembali akrab dengannya setelah apa yang sudah dia lakukan kepadamu... dan kepada Naomi!!" tiba - tiba Selena membentak Jester dengan begitu marah


Kemarahan Selena saat itu begitu terasa bagi Jester, tidak ingin meladeni Selana yang sedang tersulut emosi karena menyadari kehadiran Camilla bersamanya membuat Jester ingin segera untuk pergi meninggalkan Selena disana.


"Hei! dia ada disini ternyata!" agak berteriak Harry ketika kepalanya sedikit muncul dari balik tembok menuju toilet wanita


Suara Harry saat itu menjadi penyelamat bagi Jester yang sedang dalam keadaan tidak ingin berdebat dan menjelaskan apapun kepada Selena. Penuh kelegaan Jester rasakan dan dengan segera Jester mengambil kesempatan dalam keadaan saat itu.


"Hei Jester! Selena! apa yang kalian lakukan disini berdua?" tanya Harry dengan suara tawa, Jester mengalihkan pandangannya menatap Harry namun tidak merespon tawa Harry.


Seakan tidak ingin mempedulikan Selena saat itu, Jester berjalan melawati Selena untuk keluar dari kamar mandi wanita. Diluar Jester melihat Luke, Grece, dan Justin yang berjalan mendekat. Keributan kembali terjadi ketika mereka berkumpul, tidak lama Luke memberikan sebuah baju ganti untuk semakin menyamarkan keberadaan Jester di kampus itu.


Pagi itu Jester mengikuti perkuliahannya dengan tenang, ketika jam kosong Jester menyempatkan diri untuk berkumpul bersama Luke, Harry, Justin dan Grece di taman tengah kampus. Setelah jam kuliah Jester kosong, saat itu Jester berpamitan kepada teman - temannya untuk menuju Gates Tower untuk kembali bekerja.


Siang hari di Gates Tower, Jester bertemu dengan William, Marrie dan Sarah. Baru masuk kedalam ruang kerja, omelan Sarah begitu terdengar memekakkan telinga bagi Jester karena keputusan Jester untuk masuk kuliah secara regular, berita tentangnya yang hadir di kampus tersebar dengan sangat cepat lewat media sosial.


Dengan wajah kesal Jester menanggapi dengan santai berita yang beredar itu, namun santainya Jester semakin mematik kemarahan Sarah. Selayaknya kakak perempuan yang mengomeli adik laki - lakinya, hubungan akrab Sarah dan Jester mengundang gelak tawa William dan Marrie.

__ADS_1


Hingga menjelang malam, saat senja tiba. Jester dan Sarah turun menuju lobby Gates Tower, di lobby itu Jester bertemu dengan Luke, Harry, Justin, Grece dan Selena. Mereka semua ingin mengajak Jester dan Sarah untuk makan malam bersama disalah satu restoran ditengah kota, Jester dan Sarah menyetujui permintaan teman - temannya lalu langsung berjalan bersama menuju parkiran.


Mercedes Benz S450, Mercedes Benz C200, dan BMW 330i secara beriringan keluar dari area Gates Tower menuju sebuah restoran keluarga yang berada dipusat kota. Kedatangan rombongan Jester saat itu begitu menarik perhatian, tingkah konyol yang dipertontonkan Jester, Luke, dan Harry mengundang gelak tawa dari para pengunjung lainnya.


Ditengah acara makan malam bersama saat itu, Selena terlihat berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi itu Selena hanya mencuci tangannya, menatap wajahnya dari pantulan cermin lalu menutup matanya dan menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan. Di tengah lamunannya itu, tiba - tiba suara seseorang membuyarkan nya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Sarah dengan sedikit menekan, Selena tersentak lalu menatap Sarah yang sudah berdiri disebelahnya dengan tatapan tajam.


"Kaget dengan pertanyaan ku atau kaget karena aku tiba - tiba ada disebelah mu?" tanya Sarah lagi terdengar sinis


"Tentu saja karena keberadaan mu" jawab Selena terdengar kesal, Sarah tertawa kecil ketika mendengar jawaban Selena.


"Boleh aku minta satu hal padamu?" tanya Sarah lagi


Tidak bisa Selena tebak apa yang akan Sarah minta padanya, selama ini Selena memang tidak pernah berhubungan langsung secara berdua dengan Sarah. Sikap Sarah secara tiba - tiba itu membuat Selena sedikit heran dan penasaran akan apa yang diinginkan oleh Sarah darinya.


"Apa?" tanya balik Selena


"Berhentilah mengganggu hati Jester, cukup sudah kamu bermain - main dengan hatinya" tegas Sarah mengucapkannya, permintaan yang membuat Selena marah dan menatap Sarah dengan tajam.


"Apa maksudmu, Sarah?" tanya Selena menekan, Sarah pun tersenyum sinis.


"Kemarin Jester meneleponku dan bercerita tentang kamu yang tiba - tiba mendatanginya dan berkata hal - hal aneh tentang Naomi, gara - gara kamu juga Jester overthinking pada Naomi" jawab Sarah tegas


Selena kaget dengan penjelasan dari Sarah, dia tidak menduga bahwa Jester menceritakan obrolannya dengan Jester kepada Sarah. Dan sikap yang Sarah tunjukkan membuat Selena kesal.


"Aku ingin menceritakan segalanya tentang pembicaraanku dengan Naomi dan ibunya, aku merasa kak jester harus dengar pembicaraan kami. Apa aku salah?!" agak membentak Selena mengatakannya


"Aku tanya satu hal saja, apa Naomi memang ingin meninggalkan Jester?" tanya Sarah menekan, untuk sejenak Selena hanya terdiam menatap Sarah.


"Kenapa gak jawab? tidak ada kan? Naomi tidak bilang walau itu hanya sekedar kode cewek kalau dia ingin meninggalkan Jester, ya kan?!" dengan sedikit bentakan Sarah bertanya, Selena pun membuang muka menghindari tatapan mata dengan Sarah.


"Aku tahu kamu mencintai Jester, tapi caramu yang aku tidak suka!!" bentak Sarah


"Aku memang mencintainya.... tapi aku tidak melakukan apapun yang mungkin kamu pikirkan tentangku, aku tetap membantu kak Jester dan Naomi agar tetap bersama walau.... walau hatiku terasa sakit..." Selena menggantung kalimatnya sejenak, lalu dengan mata yang berkaca dan tatapan tajam Selena menatap Sarah.


"Tahu apa kamu tentang pengorbananku?!! tahu apa kamu tentang cintaku padanya?!!! apa yang kamu tahu sampai berfikir bisa menghakimiku seperti itu?!!" bentak Selena sampai membuat Sarah terdiam


"Aku... aku sangat mencintainya! Aku... aku sudah menunggu selama ini, tahu apa kamu tentang itu?! aku tidak pernah menyukai seseorang sampai seperti ini, ini pertama kalinya aku tidak ingin melepaskan seseorang! Apa yang harus aku lakukan dengan cintaku ini?! aku... tidak tahu harus berbuat apa... apa yang kamu mengerti?!" ucap Selena dengan air mata yang deras keluar dari matanya

__ADS_1


__ADS_2