Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Ikatan yang Masih Kuat


__ADS_3

Pagi yang indah dan cerah di cluster perumahan, sebuah rumah minimalis yang terlihat mewah dengan aksen khas jepang terlihat masih sepi dan tidak terdengar keributan apapun tidak seperti biasanya. Didapur dalam rumah itu terlihat Naomi sedang memasak, tidak lama Jester berjalan menuju dapur dan menatap Naomi. Sesaat Jester malah terpesona menatap sisi keibuan Naomi, dengan rambut yang di kuncir ekor kuda menunjukkan leher jenjang putih dan mengenakan sebuah celemek menambah pesona sisi keibuan Naomi.


"Pagi Jester" sapa Naomi menyambut Jester pagi itu, Jester tersadar dari lamunannya dan sesaat Jester menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Aaah ya.. pagi, cerah ya hari ini" sapa balik Jester agak terbata karena menahan perasaan malunya setelah terpesona pada Naomi, sesaat Naomi mengalihkan pandangannya menatap langit dari jendela yang berada didapur itu lalu tersenyum menatap Jester.


"Kamu benar, cerah hari ini" timpal Naomi lalu kembali melanjutkan aktifitasnya, Jester berjalan menuju meja makan dan duduk ditempat biasa Jester menunggu Naomi selesai memasak.


"Apa kamu sudah memutuskan lagu yang akan kita mainkan?" tanya Jester memecah keheningan


"Eemm... aku sudah bicara dengan Grece sih" jawab Naomi datar sembari terus melanjutkan aktifitasnya


"Kok kamu gak bilang aku?" tanya Jester penasaran, sesaat Naomi mengalihkan pandangannya menatap Jester.


"Dragonforce Through The Fire and Flames" jawab Naomi, Jester pun terkejut dengan jawaban Naomi. Sebuah lagu rock penuh dengan teknik permainan gitar yang komplek, dari awal lagu sampai akhir kedua pemain gitar terus memainkan teknik mereka seakan kedua gitaris sedang beradu skill.


"Hah? serius?" Jester pun masih tidak percaya Naomi akan memainkan lagu itu, Naomi memandangi langit - langit dapur sejenak berfikir.


"Iya, dengan lagu itu aku akan merusak image yang ku bangun selama ini secara keseluruhan, orang - orang akan melihat aku secara berbeda terutama ibu dan ayah. Bagaimana menurutmu?" tanya Naomi kembali menatap Jester, kali ini Jester yang terlihat berfikir mencoba mencerna jawaban Naomi.


"Itu bukan lagu yang mudah, permainan gitarnya juga tingkat tinggi. Tapi melihat tujuannya memang untuk merusak image mu sebagai wanita yang anggun memang lagu itu akan berhasil, aku setuju" jawab Jester, Naomi terdiam sejenak dan kemudian menyelesaikan masakannya.


Tidak lama masakan Naomi pun selesai dan Naomi segera menyajikannya dimeja makan, setelah semua siap Naomi duduk didepan Jester dan terdiam memandangi Jester beberapa saat. Mengetahui Naomi menatapnya untuk waktu yang agak lama tanpa berkata - kata, Jester pun berinisiatif untuk bertanya lebih dulu.


"Ada apa?" tanya Jester sembari terus memandangi Naomi, sejenak Naomi menghela nafasnya


"Boleh aku meminta sesuatu?" tanya Naomi dengan nada yang terdengar berat untuk keluar dari mulutnya namun Naomi tetap memaksakan diri untuk bertanya, Jester pun merasa permintaan Naomi kali ini bukan main - main dan Jester sampai memajukan badannya untuk mendengarkan Naomi dengan baik - baik.


"Katakan saja" jawab Jester dengan tegas tanpa keraguan.


"Mungkin tidak pantas aku meminta ini namun aku merasa aku membutuhkan izinmu" timpal Naomi dengan tatapan yang terlihat sedih, Jester seperti sudah menduga izin apa yang Naomi butuhkan kemudian kembali menyandarkan badannya menatap langit - langit ruang makan.


"Gak perlu sih seharusnya, aku tidak ingin mengekangmu" ucap Jester datar, Naomi menatap Jester sembari sedikit tersenyum mendengar jawaban Jester. Dengan hembusan nafas yang terdengar agak keras, Naomi terlihat akan melanjutkan permintaannya.


"Maaf aku kemarin keluar tanpa pemberitahuan, sebenarnya kemarin aku..." ucapan Naomi dipotong oleh Jester

__ADS_1


"Kamu bertemu Daniel" jawab Jester terdengar ketus, Naomi sedikit terkejut mendengar jawaban Jester


"Jadi kamu sudah tahu ya?" tanya Naomi sedikit menunjukkan perasaan takutnya, Jester pun meletakkan tangan kanan di meja lalu menopang kepalanya menatap Naomi dengan tatapan yang terlihat kesal.


"Gimana ya, aku mau bilang sesuatu tapi rasanya bakal canggung saat sudah terucap. Setiap kamu pulang dari bertemu Daniel, kamu selalu terlihat sedih" jawab Jester dengan suara yang terdengar kesal, Naomi menundukkan kepalanya saat mendengar jawaban Jester.


"Aku tidak bisa menyangkal ucapanmu itu" timpal Naomi, Jester menghela nafas


"Sebenarnya aku tidak ingin melarangmu bertemu Daniel, tapi melihatmu yang selalu sedih seperti itu membuat aku marah pada Daniel" Jester melanjutkan kalimatnya yang nampak kesal dan marah, Naomi sampai mengangkat kepalanya menatap Jester dengan tatapan terkejutnya. Melihat wajah terkejut Naomi membuat Jester tersadar akan ucapannya yang terkesan dirinya cemburu pada Daniel, wajah Jester memerah dan tingkahnya menjadi panik sembari melambaikan kedua tangannya kearah Naomi.


"Bukan!! bukan seperti yang kamu pikirkan!! itu bukan berarti aku cemburu atau apapun itu, hanya saja jika kamu bisa bersenang - senang dan Daniel bisa membuatmu menjadi bahagia aku pun ikutan akan senang!!" ucap Jester dengan nada yang terdengar panik, Naomi tertawa kecil mendengar alasan Jester.


"Terima kasih sudah peduli denganku" timpal Naomi dengan sedikit menahan tawanya, Jester membenturkan sedikit kepalanya di meja untuk menutupi wajahnya yang memerah karena malu


"Sudahlah! lalu apa yang kamu minta dariku?!" tanya Jester dengan nada yang terdengar kesal karena Naomi terus tertawa, sejenak Naomi berhenti tertawa dan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Aku bertemu Daniel bukan khusus untuk menemuinya, tapi aku ingin bertemu dengan adiknya yang bernama Becca. Dia saat ini sedang sakit parah dan terus menerus mencariku setiap dirinya tersadar dari obat bius" jawab Naomi menjelaskan keperluannya bertemu Daniel, Jester mengangkat kepalanya menatap Naomi.


"Ooh gitu, jadi kamu mau minta izin kerumah sakit itu sampai adik Daniel sembuh?" tanya Jester lagi untuk memperjelas permintaan Naomi, Naomi menganggukan kepala beberapa kali untuk merespon pertanyaan Jester.


"Tidak masalah, tapi yang pasti aku tidak mau melihatmu sedih setiap pulang dari rumah sakit. Sekali saja aku melihatmu menangis karena Daniel, aku akan cabut izinku" ancam Jester, Naomi pun kembali tertawa kecil mendengar ancaman Jester. Mendengar tawa kecil Naomi membuat Jester kembali panik dan salah tingkah, Jester kembali membenturkan kepalanya ke meja.


"Tidak!! bukan karena aku cemburu!! tolong jangan salah paham!!!" Jester mengucapkannya dengan nada yang terdengar panik, suara Jester itu semakin membuat Naomi tertawa sampai terbahak.


"Iya iya... aku tidak akan salah paham kok, terima kasih ya" ucap Naomi menahan tawanya, lalu Naomi pun kembali tertawa saat itu sembari mengambil sarapan paginya yang tersaji dimeja makan saat itu.


Keduanya pun mulai menyantap hidangan itu dengan obrlan ringan diantara keduanya, membahas tentang teknik gitar yang ada di setiap permainan lagu Through The Fire And Flames. Hingga beberapa saat setelah selesai makan keduanya mulai bersiap untuk berangkat ke kampus mereka, persiapan mereka saat itu sangat memakan waktu karena Jester sibuk mencari kacamata dan baju - baju yang biasanya dia sering pakai namun sudah Naomi buang. Dengan terpaksa Jester memakai set pakaian yang dipilihkan Naomi, namun urusan rambut... Jester masih setia dengan style ala harry potternya.


Setelah Jester dan Naomi telah siap dengan sedikit pertengkaran kecil karena Jester keukeuh dengan style rambutnya, akhirnya keduanya menaiki Mercedes Benz V260 nya dan Jester memacu mobilnya menuju kampus dengan kecepatan sedang mengikuti arus jalan perkotaan yang sedikit padat saat itu. Beberapa menit berlalu dan keduanya pun sampai di parkiran kampus, keduanya pun berpisah diparkiran itu menuju kelasnya masing - masing. Ditengah jalan menuju kelas, Jester tiba - tiba dipeluk oleh Selena dari belakang dengan erat.


"Pagi kak~" ucap Selena dengan manja seperti biasa, Jester terlihat sudah terbiasa dengan pelukan tiba - tiba Selena.


"Haah.... pagi Selena, bisa gak sih tanpa pelukan erat seperti ini?" tanya Jester dengan suara yang terdengar capek, Selena pun tertawa mendengar pertanyaan Jester.


"Gak bisa~" jawab Selena singkat, Jester menepuk dahinya sedikit keras mendengar jawaban Selena.

__ADS_1


"Yah sudah deh terserah kamu aja, ooh iya Selena biasanya kamu dan Naomi dulu ngapain aja kalau mau bersenang - senang berdua?" tanya Jester, mendengar pertanyaan Jester membuat pelukan Selena melepaskan pelukannya namun keduanya masih berbicara tanpa saling menatap


"Aku gak mau berdamai dengannya" jawab Selena dengan ketus


"Aku cuma tanya kamu dan Naomi biasanya kemana saja untuk bersenang - senang" timpal Jester menegaskan maksudnya, Selena pun mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan Jester.


"Kenapa tanya itu?! kak Jester ingin mengajak Naomi berkencan?!" tanya Selena dengan nada yang sedikit meninggi, Jester pun membalikkan badannya menatap wajah Selena.


"Engga, hanya saja sepertinya Naomi sudah lupa cara tersenyum dan bersenang - senang. Aku kadang merasa kasihan melihatnya terus - menerus bersedih, kamu tahu kan hidupnya penuh tekanan" jawab Jester santai melihat Selena yang terlihat marah menatap Jester, Selena berbalik dan pergi meninggalkan Jester begitu saja tanpa berkata apapun, Jester sedikit berlari mengejar Selena dan menggenggam lengannya agar Selena berhenti untuk berjalan.


"Selena... jangan gitu donk" ucap Jester untuk menghentikan langkah Selena, Selena pun menghentikan langkahnya namun tidak membalik badannya untuk menatap Jester.


"Aku gak mau berurusan dengan dia lagi dan aku juga tidak mau membantunya untuk urusan apapun!!" bentak Selena merespon perkataan Jester, sesaat Jester menghela nafas melihat keras kepalanya Selena saat itu.


"Tapi Naomi membantumu loh, ingat kencan kita kemarin? itu kan ide Naomi, dia masih berusaha untuk membantumu dan memberimu ruang" ucap Jester mengingatkan Selena tentang kebaikan Naomi, namun Selena bergeming dan terus memunggungi Jester.


"Itu keputusannya apa dia ingin membantuku atau tidak, tapi aku tetap memilih untuk tidak!!" Selena kembali menolak dengan bentakan, Jester pun melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam lengan Selena.


"Kalau tahu kamu sejahat ini, aku jadi gak menyukai sifatmu" celetuk Jester dengan nada yang terdengar kecewa, Selena pun tersentak mendengar celetukan Jester saat itu sampai membuat Selena berbalik dan menatap Jester dengan wajah terkejutnya.


Keduanya pun terdiam untuk beberapa saat, Jester berbalik dan berjalan meninggalkan Selena tanpa sepatah katapun. Selena pun masih terdiam menatap Jester yang semakin jauh meninggalkannya ditempat itu, tiba - tiba Selena berlari mengejar Jester lalu menarik baju Jester agar Jester berhenti berjalan. Selena menundukkan kepalanya sesaat saat Jester menoleh menatap Selena dibelakangnya, wajah Jester datar menatap Selena ketika itu.


"Naomi suka nonton film di bioskop dengan genre horor atau komedi, suka nonton konser atau duduk ditaman kota mendengarkan musisi jalanan. Makanan kesukaannya sebenarnya sederhana, dia suka street food yang biasanya dijual di town squere dan memakannya ditempat sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa ajak dia ke coffeshop karena dia pecinta kopi, tapi jangan sekali - kali beri dia espresso karena itu akan membuatnya tidak tidur seharian. Jadi berikan saja dia kopi campuran seperti capucino atau frape" dengan detail Selena menjelaskan tentang Naomi kepada Jester, Jester pun tersenyum mendengar penjelasan Selena yang sangat detail itu.


"Tahu gak, kalian ini sebenarnya sahabat yang sangat erat loh. Ikatan persahabatan kalian masih erat meskipun saat ini kalian masih bermusuhan, kenapa tidak mencoba untuk berdamai dengannya? aku bisa menjembatani kalian agar kalian berbaikan" celetuk Jester sembari berbalik dan menatap Selena dengan senyuman merekah diwajahnya, Selena mengangkat kepalanya dan menatap Jester dengan wajah yang memerah mendengar tawaran Jester.


"Gak!! aku gak mau dan tidak akan!!" bentak Selena saat menatap Jester, walau wajahnya terlihat marah namun rona dipipinya saat itu menyiratkan Selena masih gengsi untuk memulai berdamai dengan Naomi. Tangan Jester mengelus lembut kepala Selena sampai membuatnya kembali memerah, lembutnya tangan Jester saat itu meredakan amarah Selena seketika.


"Ahaha... kamu semakin imut kalau lagi berpura - pura gak mau seperti itu" Celetuk Jester yang masih mengelus lembut kepala Selena, saat itu Selena menjadi salah tingkah dan wajahnya pun merah merona. Selena berusaha menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri agar tangan Jester lepas dari kepalanya namun Jester terus menggoda Selena, sampai akhirnya Selena pun menyerah lalu menatap Jester lagi dengan tatapan sebal.


"Itu.. itu gak gratis!! kamu harus bayar untuk informasi itu kak!!!" bentak Selena, Jester pun masih tersenyum menatap Selena dan melepaskan tangannya dari kepala Selena


"Tentu, berapa harganya?" tanya Jester dengan senyuman yang masih merekah, Selena pun menundukkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Jester.


"Ada pembukaan ice cream shop baru didekat town squere seminggu lagi, sebagai bayarannya aku ingin kak Jester menemaiku kesana" jawab Selena dengan nada yang terdengar malu - malu, Jester pun tertawa mendengar permintaan Selena.

__ADS_1


"Boleh boleh, seminggu lagi dari sekarang kan? aku akan kosongkan jadwalku, tapi kamu gak boleh sedih lagi ya" dengan senyuman Jester mengatakannya kepada Selena, Selena tersenyum lebar menatap Jester kembali dan Selena hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali merespon permintaan Jester.


__ADS_2