Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Minggu pagi telah tiba, sinar matahari yang indah menyorot sebuah rumah minimalis yang terlihat mewah dengan aksen khas jepang, ya... rumah Jester dan Naomi. Dikamar tidur dalam rumah itu, Jester nampak terbangun dari tidurnya sambil memeluk sebuah bantal yang awalnya menjadi pembatas antara Naomi dan Jester. Pada malam harinya Jester dan Naomi memang tidur dalam satu kamar dan satu kasur, Jester pun terkejut lalu duduk dengan wajah panik dan menoleh melihat Naomi tapi Naomi sudah tidak ada disebelahnya.


"Pagi" sapa Naomi yang sedang duduk di depan meja rias didalam kamar itu sembari melakukan perawatan wajah, Jester menatap Naomi yang terlihat baik - baik saja dari pantulan cermin.


"Aku gak ngapa - ngapain kamu kan?!" tanya Jester dengan nada panik


"Engga... tenang aja, aku kagum padamu" jawab Naomi dengan nada tenang dan sedikit senyuman sembari terus melanjutkan aktifitasnya.


"Huuuftt... kagum apaan?" tanya Jester yang nadanya terdengar lega


"Padahal kamu punya kesempatan tapi kamu benar benar tidak menyentuhku sama sekali" jawab Naomi lalu terhenti melakukan aktifitasnya, Naomi berbalik menatap Jester yang masih berada diatas kasur dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Kamu.... gak kelainan kan?" tanya Naomi dengan tekanan, Jester kesal dengan pertanyaan Naomi yang mirip dengan William


"Sejak kapan kamu ketularan papa?! dasar bodoh!!" teriak Jester dengan penuh amarah, Naomi berbalik menatap meja rias kembali


"Haah... ya sudahlah, tapi aku berterimakasih padamu" dengan nada yang terdengar lega Naomi mengucapkannya, Naomi melanjutkan perawatan wajahnya didepan meja rias itu.


"Aku gak tau loh dapat menahannya berapa lama, bohong jika aku tidak tergoda..." ucapan Jester di potong oleh Naomi


"Untuk satu hari ini saja, aku akan menyuruhmu tidur di luar saat teman - temanmu tidak ada disini" timpal Naomi tenang, Jester tersenyum mendengar jawaban Naomi. Tidak lama raut wajah Jester berubah menjadi sedih dan membuang muka tidak lagi menatap wajah Naomi dari pantulan kaca.


"Maaf ya kamu jadi harus seperti ini, aku pikir seharusnya kehidupanmu tanpa aku pasti jauh lebih baik" ucap Jester dengan penuh penyesalan


"Itu benar" dengan tegas Naomi mengatakannya tanpa basa - basi, Jester merasa sakit hati saat mendengar jawaban Naomi itu.


"Heeii!! berpura - pura manislah sedikit!!" ucap Jester yang marah pada Naomi, Naomi lalu berbalik dan menatap wajah Jester


"Tapi aku tidak menyesal" dengan senyuman Naomi katakan itu, Jester tertegun dengan kata - kata Naomi saat itu lalu membalas senyuman Naomi. Naomi pun kembali menatap cermin dan Jester beranjak dari kasur berjalan keluar dari kamar dan menuju kamar mandi.


Seperti biasa kegiatan awal Jester adalah gosok gigi dan mencuci mukanya lalu berjalan menuju ruang keluarga dimana teman temannya masih tertidur, Jester mendekati home theater dan mengatur volume tertinggi lalu mengaktifkan musik Rock hingga mengagetkan Luke dan Harry. Terjadi keributan antara Jester, Luke dan Harry hingga perang bantal pun terjadi, aksi saling ejek dan saling pukul menggunakan bantal di saksikan langsung oleh Naomi.


"Dasar anak laki - laki" celetuk Naomi tersenyum sinis menatap ketiganya, Nampak Naomi akan pergi saat itu. Naomi terlihat sangat menawan dengan dress dan riasan wajah minimalis yang menambah aura kecantikannya, tanpa sadar Jester, Luke dan Harry terpesona menatap wajah Naomi saat itu.


"Aku ada urusan, mungkin malam aku baru pulang jadi jangan tunggu aku kalau kamu mau pergi atau apapun kegiatanmu" ucap Naomi berpamitan


"Ok, hati hati ya" jawab Jester sembari membanting Luke yang menindihinya sejak tadi, Naomi pun meninggalkan mereka bertiga dengan senyuman.


"Heeii semalam kamu ngapain aja?" tanya Luke penasaran


"Apa kamu begitu dan begini dengan gaya begini dan begitu?" tanya Harry yang juga penasaran


"Hentikan pikiran mesum kalian bodoh!" Jester mengatakannya dengan keras


"Suara Naomi itu sangat lembut... bagaimana ya ketika dia mendesah?" tanya Luke sembari berusaha membayangkan.


"Pasti sangat menggoda..." timpal Harry sambil ikut membayangakan, Jester memukulkan bantal ke kepala mereka berdua


"Berhenti bodoh!! aku tidak melakukan apapun tahu. Dia tidak semanis yang kalian duga, dia itu sebenarnya wanita yang barbar" teriak Jester penuh dengan amarah, tiba tiba terdengar langkah kaki yang menghentak keras mendekati ruang keluarga dimana Jester, Luke dan Harry berada. Jester mendadak panik saat itu hingga membuatnya berbalik menatap pintu masuk keruang tengah namun Naomi sudah tepat berada di belakang Jester, wajah Naomi sangat terlihat marah dan menatap tajam Jester. Jester yang panik mendadak langsung bersujud meminta maaf pada Naomi.


"Waa!! maaf aku tidak bermaksud menghi..." ucapan Jester terpotong oleh ucapan Naomi yang terdengar panik


"Mobilku hilang!" timpal Naomi

__ADS_1


"Hah?" Jester bingung sambil menatap wajah Naomi, namun saat itu Luke dan Harry terlihat tidak terkejut sama sekali.


"Ooh iya, semalam ada dua truck towing mengambil mobil kalian sih" timpal Luke dengan santainya, Jester panik menatap wajah Luke yang terlihat tenang.


"Haah?!! kenapa kalian tidak hentikan? itukan jelas perampokan?!" tanya Jester dengan bentakan


"Petugasnya bilang mereka suruhan Tuan William, jadi bagaimana mungkin aku bisa menghentikan?" tanya Luke sembari menatap Harry yang terlihat hanya menggaruk - garuk lehernya.


"Papa lagi!!" Jester menjadi sangat kesal pagi itu, Jester berinisiatif untuk mengambil handphonenya didalam kamar dan meminta keterangan dari William. Namun baru beberapa langkah keluar dari ruang keluarga, suara bel rumah berdering. Jester mengalihkan langkahnya menuju pintu utama rumah di ikuti Naomi, Luke dan Harry dan kemudian membuka pintu itu dengan wajah yang tidak ramah.


"Selamat pagi Tuan Jester dan Nona Naomi, kami dari pihak Dealer mobil ingin menurunkan mobil yang Tuan William belikan untuk kalian" ucap petugas di depan Jester yang terlihat sangat ramah, tanpa basa - basi Jester berlari keluar dari rumah dan melihat mobil yang dibelikan oleh William untuknya. Luke dan Harry yang berada di belakang Naomi bergegas keluar menyusul Jester untuk melihat mobil baru apa yang Jester dapatkan, Naomi pun terlihat mulai penasaran lalu berjalan mendekati Jester yang mematung menatap mobil yang masih diatas truck towing. Sebuah Mercedes Benz V260 berwarna navy blue


"Wow... mobil keluarga mewah" Luke terlihat sangat terkesan melihat mobil baru Jester


"Tapi... itukan gak cocok buat anak muda" Harry menimpali sembari menatap Jester yang membatu


"Tentu, kecuali kamu sudah berkeluarga dan punya beberapa anak" Luke menimpali lagi dengan sedikit menahan tawanya, Jester sampai bergemetar saat itu karena terlalu kesal pada William.


"AArrrrghhh!! dasar papa bodoh!!!" Jester teriak dengan keras dalam satu tarikan nafas, petugas towing sampai terkejut mendengar teriakan Jester.


"Dimana aku harus tanda tangan?" tanya Naomi saat itu menatap ke petugas yang terkejut dengan teriakan Jester


"Eeeh disini Nona Naomi" jawab petugas agak terbata, Naomi pun menandatangani surat serah terima dan mobil pun mulai diturunkan. Beberapa menit berlalu mobil tersebut telah siap untuk digunakan dan sudah berada tepat didepan rumah, sedangkan petugas pengirim mobil sudah meninggalkan rumah Jester dan Naomi.


"Waah ini sangat mewah dan luas" Luke sangat antusias sambil melihat - lihat interior mobil itu


"Kamu benar, aku membayangkan bersama istri dan anakku disini" timpal Harry yang juga antusias melihat - lihat mobil itu, Naomi hanya berdiri terdiam menatap Luke dan Harry yang berkeliling didalam mobil. Sedangkan Jester berjongkok meratap dipojokan garasi


"Heeii ini tidak terlalu buruk kan?" tanya Naomi sembari berjalan mendekati Jester


"Menurut ku tidak terlalu buruk, cuma... jika ini satu satunya mobil bagaimana kita bisa membaginya? aku juga tidak bisa menyetir mobil sebesar ini" tanya Naomi kebingungan sembari menoleh menatap mobil


"Gunakan saja, aku tidak akan memakainya" jawab Jester pasrah, Naomi dan Jester terdiam beberapa saat sampai tidak lama tedengar suara deru mobil yang mendekati rumah Jester dan Naomi.


"Yak masalah datang" celetuk Jester bersamaan dengan deru mobil itu terdengar semakin dekat, Naomi bingung dengan celetukan Jester namun seperti dugaan William dan Marrie datang kerumah itu dengan sebuah Ferrari 458 Italia berwarna merah.


"Haii Naomi~ senang bertemu denganmu" sapa Marrie dengan manis saat turun dari mobil, Marrie berlari kecil mendekati Naomi dan langsung memeluknya erat.


"Eeh Nyonya..aa.. maksudku Mama... selamat pagi..." sapa Naomi agak terbata karena terkejut, Marrie melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap Naomi.


"Wah waah menantu papa sudah cantik ya!! apa kalian berdua akan pergi?" tanya William yang terlihat bahagia


"Bagaimana aku dan Naomi bisa pergi kalau mobil kami hanya ada satu ini?! apa lagi ini papa?!!" tanya Jester dengan nada penuh amarah


"Dasar bodoh!! kamu harus menjadi sopir pribadi Nona Naomi!!" bentak William sembari menujuk wajah Jester


"Haah?! kenapa jadi seperti itu?!" tanya Jester yang kaget dengan jawaban William, William melipat tangannya sembari menoleh menatap Jester.


"Karena Naomi terbiasa menggunakan sopir, tapi pakai sopir itu untuk seseorang yang gak punya pasangan nak. maka dari itulah kamu akan menjadi sopir pribadi Nona Naomi!!" William mengatakannya dengan tegas sembari menunjuk Jester lagi


"Eeh.. aah... Papa tidak harus seperti itu, aku bisa melakukannya sendiri" timpal Naomi dengan suara yang panik namun tetap terdengar lembut, mata William beralih menatap Naomi dengan berbinar - binar.


"Siiiaaalll!!! pesona mu sungguh membuat hatiku luluh Naomi!! kamu jangan terlalu baik pada Jester!" ucap William yang terpesona pada Naomi, William pun mengabaikan Jester dan terus ngobrol dengan Naomi. Nampak wajah Jester sangat kesal menatap William dan Naomi, Marrie tersenyum sembari berjalan mendekati Jester.

__ADS_1


"Jess... berbaik hatilah pada Naomi dan mulai sekarang antarkan dia kemanapun yang dia inginkan ya" ucap Marrie lembut agak berbisik


"Tapi kenapa? kenapa jadi seperti ini sih mama?" tanya Jester kesal


"Dimulai dari hal kecil maka akan menumpuk pada saatnya" jawab Marrie dengan senyuman, Jester menatap Marrie dengan wajah yang keheranan.


"Apa maksud mama?" tanya Jester bingung, Marrie tersenyum menatap Jester.


"Mama tau tentang Daniel dan Camilla..." jawab Marrie, Jester sangat terkejut dengan perkataan dan senyuman Marrie


"Mama...?" tanya Jester sambil menatap Marrie, namun Marrie menaruh jarinya di mulut Jester seperti menyuruh Jester untuk diam. Mendadak Jester malu untuk menatap Marrie, Jester membuang muka dan terdiam.


"Senangnya bisa punya menantu selembut Naomi!! benarkan Marrie?!" ucap William saat itu setelah puas ngobrol dengan menantu idamannya


"Hohoho kamu benar, aku juga senang menantuku adalah wanita secantik ini" jawab Marrie yang juga terlihat sangat senang sembari sedikit berlari mendekati Naomi


"Ayo kita pergi Marrie... dan Jester, kamu antarkan Nona Naomi oke?!" ucap William dengan tegas


"Baiklah" Jester nampak pasrah menerima tugas yang awalnya Jester keberatan, Jester melamun saat William dan Marrie berbicara dengan Luke dan Harry. Walau William, Luke dan Harry berbicara keras dan heboh saling balas candaan namun sepertinya Jester benar - benar larut dalam lamunannya, bahkan ketika William dan Marrie berpamitan untuk pergi Jester masih tidak sadar dari lamunannya sampai akhirnya Naomi menepuk pipi Jester dengan lembut. Jester tersadar namun dia hanya memandang Naomi tanpa sepatah katapun, saat itu Naomi terlihat khawatir melihat Jester.


"Heei... apa yang kamu lamunkan? kamu kenapa?" tanya Naomi dengan raut wajah yang khawatir, Jester baru tesadar dari lamunannya.


"Eeh tidak tidak... kamu mau pergi kemana?" tanya balik Jester


"Aku akan panggil taksi saja, aku gak mau merepotkanmu" jawab Naomi sambil mengeluarkan handphonenya, namun tiba - tiba tangan Jester menghentikan tangan Naomi yang akan memesan taksi online.


"Tidak apa, aku akan antarkan kamu. tunggu disini sebentar" ucap Jester lalu berlari masuk kedalam rumah untuk bersiap, Luke melihat Naomi yang terlihat khawatir menatap Jester yang berlari masuk kedalam rumah.


"Ada apa dengannya?" tanya Luke kepada Naomi sambil berjalan mendekati Naomi, mendengar suara Luke dari belakangnya membuat Naomi berbalik menatap Luke.


"Ooh dia mau bersiap mengantarkanku" jawab Naomi dengan wajah keheranan akan tingkah Jester


"Tidak... bukan itu, ada sesuatu terjadi pada Jester" ucap Luke mendadak seperti tahu Jester sedang tidak baik - baik saja, Naomi menatap Luke dengan heran


"Benarkah? aku tidak tahu, bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Naomi heran, Luke tersenyum.


"Heei ingatlah aku ini sahabatnya loh, aku hampir tau semua tentang Jester" jawab Luke dengan bangga


"Oooh gitu... bisakah..." Naomi ingin bertanya namun Naomi menahan ucapannya


"Tanyakan saja jika itu tentangnya" ucap Luke meyakinkan Naomi bahwa Naomi boleh bertanya apapun tentang Jester


"Aah Eeeh begitu ya... eee... tentang wanita yang dia sukai, apa..." belum selesai Naomi berkata Luke memotongnya


"Namanya Camilla dan dia hanya mempermainkan Jester tapi Jester terlalu bodoh untuk menyadarinya, aku senang setelah tahu dia akhirnya berpacaran denganmu. Jujur saja aku iri tapi ini yang terbaik untuknya, kamu tahu? dia akan setia padamu bahkan ketika ada ribuan wanita cantik datang untuk menembaknya, kamu tidak perlu khawatir jika itu tentang ketakutanmu akan perselingkuhan" jawab Luke dengan yakin, Naomi tertegun menatap Luke yang mengatakannya dengan meyakinkan.


"Sepertinya akan sulit ya..." gumam Naomi


"Tapi Naomi..." Luke menatap dengan penuh rasa penasaran, Naomi kembali fokus pada Luke karena Luke tiba - tiba menggantungkan perkataannya.


"Benarkah kalian itu pacaran? aku sudah terbiasa dengar tentang pasangan settingan dan statusmu sebagai selebgram tentu tidak asingkan dengan hal seperti ini" tanya Luke agak menekan Naomi saat itu, Naomi tersentak mendengar pertanyaan Luke.


"Eeh.. aaah.. iya tapi aku dan Jester beneran berpacaran kok" jawab Naomi terbata, Luke menatap Naomi dengan penuh keraguan

__ADS_1


"Jujur saja ada yang mengganjal hatiku, Jester itu saat bersama dengan orang yang dia sukai tidak pernah setenang ini loh. Ada apa ya? boleh aku tahu darimu?" tanya Luke yang masih tidak yakin akan hubungan mereka berdua, Naomi semakin terpojok saat itu dan tidak tahu harus menjawab apa. Bagi Naomi sekeras apapun saat ini dia menjelaskan hubungannya dengan Jester, Luke akan semakin yakin bahwa mereka benar - benar hanya settingan.


__ADS_2