Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Pinggiran Kota


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah, burung - burung terdengar berkicau di sekitaran cluster perumahan. Terlihat beberapa warga cluster sedang joging melewati depan rumah yang terlihat paling beda sendiri, dengan aksen khas jepang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga cluester yang kebetulan lewat. Namun yang lebih menjadi perhatian kala itu adalah keributan yang sempat terjadi pada pagi hari, Ya... keributan sudah menjadi makanan sehari - hari keluarga Gates. Pagi itu di depan garasi rumah Jester dan Naomi, terlihat Naomi dan Luke terlibat dalam percakapan yang membuat Naomi panik. Belum juga Naomi menjawab pertanyaan Luke, tiba tiba Jester muncul dari dalam rumah menuju garasi setelah selesai bersiap siap.


"Luke, jaga rumah ya. aku mau antar Naomi" pinta Jester pada Luke sembari berjalan menuju mobil yang terparkir didepan rumah


"Hoo oke oke, serahkan pada kami" ucap Luke, Jester menuju mobil dan mendapati Harry sedang tiduran di kursi penumpang. Jester dan Harry terlibat keributan dan sesaat Luke kembali menatap wajah Naomi dan sepertinya Luke tidak ingin menekan Naomi dengan pertanyaan yang sempat dia ajukan kepadanya.


"Mungkin aku yang tidak tahu kalau Jester telah berubah, tidak usah terlalu dipikirkan dan aku yakin Jester benar - benar mencintaimu" Luke berbalik dan berjalan mendekati Jester dan Harry yang terlibat keributan, namun Naomi sadar Luke adalah seseorang yang sangat peka terhadap Jester. Naomi menatap Luke yang membantu Jester untuk mengusir Harry dari dalam mobil dengan penuh perasaan khawatir.


Setelah beberapa saat Jester dan Luke telah berhasil mengeluarkan Harry dari dalam Mercedes Benz v260, dengan mobil itu Naomi dan Jester melakukan perjalanan namun diperjalanan yang sudah memakan waktu itu antara Jester dan Naomi tidak saling berbicara. Dijalanan perkotaan yang padat pada pagi itu, Jester terlihat heran melihat Naomi yang menjadi pendiam.


"Jadi kamu mau kemana?" tanya Jester yang teringat bahwa Naomi belum memberitahu tujuannya


"Aku... eee... Aku..." jawab Naomi terbata. Sembari menatap wajah Jester, Naomi terlihat gugup untuk menjawab pertanyaan Jester


"Kenapa jadi gugup begitu?" tanya Jester dengan heran sembari mulai melihat jalanan didepannya


"Aah.. Eeeh... bagaimana ya... aku sebenarnya..." Naomi masih terbata dan mulai menundukkan kepalanya


"Katakan aja, gak usah malu - malu seperti itu" ucap Jester tenang


"Aku... entahlah... aku juga bingung ada apa denganku ini..." jawab Naomi sambil mengalihkan padangannya ke jendela mobil dan melihat keluar, dari pantulan wajah yang samar di kaca itu Jester melihat wajah Naomi mendadak menjadi sedih.


"Lalu aku harus antar kamu kemana ini?" tanya Jester agak kesal dan sedikit menekan Naomi, walau dalam hati Jester ada rasa khawatir melihat Naomi menjadi murung dan sedih.


"Aku janjian di Moonbuck..." jawab Naomi dengan ragu, mendengar jawaban Naomi membuat Jester bertambah kesal.


"Waaa... itukan sudah lewat jauh, kita sekarang harus memutar. haduuh" ucap Jester yang terdengar sangat kesal, Jester mulai memperhatikan jalanan mencari celah untuk berganti lajur ditengah padatnya jalan perkotaan saat itu.


"Maaf..." ucap Naomi dengan penuh penyesalan


"Ada apa sih? kamu ini kenapa?" tanya Jester heran sembari menatap Naomi lagi, Naomi masih tertunduk sembari meremas bagian rok dari dress yang dia gunakan saat itu


"Aku sebenarnya janjian dengan Daniel dan akan pergi kerumah orangtuanya di luar kota..." jawab Naomi dengan suara yang terdengar sedih


"Yaah harusnya kan kamu bilang aja kalau janjian" timpa Jester yang terdengar kesal, lalu Jester mulai memperhatikan jalanan sembari terus mencari celah untuk berpindah jalur.


"Itu masalahnya..." Naomi menggantung kalimatnya, Jester mengalihkan pandangan menatap Naomi. Saat itu kedua mata mereka bertemu, namun keduanya membisu beberapa saat.


"Apa kamu tidak ingin.... melarangku?" tanya Naomi dengan tatapan penuh harap, saat itu Jester malah menunjukkan wajah yang keheranan menatap Naomi


"Kenapa aku melarangmu?" tanya Jester heran


"Entahlah Jester... aku merasa seperti orang yang sedang selingkuh" jawab Naomi dan kembali menunduk


"Ya tentu saja!! gara - gara kamu menciumku pasti kesannya kamu sedang berselingkuh denganku tahu!" Jester kesal mendengar jawaban Naomi, saat itu Naomi juga tersulut emosinya mendengar jawaban Jester.

__ADS_1


"Aku kan hanya terbawa suasana!! jangan salahkan aku donk!!" Naomi ikutan membentak sembari menatap wajah Jester yang terlihat kesal menatapnya.


"Yang jelas aku tidak akan melarangmu, itu hak mu" tegas Jester katakan itu, Naomi sedikit tersentak saat mendengar jawaban Jester. Naomi kembali menundukkan kepalanya perlahan


"begitu ya... mungkin memang aku yang berlebihan..." gumam Naomi


"Apa? suaramu terlalu pelan" Jester berusaha mendengar gumaman Naomi


"Turunkan aku diparkiran Mall dekat MoonBuck, aku tidak ingin Daniel tahu aku diantar olehmu" jawab Naomi yang mendadak bersikap dingin kepada Jester


"Kamu... marah padaku?" tanya Jester terkejut dengan respon dingin Naomi yang tiba - tiba


"Tidak!!" Naomi membentak, Jester heran saat itu namun Jester memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan.


Setelah perjalanan memutar yang telah menghabiskan kurang lebih empat puluh menit perjalanan dengan penuh keheningan, sampailah mereka di parkiran mall. Jester memarkirkan mobilnya dan menatap Naomi saat itu yang terlihat menunjukkan wajah marahnya, Jester terlihat sangat bingung namun Jester berusaha untuk mencairkan suasana.


"Aku tidak paham kenapa kamu tiba - tiba marah, aku rasa dukungan adalah hal yang kamu butuhkan saat ini. Apa perkataanku ada yang menyinggungmu? aku minta maaf, kamu hanya perlu katakan kamu terluka oleh ucapanku yang mana" Jester berusaha memancing Naomi agar memberitahunya apa yang terjadi, Naomi terlihat semakin emosi mendengarkan perkataan Jester.


"Kamu.... bodoh..." gumam Naomi saat itu, Sembari turun dari mobil dan menutup pintu dengan keras. Jester pun ikut keluar dari mobil lalu berlari mengejar Naomi dan menarik lengannya agar berhenti berjalan


"Tunggu! Kenapa kamu jadi marah seperti ini?" tanya Jester yang mulai panik karena Naomi tiba - tiba marah padanya.


"Lepaskan!" Naomi membentak dan masih memunggungi Jester sembari menarik lengannya dengan paksa, namun Jester masih terus menggenggam lengan Naomi dengan kuat.


"Kamu milik Daniel dan aku tidak menjadi penghalang hubungan kalian, aku masih terus mendukungmu tapi kenapa kamu tiba - tiba marah seperti ini?" Jester semakin heran melihat Naomi yang terlihat sangat marah saat itu


"Maa... maaf..." ucap Naomi terbata sembari mengalihkan pandangannya menatap Jester, saat itu Jester hanya terdiam dengan wajah yang terkejut menatap Naomi.


"Aku minta maaf.... Jester... tampar aku..." Naomi menahan tangisnya, matanya mulai berkaca - kaca


"Aku benar - benar gak tahu kamu marah kenapa, tapi aku harap itu sepadan" ucap Jester lalu berbalik dan berjalan menuju mobilnya, Naomi ingin menghentikan langkah Jester namun Naomi menahan langkahnya dan membiarkan Jester meninggalkannya disana. Naomi melihat Jester mulai memacu mobilnya meninggalkan parkiran mall itu namun Naomi masih terdiam membatu untuk beberapa saat dan kedua tangannya mulai menjambak - jambak rambutnya beberapa kali, seperti Naomi sedang menghukum dirinya sendiri.


"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu lakukan itu padanya? kamu itu kenapa Naomi?" gumam Naomi sambil memperhatikan kedua tangannya dan terdapat rambut rontok karena jambakannya, Naomi akhirnya mulai berjalan menuju tempat janjian.


Beberapa saat ketika Naomi berjalan di sekitaran parkiran mall hendak menuju MoonBuck, Naomi dihadang sebuah mobil yang berhenti tepat didepannya. Sebuah Honda Civic hitam terlihat membuka jendela penumpangnya dan dikursi pengemudi mobil itu ada Daniel sedang menatap Naomi, Daniel tersenyum menatap Naomi namun Naomi dengan wajah datar menatap Daniel.


"Ayo" ucap Daniel saat itu, Naomi langsung masuk kedalam mobil itu tanpa sepatah katapun


Pagi itu sebuah Honda Civic berwarna hitam terlihat berada diantara mobil - mobil yang melintas di padatnya jalan perkotaaan, didalam mobil itu Naomi dan Daniel masih terdiam sampai beberapa saat Naomi nampak menatap wajah Daniel. Daniel yang sadar Naomi sedang menatapnya pun akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Naomi saat itu, ditengah kebisuan itu Daniel memecahkan keheningan.


"Ada apa?" tanya Daniel dengan heran karena Naomi menatapnya tanpa berkata apa pun


"Baru?" tanya Naomi singkat


"Iya, aku dapatkan ini dari hasil endorse. Baguskan? memang tidak sebanding dengan mobil mu tapi ini jauh lebih baik daripada mobilku yang dulu" jawab Daniel yang terlihat bangga dan senang sembari menatap jalanan, Naomi tidak menunjukkan ekpresi apapun saat mendengar jawaban Daniel.

__ADS_1


"Aku ikut senang... lalu kapan kamu akan mulai bertemu dengan orangtuaku lagi?" tanya Naomi menekan Daniel


"Heii Heii... aku baru memulai ini dan ibumu tentu belum mau mengakuiku" jawab Daniel ketus tanpa menatap Naomi


"Oke.... lalu bagaimana dengan Sarah?" tanya Naomi lagi masih menekan Daniel


"Aku tidak ingin membicarakan itu saat ini" jawab Daniel ketus tanpa menatap Naomi


"Kontrakmu tinggal enam bulan lagi, aku harap kamu tidak melanjutkan kontrak itu" pinta Naomi dengan nada tegas, Daniel terlihat membuang muka saat mendengar permintaan Naomi itu.


"Aku akan pertimbangkan" Daniel menjawab seakan menggantung permintaan Naomi, mendengar jawaban itu membuat tangan Naomi meremas rok dari dressnya


"Apa maksudmu akan kamu pertimbangkan? kamu berniat memperpanjang kontaknya?" tanya Naomi dengan nada yang mulai meninggi, Daniel menatap Naomi dengan tatapan penuh amarah.


"Aku akan mempertimbangkannya!! kamu tidak usah menekanku seperti itu! kamu pikir aku melakukan ini untuk siapa?!!" jawab Daniel dengan bentakan, Naomi tersentak karena bentakan Daniel dan matanya mulai berkaca - kaca.


"Kalau kamu perpanjang... aku harus bertahan berapa lama lagi melihatmu bermesraan dengan Sarah? apa kamu pikir hatiku tidak sakit? kamu pikir selama ini aku baik baik saja?" Naomi berusaha menjelaskan keresahanan sembari menahan tangisannya, namun wajah Daniel tetap penuh dengan amarah saat menatap Naomi.


"Aku begini juga karena kamu kan!! hentikan omong kosong ini Naomi!!" Daniel kembali membentak dan membuat Naomi kembali tersentak, Naomi membuang muka dan tidak sadar air mata mulai mengalir keluar.


Beberapa jam perjalan yang hening dan semakin menjauhi pusat kota, Honda Civic itu masuk kedalam sebuah pekarangan rumah yang terlihat ada berbagai macam tanaman buah dan sayur. Daniel dan Naomi telah sampai di sebuah rumah sederhana yang kecil dengan nuansa khas pedesaan di pinggiran kota, di depan rumah kecil itu terlihat ada empat orang yang sedang menunggu kedatangan mereka. Mobil pun berhenti dan terparkir disalah satu sudut taman, Daniel dan Naomi keluar sembari tersenyum menatap orang - orang yang menunggu mereka. Dua anak kecil yang terlihat kembar identik berlari memeluk Naomi saat itu sambil tertawa, terlihat ketiganya sudah sangat akrab.


"Kak Naomi Kak Naomi... aku sudah hapal perkalian loh" ucap Beccy dengan bangga, Naomi dengan senyuman terlihat terkesan menatap Beccy.


"IIiih baru itu saja, aku malah sudah jago pembagian" Becca menimpali sebelum Naomi menanggapi Beccy dengan sombongnya, Naomi tertawa mendengar kedua kembar ini saling menyombongkan diri.


"Waah kalian pintar ya... nanti kakak belikan hadiah untuk kalian ya" puji Naomi sembari tersenyum manis menatap keduanya, Becca dan Beccy senang mendengarnya.


"Heii heii jangan ganggu kakak Naomi anak anak" ucap Liam ayah Daniel


"Senang bertemu lagi denganmu Naomi, masuklah... kamu bisa bertemu Danile dengan tenang disini tanpa ada sorot kamera" ucap Blenda ibu Daniel dengan ramah


"Ii.. iya.. terima kasih atas perhatian kalian" ucap Naomi sembari membungkukkan badan kearah Liam dan Blenda, Danile berjalan masuk kedalam rumah itu di ikuti oleh Naomi, Beccy dan Becca.


Saat itu Danile, Naomi, Becca dan Beccy menuju kamar Daniel dan mereka duduk di kasur Daniel, mereka berempat terlihat sangat akrab. Sesekali mereka bercanda dan mengobrol bersama, suasananya pun terlihat sangat bersahabat dan hangat tanpa ada batasan. Tidak terasa setelah beberapa jam mereka berempat menghabiskan waktu bersama, akhirnya Beccy dan Becca tertidur pulas di kamar Daniel tepat di pangkuan Naomi. Danile dan Naomi menggendong mereka dan menidurkannya dikamar mereka lalu keduanya pun kembali ke kamar Daniel dan duduk berdua di kasur.


"Selalu seperti ini, mereka terlalu bahagia saat bertemu denganmu sampai mengganggu kita untuk berduaan" celetuk Daniel terdengar sebal dengan tingkah adik - adiknya itu, Naomi tertawa kecil mendengar keluhan Daniel.


"Hihihi... tapi mereka imut kan, aku juga mau punya adik kembar seperti itu" timpal Naomi yang terdengar bahagia, Daniel memeluk Naomi dari belakang ketika Naomi mengucapkannya.


"Kenapa harus adik?" tanya Daniel, Naomi mendadak kehilangan senyumnya dan berubah menjadi berekspresi datar.


Pelukan Daniel mulai terlepas dari tubuh Naomi, perlahan Daniel bergeser duduk disebelah Naomi. Tatapan mata mereka bertaut dalam suasana hening dengan lampu kamar yang redup begitu tenang dan romantis. Tangan Daniel mulai menyentuh tangan Naomi dengan lembut, semakin lama semakin keatas menuju lengan dan bahu Naomi. Sentuhan yang berubah menjadi rabahan tangan Daniel sudah mendarat ke pipi halus dan lembut Naomi, wajah Daniel mulai mendekati wajah Naomi.


Bibir mereka pun mulai begitu dekat hingga hembusan nafas keduanya menjadi jelas saling terdengar, tidak lama bibir tipis lembut Naomi dilumat dengan lembut oleh Daniel. Bibir mereka bertaut dan hanyut dalam ciuman yang penuh keintiman, tubuh mereka semakin dekat lalu ciuman Daniel sudah beralih mendarat dileher jenjang Naomi. Aroma wangi khas jeruk yang segar pada tubuh Naomi membuat Daniel hanyut dalam kemesraan, tangan yang sedari tadi memeluk tubuh indah Naomi beralih membuka satu persatu kancing dress yang Naomi kenakan.

__ADS_1


Kulit putih dan mulus Naomi mulai terlihat oleh Daniel, dadanya yang membusung nafasnya yang tidak beraturan dan matanya yang sedikit terpejam menjadi pemandangan indah dihadapan Daniel. Tubuh mungil itu perlahan Daniel rebahkan kemudian Daniel mulai melepaskan baju yang dia kenakan dan mulai menindih tubuh Naomi sambil bibir Daniel mendaratkan kecupan pada kening Naomi.


__ADS_2