Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Serangan Balik Naomi


__ADS_3

"Tidak!! itu tidak benar!!" teriak Naomi ketika itu


Siang hari yang mendung sehabis hujan, suhu yang dingin membuat beberapa orang menggunakan jaket mereka untuk menghangatkan tubuhnya masing - masing. Tapi suhu yang dingin itu tidak terasa di taman tengah sebuah kampus swasta yang terkenal, terlihat Jester yang masih bersimpuh dengan wajah terkejutnya menatap Naomi yang juga sedang bersimpuh didepan Jester. Naomi terlihat menundukkan kepalanya dan tidak menatap wajah Jester saat meneriakan kalimat penyangkalannya, ditempat dan disaat yang bersamaan Luke, Harry, Justin, Grece dan bahkan juga Camilla terkejut mendengar teriakan Naomi ketika itu.


"Naomi?" tanya Jester yang terkejut, seakan tidak percaya Naomi mengatakan tidak saat itu. Naomi berdiri dan berjalan mendekati Camilla yang berada disebelah Harry, menatap matanya dengan tajam seakan Naomi mengibarkan bendera perang untuk pertama kalinya sejak pertemuan pertama mereka dulu.


"Aku pacar Jester dan kami akan menikah sebelas bulan lagi!" Naomi kembali mempertegas statusnya dengan Jester, mata Naomi yang menatap tajam Camilla seperti tidak ingin memberi celah kepada Camilla untuk meragukan kata - katanya. Semua yang berada ditempat itu terkejut dengan perkataan Naomi, Jester sampai berdiri dan menarik tangan Naomi agar berbalik menatapnya namun Naomi menolak.


"Naomi! apa - apaan?!" tanya Jester dengan sedikit bentakan, Jester sangat menyadari Naomi ingin melindunginya dari Luke dan Harry namun disaat bersamaan Naomi juga sedang menghancurkan hubungannya dengan Camilla.


"Kalau memang kamu pacarnya, kenapa kamu tidak bereaksi apa - apa saat Camilla dekat dengan Jester? kamu gak cemburu sama sekali?" tanya Harry dengan rasa sangat penasarannya, Harry sangat melihat keseriusan atas ucapan Naomi dari tatapan matanya saat berhadap - hadapan dengan Camilla.


"Kata ibu pria itu wajar selingkuh sekali - dua kali, aku hanya perlu memastikan bahwa dia akan pulang padaku jika saatnya sudah tiba" jawab Naomi namun tatapannya masih menatap Camilla dengan tajam, Camilla mendadak tersenyum sinis dengan sedikit tertawa memandang rendah Naomi.


"Hah? kata - kata macam apa itu? hanya wanita rendahan yang..." belum selesai Camilla menyelesaikan kalimatnya, Naomi memotong juga dengan senyuman sinisnya sembari terus menatap Camilla.


"Kalau aku wanita rendahan, lalu kata apa yang pantas untuk dirimu? menempel pada Jester walau kamu tahu aku ini Naomi" tanya Naomi yang berbalik menyindir Camilla dengan nada yang terdengar sinis, Camilla seperti tertampar ketika itu sampai membuatnya terdiam.


"Naomi!! apa yang kamu katakan?!" Jester semakin panik mendengar perkataan Naomi ketika itu, kata - kata yang bagaikan sebuah tamparan tepat di wajah. Mendengarkan kalimat itu membuat Camilla semakin marah, namun keadaan yang sudah berbalik dan tidak menguntungkan bagi Camilla membuatnya menjadi bingung untuk membalas perkataan Naomi.


"Jester!! kenapa kamu masih belain wanita gatal itu sih?!! Dasar pelakor!! pergi jauh - jauh sana!!" bentak Grece mulai terlihat kesal dengan sikap Jester yang masih berusaha membela Camilla, Justin menarik lengan Grece agar dia diam saja.


"Hah? pacaran? berhenti berbohong, aku sudah tau semua dari Selena kalau kalian ini hanya setingan" Camilla terlihat mulai terpojok, ketenangannya mulai hilang dan tidak seperti diawal - awal perseteruan diantara mereka.


"Tunggu... kenapa kamu dapat informasi dari Selena? sejak kapan kamu akrab dengan Selena?" Jester bertanya sembari menatap Camilla dengan penuh perasaan heran, Camilla terlihat semakin panik dan dirinya merasa sedang terperosok dalam jebakan yang sedang Naomi buat untuk menyerang balik dirinya.


"Sepertinya kamu membuka rahasiamu sendiri ya" celetuk Naomi yang kemudian diiringi dengan senyuman kemenangan, Camilla menatap Naomi dengan marah namun dirinya tidak dapat berkata apa - apa.


"Itu benar, aku juga heran awalnya kenapa Camilla jadi agresif dekatin Jester, Hei kamu itu sebenarnya merencanakan apa?" Harry mulai mendapatkan titik terang asal muasal kemelut ini, Camilla beralih menatap Harry dengan wajah cemas.


"Selena juga tiba - tiba bersikap aneh sejak beberapa hari yang lalu, ternyata memang bukan hanya kebetulan ya. Apa ini juga bagian dari rencanamu Camilla?" tanya Justin yang berusaha menyadarkan Jester bahwa Camilla sedang merencanakan sesuatu bersama Selena, Camilla pun semakin terpojok sehingga membuatnya menunduk dan tidak berani menatap siapa pun.

__ADS_1


"Kenapa... kenapa kalian menyudutkanku? aku hanya mengatakan kebenaran, aku tidak sedang merencanakan apapun" Camilla berusaha membela dirinya dengan suara yang terdengar lirih ingin menangis, suara serak itu membuat Jester ingin membawa Camilla pergi dari tempat itu namun Jester paham itu hanya akan menambah kemelutnya dengan Luke dan Harry.


"Lalu kenapa kamu jadi akrab dengan Selena?" tanya Naomi kembali memancing Jester, Justin, Grece, Luke dan Harry agar menyadari Camilla dan Selena sedang merencanakan sesuatu. Camilla kembali menatap Naomi dan menunjuk wajahnya dengan jari telunjuk, namun Camilla tidak dapat berbicara apapun. Camilla terlihat berusaha menahan tangisnya, Luke yang melihat Camilla tersudut karena pertanyaan Naomi akhirnya menyadari Camilla memang sedang merencanakan sesuatu.


"Camilla!! apa yang kamu rencanakan rubah betina?!!" bentak Luke sampai membuat Camilla tersentak lalu menatap Luke dan sedikit melangkah mundur menjauhi Naomi dan Luke yang dihadapannya, Jester berdiri dan berlari meremas pundak Luke dengan amarah.


"Jangan kasar pada wanita!!" bentak Jester membela Camilla, namun Luke tidak merespon Jester sama sekali dan terus menatap Camilla dengan tatapan yang menakutkan.


"Ooh... kamu beruntung ya Naomi... Kamu bisa membalik keadaan... tapi itu tidak akan merubah apapun tentang fakta bahwa kamu dan Jester memang hanya settingan" Camilla masih terus berusaha untuk membela dirinya, Camilla tahu bahwa satu - satunya cara membalik keadaan adalah menyadarkan pada semuanya bahwa Jester dan Naomi tidak benar - benar pacaran.


"Kenapa kamu jahat banget sih jadi wanita?! kamu punya dendam apa sama Naomi hah?!" Grece semakin kesal melihat Camilla yang masih berusaha membela diri dan bukannya meminta maaf pada Naomi.


"Atau kamu punya dendam pada Jester?! katakan saja sekarang!!" bentak Luke dan kembali membuat Camilla tersentak, mata Camilla mulai berkaca - kaca dan tubuhnya pun terlihat bergemetar.


"Sifatmu ternyata buruk ya, jauh dari image yang kamu bangun selama ini sejak awal kuliah" timpal Harry menyindir Camilla, Harry terlihat sudah tidak tahan melihat sikap Camilla yang masih terus berusaha memojokkan Naomi.


"Kalau memang tidak ingin menerima Jester, lebih baik kamu pergi dari hidupnya. Kamu gak punya kerjaan lain ya?" Justin ikut menimpali Harry dan berharap memberi serangan mental kepada Camilla agar dia berhenti melanjutkan apapun rencananya, air mata Camilla pun pecah ketika itu.


"Mau kemana kamu brengsek?!" bentak Luke pada Jester yang tepat didepan wajahnya, Jester hanya terdiam dan tetap menatap mata Luke yang terlihat sangat marah.


"Hentikan Luke!!" teriak Naomi sembari berlari mendekati Luke dan Jester lalu berusaha melepaskan lengan Luke dari leher bawah Jester, namun Luke terlalu kuat untuk Naomi sehingga tangan Luke tidak bergerak sama sekali. Harry, Justin dan Grece pun terlihat diam saja, seakan mereka mendukung Luke yang menahan Jester.


"Biarkan saja Naomi! orang ini memang perlu untuk diberi pelajaran, aku sudah tidak tahan dengan kebodohannya!!" ucap Luke masih dengan nada tinggi, Naomi terus berusaha melepaskan lengan Luke dari leher bawah Jester namun tetap saja Luke terus menekan Jester semakin keras hingga Jester terlihat kesakitan.


"Hentikan! kamu tidak tahu yang sebenarnya terjadi!!" ucap Naomi yang mulai kehabisan nafas karena tenaganya dia kerahkan semua membantu Jester melepaskan kuncian Luke, hal itu malah membuat Grece marah.


"Naomi marah dikit donk!! Jester seenaknya menyakiti hatimu seperti itu!!" Grece semakin terpancing emosi pada sikap Jester, Justin kembali menarik lengan Grece agar diam


"Grece... jangan ikut manas - manasin" Justin dengan lembut berusaha menyadarkan posisi Grece yang tidak ada hubungannya dengan Naomi dan Jester, Grece menatap Justin dengan wajah marah.


"Biarkan saja, Jester itu sudah keterlaluan tahu! bagaimana pun Naomi sudah terang - terangan mengatakan kalau dia suka pada pria menyedihkan itu, tapi dia malah tetap tidak sadar!!" dengan teriakan Grece mengatakannya, Justin terlihat kesal pada Grece tapi tidak mampu berkata apa - apa dan hanya bisa menghela nafas panjang melihat kecerobohan kekasihnya itu yang tidak bisa menjaga ucapannya.

__ADS_1


"Lagian apa sih menangnya Camilla dari Naomi? seleramu aneh ya" tanya Harry yang keheranan terhadap sikap Jester yang masih juga ingin membela Camilla, sorot mata Jester pun semakin meredup karena hatinya terasa sakit dan sesak.


"Jawab brengsek!! Apa maumu sebenarnya?! mau kamu bawa kemana hubunganmu dengan Naomi!!" bentak Luke sembari semakin menekan tangannya yang masih berada di bawah leher Jester, Jester terlihat kesakitan namun tetap tidak memberontak


"Hentikan!!!" teriak Naomi dengan satu tarikan nafas, suaranya begitu keras sampai membuat semuanya terkejut. Mahasiswa dan mahasiswi disekitaran mereka pun sampai menoleh semua melihat kerumunan yang ada ditaman tengah.


Suara teriakan Naomi benar - benar menghipnotis Luke, Luke mengendorkan lengannya dari tubuh Jester dan kemudian berbalik lalu berjalan menjauhi Jester beberapa langkah. Naomi mendekati Jester dan memastikan bahwa Jester baik - baik saja sembari mengatur nafasnya yang terengah - engah, semua mata tertuju pada sikap Naomi saat itu.


"Jangan menyudutkan Jester seperti itu, dia pria yang baik... tipe pria yang tidak akan pernah menggeser seseorang dihatinya apapun yang terjadi, tolong pahami hati Jester saat ini karena aku sudah memperburuk keadaannya" ucap Naomi sembari menundukkan kepalanya, Jester menatap Naomi yang tepat ada didepannya dan sorot mata Jester saat itu membuat Naomi merasa bersalah.


"Tapi kali ini Jester keterlaluan Naomi!!" ucap Grece masih terlihat kesal pada Jester


"Kamu salah... kalau harus ada yang disalahkan itu adalah aku, Jester sudah mencintai Camilla jauh sebelum aku bertemu dengan Jester. Luke... Harry... kalian seharusnya memahami ini kan?" pertanyaan Naomi membuat Luke dan Harry seperti tersadar namun keduanya tidak dapat berkata apa - apa


"Aku sih paham, tapi Camilla hanya mempermainkan Jester" jawab Harry dengan perasaan bersalah namun tetap memberikan alasan atas tindakannya


"Tidak, kalian benar. Aku hanyalah pria brengsek yang bangga di kejar - kejar oleh banyak wanita" timpal Jester, Jester menjatuhkan badannya sambil terus bersandar pada pahon dibelakangnya. Naomi terkejut dan reflek ikut terduduk didepan Jester, Naomi menggenggam tangan Jester.


"Jangan berkata seperti itu Jester, aku sangat paham kamu tidak seperti itu" dengan lembut Naomi berusaha membela Jester, Jester tidak bereaksi dan hanya menundukkan kepalanya sambil duduk bersandar pada sebuah pohon


"Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta Camilla, sampai kapan kamu sadar akan itu?!" Luke menatap Jester namun nadanya mulai merendah, Luke sangat mengkhawatirkan keadaan Jester yang terlihat patah semangat.


"Aku juga tidak tahu, ini bukan pertama kalinya kan Luke?" tanya balik Jester seperti mengingatkan Luke bahwa dirinya memang seperti ini, Luke dan Harry terlihat membuang muka mendengar pertanyaan Jester. Keduanya terlihat sangat bersalah dan menyadari kebodohan mereka sendiri, dalam benak mereka merasa bagaimana mungkin Naomi yang baru saja mengenal Jester lebih memahami hati Jester ketimbang mereka yang dari kecil tumbuh bersama.


"Patah hati pertamaku... bukankah kalian yang mati - matian membantuku bangkit?" lanjut Jester setelah tadi sempat terdiam, Naomi menggenggam erat tangan Jester dan memahami seberapa hancur hati Jester saat ini karena sikapnya tadi didepan Camilla.


"Hei sayang, apa maksudnya?" bisik Grece kepada Justin, Justin yang sejak tadi juga merasa bersalah sedikit kaget tiba - tiba Grece berbisik padanya.


"Jester pernah nembak adik kelas tepat di festival perpisahan namun di tolak dan akhirnya Jester hampir saja tidak ikut ujian akhir sekolah karena dia begitu terpuruk" jawab Justin dengan suara yang pelan, Grece terkejut saat itu dan menatap Jester yang duduk bersandar pada sebuah pohon.


Mereka berenam terdiam masih tetap pada posisinya masing - masing, perasaan bersalah yang menyelimuti mereka menjadi penyebab kebisuan yang terjadi. Pikiran Jester masih berkecamuk tentang kemungkinan Camilla akan menjauhi dan meninggalkannya, Naomi yang merasa dirinya paling bersalah atas patah hati Jester karena tindakannya menyerang Camilla dan membuat teman - teman Jester ikut menyudutkan Jester, Luke dan Harry yang seakan menjadi orang asing bagi Jester karena tidak menyadari apapun tentang sahabatnya itu, Grece dan Justin yang ikutan menyudutkan Camilla sehingga kemungkinan Camilla akan sangat membenci Jester. Keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi mereka terutama Jester,yang bermula dari kecerobohan seorang Grece benar - benar membuat mereka hanya mampu terdiam diakhir konflik siang hari yang mendung itu.

__ADS_1


Awan mendung pada hari itu, benar - benar seperti penanda akan adanya suatu kejadian yang akan merubah semua hubungan diantara mereka.


__ADS_2