
"Kembalilah pada Jester! aku mohon padamu..." dengan sedikit bentakan Naomi mengatakannya
Hembusan angin yang cukup kencang pada dinginnya minggu malam menemani kecanggungan yang tercipta antara Naomi dan Luna, suasana menyenangkan pasca pesta ulang tahun Jester yang mereka adakan tidak bertahan lama setelah Naomi kembali melontarkan kalimat yang tidak masuk akal bagi Luna. Keduanya saling bertatapan mata dan terdiam, hingga tiba - tiba Naomi kembali menundukkan pandangannya.
"Tidak bisa kan? kamu memang tidak ada niat untuk membantuku..." terdengar sedih Naomi mengatakannya, Luna menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Baik... aku akan ambil Jester darimu" tegas Luna mengatakannya, ketegasan Luna saat itu membuat Naomi tersentak lalu menatap Luna dengan raut wajah yang menampakkan keterkejutannya. Degup jantungnya terasa begitu cepat dan nafasnya sedikit terasa sesak.
"Ahahaha... sudah aku duga kamu akan terkejut seperti itu saat aku menerima permintaanmu" Luna pun tertawa saat mengatakannya
"Apa maksudmu?!" agak sedikit emosi Naomi bertanya
"Naomi... kamu yang sangat mencintai Jester bagaimana mungkin hatimu akan menerima keputusan bodohmu itu?" tanya Luna menyindir
"Ini demi kebaikannya! untuk kebahagiaannya.... aku takut membuatnya kecewa..." jawab Naomi lalu dia menundukkan kepalanya lagi, Luna menghela nafasnya sebelum merespon perkataan Naomi.
Ancaman Daniel membuat Naomi sulit untuk berfikir jernih, ketakutan dirinya akan mengecewakan Jester membuatnya semakin terpuruk dalam dilema. Jester adalah sosok pria yang begitu berarti bagi Naomi saat ini, persiapan pernikahannya pun mulai satu langkah mereka jalani. Jauh dilubuk hatinya rasa takut kehilangan Jester begitu memuncak, bahkan candaan Luna untuk menerima permintaan Naomi membuat Naomi sangat resah. Tetapi rasa takut membuat Jester kecewa juga menjadi alasan kuat Naomi hingga memikirkan hal yang dia sendiri takut untuk menghadapinya, yaitu kehilangan Jester.
"Aku tahu yang kamu rasakan... kamu tahu, sejak pertama aku melihat kak Jester aku langsung jatuh cinta padanya..." ucap Luna lalu dia bersandar pada salah satu kabinet dapur sembari menatap langit - langit ruangan
"Saat itu... aku takut untuk jatuh cinta padanya, sampai - sampai aku takut buat dekat dengannya... mencintainya butuh banyak keberanian" Luna kembali menghela nafasnya dan membuka kembali ingatan masa lalunya dengan Jester, tatapan mata mereka beradu seiring cerita yang Luna mulai. Naomi begitu siap mendengarkan cerita Luna dengan baik.
"Tapi yang kita hadapi itu kak Jester loh... pria terbodoh yang mungkin kamu pernah temui didunia ini, dia tidak akan segan - segan menunjukkan seberapa besar cintanya padamu, saat didekatnya kamu akan benar - benar merasakan bahwa ketakutanmu itu hanya ada dalam pikiranmu" dengan senyuman Luna mengatakannya, mata Naomi pun berkaca - kaca mendengar perkataan Luna, hatinya sedikit tenang namun ada rasa bersalah yang kuat berkecambuk dilubuk hatinya.
"Naomi... tidak ada satupun diantara kita semua yang membantah kalau kak Jester sangat mencintaimu, apapun pikiran burukmu tentangnya... percaya padaku, itu hanya pemikiranmu semata. Kak Jester pasti memaafkanmu seberapa pun kecewanya dia padamu" dengan lembut Luna mengatakannya, dia pun memeluk Naomi dengan erat.
Sebagai sosok yang pernah saling mencintai dan begitu mengenal Jester, Luna dengan yakin mencoba untuk menenangkan Naomi dan berharap bisa mambantu Naomi terlepas dari belenggu pikirannya sendiri walau Luna tidak tahu apa masalah yang Naomi hadapi.
"Entah aku benar atau tidak, tapi aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kak Jester, dan kamu merasa hal itu akan membuat kak Jester kecewa padamu.... memang berat, aku tahu... tapi kak Jester tetaplah kak Jester, percayalah... kamu hanya membuang - buang energimu jika berpikiran buruk tentangnya" dengan lembut Luna mengatakannya, kalimat Luna membuat air mata Naomi tidak dapat terbendung lagi.
"Aku takut... takut Jester meninggalkanku ketika dia kecewa padaku...." terdengar sedih Naomi mengatakannya, Luna membelai lembut rambut Naomi.
"Tidak akan... aku yang sangat jahat ini saja bisa dimaafkan olehnya, apa lagi kamu yang dicintai kak Jester..." timpal Luna lalu melepaskan pelukannya dan menggenggam erat kedua bahu Naomi untuk menatap matanya, mereka pun bertatapan mata begitu dalam.
"Ingat ini baik - baik Naomi! kita pasti pernah mengecewakan seseorang tapi yang perlu kita pikirkan bagaimana cara meminta maaf padanya dan memberikan yang terbaik untuk orang yang sudah pernah kita kecewakan, paham?" tegas Luna mengatakannya, Naomi menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Aku mengerti" jawab Naomi sembari menyeka air mata yang telah menetes dari matanya, Luna melepaskan genggaman tangannya lalu kembali menyuci piring yang tersisa.
"Terima kasih Luna.... aku harap kita bisa menjadi teman selamanya..." celetuk Naomi saat itu sembari menatap punggung Luna, mendengar perkataan Naomi membuat Luna tersentak dan sejenak membatu.
"Kita akan berteman selamanya... terima kasih mau mengangapku sebagai temanmu" timpal Luna lalu kembali menyuci piringnya, Naomi pun membantu Luna menata kembali piring - piring yang sudah Luna cuci.
Nasehat Luna tentang Jester membuat Naomi sedih dan merasa begitu bersalah terhadap Jester, bagaimana bisa dia meragukan penerimaan Jester akan dirinya. Dengan segala yang Jester korbankan dan lakukan juga berikan, harusnya hatinya begitu yakin Jester akan mampu memaafkannya. Tetapi mengingat yang dia hadapi sangat sulit dan berat, keraguan itu masih tidak mudah untuk Naomi singkirkan. Yang Naomi syukuri hari ini adalah kehadiran Luna yang ternyata begitu mampu menjadi teman terbaiknya dalam mencurahkan kegundahan hatinya.
Setelah selesai membereskan rumah dari semua kekacauan, mereka berempat pun mulai beranjak tidur. Naomi, Luna dan Selena tidur bersama dikamar, sedangkan Jester tidur diruang keluarga. Malam pun berganti pagi dengan sedikit mendung menyelimuti langit, seperti biasa Jester, Luna dan Selena kembali berebut kamar mandi dan lagi - lagi Jester berhasil dikerjain sampai menjadi yang terakhir menggunakan kamar mandi. Namun saat itu Naomi terlihat pucat dan tidak bersemangat, kondisi Naomi yang hanya terbaring dikasur membuat Jester khawatir.
"Kamu sakit?" tanya Jester lalu memegang dahi Naomi untuk melihat suhu tubuhnya, namun Naomi tidak panas.
__ADS_1
"Aku cuma gak enak badan kok, kalian kuliah lah... aku baik - baik aja" jawab Naomi
"Aku ada kuis hari ini, jadi gak bisa nemenin Naomi. Kalian gimana?" tanya Jester sambil menatap Luna dan Selena, keduanya saling menatap.
"Aku juga ada kuis, Luna yang mahasiswa baru juga gak mungkin bolos" jawab Selena, Luna hanya mengangguk merespon perkataan Selena.
"Aku beneran gapapa Jess, jangan khawatir berlebihan. Dirumah juga aku bisa istirahat" timpal Naomi meyakinkan Jester, saat itu Jester hanya bisa menghela nafasnya.
"Ya udah deh, kalian mau berangkat bareng aku?" tanya Jester kembali menatap Luna dan Selena, mereka berdua serentak menggelengkan kepalanya.
"Eemm... aku sama Selena ada urusan setelah kuliah" jawab Luna
"Kalian mau kemana?" tanya Jester lagi, saat itu Luna dan Selena kembali saling menatap.
"Eemm... anu kak, bertemu teman lama..." jawab Luna terbata, Jester pun menatap Luna dengan curiga.
"Beberapa teman SMA kami yang tahu Luna ada disini meminta Luna untuk menemui mereka, Luna akan pergi dari negara ini jadi mereka memaksa buat bertemu" timpal Selena untuk meyakinkan Jester, mendengar alasan Selena membuat Jester membuang semua kecurigaannya.
"Ya udah kalau gitu, aku berangkat duluan ya. Naomi kamu istirahat aja, kalo ada apa - apa kamu harus langsung telpon aku" ucap Jester lalu mengecup kening Naomi, segera dia berjalan meninggalkan rumah untuk bergegas ke kampus.
"Kalian berdua hati - hati ya" ucap Naomi melihat Luna dan Selena juga akan pergi
"Kamu jaga diri ya, sayonara~" dengan senyuman Luna mengatakannya
"Kita masih akan bertemu kembali, Sayonara tidak tepat untuk kita..." timpal Naomi sedikit tertawa
"Ittekimasu lebih tepat, sayonara itu selamat tinggal untuk waktu yang lama atau bahkan tidak akan bertemu lagi" jelas Naomi, saat itu Luna dan Selena saling bertatapan kembali.
"Baiklah... ittekimasu Naomi~" ucap Luna lalu meningalkan Naomi dikamar yang melambaikan tangan kepada mereka, dilorong utama rumah Luna dan Selena pun terdiam sambil terus berjalan dengan raut wajah yang sedih.
"Teman lama ya..." celetuk Selena terdengar sedih
"Yah memang bukan teman, tapi aku sering menemuinya untuk waktu yang lama... anggap saja sebagai teman~" timpal Luna, Selena semakin menunjukkan kesedihannya mendengar perkataan Luna.
"Kamu hanya terpaksa harus terus menemuinya" timpal Selena, namun Luna hanya tertawa merespon perkataan Selena.
Pagi itu Jester, Selena dan Luna pun pergi dari rumah. Tersisalah Naomi yang masih berbaring dikasur dalam kamar, setelah memastikan suara mobil Mercedes Benz C200 pergi Naomi langsung mengambil handphonenya dan memesan taksi online. Tidak lama, sebuah mobil taksi online pun terparkir didepan rumah Jester dan Naomi. Dengan penyamaran untuk menutupi identitasnya, Naomi keluar dari rumah dan segera masuk kedalam mobil taksi itu.
"Dengan Naomi Scott? kamu selebgram itu?" tanya supir itu terdengar antusias
"Iya, maaf bisa segera berangkat? aku sedikit buru - buru" jawab Naomi terdengar panik
"Ooh baik - baik, ke hotel Gates di kota satelit.... perjalanan ini akan memakan waktu satu jam lima belas menit" jawab supir itu lalu segera memacu mobilnya
Pagi itu Jester, Naomi, Luna dan Selena menjalani aktifitas mereka masing - masing. Jester yang terlihat baru sampai kampus langsung menuju kelas dan belajar untuk bersiap menghadapi kuis, Naomi sedang dalam perjalanan menuju salah satu cabang hotel Gates yang berada dikota satelit, sedangkan Luna dan Selena terlihat sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Dipadatnya jalan perkotaan itu, sebuah Mercedes Benz C200 melaju cukup cepat. Didalam mobil terlihat Selena yang menyetir sedang mengobrol dengan Luna yang duduk disebelahnya, wajah mereka pun terlihat cukup serius.
"Naomi menyuruhmu kembali pada Jester?" tanya Selena terkejut mendengar cerita Luna
__ADS_1
"Iya benar, dia mengatakan itu setelah membuka pesan di handphonenya" jawab Luna meyakinkan Selena
"Daniel pasti, dia itu emang ngeselin... entah cara apa kali ini yang dia lakukan" timpal Selena dengan kesal
"Aku ingin membantunya tapi sepertinya Naomi ingin menyelesaikannya sendiri, Selena~ cari cara donk" Luna memaksa Selena untuk mencari caranya, walau kesal namun Selena terlihat sedang berfikir cara untuk mencari tahu pesan apa yang dikirim oleh Daniel.
"Hmm... aku tidak tahu Daniel mengirimi pesan dari aplikasi apa, tapi jika kita beruntung maka Daniel mengirimi pesan lewat Ingram" celetuk Selena ketika mereka sempat terdiam beberapa saat
"Kenapa kalau lewat Ingram?" tanya Luna penasaran
"Aku tahu password Ingram Naomi, aku pernah jadi adminnya" jawab Selena tanpa beban
"Bagus!! sekarang buka, aku ingin tahu apa yang Naomi baca di handphonenya!" dengan antusias Luna mengatakannya, Luna langsung mengambil handphone Selena didalam tasnya dan segera mengoperasikan tanpa pikir panjang
"Hei! itu handphone ku!!" bentak Selena, namun Luna tidak peduli dan langsung log out dari Ingram Selena.
"Email dan Pass nya apa?" tanya Luna, Selena pun menghela nafasnya.
"Ada di aplikasi catatan, disana ada email dan pass akun Naomi" jawab Selena, Luna pun segera mencari lalu memasukkan email dan password akun Ingram Naomi. Setelah berhasil login, Luna mulai mencari di pesan. Terdapat ratusan pesan masuk disana membuat Luna pusing untuk mencarinya satu per satu, sebagian pesan dikirim oleh para penggemar Naomi.
"Akun selebgram memang beda" dengan helaan nafas Luna mengatakannya, Selena pun tertawa mendengar perkataan Luna yang terdengar putus asa. Luna pun kembali scroll mencari pesan dari Daniel, tidak lama dia pun mendapati pesan dari Daniel dan segera membukanya. Begitu terbuka Luna langsung membaca semua pesannya dan ada sebuah foto yang membuatnya begitu terkejut, raut wajah Luna saat itu membuat Selena menjadi penasaran.
"Kenapa? apa yang Daniel katakan padanya?!" tanya Selena dengan panik, Luna pun menunjukkan foto yang dikirim oleh Daniel kepada Naomi. Foto yang menunjukkan Naomi mencium paksa Daniel disebuah rumah sakit, melihat foto itu membuat Selena terkejut.
"Itu tidak mungkin, pasti ada trik dibelakang foto ini!" tegas Selena membantah foto itu
"Aku tahu itu, tapi inilah senjata pria bajingan itu untuk menekan Naomi! ya ampun Naomi... kenapa kamu gak jujur aja sama kami" ucap Luna begitu menyesali hal yang terjadi pada Naomi
"Daniel memiliki segalanya untuk menekan Naomi, karena itulah aku mengatakannya orang paling pengecut yang pernah hidup dibumi ini!!" Selena pun semakin emosi
"Selena putar balik!! kita kekampus dan cari kak Jester!!" tegas Luna mengatakannya
"Hah?! kamu mau melibatkan kak Jester? gak mungkin lah kita libatkan dia, kita akan tangani ini sendiri!" tolak Selena dengan tegas
"Itu tidak akan menyelesaikan masalah, jika hanya kita maka Daniel akan terus - terusan menekan Naomi. Kalau Jester tahu rahasia Naomi, maka tidak ada lagi yang akan dapat mengancam Naomi!" Luna pun tetap bersikeras dengan pendapatnya
"Duuh Luna!! kamu gak paham juga?!!" tanya Selena kesal pada Luna
"Iya aku tahu! Naomi sudah pernah melakukannya dengan pria brengsek ini kan? aku tahu, terus apa masalahnya?! cepat atau lambat kak Jester akan tahu, lagian jika ini yang jadi senjata Daniel maka..." belum selesai Luna menjelaskan, Selena memotong.
"Keluarga Gates dan keluarga Scott adalah keluarga terpandang di negara ini! kalau sampai kak Jester tahu dan sampai terdengar ke keluarga Gates, maka pernikahan mereka pasti bakal dibatalkan!!" agak membentak Selena mengatakannya
"Kita tetap harus bilang sama kak Jester! aku yakin kak Jester akan memahami kondisi Naomi dan mencari cara agar pernikahan mereka tidak akan dibatalkan!!" Luna pun membantah perkataan Selena
"Kak Jester tidak akan menerima Naomi! kehormatan keluarga itu penting bagi orang sekelas kak Jester!" Selena tetap bersikeras menolak ide Luna
"Aku yang lebih memahami kak Jester daripada kamu, ikuti caraku dan semua akan baik - baik saja" tegas Luna mengatakannya dan membuat Selena pun tertegun memandangi wajahnya.
__ADS_1
"Terserah kamu aja" ucap Selena pasrah, Selena pun langsung pindah haluan untuk memutarbalik menuju kampus dimana besar kemungkinan Jester berada.