Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Komitmen Jester


__ADS_3

Sabtu pagi yang cerah dimana kegiatan formal kampus pun libur, hari itu Jester dan Naomi mengisi hari libur mereka seperti biasanya. Dimulai dari menyiapkan sarapan bersama dengan obrolan dan senda gurau lalu dilanjutkan dengan sarapan bersama, semua dimulai dengan penuh rasa bahagia yang tergambar dari raut wajah mereka. Ditengah asyiknya menikmati sarapan tiba - tiba handphone Naomi berdering tanda pesan masuk, dengan segera Naomi membuka pesan yang ternyata dikirim oleh Grece. Isi pesannya mengajak Naomi dan Jester untuk latihan band lagi, senyuman Naomi pun semakin merekah sambil menunjukkan pesan itu kepada Jester.


Setelah selesai dengan sarapan, Jester dan Naomi pun mulai bersiap. Dengan nakalnya Jester meminta mandi bersama dengan Naomi, namun Naomi menolaknya dengan sebuah cubitan diperut. Wajah Naomi memerah dan menutup pintu kamar mandi dengan keras, Jester tertawa melihat ekpresi Naomi saat mendengar permintaannya. Setelah Naomi selesai mandi kini Jester yang mandi, saat itu Jester dan Naomi berpapasan di lorong utama rumah. Jester pun tersenyum nakal menatap Naomi yang masih memerah, merasa dikerjai Naomi pun membalas sikap Jester dengan cubitan diperut beberapa kali.


Didalam kamar saat itu Naomi melihat handuk Jester yang tertinggal beserta pakaian yang akan dia kenakan hari ini, dengan helaan nafas Naomi pun membawa handuk dan pakaian itu untuk dia berikan pada Jester. Didepan pintu kamar mandi Naomi mulai mengetok pintu, begitu pintu terbuka.... Jester langsung menarik lengan Naomi dan membawanya masuk kekamar mandi. Keributan pun terjadi dan kejadian setelahnya.... yah... begitulah....


Beberapa saat pun berlalu, Naomi dan Jester sudah berada dikamar tidur untuk melanjutkan persiapan mereka. Dengan wajah jutek Naomi terlihat sangat kesal pada Jester, sedangkan Jester tersenyum menatap pantulan wajah Naomi dikaca rias. Dengan rayuan maut Jester berhasil membuat Naomi tertawa, Jester pun mengakhiri rayuan mautnya dengan kecupan lembut didahi Naomi yang membuat Naomi tersipu malu. Setelah kecupan itu Jester berjalan keluar kamar untuk memanaskan mobil dan menunggu Naomi didalam mobil, tidak lama Naomi pun keluar rumah dan mengunci pintu lalu segera masuk kedalam mobil.


Perjalanan yang mereka tempuh empat puluh menit untuk menuju kampus, namun semua itu tidak terasa lama ketika Jester dan Naomi terlihat saling balas candaan dan cerita pengalaman lucu mereka selama ini. Seperti biasa Jester langsung melajukan Mercedes Benz V260 nya keparkiran kampus, ketika mobil terparkir sempurna mereka pun langsung menuju ruang musik kampus. Disana Justin dan Grece sudah terlihat menunggu, melihat kehadiran Naomi dan Jester membuat suasana menjadi meriah. Kekakuan yang sempat Naomi dan Grece pikirkan antara hubungan Jester dan Justin pun tidak terjadi, mereka terlihat akrab dan bersikap biasa saja seakan mereka tidak pernah terlibat pertengkaran.


Tidak lama Luke dan Harry pun datang, tanpa diduga - duga oleh semua yang berada disana.... Sarah terlihat masuk kedalam ruang musik. Terkejutlah Jester, Justin, Naomi, dan Grece melihat keberadaan Sarah, dengan malu - malu Luke mengatakan jika mereka sekarang sepasang kekasih. Hanya Jester dan Naomi yang terlihat tertawa mendengar kabar bahagia dari Luke, sedangkan Justin dan Grece tidak mempercayai perkataan Luke sampai Sarah sendiri yang mengumumkannya. Disaat itu Sarah juga mengatakan hubungan mereka masih dirahasiakan karena skenario putus dengan Daniel sedang dalam proses, dengan antusias Sarah menunjukkan berita - berita online tentangnya yang mengatakan hubungan antar selebgram Daniel dan Sarah diujung tanduk.


Seperti biasa Grece si kepo pun akhirnya banyak bertanya seakan dirinya adalah wartawan, Grece yang saat itu paling bersemangat dengan berita yang dibawa Sarah. Keduanya pun sempat bicara berdua dipojokan ruang musik untuk menyusun monopoli berita putusnya hubungan Daniel dan Sarah yang pasti bakal menghebohkan dibawah naungan media Werner Grup, negosiasi pun dimulai antara Sarah dan Grece agar sama - sama diuntungkan. Setelah mencapai kata sepakat, Grece langsung pergi dari ruang musik untuk pulang dan membawa berita itu kepada ayah Grece yaitu Turner Werner agar segera ditindak lanjuti.


Tindakan Grece yang asal tabrak itu membuat Jester, Justin, Luke dan Harry sangat kesal. Bagaimana pun ini adalah jadwal mereka latihan band, mereka sudah lama vakum dengan rentetan masalah yang menimpa Naomi dan Jester sehingga waktu mereka pun sudah tidak banyak. Namun kekesalan para pria berbanding terbalik dengan Naomi dan Sarah, mereka berdua terlihat tertawa melihat Grece yang berlari keluar ruangan tanpa pamit dan begitu tergesa - gesa.


Latihan band tetap dilanjutkan dengan Sarah yang menggantikan posisi Grece, mereka bermain sangat baik bahkan lebih baik daripada ketika Grece mengisi posisi keyboardis. Dengan suara tawa yang saling sahut, mereka semua memuji kemampuan Sarah yang cukup baik bermain diposisi itu. Setelah beberapa kali bermain dengan lagu yang sama, akhirnya mereka pun memutuskan untuk menyudahi latihan hari itu. Naomi mengajak mereka semua untuk makan malam, namun saat itu Justin dan Harry menolak dengan alasan mereka ada janji dengan pacar mereka masing - masing. Hanya Luke dan Sarah yang bersedia, lalu mereka berempat pun merencanakan double date disalah satu restoran barbeque terkenal dipusat kota.


Diruang musik itu Sarah, Naomi dan Jester pun melakukan penyamaran agar tidak dikenali orang - orang, Jester yang masih belum terbiasa dengan situasi dimana dia sudah tidak bebas lagi untuk pergi tanpa penyamaran pun hanya bisa mengeluh sepanjang Naomi mendandani Jester. Luke menertawakan Jester namun tawa itu segera hilang ketika Sarah mengingatkan Luke bahwa pacarnya juga seorang selebgram, suatu saat Luke akan merasakan apa yang Jester rasakan saat ini. Jester pun mengolok - olok kebodohan Luke sehingga Jester dan Luke pun berantem saling balas pukulan, pertengkaran itu membuat Sarah heran namun Naomi mengatakan itu adalah kebiasaan Jester dan Luke jadi biasakan melihat pemandangan seperti itu.


Setelah siap mereka pun berangkat bersama dengan dua mobil berbeda, dua puluh menit perjalanan yang mereka butuhkan untuk sampai di restoran barbeque yang ditunjuk. Disana Jester, Naomi, Luke dan Sarah menikmati momen - momen kebersamaan mereka dengan makan malam bersama, canda tawa penuh kebahagiaan terlihat jelas dari ekspresi wajah mereka dan diselingi obrolan ringan untuk memperdalam ikatan pertemanan mereka berempat. Bagaimana pun ini adalah momen bersama Jester, Naomi dan Luke berkumpul dengan Sarah yang menjadi pacar Luke, sebuah momen yang tidak pernah disangka oleh Jester dan Naomi bahkan oleh Luke sendiri.


Dua jam lebih Jester, Naomi, Luke dan Sarah berkumpul bersama sembari makan malam, mereka pun memutuskan untuk mengakhiri momen itu setelah Sarah mendapat telepon dari ibunya yaitu Jessica Arielle. Mereka berempat berpisah didepan restoran untuk kembali kerumah masing - masing, senyuman mereka merekah dengan penuh kebahagiaan. Didalam mobil, Naomi masih terlihat sangat bahagia yang dia tunjukkan dari garis senyum diwajahnya yang terlihat. Ekpresi wajah Naomi membuat Jester sangat senang, dengan tiba - tiba Jester langsung mengecup bibir Naomi dengan lembut.


"Akan aku jaga senyum ini untuk selama - lamanya" celetuk Jester ketika Jester melepaskan tautan bibir mereka, Naomi terlihat terkejut sambil tertegun memandangi wajah Jester yang tersenyum.


"Ka... kamu harus jan...ji..." terbata Naomi mengatakannya sembari menatap Jester dengan tajam dan penuh harap, Jester memegang tangan Naomi lalu mengecupnya penuh cinta.


"Aku berjanji Naomi" tegas namun terdengar lembut Jester mengatakannya, Naomi pun tertawa kecil dengan mata yang terlihat berkaca karena terlalu senang. Dengan lembut Jester mengusap air mata Naomi yang menetes sambil terus tertawa kecil karena heran Naomi tiba - tiba meneteskan air mata, namun tawa Jester membuat Naomi kesal dan mencubit perut Jester.


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka dengan canda tawa dan obrolan ringan, perjalanan yang cukup panjang dan memakan waktu hampir lima puluh menit perjalanan. Sesampainya dirumah, Jester dan Naomi langsung melangkahkan kaki menuju ruang keluarga untuk menonton televisi bersama dan bermesra - mesraan. Hingga menjelang tengah malam, mereka memutuskan untuk tidur bersama.


Malam berganti pagi dan hari sabtu berganti hari minggu, dengan cuaca yang cukup cerah dengan sedikit awan mendung. Pada pagi itu Jester terlihat membuka matanya dan menatap Naomi yang masih tertidur dengan lelapnya, perlahan Jester beranjak dari kasur untuk segera kekamar mandi. Sudah menjadi kebiasaan bagi Jester untuk menuju kamar mandi setelah terbangun dari tidurnya, dimulai dari buang air kecil, gosok gigi, mencuci muka, merapihkan rambut dan keluar dari kamar mandi menuju ruang keluarga. Tapi langkahnya terhenti ketika suara ketokan pintu terdengar, Jester pun mengalihkan langkahnya menuju pintu utama rumah untuk membukakan pintu.


"Pagi kak!" sapa Luna dengan semangat, Jester melihat Luna dan Selena yang datang.

__ADS_1


"Ooh kamu datang juga... pagi kalian semua" sapa balik Jester sambil berbalik dan kembali berjalan menuju ruang keluarga diikuti oleh Luna dan Selena. Diruang keluarga itu Jester, Luna dan Selena duduk disofa yang tersedia, Luna saat itu langsung merogoh tasnya mencari sesuatu didalam tas itu. Tidak lama Luna memperlihatkan paspornya kepada Jester, terlihat bangga dan senang Luna saat menunjukkan paspor barunya.


"Aku punya paspor!!" ucap Luna terdengar bahagia, namun Jester terlihat datar saja melihat itu.


"Lalu kenapa?" tanya Jester heran, Luna pun menghela nafasnya sejenak.


"Untuk pertama dalam hidup aku bisa punya paspor, aku ingin pergi ke paris untuk melihat menara eiffel.... jadi aku kesini untuk mengajak kalian semua pergi kesana" jawab Luna


"Duuh aku ada kuliah dan mendekati ujian tengah semester..." tolak Jester terdengar sangat keberatan, raut wajah Selena yang sejak tadi terlihat datar mendadak menunjukkan amarah.


"Ayolah kak~ mau ya...." pinta Luna mencoba merayu Jester, tapi Jester bergeming dan terlihat berat hati untuk menerima permintaan Luna.


"Mana Naomi kak?" tanya Selena terdengar sedikit marah, nada bicara Selena saat itu membuat Jester sedikit terkejut.


"Dia masih tidur, kenapa?" tanya balik Jester


"Naomi pasti ingin pergi, aku bertaruh untuk itu dan jika Naomi yang meminta... kamu tidak akan menolaknya kan?" terkesan memaksa Selena mengatakannya, Jester pun menatap Selena dengan tajam terkesan tidak senang dengan cara Selena memaksanya.


"Kenapa kamu memaksaku?" tanya Jester terdengar sedikit marah, namun Selena membalas marah Jester dengan senyuman sinis.


"Kemana kak Jester yang selalu ramah? peka terhadap wanita dan lembut terhadap wanita?" tanya Selena dengan sinis, Jester pun tertawa kecil mendengar perkataan Selena.


"Kak! kamu..." belum selesai Selena berkata, tiba - tiba suara Naomi terdengar.


"Jess... apa - apaan kamu bersikap seperti itu? kamu terdengar jahat tahu gak?" tanya Naomi dengan sedikit amarah yang terdengar dari setiap kata yang terlontar, perhatian Jester, Selena dan Luna pun teralihkan menatap Naomi.


"Aku cuma tidak ingin ada yang salah paham lagi dengan sikapku" jawab Jester datar


"Tidak dengan cara seperti itu! kamu terlalu dingin tahu!" dengan sedikit bentakan Naomi mengatakannya


"Tidak ada yang salah dengan sikapku, kenapa juga kamu menyuruh aku bersikap manis pada setiap wanita?" tanya Jester terdengar heran, Naomi pun menghela nafasnya.


"Sini! aku mau bicara dulu berdua denganmu!" masih dengan bentakan Naomi mengatakannya sambil memberi gestur tangan agar Jester mendekatinya, dengan berat hati Jester pun berdiri dan berjalan mendekati Naomi. Dengan agak kasar Naomi menarik tangan Jester menuju kamar, didalam kamar Naomi mendudukkan Jester dipojokan kasur sedangkan dia berdiri berhadapan dengan Jester.


"Aku gak suka sama sikapmu didepan Luna dan Selena!" dengan bentakan Naomi mengatakannya, Jester hanya membuang muka mendengar bentakan Naomi.

__ADS_1


"Jester!!" bentak Naomi lagi ketika Jester terlihat tidak peduli


"Apa yang salah? aku hanya sedang menjaga jarak dengan lawan jenisku" tanya Jester dengan kesal, Naomi menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Jester.


"Apa kamu lupa siapa yang membantuku bangkit? apa kamu lupa Luna cuma punya waktu tiga belas hari lagi untuk berkumpul bersama kita? kalau kamu mau menjaga hatiku, setidaknya kamu tidak bersikap dingin seperti ini kepada penolongku dan kamu juga harus ingat penolongku hanya punya waktu terbatas untuk bersenang - senang bersama kita" jawab Naomi terdengar kesal, namun Jester hanya terdiam tanpa merespon Naomi sama sekali.


"Kamu masih marah sama Luna? atau apa? kamu kenapa seperti ini Jess?" tanya Naomi menekan Jester


"Ini adalah salah satu bentuk komitmenku denganmu setelah aku memutuskan untuk berpacaran denganmu" jawab Jester tegas


"Oke Jess oke... tapi apa harus sampai seperti itu?" Naomi pun masih heran dengan Jester


"Papa pernah bilang aku harus menjaga komitmen sebagai tanda aku sudah dewasa dan pantas untuk berpacaran dengan seseorang" jawab Jester lalu menatap Naomi dengan serius.


"Komitmen itu adalah aku harus siap kalau sampai kamu melarangku ini itu, kamu meminta waktuku kapan pun, kamu cemburu padaku, dan kamu mengganggu waktuku. Papa juga bilang Cinta itu bikin kangen sehingga ketika aku sudah membuat wanitaku jatuh cinta padaku, maka aku harus melepaskan kebebasanku dan bila tidak mau... jangan pacaran, lebih baik berteman saja" tegas Jester mengatakannya, Naomi pun tertegun memandangi wajah Jester yang begitu serius menatapnya.


"Kalau dulu kamu melihatku sebagai sosok pria yang plin plan, itu tidak lebih dari karena aku belum memiliki komitmen dengan siapapun dan hal itu tidak akan terjadi lagi sekarang karena aku suah punya kamu. Aku sudah berjanji padamu untuk selalu menjaga senyummu, aku tidak ingin melukaimu dan membuatmu menangis" ucap Jester melanjutkan kalimatnya


"Jess... tapi kamu akan jadi sosok yang akan dibenci oleh banyak orang dan dianggap dingin" timpal Naomi terdengar sedih, namun Jester tertawa mendengar perkataan Naomi.


"Dibenci seluruh dunia pun aku tidak peduli selama kamu dan papa mama masih mencintaiku, aku hanya perlu kalian yang mencintaiku" tegas Jester mengatakannya, Naomi pun tertawa kecil mendengar perkataan Jester yang terdengar gombal ditelinganya.


"Gombal~" celetuk Naomi dengan tertawa kecil, Jester pun tersenyum melihat Naomi tertawa


"Tapi Jess... aku mau membantah dua hal yang kamu ucapkan tadi" dengan helaan nafas Naomi mengatakannya, Jester pun terlihat bingung dengan perkataan Naomi.


"Apa itu?" tanya Jester penasaran


"Pertama... selain cintaku papa dan mama, kamu juga butuh cinta dari ayah dan ibu..." jawab Naomi sambil tersenyum menahan tawanya, Jester pun tertawa mendengar perkataan Naomi lalu mengangguk menyetujui perkataan Naomi.


"Yang kedua...." Naomi menggantung perkataannya lalu berlutut didepan Jester, sikap Naomi membuat Jester terkejut.


"Jess aku minta padamu sebagai pacarmu... calon istrimu.... dan sebagai orang yang mengikatmu dengan komitmen... tetaplah menjadi sosok yang hangat, terutama untuk Luna... aku baik - baik saja selama kamu tetap mencintaiku dan tidak berpaling dariku... tapi diluar semua itu... Jess, aku percaya sama kamu dan cintamu padaku" dengan lembut Naomi mengatakannya, Jester terkejut dengan yang Naomi katakan.


"Kamu wanita yang aneh" celetuk Jester dengan sedikit tawa yang terdengar, Naomi pun kesal karena Jester mengatainya sebagai wanita aneh.

__ADS_1


"Aku gak aneh, aku hanya tidak ingin kamu menjadi sosok dingin hanya karena aku!" terdengar kesal Naomi mengatakannya, Jester pun mengecup lembut dahi Naomi begitu mesra.


"Kamu wanita aneh dan karena itu aku semakin mencintaimu...." timpal Jester terdengar lembut saat mengatakannya.


__ADS_2