Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Epilog


__ADS_3

Satu tahun enam bulan berlalu, hari yang penuh kebahagiaan kini Jester alami. Pagi hari Di universitas swasta terkenal tengah kota, terlihat universitas itu sedang mengadakan acara yudisium. Jester menjadi satu - satunya angkatan paling muda yang lulus dengan hanya menempuh study tujuh semester dengan IPK menyentuh 3,97, menjadikan Jester satu - satunya yang lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.


Acara yudisium yang penuh hikmat itu berjalan dengan sangat baik dan tertib, Jester berkumpul bersama William, Marrie, Luke, Harry, Sarah, Justin dan Grece setelah Jester dinyatakan resmi telah lulus. Dengan obrolan ringan penuh canda tawa, nampak jelas jika Jester seakan sudah melupakan semua kesedihan tentang patah hatinya ketika Naomi meninggalkan Jester.


Meski begitu, baik Luke, Harry, Justin, Grece, Sarah, William dan Marrie tidak pernah menyebut nama Naomi di setiap mereka berkumpul bersama Jester. Semua mereka lakukan demi menjaga hati Jester agar tidak teringat kembali dengan Naomi, namun Jester tidak dapat menyembunyikan perasaan sedihnya dengan baik hingga saat ini.


Sesekali Jester terlihat melamun dan merenung sampai teman - temannya itu menyadarkannya dari lamunan, seketika Jester pun kembali tersenyum menyambut keceriaan teman - temannya termasuk kedua orangtuanya.


"Dimana Selena?" tanya Jester yang tersadar jika sejak tadi Selena tidak ikut berkumpul dengan mereka, mendengar pertanyaan Jester saat itu teman - temannya hanya terdiam dan saling menatap.


"Dia tidak membalas pesan kami, terakhir Selena bilang kalau dia pasti akan datang di acara yudisium mu" jawab Grece


"Ooh, coba aku telepon deh. Bentar lagi sesi foto bersama, aku tidak ingin satu pun dari kalian tidak datang" ucap Jester lalu mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya yang terletak didalam toga yang Jester kenakan, beberapa saat berdering dan Selena pun mengangkatnya.


***


"Hei Selena, dimana kamu?" tanya Jester


"Aku diruang piala kampus..." jawab Selena


"Ngapain? bentar lagi sesi berfoto, aku ingin kamu ada didalam foto itu" dengan kesal Jester mengucapkannya


"Kak... kemari lah sebentar, ada yang ingin aku katakan" pinta Selena


"Lebih penting dari sesi foto - foto ini?" tanya Jester terdengar kesal, Selena pun tertawa.


"Iya aku rasa... aku tunggu kamu disini" jawab Selena lalu menutup teleponnya.


***


Jester yang kesal dengan permintaan Selena hanya bisa menghela nafasnya sembari kembali memasukkan handphone miliknya kedalam saku celana, melihat Jester sudah tahu keberadaan Selena pun membuat teman - temannya kini penasaran dimana Selena berada.


"dimana wanita itu?" Tanya Sarah, terdengar dendam Sarah pada Selena masih begitu terasa.


"Ayolah, itu sudah berlalu setahun yang lalu" ucap Jester tanpa menjawab pertanyaan Sarah, senyum sinis Sarah terlihat setelah mendengar ucapan Jester


"Aku mungkin memaafkannya, tapi aku tidak akan lupa apa yang sudah dia perbuat padamu" timpal Sarah dengan sindiran, Jester menghela nafas lalu meninggalkan Sarah dan teman - temannya yang lain menuju ruang piala kampus.


Disebuah ruangan yang terdapat beberapa lemari kaca dengan berbagai piala - piala yang berjejer didalam lemari itu, Selena terdiam dan menatap satu piala yang tertulis namanya dan nama Jester. Tidak lama, Jester pun sampai di ruangan itu dan dengan segera Selena menatap mata Jester.


"Terimakasih sudah mau datang kak" celetuk Selena ketika Jester berdiri didepan pintu yang terbuka, dengan wajah heran Jester menatap Selena.


"Ngapain? Disana teman - teman sedang berkumpul" timpal Jester heran, Selena kembali menatap piala itu.


"Kak... Sudah satu tahun lebih ini Naomi tidak dapat dihubungi, keberadaannya pun tidak bisa terlacak oleh jaringan keluarga Gates. Bagaimana perasaanmu? Baik - baik saja kah hatimu?" Tanya Selena begitu khawatir, Jester terdiam memandang Selena yang masih terus memperhatikan salah satu piala


Selena yang mengetahui bahwa sahabat Jester lainnya sudah tidak pernah lagi menyebut nama Naomi ketika berkumpul dengan Jester demi menjaga perasaan Jester pun pada akhirnya memberanikan diri menanyakan tentang Naomi pada Jester, bagaimanapun Selena sangat memahami jika Jester masih berharap Naomi akan kembali.


"Naomi bilang dia akan kembali suatu saat nanti... Apa keyakinanmu masih tinggi?" Tanya Selena lagi karena Jester hanya diam


"Ini hari bahagia ku, aku ingin sejenak melupakan janji itu..." Jawab Jester


"Maaf... Aku cuma ingin tahu perasaanmu..." Terdengar menyesal Selena mengucapkannya sembari kembali menatap mata Jester


Tidak ingin merusak kebahagiaan Jester di acara kelulusannya, Selena akhirnya memutuskan untuk tidak lagi membahas Naomi dan memilih untuk mengganti topik pembicaraannya.


"Baik... Ayo kita ganti topik" celetuk Selena lalu tangannya membuka pintu lemari kaca itu dan mengambil salah satu piala, Jester semakin bingung dengan apa yang sebenarnya Selena inginkan.

__ADS_1


"Ingat piala ini?" Tanya Selena sembari menunjukkan piala pertama yang dimenangkan oleh Jester dan Selena, senyum Jester pun merekah melihat piala itu.


"Piala pertama kita! Tentu aku mengingatnya!" Terdengar antusias Jester menjawab pertanyaan Selena


"Total tiga puluh enam piala yang sudah kita menangkan selama ini, semua ada kenangannya dan aku selalu berhasil menjadi pendampingmu di setiap lomba. Tapi hanya satu piala ini yang paling berkesan..." Ucap Selena lalu menggantung kalimatnya, perhatian Selena kini melihat piala itu.


"Aku mengalahkan Naomi dan Camilla meski aku tidak punya keyakinan untuk menang... Tidak seperti piala - piala yang lain" Selena melanjutkan kalimatnya, lalu berjalan mendekati Jester membawa piala itu.


"Kamu akan lulus dan mungkin kita akan jarang ketemu. Boleh aku minta kenang - kenangan?" Pinta Selena


"Kenang - kenangan?" Tanya balik Jester


"Foto berdua denganku bersama piala ini pakai handphone milikku" jawab Selena, Jester pun tersenyum dengan sedikit suara tawa.


"Jadi kamu bicara ini itu hanya untuk berfoto denganku?" Tanya Jester sambil tertawa, Selena pun ikut tertawa.


Jester memberikan gestur tangan meminta handphone Selena, dengan segera Selena memberikannya handphone miliknya kepada Jester. Mereka berdua mulai berpose namun berkali - kali Jester tidak mendapatkan sudut yang tepat, ditengah usaha Jester dan Selena mengatur pose dan sudut kamera agar estetik terdengar suara Luke, Harry, Justin, Grece dan Sarah sedang mengobrol. Tidak lama mereka semua masuk kedalam ruang piala itu dan mendapati Selena dan Jester didalam, dengan gestur tangan Jester meminta Luke mendekat.


Jester memberikan handphone Selena dan memerintahkan Luke untuk mengambil gambarnya bersama Selena yang memegang piala, setelah berpose tidak lama suara shutter pun terdengar. Selena langsung berlari menghampiri Luke dan melihat hasil jepretan Luke, senyum Selena pun merekah melihat foto itu.


"Terima kasih kak" ucap Selena dan berbalik menatap Jester, dengan acungan jempol Jester merespon ucapan terima kasih Selena


Setelah kembali meletakkan piala kedalam lemari kaca, Selena kembali berlari kecil mendekati Jester yang berkumpul bersama Luke, Harry, Justin, Grece, dan Sarah. Dengan senda gurau mereka berjalan bersama menuju tempat pemotretan untuk para wisudawan, namun diujung lobby kampus saat itu terlihat Camilla berdiri seakan sedang menunggu seseorang.


Dengan membawa buket bunga mawar merah, Camilla berjalan mendekati Jester yang saat itu bersama dengan teman - temannya yang lain.


"Jester...." Sapa Camilla setelah mereka berdekatan, Luke dan Harry tiba - tiba maju dan menghalangi Camilla untuk saling berhadapan dengan Jester.


Tentu saja kehadiran Camilla membuat para sahabat Jester kesal dan sangat terganggu, secara bergantian mereka mencoba menghalangi tindakan Camilla untuk berinteraksi dengan Jester. Raut wajah kebencian dan kemarahan terhadap Camilla pun sangat tampak di wajah Luke, Harry, Selena, Justin dan Grece. Namun tidak bagi Sarah yang justru bersikap sebaliknya


"Pergilah sebelum aku menjadi sangat marah" ancam Luke


"Aku ingin bicara denganmu Jester..." Pinta Camilla sembari menundukkan kepalanya, Jester berjalan melewati Luke dan Harry.


"Biarkan aku bicara dengan dia" ucap Jester yang membuat kaget Luke, Harry, Justin, Grece dan Selena


Sikap Jester yang begitu lembut dan baik kepada Camilla membuat sahabat Jester kecuali Sarah kembali emosi, mereka menganggap Camilla yang membuat hubungan Jester dan Naomi berantakan tidak pantas untuk diperlakukan baik.


"Kak! Kamu..." Belum selesai Selena bicara, Sarah tiba - tiba melangkah maju menghalangi Luke, Harry, Selena, Justin dan Grece mengganggu Jester dan Camilla untuk bicara.


"Diam kalian" ucap Sarah terdengar begitu serius, meski Luke, Harry, Justin, Grece dan Selena terkejut namun mereka hanya bisa menuruti perintah Sarah dan menerima permintaan Jester.


"Hai Jester... terima kasih buat waktunya..." ucap Camilla terbata, perlahan kini pandangannya menatap mata Jester dengan penuh kelembutan.


"Ada apa?" tanya Jester penasaran


"Pertama... selamat atas kelulusanmu, kamu satu - satunya di angkatan kita yang bisa lulus di tahun ini..." jawab Camilla lalu memberikan buket bunga mawar merah yang sejak tadi dia pegang itu kepada Jester, namun Jester seakan enggan untuk menerimanya untuk menjaga perasaan teman - temannya yang berada disana.


"Aku mengerti....." timpal Camilla dengan sedih lalu memeluk lagi buket bunga itu


"Lalu yang kedua?" tanya Jester, sejenak Camilla terdiam beberapa saat lalu menarik nafas panjang.


"Kedua... mungkin terlambat aku mengatakan ini, aku butuh keberanian lebih sebelum memutuskan untuk membicarakan hal ini" jawab Camilla, di tengah rasa penasaran Jester saat itu Camilla menggantung kalimatnya sejenak sembari mengatur nafasnya.


Rasa gugup menghantui Camilla, ada rasa takut bagi Camilla untuk mengutarakan apa yang ingin dia sampaikan pada Jester namun Camilla bertekad untuk tetap menyampaikan kepada Jester walau para sahabat Jester memandangnya sinis, terlebih Selena yang seakan ingin menerkamnya.


"Baik.... aku siap!" gumam Camilla, Jester mengernyitkan dahi mendengar gumaman Camilla.

__ADS_1


"Jester... aku sudah mendengar jika Naomi pergi meninggalkanmu, aku turut menyesal untuk itu..." ucapan Camilla dipotong Jester dengan gestur tangan yang seakan meminta Camilla untuk tidak membicarakan tentang Naomi.


"Maaf... tapi aku harus tetap mengatakannya Jester... tolong izinkan aku meneruskan kalimatku..." pinta Camilla, dengan helaan nafas Jester seakan memperbolehkan Camilla untuk meneruskan kalimatnya.


"Terima kasih Jester... lalu, aku juga sudah mendengar jika Naomi berjanji untuk kembali namun... kamu kehilangan jejaknya bahkan kamu tidak bisa menghubunginya secara online sekalipun, apa kamu baik - baik saja?" tanya Camilla dengan nada yang terdengar begitu khawatir


"Naomi memang bagai ditelan bumi setelah dia meninggalkan negara ini... jaringan keluargaku pun tidak dapat menemukannya, seakan semuanya ditutupi dengan baik olehnya. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku tidak ingin berfikiran buruk. Aku baik - baik saja dan aku yakin Naomi akan memenuhi janjinya" tegas Jester mengucapkannya


"Aku sudah menduga kamu akan mengatakan itu" dengan senyuman penuh ketulusan Camilla menimpali perkataan Jester


"Hei... apa kamu ingat, kamu pernah bilang suka padaku kan?" dengan sedikit suara tawa Camilla mengucapkannya, Jester masih datar menatap mata Camilla.


"Aku tahu cintamu dulu tidak palsu untukku, senyummu juga tulus padaku, dan semua berubah... seperti itulah hati manusia, mungkin kamu memang akan menunggu Naomi satu... dua... bahkan mungkin lima tahun ke depan. Tapi apa hatimu akan terus sekuat itu?" tanya Camilla sedikit menekan


"Jester... aku tegaskan sekarang, aku tidak akan mengejar mu, tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, dan tidak akan menunjukkan cintaku di depanmu sampai kamu sendiri yang memintaku untuk mencintaimu..... Aku akan merubah apapun yang kamu ingin aku rubah dariku, aku akan mencintaimu sangat dalam dan bahkan jika kamu inginkan... aku akan menjadi Naomi untukmu..." ucap Camilla, mendengar perkataan itu Jester, Luke, Harry, Justin, Grece, dan Selena pun terkejut.


"Aku mencintaimu Jester... dan aku akan menunggumu sampai kapanpun itu... jangan ragu, aku..." belum selesai Camilla berkata, Jester berjalan mendekati Camilla dan mengambil buket bunga mawar yang Camilla peluk sejak tadi.


"Terima kasih bunganya dan ungkapan perasaanmu... aku menghargai semuanya, tapi..." sejenak Jester terdiam lalu tiba - tiba tersenyum.


"Aku akan tetap menunggu Naomi sampai kapanpun" begitu yakin Jester saat mengucapkannya, Camilla tersenyum menatap Jester lalu memeluknya beberapa saat dan berbalik untuk meninggalkan tempat itu.


Untuk sejenak tercipta keheningan diantara mereka semua melihat langkah Camilla yang terus menjauh, seakan mereka semua terkesima mendengar perkataan Jester yang tetap akan menunggu Naomi dengan penuh keyakinan.


"Huh... apa - apaan Camilla itu, rubah tetaplah rubah" celetuk Grece memecah keheningan, Luke berbalik dan menatap Grece seakan menyetujui perkataannya.


"Itu benar, mana mungkin Jester akan menerima perkataan rubah itu" ucap Luke menimpali perkataan Grece, Justin hanya tertawa mendengar Luke dan Grece saling sepakat.


"Hei Jester! kamu tidak akan terjebak oleh Camilla kan?" tanya Harry dengan tekanan


Kekhawatiran sangat ditunjukkan oleh sahabat Jester, Camilla yang mereka kenal memanglah sosok Camilla yang jahat dan licik. Kepedulian mereka terhadap Jester membuat mereka tidak ingin Jester terjebak oleh Camilla.


"Ada apa ini? kenapa kalian memandangnya sampai seperti itu?" tanya Sarah terdengar emosi, pertanyaan Sarah menarik perhatian Luke, Grece, Harry, dan Selena.


"Hei sayang, dia itu yang membuat Naomi pergi. Kenapa seakan kamu membelanya?" tanya Luke


"Buka matamu gorila, dia itu mengatakannya dengan tulus" jawab Sarah semakin emosi


"Hei Sarah! dia bisa saja merencanakan sesuatu, apa kamu lupa bagaimana dia membuat skenario sampai terjadi berbagai kekacauan yang bisa kita rasakan sampai sekarang?" Harry pun terpancing emosinya, Sarah kini menatap Harry dengan tajam.


"Kalian ini naif atau bodoh? Jester tetap membutuhkan pendamping baik cepat atau lambat, mungkin hanya aku yang normal disini dan bisa merasakan ketulusan orang!" jawab Sarah dengan sedikit bentakan, Harry pun terdiam namun tetap menampakkan ketidaksetujuannya terhadap ucapan Sarah.


"Tapi ya gak Camilla juga donk! dia itu jahat!" bentak Grece kepada Sarah, dengan helaan nafas Sarah hendak merespon kemarahan Grece.


"Sulit berbicara dengan orang yang dipenuhi dendam dan tidak bisa membuka hatinya untuk menerima kenyataan jika dia tulus, Aku jadi bertanya - tanya... siapa yang jahat sekarang" timpal Sarah dengan sinis lalu pergi meninggalkan teman - temannya itu menuju lobby kampus


Mereka semua terdiam dan keheranan, dalam benaknya masing - masing pun bertanya tentang dimana Sarah berpihak. Namun berbeda dengan Justin, dia lebih tertarik kemana Jester akan berlabuh setelah selama satu tahun lebih ini Naomi tidak juga memberikan tanda - tanda dia akan kembali. Perlahan Justin berjalan mendekati Jester, tepukan ringan di bahu Jester saat itu Justin mencoba menarik perhatian Jester.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Justin dengan nada santai dan sebuah senyuman di bibirnya, Jester pun tertawa sejenak sebelum menjawab pertanyaan Justin.


"Menurutku ya? begini.. aku berterima kasih dengan perhatian kalian semua... Haaah~" ucap Jester lalu berbalik menatap para sahabatnya itu.


"Mungkin aku akan memperpanjang kutukanku sebagai jomblo abadi, aku tidak tahu akan bertahan berapa lama tapi aku hanya bisa memastikan satu hal...." Jester menggantung kalimatnya sejenak dengan senyum yang begitu merekah menatap Luke, Harry, Justin, Grece, dan Selena, mereka semua tidak membalas senyum Jester dan hanya terdiam menatap mata Jester.


"Satu hal itu adalah aku akan tetap menunggu Naomi meski papa akan menganggap ku sebagai penyuka sesama jenis, aku akan berusaha mati - matian mencari Naomi untuk segera memutuskan kutukanku, dan kalian akan selalu setia menemaniku karena kalian adalah sahabat - sahabatku yang baik" ucap Jester meneruskan kalimatnya lalu dia pun tertawa, tawa Jester seakan menular.


Grece yang paling pertama tertawa lalu diikuti yang lain, mereka semua pun berlari untuk memeluk Jester hingga Jester terjatuh dilantai.

__ADS_1


**********************TAMAT**********************


__ADS_2