
Pagi hari yang cerah di bandara internasional, Mercedes Benz S450 berjalan dengan sangat cepat dan berhenti didepan gate keberangkatan. Disana Jester dan Selena langsung turun dan mendekati petugas bandara, Jester menanyakan cara tercepat untuk sampai ke hanggar nomor dua belas. Mengetahui anggota keluarga Gates yang berada dihadapannya, petugas itu langsung mengarahkan Jester menuju mobil operasional bandara untuk mengantarkan Jester menuju hanggar dua belas.
Ditengah larinya Jester, Selena dan seorang petugas bandara saat itu menuju ke mobil operasional, tiba - tiba Selena menarik lengan Jester dan menghentikan langkahnya. Jester pun berhenti dan berbalik menatap Selena, namun Selena sendiri malah menatap kumpulan orang - orang yang sedang berjalan menuju salah satu pintu pemeriksaan.
Tindakan Selena tentunya membuat Jester kesal, ditengah dirinya yang sedang berpacu dengan waktu Selena malah melakukan tindakan yang bagi Jester malah membuang waktu.
"Kak... tunggu..." ucap Selena terbata
"Ada apa?! kita tidak punya waktu!!" bentak Jester dengan panik
"Tidak, tunggu dulu... aku merasa.... Naomi ada disekitar sini..." terbata Selena mencoba menjelaskan alasannya menahan langkah Jester, mendengar jawaban Selena saat itu Jester langsung berusaha menoleh kanan kiri mencari keberadaan Naomi.
Ada yang tidak bisa dijelaskan oleh Selena dengan yang dia rasakan, sebuah gejolak batin yang seakan menguatkan pikirannya bahwa Naomi berada disekitarnya. Diarahkannya pandangan matanya memutari setiap sudut tempat dan juga kerumunan lalu lalang orang yang sibuk sebagaimana mestinya suasana pada bandara. Namun sosok Naomi tidak terlihat, tapi keteguhan hati Selena tidak berubah.
"Apa kamu melihatnya? dimana?" tanya Jester dan terus menoleh kanan kiri dengan perasaan yang tidak sepenuhnya percaya pada Selena.
"Aku... mendengarnya... intuisiku.... dia sedang..... menangis...." tiba - tiba Selena berlari sangat cepat melepaskan genggaman tangannya dari lengan Jester
Membiarkan Jester sendiri dan memutuskan untuk mengikuti arah hatinya, dengan kencang Selena berlari sekuat tenaganya. Matanya tampak awas mengawasi sekitar, dengan mengandalkan intuisinya Selena sangat bersemangat mencari keberadaan Naomi yang dia yakini tidak jauh dari tempatnya saat ini berada.
"Selena!!!" teriak Jester ketika melihat Selena yang tiba - tiba lari ditengah kerumunan orang - orang
Begitu cepatnya Selena berlari ditengah kerumunan itu sampai - sampai Jester kehilangan jejak Selena, tidak ingin menyerah begitu saja saat itu Jester terus menyusuri padatnya orang - orang yang tengah beraktifitas di bandara. Hingga sampai di bagian pemeriksaan tiket, Jester harus tertahan disana sedangkan Selena entah bagaimana caranya berhasil lolos dan Jester pun sempat melihat Selena terus berlari ke area check in tiket.
Seakan mempercayai intuisi Selena, Jester pun akhirnya memilih untuk membatalkan niatnya menuju jet pribadi Naomi dan memilih untuk mengikuti Selena yang sudah cukup jauh meninggalkannya.
Selena berlari terus menerus dan sesekali Selena berhenti sejenak dengan mata yang dia pejamkan seakan sedang memperkuat intuisinya untuk mencari Naomi, tidak jarang Selena menabrak beberapa orang namun Selena tidak menghiraukan umpatan - umpatan orang - orang itu kepadanya. Hingga akhirnya sampai diarea boarding, Selena melihat sekumpulan calon penumpang pesawat yang akan memeriksakan tas - tas milik mereka.
Sejenak Selena terdiam dan mengatur nafasnya yang terengah - engah itu, sekali lagi Selena memejamkan matanya lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Selena kembali berlari melewati sekumpulan orang - orang itu hingga beberapa petugas pun berlari mengejar Selena yang menyusup diantara orang - orang yang berjalan menuju ruang tunggu, perlahan Selena mengarahkan tangannya seakan ingin menggapai sesuatu diantara kumpulan orang - orang yang sedang berjalan.
Selena terus melakukan itu sampai tiba - tiba tangannya menyentuh lengan seseorang dan Selena langsung meremas lengan orang itu dengan sangat kuat, terkejut lah orang yang lengannya diremas Selena dengan kuat. Orang itu pun berbalik menatap Selena dengan wajah yang begitu terkejut, perlahan Selena mendongakkan kepalanya menatap mata orang yang dia genggam lengannya itu.
"Aku... hah.... hah... menemukanmu... hah..." ucap Selena dengan nafas yang sudah tidak beraturan, tidak lama keamanan bandara pun memegang lengan Selena untuk mengamankannya.
"Nona!! anda tidak diperboleh...." belum selesai petugas berkata, Selena memotong.
__ADS_1
Amarah Selena tidak terbendung kepada petugas bandara itu, tidak ingin lelahnya tidak terbayar dengan tuntas dengan amarahnya Selena menggunakan kekuasaan Jester untuk menghentikan tindakan petugas bandara terhadapnya. Satu - satunya cara yang Selena percaya dan yakini akan berhasil untuk diterapkan saat itu.
"Lepaskan!!! aku orang suruhan keluarga Gates!! Namaku Selena Parker!! tanyakan namaku kepada atasan kalian, Jester Gates!!" timpal Selena dengan bentakan dan Selena pun memberontak agar para petugas melepaskan tangannya dari lengan Selena.
Tidak ingin percaya begitu saja kepada Selena, petugas bandara pun tetap memegang lengan Selena sebelum akhirnya seseorang yang berhasil Selena tahan menunjukkan wajahnya kepada petugas dan mengatakan sesuatu hal yang membuat petugas itu kaget.
"Petugas... lepaskan dia" ucap Naomi sembari menunjukkan kartu identitasnya, para petugas itu pun terkejut membaca kartu identitas Naomi yang seakan mempertegas ucapan Selena jika dia adalah orang suruhan dari keluarga Gates.
Dengan segera petugas itu melepaskan Selena dan berlari menjauhi keduanya, meski sempat menjadi tontonan orang - orang disekitar namun dengan sigap petugas membubarkan dengan cepat orang - orang itu agar identitas Naomi tidak diketahui dan menyebabkan lebih banyak keributan. Perlahan Selena sudah bisa mengatur nafasnya, tangannya diam - diam mengambil handphone didalam saku celana belakang lalu melakukan panggilan darurat dan tertulis dilayar handphone Selena sedang memanggil 'Kak Jester'.
"Apa yang kamu lakukan disini Selena? aku sedang mengejar penerbangan private ku" tanya Naomi heran dengan keberadaan Selena
"Ini tentang kak Jester kau tahu! apa yang kamu pikirkan?!" tanya Selena dengan bentakan, Naomi pun menghela nafasnya dan kemudian berbalik hendak meninggalkan Selena disana.
Tidak kehabisan cara untuk menghentikan langkah Naomi meninggalkan Selena, dengan segera Selena mengancam Naomi dan berhasil membuat Naomi tetap berada disana bersama Selena.
"Jika kamu pergi, aku akan berteriak tentang keberadaan mu disini!!" bentak Selena lagi dan terdengar menggema, beberapa orang menoleh menatap Selena dan Naomi namun mereka kembali cuek.
Berada di bandara dengan penyamaran yang lengkap membuat Naomi tidak dikenali oleh banyak orang, cara itu selalu Naomi lakukan agar mendapatkan kemudahan diruang publik. Walau akhirnya ada kebingungan pada diri Naomi dengan keberadaan Selena dihadapannya yang terlihat sangat mudah menemukannya.
"Selena, aku harus berkata apa lagi? ibu memintaku untuk membelikannya beberapa roti, jadi jangan lama - lama menahan ku disini" ucap Naomi sembari kembali berbalik menatap Selena
Teriakan Selena membuat Naomi heran namun juga panik, harusnya dengan jarak sedekat itu Selena tidak perlu berteriak. Naomi pun sudah mengikuti kemauan Selena untuk tetap bertahan disana untuk hal yang ingin Selena bicarakan.
"Apa? tentu saja aku bingung, tapi kamu tidak jauh - jauh mengejar ku sampai sini hanya karena ini kan?" tanya Naomi heran, Selena tertawa mendengar kekesalan Naomi.
"Tentu saja itu juga termasuk, dari pintu depan sampai ke ruang tunggu nomor lima ini aku tiba - tiba menemukan mu diantara tumpukan orang! kamu tahu? aku baru saja mau diantar petugas untuk menuju hanggar tempat jet pribadimu diparkirkan" jawab Selena lagi dengan sedikit teriakan lagi
"Selena, tolong jangan berteriak seperti itu!" ucap Naomi meminta Selena agar tidak berteriak karena bisa memicu keributan ketika ada yang menyadari keberadaannya disana, sejenak Naomi menghela nafasnya.
"Selena! aku gak punya waktu untuk basa - basi seperti ini!" terdengar marah Naomi mengatakannya
"Hei... kenapa tiba - tiba berubah pikiran? bukankah kamu sudah bertemu dengan kak Jester?" tanya Selena kali ini tanpa berteriak
"Aku sudah katakan padamu, aku akan memprioritaskan yang benar - benar membutuhkanku" jawab Naomi dengan tegas
__ADS_1
Untuk kesekian kalinya kedua sahabat karib ini terlibat perdebatan yang cukup berat, walau hubungan keduanya tidak sedekat seperti dulu sebelum masalah percintaan mereka memberikan jarak, namun insting kuat seorang Selena sebagai sahabat tidak pernah berkurang dan Naomi selalu saja bisa terpengaruh oleh Selena ketika ingin memaksakan kehendaknya jika ingin berbicara kepadanya.
"Kak Jester membutuhkanmu!!! dia membutuhkanmu... apa kamu sudah lihat hancurnya dia? dia... dia menutupi lukanya dengan tetap mencoba untuk tertawa di setiap saat, karena hanya dengan cara seperti itu kak Jester bisa terus terlihat kuat meski hatinya terasa tercabik - cabik... apa kamu tidak paham juga?!" terdengar marah Selena mengatakannya, Naomi pun terdiam dan terus menatap Selena.
"Mungkin kamu berfikir jika kak Jester baik - baik saja karena dia memiliki teman - temannya... kamu juga merasa baik - baik saja setelah merelakan dia bersamaku... tapi tidak untuk kak Jester!! dia menderita dengan pilihanmu!!" bentak Selena lagi, perlahan Naomi menundukkan kepalanya menatap lantai.
"Aku tahu.... tapi aku tidak punya pilihan lain.... saat ini keluargaku hanya tersisa ibu.... rasa bersalahku kepadanya tidak pernah bisa pudar meski aku menguatkan hati jika kematian ayah bukan karena aku...." terbata Naomi saat mengucapkannya, air matanya kini mengalir deras membasahi lantai.
"Aku sudah mencobanya Selena.... sudah.... karena itulah aku pulang kerumah kami... tapi.... tapi aku dihantui rasa bersalahku pada ibu.... aku tidak akan sanggup berpisah dengan ibu meski aku juga tidak ingin berpisah dari Jester..." terdengar serak suara Naomi saat itu, Selena pun bingung harus berkata apa karena bagi Selena jika dia berada di posisi Naomi pun maka hasilnya akan sama saja.
"Naomi!!" teriak Jester saat itu
Suara Jester membuat Naomi dan Selena pun mencari sumber suara Jester, agak Jauh di belakang Selena saat itu terlihat Jester berjalan mendekat. Nampak sekali Jester kehabisan nafasnya setelah berusaha mengejar keberadaan Naomi dan Selena, hampir berdekatan saat itu tiba - tiba Naomi memberi gestur tangan kepada Jester agar berhenti dan tidak mendekatinya.
Hal yang tidak Naomi inginkan untuk terjadi akhirnya harus Naomi hadapi, Jester terlihat menuju kearahnya dan membuat hati Naomi sangat sakit. Kepergiannya yang secara diam - diam memang dia harapkan bisa berjalan dengan mulus agar dia bisa melalui kepergiannya dengan mudah tanpa beban yang berat karena harus melihat orang yang terkasih menyaksikan kepergiannya.
Air mata Naomi tidak terbendung, dadanya semakin terasa sesak seiring dengan sosok Jester yang semakin jelas terlihat karena Jester yang sudah dekat dengan dirinya dan Selena.
"Na...omi...." terbata Jester saat menghentikan langkahnya, air mata Naomi semakin deras keluar dari kedua matanya menatap Jester. Dengan sedikit gelengan kepala, Naomi seakan menolak keberadaan Jester dihadapannya.
"Apa... salahku...? apa aku berbuat salah? Semua keinginanmu, kemauanmu, dan perintahmu sudah aku lakukan!!! selama ini!!! selama ini... apa aku berbuat salah, Naomi?! tolong jangan seperti ini kepadaku..... bicaralah...." air mata Jester pun kini ikut mengalir deras membasahi pipinya, namun saat itu Naomi hanya menggelengkan kepalanya merespon perkataan Jester.
Seperti seorang yang tidak memiliki harapan untuk bahagia, Jester meluapkan segala pertanyaan yang membebani pikirannya kepada Naomi.
"Aku mencintaimu... aku membutuhkanmu disini... tolong... jangan seperti ini padaku... Naomi..." Jester terdengar begitu memaksa Naomi
"Aku tahu aku gagal mencintaimu!! aku tahu!! tapi... tapi aku akan terus mencobanya, berilah aku kesempatan!! aku mohon padamu" ucap Jester lagi kembali memaksa, Selena yang tidak terima Jester seakan sedang mengemis cinta kepada Naomi hanya bisa meremas kedua tangannya menahan amarah.
Sebuah dilema besar sedang Naomi hadapi, Jester yang ketika berada dirumah mereka bersama teman - temannya terlihat begitu bahagia kini seperti tidak memiliki semangat hidup dimata Naomi. Namun keadaan Naoko yang jauh terlihat lebih rapuh dan hancur tidak bisa Naomi abaikan begitu saja.
"Jess... kamu tidak tahu apa yang sedang aku tanggung..." ucap Naomi lirih dengan air mata yang sudah tidak mampu dia bendung lagi.
"Aku memang tidak tahu dan mungkin tidak akan mengerti.... tapi seharusnya kamu tahu jika aku juga membutuhkanmu.... aku kesepian Naomi.... selama ini aku berusaha untuk terus tetap terlihat kuat agar kamu tidak semakin sedih... hatiku terasa terkoyak - koyak selama ini berpisah denganmu... apa kamu tidak bisa merasakan jeritan hatiku?" tanya Jester memohon iba dari Naomi, perlahan kedua tangan Naomi seakan memberi gestur agar Jester mendekati dan memeluknya.
Terkejut lah Jester dan Selena saat itu, Naomi yang sedari awal menolak keberadaan Jester kini meminta Jester untuk mendekatinya. Dengan langkah awal yang terlihat berat, akhirnya Jester agak berlari dan memeluk Naomi dengan erat. begitu pula tangan Naomi pun memeluk Jester, seakan menyuruh Jester untuk mencium dahinya saat itu dan Jester pun dengan lembut mencium dahi Naomi beberapakali.
__ADS_1
"Aku tidak membencimu... aku sangat mencintaimu... aku tidak ingin kamu jauh dan tidak ingin pula aku menjauh..." gumam Naomi saat itu, sempat terdiam sejenak lalu tubuh Naomi bergemetar hebat sampai membuat Jester terkejut.
"Maafkan aku Jess.... aku... tidak bisa...." gumam Naomi terbata