
"Katakan padaku!!" bentak Jester kepada Selena
Malam hari disebuah cluster mewah, disalah satu rumah dengan aksen khas budaya jepang yang menjadi rumah untuk Jester dan Naomi. Diruang makan saat itu nampak Jester dengan ekspresi wajah yang marah menatap Selena, mendapatkan bentakan dan tatapan seperti itu membuat Selena terkejut dan menunjukkan wajah ketakutannya meski Selena tetap berusaha untuk tenang.
"Kak... apa lagi yang harus aku katakan padamu? aku sudah bilang kalau Naomi memintaku dan teman - teman yang lain agar menemanimu malam ini... masalah masakan ini karena memang Naomi yang menyuruhku membuatkannya untukmu" jawab Selena dengan sedikit bergemetar
"Jangan berbohong padaku!! aku mohon kejadian Luna jangan sampai terjadi lagi!! apa yang sebenarnya kalian dan Naomi bicarakan?!" tanya Jester dengan bentakan dan masih menekan Selena
"Kak... kemari lah dan tenangkan dirimu, kamu hanya berfikir berlebihan. Makan lah dulu dan kita bicarakan ini pelan - pelan, oke?" ajak Selena kepada Jester dengan suara yang lembut, perlahan Jester melangkahkan kakinya mendekati salah satu kursi makan dan duduk disana.
Selena menyelesaikan beberapa masakannya kemudian berjalan sembari membawa masakan terakhirnya ke meja makan, Selena duduk berhadapan dengan Jester dan tersenyum menatap wajah Jester yang terlihat marah. Tidak lama Selena menghela nafasnya lalu menundukkan kepalanya, seakan bersiap untuk memulai pembicaraan dengan Jester.
"Naomi mengkhawatirkan kesehatanmu, tentang makanan apa yang akan kamu makan setiap harinya, tentang bagaimana kamu menjalani keseharian mu tanpanya, dan kepada siapa kamu melepaskan lelah mu setelah menjalani hari - hari beratmu... hanya itu tidak kurang dan tidak lebih" ucap Selena
"Perkataan mu sangat sulit untuk dipercaya" tegas Jester mengatakannya, Selena menatap wajah Jester dengan sorot mata yang tajam.
"Lagipula aku tidak berpenampilan seperti Naomi kan? lalu mengapa kamu harus cemas...hah..berperan sebagai Luna saja sudah cukup membuatku lelah karena tidak menjadi diriku yang sebenarnya!" helaan nafas Selena terdengar jelas oleh Jester kemudian Selena melanjutkan kalimatnya
"Kamu boleh tidak mempercayaiku tapi kamu juga harus bertanya pada teman - teman yang lain sebelum kamu menganggap ku sebagai seorang pembohong!" sedikit meninggi nada Selena saat mengucapkannya, untuk sejenak Jester dan Selena terdiam sembari saling menatap sampai beberapa saat Jester membuang muka menghindari bertatapan mata dengan Selena.
"Ada tembok yang Naomi dirikan diantara kami, dia seakan memaksaku untuk menjauhinya dan membiasakan diriku dengan ketidakhadirannya. itu sangat menggangguku" celetuk Jester dengan nada yang terdengar sedih
"Setelah kejadian dengan Luna, aku selalu berusaha untuk lebih peka terhadap sekitarku. Tapi kejadian dengan keluarga besar ku benar - benar menguras semua perhatianku karena saat itu pun aku dan Naomi terpisahkan... jika saja aku tidak mengendorkan kewaspadaan ku... mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi" ucap Jester melanjutkan kalimatnya
Nada kesedihan Jester dapat Selena rasakan, Selena tidak menduga jika yang dia dan Luna lakukan saat itu meninggalkan rasa trauma di hati Jester. keadaan Jester saat ini membuat Selena tidak ingin mengulang kesalahan yang sama kepada Jester.
"Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri kak... kita tidak bisa terus menerus mewaspadai orang - orang yang memiliki niat jahat sama kita" dengan lembut Selena mengatakannya, Jester kembali menatap Selena dengan ekspresi wajah sedihnya.
__ADS_1
"Selena... aku berharap kamu tidak berbohong kepadaku kali ini... aku tidak ingin kehilangan dia dan menyesal untuk kedua kalinya setelah kejadian Luna..." penuh harap Jester mengatakannya, Selena sempat terdiam terpaku menatap mata Jester dan tiba - tiba garis senyumnya merekah
"Tentu" celetuk Selena lalu memberikan piring berisi chicken cordon bleu
Jester dan Selena mulai menikmati hidangan makan malam mereka, sesekali keduanya saling berbicara basa - basi untuk mencairkan suasana yang sempat memanas. Tidak lama setelahnya Luke, Harry, dan Sarah sampai dirumah dan langsung masuk begitu saja menuju ruang makan, kedatangan mereka membuat kaget Jester dan Selena. Dengan membawa beberapa kaleng minuman ringan, kedatangan Luke dan Sarah membuat aura rumah itu menjadi lebih hidup.
Seperti biasa ketika three musketeers berkumpul maka akan selalu saja ada keributan yang terjadi, Jester, Luke dan Harry saling balas ejekan dan candaan yang membuat Sarah dan Selena tidak mampu untuk menahan tawanya lagi. Suara tawa terdengar hingga keluar rumah sampai - sampai kedatangan Justin dan Grece tidak disadari oleh penghuni rumah, dengan wajah marah Grece ngomel - ngomel kepada Jester karena membiarkannya di pelataran rumah dengan waktu yang cukup lama.
Kedatangan semua sahabat Jester berhasil membuat Jester sedikit melupakan masalah yang menimpanya, Jester tertawa lepas untuk pertama kalinya sejak kejadian tersebarnya foto - foto Daniel dengan Naomi. Suara tawa dirumah itu sangat berbanding terbalik dengan kondisi kediaman keluarga Scott, rumah yang mewah itu kini kental dengan aura - aura kesedihan sepeninggal Evans.
Didalam rumah nampak Naomi bersama seorang pelayan wanita berjalan membawa trolley berisi beberapa jenis makanan, hingga disalah satu pintu kamar untuk sejenak Naomi terdiam menatap pintu itu dengan wajah yang penuh penyesalan dan kesedihan.
"Pergilah, biarkan aku yang membawanya masuk" celetuk Naomi kepada pelayan, pelayan itu hanya menundukkan badan lalu pergi berjalan meninggalkan Naomi dan trolley makan yang dia dorong sejak tadi.
Naomi mengetuk pintu kamar itu beberapa kali namun tidak ada jawaban apapun, dengan tangan bergemetar Naomi membuka pintu kamar dan mencoba mengintip seseorang didalam kamar itu. Disana Naomi melihat sosok Naoko sedang duduk disebuah sofa menghadap jendela, matanya terlihat nanar menatap bintang - bintang yang bertaburan di langit.
"Ibu... makanlah... sudah tiga hari ini ibu tidak makan dan minum apapun...." ucap Naomi dengan lembut dan penuh kesedihan, Naomi mendorong trolley makan masuk kedalam kamar Naoko lalu menutup pintunya kembali.
"Sudah sebulan lebih sejak Evans meninggal... aku masih tidak mampu untuk melupakannya..." celetuk Naoko saat Naomi sudah berada di dekatnya, Naomi mengambil salah satu piring dan duduk bersimpuh disebelah kanan Naoko hendak menyuapi Naoko.
"Ibu harus makan....." ucap Naomi lagi sedikit memaksa, Naoko menolehkan kepalanya menatap mata Naomi.
"Apa kamu sudah memutuskan pilihan yang sudah aku katakan padamu?" tanya Naoko, perlahan Naomi menundukkan pandangannya.
Tatapan mata kepedihan yang Naoko tampakkan membuat Naomi tidak mampu untuk membalas tatapannya, Naomi begitu mampu merasakan kehancuran hidup sang ibu karena kepergian ayahnya.
"Aku belum dapat memutuskannya bu... maaf..." jawab Naomi terbata, Naoko menghela nafasnya lalu kembali memandang langit
__ADS_1
"Aku sudah tidak kuat lagi... aku ingin segera pergi dan berharap aku bisa bertemu Evans secepatnya..." ucap Naoko, perkataan Naoko membuat Naomi tersentak dan tatapan matanya langsung menatap wajah Naoko.
"Ibu!!" agak membentak Naomi mengatakannya
"Putuskan secepatnya.... aku tidak mampu lagi menahan diri lebih lama dari ini" ucap Naoko lalu dia berdiri dan berjalan menuju kasurnya meninggalkan Naomi yang masih bersimpuh disebelah sofa, tangan Naomi terlihat bergemetar saat memegang piring. Perlahan Naomi berdiri dan kembali menaruh piring di trolley, kemudian Naomi mendorong trolley itu mendekati kasur Naoko.
"Ibu harus tetap makan walau itu sedikit... di dunia ini aku hanya memiliki ibu, jadi tolong untuk bertahan sedikit lebih lama lagi..." celetuk Naomi lalu pergi berjalan meninggalkan kamar Naoko
Malam berlalu dan pagi menjelang, disebuah rumah kecil namun nampak mewah dengan aksen khas budaya jepang. Disebuah ruang keluarga dalam rumah, terlihat Jester, Luke, Harry, dan Justin masih tertidur diatas tatami. Kedamaian pagi itu tiba - tiba hancur karena Grece membuka pintu ruang keluarga dengan sangat keras, dibelakang Grece terlhat Sarah dan Selena dengan wajah terkejutnya.
Jester, Luke, Harry dan Justin yang terkejut karena bunyi pintu seakan didobrak pun langsung mengalihkan pandangan mereka menatap Grece, Selena dan Sarah, dengan mata yang masih terlihat berat untuk terbuka namun melihat ekspresi yang ditunjukkan Grece membuat Jester langsung berusaha untuk tersadar.
"Ada apa?!!" tanya Jester
"Kalian harus melihat ini! ini disiarkan secara live!!" jawab Grece dengan panik
Grece segera berlari mendekati televisi yang terletak disana, menghidupkannya, lalu mengganti channel media diluar naungan Werner Grup. Dilayar televisi itu terlihat Daniel sedang melakukan konferensi pers, ditemani beberapa orang yang asing saat itu Daniel sedang bersiap untuk berbicara. Dengan beberapa mic yang tertata diatas meja, seseorang yang merupakan pengacara Daniel pun memulai untuk berbicara.
***
"Pagi ini klien saya akan menjelaskan semua kemelut yang melibatkan Daniel dengan salah satu selebgram yang sempat heboh" ucap pengacara Daniel, kemudian pengacara Daniel memberikan gestur tangan agar Daniel memulai untuk bicara.
"Baik.. pertama aku ucapkan terima kasih kepada rekan - rekan media yang sudah hadir pagi ini, kedua aku disini akan membicarakan dan menjelaskan tentang foto - foto itu" ucap Daniel, untuk beberapa saat Daniel hanya terdiam menatap kamera lalu sedikit tersenyum.
"Aku harap Jester Gates akan mendengar ini, permintaan maaf paling besar aku sampaikan kepadanya... kamu pria luar biasa yang pernah aku temui sepanjang hidupku. Untuk Naomi Scott aku meminta maaf dengan yang sudah terjadi, dan untuk media tentang foto itu...." Daniel terhenti sejenak
"...Semua hanyalah editan dari orang yang tidak bertanggungjawab" ucap Daniel melanjutkan kalimatnya yang sempat terputus tadi
__ADS_1
***