
Dikampus pada pagi hari yang cerah, Jester berada didalam sebuah kelas yang terlihat penuh oleh mahasiswa dan mahasiswi dan seorang dosen yang sedang mengajar pada saat itu. Diantara para mahasiswa dan mahasiswi itu terlihat Jester yang paling muda, untuk ukuran mahasiswa semester tiga normal memang tidak banyak yang dapat menempuh mata kuliah itu. Jester pun terlihat tenang didalam kelas tidak seperti kelas - kelas lainnya dimana dirinya selalu mendapat gangguan dari Camilla, Luke, dan Harry, hingga sembilan puluh menit berlalu Jester keluar kelas dari kelas.
"Haah.... kelas yang tenang" celetuk Jester sembari berjalan keluar kelas menuju taman tengah kampus
Disalah satu koridor kampus Jester melihat Naomi yang sedang berkumpul bersama dua orang teman kampusnya sedang ngobrol bersama, terlihat senyum Naomi merekah saat itu dan tertawa kecil mendengar cerita temannya. Jester sempat berhenti berjalan karena terpesona melihat senyum Naomi yang sangat jarang dia lihat sejak mereka berdua tinggal bersama, tidak lama kedua teman Naomi menyadari keberadaan Jester yang sedang memperhatikan mereka. Hampir bersamaan, Naomi dan kedua temannya menoleh menatap Jester.
"Eeh... dia kan kakakmu Aoi?" tanya salah satu teman Naomi ketika itu
"Aah Eeh iya..." jawab Naomi terbata, Naomi tersenyum menatap Jester dan lagi - lagi senyum itu membuat wajah Jester memerah karena terpesona.
"Hai..." sapa Jester sembari terus berjalan sedikit lebih cepat untuk mengalihkan pandangan mata kedua teman Naomi saat itu agar wajahnya yang memerah tidak begitu nampak, setelah melewati Naomi dan kedua temannya Jester mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk mengatur detak jantungnya yang berdetak kencang.
Hingga akhirnya sampailah Jester ditaman tengah kampus, tempat dimana Jester selalu menunggu kuliah selanjutnya dimulai atau hanya sekedar menanti teman - temannya berkumpul setelah lepas kuliah. Namun kali ini ada pemandangan berbeda yang Jester lihat, Justin dan Grece terlihat sedang berduaan ditaman tengah tampak sedang mengobrol bersama.
"Hoi!" sapa Jester dengan sedikit teriakan, hampir bersamaan Justin dan Grece menoleh menatap Jester yang berjalan mendekati mereka berdua
"Jester! gimana kabar hatimu?" tanya Justin dengan sedikit tawa, Grece pun tertawa mendengar pertanyaan Justin
"Hati ku baik - baik saja donk" jawab Jester terlihat bahagia, Justin dan Grece pun tertawa walau mereka tidak paham apa yang membuat Jester begitu bahagia pagi ini.
"Mana Naomi? kamu gak bersamanya? aku lebih senang bertemu Naomi daripada dirimu" tanya Grece mencari kekanan dan kekiri, Jester pun kesal mendengar ucapan Grece saat itu.
"Ya maaf aja kalau kehadiranku tidak bisa menyenangkanmu" jawab Jester terdengar kesal, Justin tertawa sedangkan Grece justru lebih kesal mendengar Naomi tidak bersama Jester.
"Aku mau bilangin lagu pilihan Naomi..." ucapan Jester dipotong oleh Justin
"Dragonforce Through The Fire and Flames, benar - benar sebuah pemberontakan yang gak tanggung - tanggung ya" timpal Justin sambil menggelengkan kepalanya
"Ooh iya, Grece pasti sudah memberitahumu ya. Lalu apa Luke dan Harry sudah tahu?" tanya Jester penasaran
"Aku sih sudah ChatMe mereka, tapi tanggapan mereka cuma OK" jawab Grece
"Yah memang begitulah mereka" timpal Jester seakan sudah memprediksi jawaban keduanya
"Mereka yang kau sebut itu siapa?" tanya Luke yang tiba - tiba muncul dibelakang Jester, Jester berbalik dan melihat Luke yang berjalan mendekati dirinya, Justin dan Grece.
"Luke!! baru juga dibicarain, gorila bodoh ini emang ada kuliah dihari jumat seperti ini?" tanya Jester menyindir, Luke pun terlihat cuek lalu duduk dikursi taman dekat Jester.
"Hei bagaimana lagunya? kamu beneran bisa memainkan drum nya?" tanya Justin, Luke menatap Justin dengan datar.
"Kamu tahu kemampuanku, jadi tidak masalah bagiku" jawab Luke datar, seakan band sudah bukan urusan yang perlu dibicarakan lagi. Luke menatap Jester dengan serius ketika itu, suatu tatapan yang sangat jarang Luke perlihatkan sampai - sampai membuat Jester dan Justin terdiam menunggu Luke mulai mengatakan maksud dari kedatangannya di kampus siang itu.
"Aaa~ semuanya sudah rapih.... aku jadi gak sabar" celetuk Grece yang tidak paham bahwa Luke sedang menyimpan sesuatu untuk disampaikan, Justin pun seperti tidak sabar ingin memancing Luke agar segera bicara.
"Lalu, kamu ada kuliah siang ini Luke? hari jumat biasanya hanya mata kuliah semester atas yang sedang berlangsung, aku yakin kamu tidak punya jadwal hari ini kan?" tanya Justin memancing Luke
"Tidak sih, aku memang gak ada kuliah hari ini. Aku cuma ada keperluan sama Jester, karena aku tahu jadwal kuliah dia makanya aku susul saja dia kesini" jawab Luke datar, Justin pun menduga ini ada hubungannya dengan Selena dan Camilla sehingga tatapannya menjadi serius saat mendengar jawaban Luke.
"Aku? ada urusan apa nih? tumben, biasanya kamu langsung kerumah" tanya Jester dengan nada yang terdengar santai seperti biasanya saat berinteraksi dengan Luke, sesaat Luke mengalihkan pandangannya menatap langit cerah siang itu.
"Kamu akan menikah dengan Naomi sebelas bulan lagi kan?" tanya Luke datar, Jester pun terkejut mendengar pertanyaan Luke yang tiba - tiba seperti itu.
"Waa!! engga gak gitu!! itu keputusan sepihak keluarga kami!!" jawab Jester dengan panik, Grece dan Justin pun saling menatap ketika itu
"Ooh iya... Naomi dan Jester akan menikah sebelas bulan lagi, aku ngado apa ya?" tanya Grece menatap Justin, mendengar pertanyaan Grece membuat Justin tertawa.
"Sudah aku bilang itu keputusan sepihak!! kamu dengar omonganku gak sih!!" teriak Jester kearah Grece, wajah Jester memerah ketika harus mengingat dia akan menikah dengan Naomi sebelas bulan lagi.
"Lalu apa kamu mencintai Naomi?" tanya Luke datar, Jester kembali terkejut mendengar pertanyaan Luke. Jester membalikkan badannya memunggungi Justin, Luke dan Grece sembari melipat kedua tangannya.
"Ten... tentu saja tidak, aku masih menyimpan rasa pada Camilla. Kamu harusnya tahu kan Luke aku seperti apa kalau jatuh cinta pada seseorang" jawab Jester sedikit terbata, wajah Jester pun memerah ketika mengatakan jawabannya itu.
__ADS_1
"Kamu suka makanan apa? aku lupa masakan favorit mu" tanya Luke kembali mengalihkan pembicaraan, Jester pun bingung dengan pertanyaan Luke sampai membalikkan badannya kembali menatap Luke. Justin dan Grece secara bersamaan menatap Luke, keduanya pun heran dengan pertanyaan Luke.
"Hah? kenapa jadi merubah topik? Aah sudahlah, aku suka Chiken Cordon Blue" jawab Jester kesal, Justin dan Grece kembali saling menatap dengan kebingungan.
"Tentang tinggal bersama Naomi?" tanya Luke kembali, Jester kembali melipat kedua tangannya dengan wajah kesal. Tatapan mata Jester menatap langit cerah siang itu
"Tentu karena kehendak sepihak kedua orangtua kami" jawab Jester kesal
"Tentang suka ikut campur masalah Naomi?" tanya Luke kembali
"Tentu karena aku suka menolong" jawab Jester singkat
"Tentang suka Naomi?" tanya Luke sedikit menekan
"Tentu karena aku suka Naomi" Jawab Jester singkat, sejenak Jester terkejut mendengar jawabannya sendiri. Tatapan mata Jester langsung menatap Justin dan Grece yang juga mendengar dengan jelas jawaban Jester, keduanya terlihat menatap Jester seperti sedang menangkap basah maling yang sedang mencuri.
"Tidak!!! tidak!!! bukan seperti itu!!!" Jester mendadak panik berusaha ingin meluruskan ucapannya, pertanyaan cepat Luke seperti sebuah jebakan yang membuat Jester lepas kendali dan salah tingkah dibuatnya namun Justin dan Grece malah semakin menatap Jester dengan tatapan yang menggoda Jester untuk mengakui ucapannya tadi.
Tawa Justin dan Grece pecah saat itu, tidak mau terus ditertawakan seperti itu Jester pun terus membela dirinya dan mencoba terus meluruskan jawabannya tadi namun tentu saja Justin, Grece dan Luke tidak menerima alasan Jester. Tidak jauh dari taman tengah itu, terlihat Naomi sedang bersembunyi dibalik pohon besar karena tidak sengaja mendengarkan percakapan Jester, Justin, Luke dan Grece. Naomi terdiam meremas baju pada bagian dadanya sembari terus berusaha mendengarkan Jester yang terus membela dirinya namun tidak dihiraukan Luke, Justin dan Grece, sesaat Naomi menundukkan kepalanya menatap rerumputan.
"Ternyata benar.... Jester... sejak perjalanan dari pantai itu...." gumam Naomi, wajah Naomi pun memerah saat mengingat kejadian perjalanan pulang mereka dari pantai dan senyuman Naomi pun merekah. Tidak beberapa lama Naomi lihat sepasang sepatu berada didepannya, perlahan Naomi mengangkat kepalanya dan menatap Selena yang sedang menatapnya dengan datar.
"Hai" sapa Selena dingin sembari terus menatap Naomi dengan datar
"Aah... eeh iya.. Hai Selena" sapa balik Naomi terbata, Naomi menggelengkan kepalanya beberapa kali mencoba untuk menghilangkan wajahnya yang memerah.
"Bisa kita bicara berdua?" tanya Selena, Naomi pun terkejut ketika Selena bertanya ingin berbicara berdua. Perlahan Naomi kembali menatap Selena, Naomi mengangguk beberapa kali merespon pertanyaan Selena dengan senyum yang terlihat sedikit merekah diwajah Naomi ketika itu.
"Ten.. tentu" jawab Naomi sedikit terbata, namun Selena tidak membalas senyum Naomi saat itu dan hanya langsung berbalik lalu berjalan menuju cafetaria kampus. Naomi menoleh kebelakang sejenak menatap Jester yang mulai putus asa mencoba menjelaskan jawabannya kepada Luke, Justin dan Harry, dengan senyum yang merekah itu Naomi kembali menatap punggung Selena dan berjalan mengikuti Selena.
Setelah sampai di cafetaria kampus, Selena dan Naomi memilih duduk di pojokan cafe dengan membawa minuman masing - masing ditangan mereka. Keduanya duduk berhadapan namun masih membisu untuk waktu yang agak lama, Naomi merasakan gugup saat itu mengingat apa yang telah terjadi diantara dirinya dan Selena.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Naomi memecahkan keheningan diantara mereka berdua, Naomi masih menunduk dan tidak berani bertatapan mata langsung dengan Selena.
"Begitu ya... kenapa?" tanya lagi Naomi mencoba mencairkan suasana canggung itu
"Kamu masalahku" jawab Selena sinis, jawaban Selena membuat Naomi sedikit tertawa lalu Naomi pun terdiam kembali. Keheningan diantara mereka pun kembali terulang, seakan mereka berdua adalah dua orang asing yang kebetulan bertemu dalam satu meja.
"Naomi, kamu harus pikirkan kembali tentang hubunganmu dengan Daniel" celetuk Selena ditengah kebisuan diantara mereka, celetukan itu agak mengejutkan Naomi yang sedikit melamun saat itu.
"Aku sudah katakan aku tidak bisa, aku sudah tidak sekuat dulu" timpal Naomi dengan tegas, Selena mengangkat kepalanya menatap Naomi yang masih tertunduk.
"Daniel akan berubah" ucap Selena lagi dengan yakin, ucapan Selena membuat Naomi heran. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Naomi mengalihkan pandangannya menatap Selena yang ketika itu menatap Naomi dengan penuh keyakinan.
"Kenapa kamu berkata seyakin itu?" tanya Naomi heran, Selena mengalihkan pandangannya menatap belakang Naomi ketika Naomi bertanya.
"Karena aku sudah berjanji pada Selena aku akan berubah" jawab Daniel, suara Daniel terdengar dari belakang Naomi saat itu. Naomi yang terkejut langsung berdiri dan berbalik menatap Daniel yang sudah tepat dibelakangnya, berdiri menatap Naomi dengan tatapan yang penuh penyesalan.
"Kalian menjebakku?!" tanya Naomi sedikit membentak sembari menatap Daniel dan Selena bergantian, Selena pun cuma terdiam memandangi Naomi.
"Tunggu... tolong dengarkan aku" ucap Daniel berusaha menenangkan Naomi yang emosi, Naomi menarik tas nya yang dia letakkan dimeja hendak meninggalkan tempat itu. Namun tangan Selena langsung menahan lengan Naomi dengan kasar kemudian menariknya agar Naomi kembali duduk di kursi, tubuh Naomi pun sampai sedikit berputar karena kerasnya tarikan Selena yang membuat mereka langsung bertatapan mata.
"Duduk!!" bentak Selena dengan marah
"Kamu jahat!!" Naomi membalas benatakan Selena, genggaman Selena semakin erat meremas lengan Naomi ketika itu.
"Duduk atau aku akan bongkar penyamaranmu ditempat ini sekarang juga!" dengan ancaman Selena mengatakannya, Naomi pun duduk sembari menarik lengannya dari tangan Selena dengan kasar. Dengan melipatkan kedua tangannya, dari wajah Naomi sangat terlihat dia marah atas kedatangan Daniel. Daniel berjalan memutar kemudian menarik kursi untuk duduk didepan Naomi, Selena pun bergeser memberi ruang kepada Daniel untuk berbicara berdua.
"Aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu" celetuk Selena datar, mendengar celetukan itu kembali memancing emosi Naomi.
"Kamu melakukan ini hanya untuk merebut Jester dari aku!!" timpal Naomi dengan bentakan, namun Selena nampak tidak peduli dan ucapan Naomi membuat Daniel tersulut api cemburu.
__ADS_1
"Jester? jadi benar kamu punya hubungan dengan dia?!" tanya Daniel dengan nada yang agak meninggi, Naomi tidak merespon pertanyaan Daniel dan masih tetap menatap Selena yang terlihat memejamkan matanya sembari melipat kedua tangannya seakan dirinya tidak ingin terlibat dalam pembicaraan keduanya.
"Kali ini apa lagi yang kamu rencakan?!" tanya Naomi masih terdengar emosi, Selena membuka matanya menatap Daniel.
"Daniel, tolong luruskan kesalapahaman dia tentang aku dan kamu!!" Selena sedikit membentak Daniel, Daniel pun memajukan badannya mendekati Naomi.
"Ini bukan rencana Selena dan tidak ada apapun urusannya dengan Selena, aku datang atas keinginanku sendiri. Selena sudah menolak untuk mempertemukanku denganmu tadi, namun aku memohon padanya agar dia membantuku bertemu denganmu disini" jelas Daniel meluruskan kesalahpahaman Naomi, namun Naomi tetap terlihat tidak peduli.
"Aku sudah katakan padamu aku tidak mau sebelum kamu putuskan kontrak itu!!" timpal Naomi kembali membentak Daniel, Daniel memberi gestur meminta maaf didepan Naomi ketika itu.
"Iya aku minta maaf kemarin aku ragu - ragu, aku hanya memikirkan adikku. Biaya pengobatannya akan sangat besar" ucap Daniel dengan penuh penyesalan
"Masalah Becca aku bisa usahakan lewat jaringan Scott Hospital dan kamu tahu itu, kamu hanya tidak ingin segera berpisah dari Sarah kan?!" tanya Naomi menekan Daniel
"Tidak Naomi bukan seperti itu, tolong dengarkan aku dulu. Aku..." ucapan Daniel pun dipotong Naomi
"Aku sudah muak disuruh menunggu!!" kembali dengan bentakan Naomi mengatakannya, Daniel pun tersulut emosi mendengarkan Naomi yang terus menekannya.
"Kamu muak karena kamu jatuh cinta pada pacar sewaanmu kan?!" tanya Daniel dengan sedikit bentakan, pertanyaan itu membuat Naomi tersentak seperti tersadar akan sesuatu. Naomi pun hanya terdiam sesaat menatap wajah Daniel yang saat itu nampak marah, melihat respon Naomi itu Selena tiba - tiba menggebrak meja.
"Kamu!! Jadi kamu beneran jatuh cinta pada kak Jester?!" bentak Selena, Naomi pun tersenyum menatap Selena yang terlihat marah padanya.
"Jatuh cinta pada seseorang itu menghilangkan sepenuhnya sifat baik dan buruk tentangnya" jawab Naomi, Selena dan Daniel pun terlihat bingung dengan yang Naomi katakan.
"Apa maksutmu?" tanya Selena terdengar heran, namun Daniel seperti tahu apa yang akan Naomi katakan dari raut wajahnya yang terlihat panik
"Memang kadang dia bersikap cuek dan menjadi bodoh, tapi saat dia melakukan hal keren sekali saja.... wajahnya, kehangatan tangannya, bentuk matanya, dan semua bagian dari dirinya... kamu tiba - tiba akan mencintai seluruhnya tanpa alasan" Naomi meneruskan perkataannya tanpa mempedulikan pertanyaan Selena, senyuman Naomi terus merekah saat mengatakannya dan membuat Selena terdiam.
"Naomi tunggu... tunggu dulu, kamu tidak boleh..." Daniel berusaha untuk menghentikan Naomi berbicara, namun Naomi memotong dan senyuman Naomi menghilang tiba -tiba. Menatap Daniel dengan penuh amarah, Naomi terlihat tidak memberikan kesempatan Daniel untuk berbicara.
"Hari dimana aku mencarimu sudah berakhir, hari dimana aku menunggumu juga sudah selesai dan hari dimana aku mengharapkanmu sudah tidak ada lagi. Kemana kamu saat aku sudah jatuh cinta padamu? jadi sekarang aku tegaskan lagi, selamat berbahagia apapun pilihanmu. Aku sudah baik - baik saja tanpamu" ucap Naomi memotong perkataan Daniel, mendengar ucapan Naomi membuat Daniel membatu menatap Naomi yang terlihat begitu membenci dirinya.
"Kamu yakin? kak Jester tidak akan memilihmu kalau dia tahu tentang kamu!" timpal Selena dengan sedikit bentakan dan terdengar mengancam, Naomi kembali tersenyum menatap Selena.
"Selena, mungkin kamu lupa... Aku bahkan sudah siap jika Jester benar - benar menjadi milik Camilla, lawanmu bukan aku tapi Camilla dan saat ini kamu malah sibuk menyingkirkan aku yang sejak awal tidak pernah ada dihati Jester" jawab Naomi
"Camilla sudah katakan kalau dia tidak mencintai kak Jester, tapi kamu.. kamu sudah terang - terangan mengatakan mencintai kak Jester" timpal Selena dengan emosi, Naomi pun kembali tertawa kecil mendengar ucapan Selena
"Ooh ya? tanyakan pada Jester kemarin jam delapan malam, dia ada dimana dan dengan siapa" dengan sedikit tertawa seakan mengejek Naomi mengatakannya, Selena pun terkejut dan menebak - nebak maksud dari perkataan Naomi
"Apa... apa kak Jester..." ucapan Selena di potong oleh Naomi
"Camilla datang kerumah kami dan mengajak Jester untuk makan malam bersama, aku heran siapa yang memberikan alamat rumah kami" dengan nada menyindir Naomi mengatakannya, Selena terlihat sangat marah saat mendengar perkataan Naomi
"Apa maksutmu rumah kami?!" tanya Daniel yang masih terlihat syok, Naomi mengalihkan pandangannya menatap Daniel tanpa senyum kembali.
"Ooh kamu belum diberitahu Selena? aku dan Jester tinggal satu rumah karena keputusan orangtua kami, kami juga akan dinikahkan sebelas bulan lagi" jawab Naomi dengan santai terdengar tanpa beban, tangan Daniel nampak bergemetar mengepal kedua tangannya
"Kamu bercanda kan.... Naomi?" tanya Daniel terdengar bergemetar, namun Naomi merespon Daniel dengan menggelengkan kepalanya beberapa kali
"Aku harus memberi pelajaran pada si brengsek itu!!" dengan nada yang terdengar sangat marah Daniel mengatakannya, Naomi menggelengkan kepalanya lagi merespon kemarahan Daniel.
"Jangan.... dia bukan orang sembarangan, dia itu guru bela diri Selena. Kamu tahu kan Selena sekuat apa" Naomi merespon kemarahan Daniel dengan sedikit tawa, Daniel menggebrak meja didepan Naomi.
"Aku gak peduli!! aku akan..." ucapan Daniel dipotong Naomi
"Kamu pasti kalah dan Jester akan melaporkan tindakanmu pada ibuku... Ibu akan memarahiku habis - habisan. Daniel, apa kamu belum puas menyakitiku?" suara Naomi terdengar lirih saat mengatakannya, seakan memohon pada Daniel agar dia tidak melakukan tindakan bodoh.
"Lalu aku harus apa?!!" bentak Daniel, Naomi menghela nafas lalu menundukkan padangannya.
"Maaf, aku tidak tahu harus menjawab apa" jawab Naomi, bersamaan dengan jawaban Naomi itu Selena nampak terkejut menatap seseorang dibelakang Naomi yang berjalan mendekat.
__ADS_1
"Kak Jester...." celetuk Selena dengan nada yang terdengar ketakutan, Naomi pun terkejut dengan celetukan Selena saat itu. Sontak Naomi berbalik dan menatap kebelakang dan menatap Jester, Justin, Luke, Harry dan Grece berada dibelakang Naomi, Daniel langsung berdiri dan menatap Jester dengan penuh amarah namun Jester datar saja menatap Daniel seakan tidak ada masalah diantara mereka berdua.