
"Apa yang kamu tahu tentangku? hakimi aku kalau memang kamu mengerti beban yang aku tanggung!" tegas Selena mengucapkannya kepada Sarah dengan air mata yang berlinang
Malam mendung yang menyelimuti langit, disebuah restoran keluarga yang terletak ditengah kota nampak ramai oleh para pengunjung. Baik bersama keluarga mereka, pasangan mereka, teman mereka, dan hanya untuk menikmati makan malam sendiri, semua begitu menikmati momen - momen bahagia mereka di restoran keluarga itu. Namun tidak untuk dua wanita yang saling bertatapan mata dengan begitu tajam di toilet rumah makan keluarga itu, untuk beberapa saat keduanya masih terdiam setelah kalimat terakhir Selena kepada Sarah.
"Aku tidak pernah bisa memiliki rasa simpati kepada wanita yang berusaha merebut pria dari wanita lainnya, apa lagi mereka adalah teman" celetuk Sarah
"Jika Naomi meninggalkan kak Jester, apa aku masih tidak bisa mendapatkan hatinya?!" tanya Selena dengan bentakan, Sarah pun terdiam sejenak mencoba menerka - nerka arti dari pertanyaan Selena.
"Benarkah.... Naomi akan meninggalkan... Jester?" terbata Sarah bertanya balik pada Selena, dengan gelengan kepala Selena menanggapi pertanyaan Sarah.
"Aku tahu kamu bukan orang bodoh, kamu tidak akan berandai - andai jika memang tidak memiliki kesempatan. Katakan dengan jujur, apa yang Naomi katakan padamu?" tanya Sarah lagi terdengar menekan, Selena membuang muka menghindari bertatapan mata dengan Sarah.
Obrolan keduanya kini nampak seperti perseteruan yang memanas, Sarah dengan sikap dominannya mulai menekan Selena yang tak mau terlihat lemah. Darah Gates yang kental melekat pada Sarah semakin jelas terlihat dari setiap kalimat yang Sarah lontarkan pada Selena, namun Selena dengan keteguhan dan keras hatinya melawan Sarah dengan penuh gejolak.
"Selena!! apa kamu tahu apa yang bisa terjadi pada Jester akibat dari keegoisan mu?!!" dengan bentakan Sarah terus memaksa Selena untuk berbicara
"Naomi mengatakan aku tidak boleh katakan ini pada siapa pun!! aku tidak akan katakan padamu apapun yang terjadi!!" Selena berteriak saat mengucapkannya
"Selena!! kamu mengambil resiko menghancurkan hati Jester!!" bentak balik Sarah
"Aku tahu!! aku tahu itu... tapi... aku... tetap tidak akan mengatakannya padamu..." terbata Selena menimpali bentakan Sarah, tiba - tiba Sarah berbalik hendak keluar dari toilet.
"Aku harus katakan ini pada Jester!" begitu marah Sarah mengucapkannya, tiba - tiba Selena menggenggam lengan Sarah dengan sangat kuat untuk menahannya.
Selena dan Sarah terlibat aksi saling dorong dan jambak yang berlangsung sampai keluar dari toilet, pertengkaran itu menarik perhatian semua orang yang berada disana. Kata - kata kasar terlontar dari mulut keduanya dan tangannya juga saling menjambak rambut satu sama lain, tidak lama Jester, Luke, Harry, Grece dan Justin berlari untuk melerai keduanya.
Jester, Justin, Harry, dan Grece menarik Selena agar menjauhi Sarah, sedangkan Luke menarik Sarah agar menjauhi Selena. Namun keduanya masih tetap ngotot untuk saling menyakiti, bahkan bentakan Jester tidak mereka hiraukan.
"Kalian ini kenapa?!! berhenti!!" bentak Jester sembari terus menahan Selena agar tidak mendekati Sarah
"Maju sini kamu sialan!!" bentak Sarah pada Selena
"Kamu pikir aku takut hah?!!" bentak balik Selena pada Sarah
"Sayang! tenang dulu, katakan ada apa! kenapa kalian tiba - tiba bertengkar seperti ini?!" tanya Luke dan terus menahan Sarah agar tidak mendekati Selena.
"Akan ku cabuti satu per satu rambut jelek mu itu!!!" teriak Sarah tidak menghiraukan Luke
Saat itu dunia seakan milik Selena dan Sarah, kehadiran para sahabat dan juga kekasih seakan tidak berarti apapun. Keduanya masih dengan perasaan marah yang membara saling serang lewat kalimat yang menunjukkan peperangan. Andai saja tidak ada yang melerai bisa saja keduanya sudah beradu jotos bahkan sampai bergulingan dilantai.
__ADS_1
"Kemari lah agar aku bisa membalikkan perkataan mu, dasar gila!!" bentak balik Selena membalas ancaman Sarah
Pertikaian Sarah dan Selena membuat Jester merasa malu kepada pengunjung lain yang ikut menyaksikan tindakan keduanya. Dengan segera Jester memutuskan hal agar Sarah maupun Selena bisa dengan segera dibawa keluar dari restoran agar tidak semakin membuat keributan.
"Harry!! bayar makanan kita dengan dompetku! Luke, bawa saudaraku itu pergi!!" perintah Jester, dengan segera Harry dan Luke melaksanakan perintah Jester tanpa banyak tanya.
Setelah melihat Luke berhasil membawa Sarah keluar, dengan segera Jester menarik Selena untuk keluar dari restoran keluarga diikuti Justin dan Grece. Mereka berempat berhenti tepat didepan mobil mercedes benz C200 milik Selena, disana lah Jester melepaskan tangannya dari tangan Selena. Bersamaan dengan itu, Jester melihat BMW 740Li keluar dari area rumah makan keluarga.
"Apa yang terjadi?! kenapa kalian bertengkar?!" tanya Jester sembari berbalik menatap Selena dibelakangnya.
"Tidak... ada..." jawab Selena singkat dan terbata.
Jawaban Selena membuat Jester tidak puas dan malah semakin emosi. Jester yang tidak pernah melihat Sarah dan Selena berurusan secara langsung berdua pun akhirnya merasa heran dengan kejadian yang menimpa Sarah dan Selena.
"Tidak ada?! itu lebih dari sekedar jawaban tidak ada Selena!" agak membentak Jester mengatakannya
"Jika nanti Sarah berbicara yang tidak - tidak tentangku dan Naomi... kamu lebih percaya padaku atau padanya?" tanya Selena tiba - tiba, pertanyaan itu mengejutkan Jester dan Justin.
Menyebut nama Naomi diantara pertikaiannya dengan Sarah membuat Jester semakin heran dan penasaran. Apa yang sebenarnya Selena katakan hingga membuat Sarah marah dan juga sebaliknya, lalu apa hubungan semua itu dengan Naomi. Tak hanya bagi Jester, bahkan Justin yang mendengar perkataan Selena pun terheran dibuatnya.
"hei hei..... tunggu dulu... konteks kalian keluar dari masalah pribadi" celetuk Justin
"Jawab kak Jester!!" bentak Selena tidak menghiraukan celetukan Justin
"Kaa...k...Kamu..." terbata Selena mengatakannya dan mengantungkan kalimatnya seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Jester hanya menutup matanya sembari membuang muka.
Tidak lama Selena langsung berlari dan masuk kedalam mobilnya, suara deru mesin Mercedes Benz C200 terdengar dan tidak lama Selena langsung memacu mobilnya dengan sangat cepat keluar dari area parkir restoran keluarga. Tidak lama Harry keluar dari restoran keluarga sembari membawa beberapa tas milik Jester, Luke, Sarah, Selena, Grece, Justin dan dirinya sendiri.
"Hei kalian!! setidaknya jangan lupa dengan barang bawaan masing - masing!" terdengar kesal Harry saat mengatakannya, Justin sedikit tertawa dan mengambil tas miliknya juga Grece.
"Ada apa dengan mereka? Aaa~ masak kita akan bubar?" tanya Grece pada Jester
"Hei Jester! ada apa ini?" tanya Harry sembari memberikan tas milik Jester
"Aku tidak tahu, tapi aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Naomi" jawab Jester sambil menatap langit mendung malam itu
"Jess, boleh aku mengkritik mu?" tanya Justin, pertanyaan Justin menarik perhatian Jester, Grece dan Harry.
Ditengah bingungnya semua yang berada disana akan ulah Sarah dan Selena, tiba - tiba saja Justin berkata sesuatu yang seakan menambah beban pikiran Jester. Belum selesai memecahkan teka teki antara Sarah dan Selena, kini Justin malah membuatnya kembali harus berfikir keras.
__ADS_1
"Kritik?" terdengar bingung Jester dengan izin Justin, senyum Justin seakan memastikan bahwa Jester tidak salah dengar.
"Kalian dua pasang sejoli yang sama - sama gagal" celetuk Justin
"Apa maksudmu sayang? aku gak ngerti" tanya Grece bingung, kebingungan Grece pun berbanding lurus dengan Jester dan Harry.
Tanpa memperdulikan Grece dan Harry, Justin menatap Jester dengan tatapan wajah yang serius. Dan mimik wajahnya seolah bersiap melontarkan sebuah kritikan pedas kepada Jester.
"Naomi seperti gagal memahami caramu untuk mencintainya dan kamu sendiri seakan gagal memahami caramu untuk mencintai Naomi" jawab Justin lalu berjalan menepuk pundak Jester
"Dimana letak salahku?" tanya Jester bingung
"Salahmu adalah tidak berhasil menyampaikan perasaanmu pada Naomi, sadari itu Jess. Segeralah sadar sebelum semua terlambat" jawab Justin tegas
"Aku tidak tahu harus berbuat apa!!! kalau kamu memang tahu, katakan padaku!!! aku tersesat dan tidak tahu apa yang...." belum selesai Jester berkata, Justin memotong.
"Kamu gagal memahami caramu sendiri untuk mencintai Naomi, bukankah sudah aku bilang diawal tadi?" tegas Justin memotong ucapan Jester dan membuat Jester terkejut.
Perlahan namun pasti Jester terlihat mulai mencerna setiap kritikan yang Justin utarakan. Kerutan di garis alisnya menunjukkan Jester begitu berusaha keras memahami maksud Justin. Jester dengan segala kebingungannya menghadapi Naomi berharap dengan kritikan Justin akan menemukan solusi akan masalah yang dia hadapi tentang Naomi.
"Kamu benar.... aku hanya menuruti semua keinginannya tanpa bertanya apa itu yang benar - benar dia inginkan.... mengutamakan keinginannya membuatku sendiri menjadi sosok yang rapuh dan tidak pantas untuk menjadi penyangganya..." gumam Jester seakan tersadar dengan perkataan Justin
"Saran ku, temui Naomi. Sampaikan perasaanmu padanya, paksa dia untuk tetap berada disisi mu, dan pastikan Naomi tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pendamping mu" tegas Justin mengatakannya, Jester terdiam sejenak lalu tertawa kecil.
"Sial... aku memang bodoh saat berhadapan dengan cinta, terima kasih sarannya" celetuk Jester, celetukan itu membuat Justin tertawa.
Dua orang yang mendengar percakapan antara Jester dan Justin dengan jelas malah menampakkan wajah yang kebingungan dan bodoh. Mereka adalah Grece dan Harry yang sedari tadi mencoba memahami namun tidak juga mengerti dan malah semakin terlihat kebingungan.
"Kamu ngerti?" tanya Grece kepada Harry
"Tidak, bagaimana denganmu?" tanya balik Harry
"Tidak juga" jawab Grece singkat, lalu keduanya tertawa seakan tidak ingin kalah dari suara tawa Jester dan Justin meski mereka tidak mengerti.
Tidak lama handphone Jester berdering, Jester mengambil handphone miliknya dari dalam tas genggam yang dia bawa dan menatap layar handphone itu. Tertulis nama 'Sarah' yang sedang memanggil, dengan segera Jester mengangkatnya dan meletakkan handphone itu ditelinga.
***
"Jester! Naomi berencana untuk meninggalkanmu!!" ucap Sarah ketika telepon terangkat
__ADS_1
"Apa?" tanya Jester terkejut.
***