Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Curahan Hati


__ADS_3

Senin sore yang mulai terlihat cerah, awan mendung yang menyelimuti sejak pagi hingga siang tidak menghadirkan hujan. Disebuah cluster perumahan dimana Jester dan Naomi tinggal bersama, terlihat BMW 330i terparkir didepan salah satu rumah dengan aksen khas budaya jepang. Tidak lama Justin dan Grece terlihat turun dari mobil lalu segera melangkahkan kaki untuk masuk kepelataran rumah itu, terdengar suara deru mesin sepeda motor yang juga parkir didepan rumah itu sesaat setelah kedatangan Justin dan Grece. Sorot mata Justin dan Grece pun teralihkan menatap Luke dan Harry yang juga baru sampai disana.


"Baru juga diomongin, malah kumpul semua disini" celetuk Justin saat Luke dan Harry baru turun dari sepeda motor itu, Luke hanya berjalan dan melewati Justin begitu saja tanpa kata dengan ekspresi marah lalu masuk kedalam rumah begitu saja seakan itu adalah rumahnya. Sikap Luke membuat Justin dan Grece heran


"Dia sedang dalam mode emosi tinggi, jika ini adalah film maka dia akan segera berubah menjadi monster" celetuk Harry saat melihat Justin dan Grece termenung menatap Luke, perhatian Justin dan Grece pun kini teralihkan menatap Harry.


"Ada apa?" tanya Justin penasaran


"Naomi hampir diperkosa sama Daniel, untung Luna dan Selena mengetahuinya dengan cepat jadi gak sampe kejadian deh" jawab Harry, mendengar berita yang tidak dapat dibayangkan itu membuat Justin dan Grece terkejut. Grece yang biasanya cerewet pun hanya terdiam dan terlihan syok, sedangkan Justin menggenggam pundak Harry dengan keras,


"Jangan bercanda! apa yang kamu katakan itu benar?!" tanya Justin dengan panik, Harry hanya menatap Justin dengan wajah yang serius.


"Wajahku ini tidak menggambarkan seberapa seriusnya aku?" tanya balik Harry


"Gimana keadaan Naomi? lalu apa Jester bisa menahan emosinya? gimana ceritanya?" tanya Justin terdengar panik, Harry hanya menggelengkan kepala.


"Masuk aja, nanti biar kamu petakan sendiri posisinya" jawab Harry dengan tenang lalu menginggalkan Justin dan Grece dipelataran rumah, Justin dan Grece saling bertatapan mata dengan raut wajah yang menunjukkan seberapa syoknya mereka mendengar berita seperti itu. Tidak lama mereka berdua pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju ruang keluarga, dilorong mereka mendengar suara ribut Jester dan Luke yang berdebat.


Saat itu ruang keluarga menjadi tempat yang menegangkan bagi semua yang berada disana, Luke yang paling terlihat dan terdengar emosional begitu menggebu - gebu melampiaskan kemarahannya. Sementara Jester nampak mencoba menahan emosinya agar tidak terpancing kemarahan Luke, Luna dengan rasa khawatirnya mencoba sebisa mungkin menjadi penenang diantara kegaduhan yang terjadi. Perbuatan Daniel tidak hanya menghancurkan Naomi tetapi juga menjadi kemarahan terbesar orang - orang terdekat Naomi, namun fokus Luna saat itu adalah berusaha untuk mementingkan pemulihan mental Naomi saat ini walau perdebatan sulit untuk dihindarkan.


"Aku tidak puas jika tidak membunuhnya!! kelakuan bejat seperti itu tidak akan selesai sampai disini!!" bentak Luke pada Jester


"Aku tidak bisa biarkan itu terjadi" timpal Jester datar walau berat hati dia saat mengatakannya


"Biarkan aku saja yang lakukan! jangan kotori tanganmu dengan menyentuh orang brengsek seperti dia!!" Luke terdengar sangat marah, Jester pun sudah tidak dapat menahan kesabarannya.


"Luke kamu itu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri! gimana mungkin aku rela melihatmu masuk kepenjara!!" bentak Jester pada Luke, Jester saat ini sudah teralihkan kemarahannya karena perkataan Luna dan Selena.


"Kak Luke, kamu harus tenang... yang diinginkan Naomi tidak seperti ini" Luna mengatakannya dengan lembut berusaha menenangkan Luke yang sangat emosi


"Apa yang diinginkan Naomi hah?!! dia pasti akan terus mengingat kejadian ini sampai kapan pun!! gimana perasaannya saat melihat si brengsek itu masih berkeliaran bebas dengan senangnya?!!" tanya Luke dengan bentakan


"Aku tahu... aku juga wanita jadi aku bisa merasakannya... tapi bayangkan kamu masuk penjara dan dia tahu, gimana rasa bersalahnya dia padamu? coba pikirkan itu juga kak" masih terdengar lembut dan berusaha menenangkan saat Luna mengatakannya


"Luke sudahlah, saat ini kita harus fokus untuk menyembuhkan mental Naomi. Dia senang berkumpul seperti ini bersama teman - temannya, setidaknya bangun suasana menyenangkan saat disekitarnya" timpal Jester


"Brengsek!!! aku belum puas menghajarnya!!!" teriak Luke begitu kesal dan marah, tidak lama Selena yang sejak tadi menemani Naomi dikamar berlari menuju ruang keluarga terlihat panik.


"Luna!! Naomi mencarimu!!" teriak Selena, ucapan Selena saat itu mengejutkan semuanya. Terlebih Jester yang merasa heran kenapa Naomi tidak mencarinya dan malah mencari Luna yang merupakan orang baru dikehidupan Naomi.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Jester, Luna, Selena, dan Grece untuk berlari menuju kamar, sedangkan Luke, Harry dan Justin seperti tahu tidak pada posisi mereka untuk menemui Naomi disaat seperti ini. Jester membuka pintu itu dan masuk kedalam kamar diikuti Luna, Selena dan Grece yang berada dibelakangnya, saat itu mereka semua melihat Naomi duduk meringkuk sembari bersandar pada dipan kasur dengan kepala yang nampak tertunduk.


Menyadari beberapa orang masuk kedalam kamar, tatapan mata Naomi terfokus pada Jester. Dengan sorot mata yang terkejut Naomi menatap Jester saat itu, air matanya mendadak mengalir dari kedua matanya. Tidak lama Naomi membuang muka menghindari kontak mata dengan Jester, samar terdengar Naomi seakan bergumam dan hal itu disadari oleh Luna.


"Jangan mendekat" gumam Naomi lirih dan tidak satu pun yang dapat mendengarnya kecuali Luna, saat itu Luna berjalan melewati Jester lalu berbalik menatap Jester dengan senyuman.


"Pergi kak.... Naomi ingin berdua denganku disini..." seperti sudah tahu apa yang Naomi inginkan, dengan lembut Luna meminta pengertian Jester agar meninggalkannya bersama Naomi berdua disana, walau hatinya berat dan ingin terus menemani Naomi saat itu namun Jester memilih untuk mengikuti saran Luna.


"Aku mengerti..." celetuk Jester saat itu dan segera berbalik lalu keluar kamar diikuti oleh Selena dan Grece.


Setelah pintu tertutup rapat, Luna yang sejak tadi menatap pintu akhirnya berbalik dan menatap Naomi yang masih membuang muka. Luna menghela nafasnya dan berjalan mendekati Naomi lalu duduk disebelahnya, tangannya dengan lembut menyentuh rambut Naomi lalu membelainya untuk memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Dilihatnya tangan Naomi yang meremas kuat kedua lengannya, seakan sedang menguatkan hati untuk mengatakan seusatu padanya.


"Kamu harus tetap tinggal disini! kembalilah pada Jester!!!" suaranya begitu berat seperti menahan tangis, tatapan matanya kosong saat mengatakannya kepada Luna. Mendengar kalimat itu untuk kedua kalinya membuat Luna menghela nafas untuk menjaga ketenangannya menghadapi Naomi saat ini.


"Kamu tidak mencintai kak Jester?" tanya Luna terdengar lembut


"Karena aku mencintainya aku lakukan ini untuknya!! aku mencintainya... dan aku ingin yang terbaik untuknya...." suara Naomi pun mulai terdengar serak menahan tangisnya, kalimatnya begitu menekan membuat Luna semakin memahami kondisi Naomi dalam keadaan terberat dalam hidupnya.


"Baik... aku akan tinggal disini dan akan kembali padanya..." dengan lembut Luna menerima permintaan Naomi, tangan Naomi saat itu semakin erat meremas kedua lengannya.


"Terima kasih... dan berjanjilah kamu akan membahagiakannya..." timpal Naomi


"Tidak" tegas Luna mengucapkannya, ucapan tegas Luna membuat Naomi terkejut sampai mengalihkan pandangannya menatap Luna.


"Kak Jester tidak mencintaiku, dia hanya mencintaimu dan jika kamu memintaku untuk kembali padanya.... apa menurutmu dia akan bahagia?" tanya balik Luna saat itu, perkataan Luna membuat Naomi termenung sejenak lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Apa kak Jester sudah tahu tentang keadaanmu?" tanya Luna lagi, Naomi hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali untuk merespon pertanyaan Luna. Naomi begitu memahami maksud dari pertanyaan Luna dan dia hanya bisa pasrah menjawab pertanyaan Luna dengan anggukan kepala tanpa menanyakan darimana dia tahu rahasia terbesarnya.


"Apa katanya setelah tahu?" tanya Luna terdengar penasaran


"Dia ingin pernikahan ini tetap berlanjut..." jawab Naomi


"Lalu apa lagi yang kamu pikirkan?" tanya Luna sedikit menekan


"Aib ku tidak akan selamanya bisa Jester redam, entah kapan Daniel akan kembali melakukan hal bodoh seperti ini... jika aib ini terbongkar, aku akan merusak nama baik keluarga Gates..." jawab Naomi terbata, sejenak mereka kembali terdiam.


"Keluarga besar Gates adalah keluarga terhormat dinegara ini, aku mendengar dari ayah kalau dulu papa rela keluar dari keluarga besar karena ayahku dihina oleh kakek Jester dan demi membalas perbuatan mereka papa dan ayah sampai bekerjasama membangun jaringan hotel dan rumah sakit menggunakan nama keluarga yang sebenarnya sama sekali bukan bidang dari keluarga Gates dan Scott" jelas Naomi pada Luna, saat itu Luna mulai memahami apa yang menjadi beban Naomi.


"Balas dendam dengan gaya ya... membuktikan diri bahwa tanpa bantuan keluarga namun tetap bisa bangkit" sedikit tertawa Luna mengatakannya, namun Naomi tidak meresponnya sama sekali.

__ADS_1


"Aku mengerti, kalau aib mu tersebar maka usaha tuan William menjaga nama baik akan tercoreng dimata keluarga besar Gates.... lalu apa kamu sudah katakan ini juga pada Jester?" tanya Luna penasaran, Naomi menatap Luna dan terdiam untuk beberapa saat.


"Dia mengatakan tidak peduli, tapi dia tidak mewakili suara keluarga besar... aku tidak yakin apakah dia paham dengan beban ini atau tidak, karena dia kadang bertindak bodoh" jawab Naomi, Luna pun tertawa mendengar jawaban Naomi.


"Entah karena aku kenal kak Jester atau memang begitulah sifat kak Jester, menurutku dia benar - benar tidak memahami apa yang sedang dia hadapi sebenarnya" timpal Luna dengan sedikit tertawa, Naomi kembali menundukkan kepalanya.


"Tapi... kak Jester tetap lah kak Jester, meski dia tidak paham tapi aku yakin saat ketakutanmu terjadi maka kak Jester akan tetap berada disampingmu dan melindungimu sekuat tenaga... karena kak Jester sangat mencintaimu dan dia akan melindungimu apapun yang terjadi, bukankah selama ini kamu sudah merasakannya?" Tegas Luna mengatakannya, ketegasan perkataan Luna saat itu membuat Naomi tersadar.


Dalam benak Naomi tiba - tiba teringat bagaimana Jester selalu melindungi dan menolongnya dalam keadaan apapun, mengorbankan diri dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantunya sampai membuat Naomi merasa akan selalu diselamatkan oleh Jester dalam keadaan apapun. Bahkan ketika dia sedang dalam kesulitan sekalipun, hati kecilnya selalu mengharapkan Jester akan segera menolongnya.


"Apa kamu masih meragukan kak Jester akan selalu membantumu? Naomi.... siapa yang kamu ingat ketika kamu ketakutan, kesepian, sedih, dan butuh pertolongan? nama siapa yang kamu teriakkan saat kamu sudah terpojok?" agak menekan saat Luna bertanya, perlahan Naomi mendongakkan kepalanya dengan wajah yang terlihat tersadar akan kebodohannya.


"Jester.... aku selalu membayangkan dia setiap aku terlibat dalam masalah karena kebodohanku..." jawab Naomi datar


"Kamu boleh keras kepala tetap memintaku untuk kembali kepada kak Jester, tapi hati kecilmu selalu menolak dan memberontak untuk melakukannya.... Naomi, siapa yang kamu inginkan sebenarnya untuk menjadi pendamping kak Jester?" Luna kembali menekan Naomi, pertanyaan Luna membuat Naomi tersentak. Bibir Naomi pun seakan berat untuk menyebut nama 'Luna'


"Siapa?" tanya Luna lagi kini dengan suara yang lebih lembut dengan tepukan dipundak Naomi


"Lu..." belum selesai Naomi berkata, Luna memotong.


"Siapa?!" tanya Luna lagi dengan sedikit bentakan


"Aku! aku ingin mendampinginya... aku sangat ingin mendampinginya.... Luna... tolong aku..." berderai air mata Naomi saat mengatakannya, Luna merangkul Naomi dengan lembut sembari membelai rambut Naomi.


"Kamu butuh pertolongan apa? aku akan menolongmu sekuat tenagaku..." ucap Luna dengan lembut


"Luna... aku takut, bayangan kejadian itu selalu menghantuiku bahkan sentuhan - sentuhan itu sulit untuk aku lupakan. Aku benar - benar hancur bahkan aku sampai membenci diriku sendiri dan aku merasa tidak pantas untuk Jester, rasa trauma ini hanya akan menyiksanya. Aku takut jika terus bersamanya aku akan menyakiti hatinya dan menjadi sosok yang tidak dia kenal sama sekali, aku takut.... aku tidak sanggup untuk membayangkan akan menjadi bebannya" seketika tangisan Naomi kembali pecah saat mencurahkan isi hatinya pada Luna, suaranya terdengar begitu lirih dan menyayat hati.


"Aku trauma... trauma parah yang belum pernah aku alami bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya... wanita yang punya trauma tidak pantas untuk siapapun... karena trauma ini akan membuat aku mudah emosi dan terkadang egois" lanjut Naomi, Luna menyadari bahwa kondisi mental Naomi benar - benar dalam tahap yang berbahaya bagi kesehatan mentalnya. Kemudian mereka pun terdiam sejenak, Luna benar - benar berfikir keras untuk membantunya mengatasi trauma.


"Tapi trauma itu bukan tanpa alasankan, itu bentuk pertahanan diri hatimu" ucap Luna ditengah kebisuan sesaat mereka


"Naomi.... dengarkan aku, aku paham apa yang kamu rasakan... kejadian ini pasti akan membekas terus disepanjang hidupmu tapi percayalah padaku Jester pasti akan memahamimu, dia begitu mencintaimu dan dia pasti menerima apapun keadaanmu" dengan lembut Luna mengatakannya, Naomi menggelengkan kepalanya beberapa kali seakan tidak menyetujui perkataan Luna.


"Tidak.... meskipun Jester menerimaku... aku tidak akan sampai hati menjadi bebannya, dia berhak mendapatkan yang lebih baik dariku" dengan terisak - isak Naomi mengatakannya, Luna pun menghela nafasnya sejenak.


"Aku tahu kamu memikirkan itu, kamu tidak ingin merepotkannya... tapi Naomi, orang yang mencintaimu pasti memahami kondisimu dan akan selalu menerima dan menemanimu atau bahkan seseorang itu akan menjadi sosok yang mampu mengobati luka dihatimu. Dan kamu tahu siapa sosok itu, aku yakin" jawab Luna dengan penuh keyakinan, ucapan Luna saat itu membuat Naomi menoleh menatap Luna yang tersenyum menatapnya.


"Siapa...?" tanya Naomi penasaran, pertanyaan bodoh Naomi saat itu membuat Luna tertawa. Rangkulan tangan Luna pun semakin erat sampai bahu mereka menempel begitu erat, tangan Luna membelai rambut Naomi dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu tanya siapa? baiklah... dia pria bodoh yang jika jatuh cinta maka akan menjadi budak cinta bagi wanita yang dicintainya dan memiliki nama dengan huruf depan J" goda Luna dengan suara yang lembut, Naomi kembali membuang muka dan sedikit garis senyum terlihat diwajahnya.


"Ayolah kamu tahu jawabannya, baik... aku akan tambahi huruf E setelah J" Luna kembali menggoda Naomi, kali ini suara tawa kecil samar terdengar dari bibir Naomi yang tersenyum itu. Saat itu Luna terus menggoda Naomi dengan kata - katanya, sesekali tawa kecil Naomi pun terdengar ditelinga Luna dan membuatnya begitu lega karena setidaknya dia berhasil meringankan beban mental Naomi.


__ADS_2