Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Siang hari yang cerah dan panas terik di sebuah cafetaria yang terletak tidak jauh dari fakultas ekonomi sebuah kampus swasta terkenal, terlihat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sedang duduk - duduk di area cafetaria itu entah hanya untuk duduk mengobrol bersama teman mereka, makan siang, ataupun hanya duduk sembari menikmati minuman dingin yang tersedia ditempat itu. Ada satu sudut dari cafetaria itu yang berada dipaling pojok merupakan tempat yang jarang dijadikan pilihan mahasiswa maupun mahasiswi disana untuk sekedar bersantai karena pemandangan yang kurang nyaman, namun pada hari itu terlihat ada delapan orang sedang berada disana dan cukup menjadi perhatian oleh beberapa mahasiswa yang sedang berada didekat mereka.


Jester, Justin, Luke, Harry dan Grece terlihat berdiri dibelakang Naomi sambil menatap Selena dan Daniel yang sedang duduk didepan Naomi ketika itu, Luke dengan raut wajah marahnya saat itu menatap Selena dan Daniel secara bergantian sampai membuat Daniel sedikit ketakutan. Daniel pun berdiri bersiap menghadapi kemungkinan terburuk sembari terus menatap Jester dengan tajam, namun Jester membalas tatapan Daniel dengan raut wajah datar seperti tidak ingin meneruskan konflik diantara keduanya.


"Terima kasih informasinya, Harry" celetuk Luke masih sembari terus menatap Daniel seakan ingin menghajarnya saat itu, Harry menggaruk kepalanya beberapa kali dengan ekspresi wajah yang terlihat kecapean saat mendengar ucapan terima kasih Luke


"Aku kerepotan mengikuti Selena tahu, kalian memberi tugas yang gak mudah buatku" timpal Harry merespon ucapan terima kasih Luke padanya, Selena pun tersentak mendengar ucapan Harry saat itu.


"A.. apa maksutnya? kalian memata - mataiku?" dengan terbata Selena bertanya, namun tidak ada satupun yang terlihat ingin merespon pertanyaan Selena.


"Jester, ini gak seperti yang kamu pikirkan..." ucap Naomi ditengah tegangnya suasana saat itu, Jester mengalihkan pandangannya menatap Naomi masih dengan tatapan datarnya. Naomi tidak dapat menahan perasaan takutnya melihat Jester yang menatap dirinya tanpa ekspresi, dalam benaknya merasa Jester akan marah padanya sehingga perlahan Naomi menundukkan kepalanya menghindari kontak mata dengan Jester.


Ditengah keheningan itu Jester tiba - tiba menarik tangan kanan Naomi dan hendak mengajaknya keluar dari area cafetaria, Naomi pun terkejut ketika tangan Jester menggenggam pergelangan tangannya begitu erat hingga membuat dirinya berdiri dari duduknya dan merasakan sedikit kesakitan namun Naomi tidak berani untuk protes. Daniel yang melihat Jester hendak membawa Naomi pergi, sontak berdiri dan segera menarik lengan kiri Naomi untuk menahan agar Jester tidak membawanya. Jester pun menghentikan langkahnya dan tidak menarik Naomi kembali, namun saat itu Daniel terus menarik lengan kiri Naomi dengan paksa hingga membuat badan Naomi condong ke Daniel.


"Jangan bawa dia pergi!! aku belum selesai bi...." belum selesai kalimat Daniel saat itu, Luke sedikit berlari mendekati Daniel lalu menarik kerah baju Daniel dan mendorongnya sampai menabrak tembok dibelakang. Genggaman tangan Daniel pun terlepas dari lengan Naomi, namun Naomi tidak bereaksi sama sekali dan masih menatap punggung Jester dengan wajah yang ketakutan.


"Lepaskan tangan hinamu dari Aoi brengsek!!" bentak Luke tepat didepan wajah Daniel, Daniel pun berusaha memberontak namun tenaga Luke terlalu kuat untuk Daniel. Luke bergeming dan terus menahan Daniel ditembok itu, keduanya saling bertatapan mata dengan kebencian masing - masing dihati mereka. Harry berjalan mendekati Jester, lalu berbisik ditelinga Jester dengan suara yang pelan.


"Bawa Naomi pergi bro, kami yang akan mengurus sisanya" bisik Harry, Jester menoleh menatap Harry


"Jaga Selena dari sikap kasar Luke untukku, aku tidak tahu apa ini ada hubungannya dengan rencana Camilla tapi... Selena sama berartinya bagiku seperti dirimu dan Luke" bisik Jester kepada Harry, Harry hanya mengangguk dan Jester kembali menarik Naomi keluar dari cafetaria itu. Sedangkan Naomi, dia hanya pasrah mengikuti tarikan tangan Jester yang saat itu menggenggam sangat erat pergelangan tangannya.


Disaat bersamaan Selena ingin meluruskan kesalahpahaman yang mungkin Jester pikirkan, Selena pun langsung berdiri dan hendak mengejar Jester dan Naomi yang akan pergi meninggalkan tempat itu. Namun langkah Selena dihalangi oleh Justin dan Grece, tatapan mata Grece terlihat sangat marah saat itu menatap Selena namun Selena tidak kalah tajamnya menatap Grece.


"Kamu tetap disini!!" bentak Grece, namun Selena tidak terlihat gentar dengan bentakan Grece.


"Minggir!!" bentak balik Selena


"Lebih baik kamu menuruti kami, posisi mu sedang tidak baik dan Jester pasti akan lebih mempercayai perkataan kami daripada alasanmu. Jika kamu diam disini, kami tidak akan memprovokasi Jester untuk membencimu" dengan tenang Justin mengatakannya, perkataan Justin membuat Selena menyadari posisinya yang tidak menguntungkan saat itu lalu Selena pun terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Apa kamu bisa tenang? sebaiknya kamu duduk dulu disini dan biarkan Aoi dan Jester pergi" ucap Harry kepada Daniel, namun Daniel menatap Harry dengan tatapan penuh amarah. Melihat Daniel yang masih emosional, Luke pun kembali menarik kerah baju Daniel dan mendorongnya kembali kearah tembok dengan keras sampai Daniel kesakitan.


"Buka matamu!! kamu tidak punya kesempatan untuk melawan kami!!" bentak Luke kembali didepan wajah Daniel, namun Daniel masih menatap Luke seakan dirinya ingin menantang duel Luke saat itu. Mendapatan tatapan seperti itu emosi Luke semakin memuncak, Luke melepaskan tangannya dari kerah baju Daniel dan kemudian menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Mau duel hah?!" tanya Luke dengan suara berat maskulinnya yang terdengar sedikit membentak, Daniel membenarkan bajunya yang berantakan karena ulah Luke lalu menatap Luke.


"Aku hanya ada urusan dengan Naomi dan tidak denganmu" jawab Daniel, bersamaan dengan jawaban Daniel itu Selena pun kembali berjalan menuju kurisnya dan kemudian dia duduk dengan tenang.


"Kita bukan anak kecil lagi, Daniel duduk" celetuk Selena mencoba mendinginkan suasana, namun Daniel terlihat enggan untuk duduk kembali


"Aku harus...." belum selesai perkataan Daniel, Selena memotong sembari menatap Daniel dengan marah


"Duduk!! kamu yang menyeretku diposisi ini!! setidaknya kamu harus meluruskan kesalahpahaman ini!!!" bentak Selena saat itu, Daniel terdiam sejak menatap Selena dan kemudian dia duduk disebelah Selena. Luke tetap terlihat berdiri disebelah Daniel, sedangkan yang lain duduk dan semuanya menatap Daniel dan Selena seakan sedang menghakimi keduanya.


"Aku luruskan, aku tidak merencanakan apapun dengan Daniel. Dia datang kepadaku dan meminta aku mempertemukan dirinya dengan Naomi, hanya itu dan tidak lebih" ucap Selena memulai pembicaraan, Grece menggebrak meja setelah mendengar alasan Selena.


"Kamu gak usah sok ikut - ikutan urusan Naomi dan pria buaya ini!! biarkan saja Naomi bersama Jester!!" bentak Grece yang menatap Selena dengan tatapan penuh amarah, Justin menepuk pundak Grece agar dia kembali tenang.


"Naomi itu milikku! aku tidak pernah putus dengannya dan hubungan kami..." belum selesai kalimat Daniel, Grece memotong dengan penuh emosi. Menjadi hari yang menyebalkan bagi Daniel karena beberapa kali kalimatnya selalu dipotong oleh teman - teman Jester sebelum dia menyelesaikannya.


"Dasar buaya!! aku sudah dengar apa yang terjadi diantara kalian!! hentikan mengganggu hidup Naomi!! kamu sudah kehilangan dia tahu!!" bentak Grece menatap Daniel, namun saat itu Daniel tidak terima dengan ucapan Grece.


"Naomi tidak akan meninggalkanku!! dia hanya sedang marah padaku dan dia adalah orang yang setia, tahu apa kamu tentangnya?!" tanya Daniel dengan bentakan


"Kenapa? kenapa kak Luke akan..." belum selesai kalimat Selena, Luke memotong


"Karena Camilla telah memberitahu kami tentang kebenarannya namun Jester malah membatu dan menunjukkan kebodohannya didepanku, aku tidak tahan melihatnya bersikap bodoh seperti itu. Jadi aku ingin menghajarnya, namun Naomi menghalangiku dengan tubuh kecilnya yang terlihat rapuh itu" jawab Luke terdengar tenang, Selena pun terkejut dengan jawaban Luke.


"Hei kamu, tahu gak kalau kamu beruntung Luke sudah sedikit jinak sejak dirinya masuk kuliah, jika kamu bertemu dengannya saat SMA dulu aku yakin kamu harus ke dokter ortopedi terdekat" celetuk Harry saat itu menatap Daniel, mata Daniel terlihat berkaca setelah mendengarkan cerita Luke.


"Kamu sudah tidak ada lagi dihatinya, terima saja itu" timpal Justin kembali, raut wajah Daniel terlihat tidak dapat menerima kenyataan itu. Daniel menggebrak meja sembari menundukkan kepalanya, seakan dirinya menyesali semua yang telah terjadi.


"Tidak... aku tidak bisa terima itu.... aku dan Naomi saling mencintai...." suara Daniel mulai serak karena menangis, air mata Daniel terlihat menetes deras melewati pipinya dan jatuh ke ubin didekat kakinya.


"Pria tidak boleh merengek, itu tidak enak untuk dilihat. Semenderita apapun dirimu, diamlah dan bertahan tapi itu kalau kamu bener seorang pria. Yang kamu lakukan bukanlah sifat seorang pria" celetuk Luke saat mengetahui Daniel menangis, setelah mengatakannya Luke berjalan hendak meninggalkan tempat itu.


"Hei Luke, mau kemana?" tanya Harry saat melihat Luke akan pergi

__ADS_1


"Aku kehilangan minatku untuk menghajar pria cengeng ini, aku hanya berduel dengan pria sejati. Sisanya aku serahkan pada kalian" jawab Luke sembari berlalu begitu saja meninggalkan mereka, semuanya terlihat terdiam saat itu melihat Daniel yang menangis penuh dengan penyesalan.


"Sudahlah, gak ada guna juga kamu nangis seperti itu tahu. Naomi dan Jester itu.... apa ya kata yang tepat" ucap Grece yang terdengar ingin menyadarkan Daniel namun dirinya pun terlihat kebingungan, Justin menatap Grece dengan sedikit tertawa.


"Saling membuka pintu hatinya" celetuk Justin menimpali kebingungan Grece, mendengar celetukan Justin itu Grece membenarkannya.


"Naah itu... jadi sekarang dihati Naomi sudah gak ada kamu, pria menyedihkan.... pulang sana" ucap Grece ketus, Justin pun tertawa melihat tingkah Grece.


"Tidak.... Naomi tidak akan tega melakukan itu padaku.... aku sangat mengenalnya...." masih dengan suara seraknya karena menangis Daniel mengatakannya, Justin menggelengkan kepalanya.


"Naomi memang tidak akan meninggalkan orang yang dia cintai" celetuk Justin, mendengar celetukan itu membuat Grece dan Harry terkejut.


"Tapi sayang, yang dicintai Naomi sudah bukan dirimu" Justin meneruskan celetukannya saat itu, Grece pun tertawa mendengar celetukan Justin lalu memukul lengan Justin dengan sangat keras sembari tertawa. Disaat bersamaan Selena terlihat kesal mendengar celetukan itu, kedua tangannya mengepal menahan emosi.


Disisi lain agak jauh dari cafetaria kampus, Jester masih terus terlihat menarik Naomi hingga menuju parkiran kampus. Dengan keheningan diantara mereka berdua sejak awal Jester menemuinya di caferaria hingga sekarang, membuat Naomi ingin berbicara saat itu. Wajahnya yang ketakutan dan masih terlihat pasrah mengikuti tarikan tangan Jester, akhirnya Naomi memberanikan diri membuka pembicaraan diantara mereka.


"Maaf.... maafkan aku Jester.... Jangan kamu laporkan ini ke ibu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan..." dengan suara yang terdengar memelas Naomi mengatakannya, tiba - tiba Jester menghentikan langkahnya walau tetap tidak membalikkan badan menatap Naomi.


"Emang apa yang aku pikirkan?" tanya Jester dengan nada yang terdengar santai, suara Jester saat itu membuat Naomi terkejut. Tatapan mata Naomi yang sedari tadi hanya memperhatikan langkah kaki Jester kini beralih menatap kepala Jester yang perlahan memutar menatap Naomi.


"Hah? aku pikir kamu marah padaku" dengan suara yang terdengar kaget Naomi mengatakannya, Jester menghembuskan nafas yang terdengar keras sembari berbalik menatap Naomi. Wajah Jester kala itu menatap Naomi tanpa perasaan marah ataupun kecewa, hanya tampak tatapan mata yang merasa lega.


"Engga lah, haah... aku cuma berfikir kalau tadi kamu tetap disana dengan keributan seperti itu, penyamaranmu bisa dalam bahaya kan? lalu pertengkaran itu akan menyebar di internet, kita akan disidang lagi sama ibu. Kalau seperti itu, hidup kita sepertinya hanya berputar - putar seperti itu saja" jawab Jester dengan nada yang terdengar lega, namun Naomi terlihat hanya tertegun menatap Jester.


"Apa aku menarikmu dengan kasar? tanganmu sakit?" perlahan Jester melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Naomi dan melihat tangan Naomi memerah dan membekas tangan Jester, dengan panik Jester mengelus - elus pergelangan tangan itu agar peredaran darah Naomi mengalir kembali.


"Waa!! sampai merah seperti ini!! maaf Naomi aku gak sadar!!" ucap Jester panik dan terus mengelus pergelangan tangan Naomi berusaha menghilangkan bekas memerah karena genggaman tangannya, Naomi tersenyum melihat tingkah Jester saat itu.


"Boleh aku anggap impas?" tanya Naomi, mendengar pertanyaan Naomi saat itu membuat Jester mengalihkan pandangannya menatap wajah Naomi dengan heran.


"Hah? impas apa?! tidak tidak, kamu tidak melakukan salah apapun" jawab Jester dengan panik namun terdengar heran dengan pertanyaan Naomi, senyum Naomi pun merekah semakin lebar menatap Jester.


"Terima kasih sudah menyelamatkan ku lagi dari kondisi yang tidak aku inginkan, aku semakin tidak tahu bagaimana cara aku bisa membalas kebaikanmu" suara Naomi pun terdengar senang saat mengatakannya, senyuman itu membuat Jester tersipu malu dan wajahnya pun memerah. Jester membuang muka untuk menutupi perasaan malunya, perlahan Jester melepaskan tangannya dari tangan Naomi dan berdiri tegak sembari menggaruk leher belakangnya.

__ADS_1


"Ti.. tidak usah dipikirkan, yang penting kamu bisa tetap tersenyum seperti ini saja sudah cukup untuk..." belum selesai Jester berkata, Naomi menabrakkan badannya dan memeluk Jester dengan erat. Jester pun terkejut saat itu dan wajahnya semakin memerah, namun Jester membiarkan Naomi terus memeluknya dengan erat saat itu.


__ADS_2