
Minggu pagi yang cerah, matahari terbit begitu indah. Sudah menjadi rutinitas bagi warga cluster perumahan untuk berolaraga sejak pagi hingga menjelang siang disekitar area cluster, kecuali disalah satu rumah yang ditempati oleh Jester dan Naomi. Rumah itu masih terlihat sepi dari aktifitas apapun karena penghuninya masih tertidur, hari minggu menjadi hari yang sangat tepat bagi Jester, Naomi, Luna dan Selena untuk bermalas - malasan.
Diruang keluarga salah satu rumah diarea cluster terlihat Jester dan Naomi masih tertidur saling berpelukan, tidak lama Jester pun membuka matanya dan wajahnya pun langsung memerah saat menatap Naomi yang masih tertidur didalam pelukan. Perlahan Jester melepaskan pelukannya dan menarik tangan yang tertindih oleh tubuh Naomi, namun tiba - tiba Naomi yang saat itu tersadar dari tidurnya kembali memeluk Jester begitu erat.
"Jangan pergi~" pinta Naomi begitu manja, mendengar suara Naomi yang manja seperti itu membuat Jester semakin memerah. Jester pun hanya terdiam dan membelai lembut rambut Naomi, sejenak suara tawa kecil Naomi pun terdengar.
"Ohayou... Darling~" ucap Naomi terdengar manja, Jester pun semakin memerah karena terpesona mendengar suara manja Naomi. Terlebih lagi Naomi memanggilnya 'Darling', suatu panggilan yang tidak pernah dia dapat dari siapapun sebelumnya.
"Kamu tidak mau membalas ucapan selamat pagiku?" tanya Naomi kesal namun masih terdengar manja ditelinga Jester
"Ehem.. Selamat pagi..." sapa Jester berusaha tetap bersikap cool, tangan Naomi yang sejak tadi memeluk Jester pun tiba - tiba dia arahkan keperut dan mencubit Jester.
"AAAaaa!!! Naomi!! sakit!!" rintih Jester kesakitan
"Kamu gak panggil aku 'sayang'?" suara Naomi pun terdengar sebal sambil menatap Jester dengan marah, Jester pun membuang muka.
"Se... Selamat.. pagi.... sa....yang..." dengan suara yang sangat pelan Jester mengucapkannya, namun Naomi tidak puas dan tetap berwajah marah.
"Lebih keras!" agak membentak Naomi mengatakannya, tangannya pun sudah bersiap mencubit perut Jester.
"Selamat pagi sayang!!" Jester pun sedikit berteriak, teriakan itu membuat Naomi pun tertawa lalu mencium bibir Jester agak lama.
"Yuk bangun~" celetuk Naomi setelah melepaskan tautan bibirnya dari bibir Jester, tapi Jester terlihat masih tertegun memandangi Naomi yang tersenyum padanya saat itu.
Naomi pun beranjak keluar dari selimut yang dia gunakan bersama dengan Jester, dengan sedikit berlari Naomi keluar dari ruang keluarga menuju kamar tidur. Setelah termenung untuk waktu yang agak lama, Jester pun akhirnya beranjak dari kasur lipatnya dan segera merapihkan ruang keluarga. Setelah yakin semua rapih, Jester melangkahkan kaki keluar ruang keluarga untuk menuju kamar mandi menjalankan rutinitas paginya. Dilorong utama rumah saat itu Jester melihat Luna, Selena dan Naomi keluar dari kamar bersamaan. Dengan tatapan dan aura permusuhan, Luna, Selena dan Jester langsung berlari menuju kamar mandi.
"Aku duluan!!" teriak Luna sembari berlari menuju kamar mandi
"Aku ini tuan rumah! jadi aku harus didahulukan!!" timpal Jester dan berlari mengejar Luna dan Selena yang berada didepannya
"Karena kamu tuan rumah, harus mengutamakan tamu kak!" balas Selena dan berebut bersama Luna untuk membuka ganggang pintu, tidak ingin kalah Jester pun ikutan berebut ganggang pintu itu.
"Kak! mengalahlah demi wanita!" pinta Luna dengan paksa, namun Jester tidak peduli dan tetap berebut bersama Luna dan Selena.
"Aku sudah tidak tahan lagi!!" Jester pun menolak permintaan Luna
"Kak gentle lah sedikit!! ngalah sama wanita!!" Selena pun memaksa Jester untuk mengalah, disaat itu Naomi yang berjalan berada dibelakang mereka pun menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya mereka berebut seperti anak kecil.
"Haah... kalian ini kayak anak kecil, bagaimana kalau diundi dengan suit?" Naomi pun menawarkan solusi agar tidak terjadi keributan yang tidak perlu, mendengar saran Naomi saat itu membuat Jester, Luna dan Selena pun saling menatap dan mengangguk tanda setuju.
Jester, Luna dan Selena berdiri melingkar dan hendak melakukan suit, beberapa kali mereka melakukan suit dan belum juga muncul pemenang hingga suit kesepuluh mereka akhirnya Jester keluar sebagai pemenang.
__ADS_1
"Hah! rasakan itu!! aku menang dan aku yang pertama kali menggunakan kamar mandi!!" girang Jester karena memenangkan pertempuran itu, tapi Luna dan Selena menatap Jester dengan iba.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Jester heran, senyuman sinis Luna dan Selena membuat Jester merasa seperti keledai yang mudah dibodohi. Jester pun menoleh kebelakang dan berusaha membuka pintu yang sudah terkunci, Naomi saat itu mencuri kesempatan untuk mengambil alih kamar mandi.
"Curang!! Naomi!!! kamu gak boleh melakukan ini padaku!! aku yang menang!!" penuh penyesalan Jester mengatakannya, saat itu Luna dan Selena tertawa sinis mengejek Jester.
"Gapapa!! setelah Naomi maka aku yang akan masuk!! aku masih jadi pemenang!" dengan yakin Jester mengatakannya sambil menatap Luna dan Selena yang berdiri dibelakang Jester, namun senyum sinis Luna dan Selena masih terlihat diraut wajah mereka masing - masing.
"Kak Jester... kamu sangat polos..." dengan helaan nafas Luna mengatakannya
"Polos dan bodoh itu beda tipis loh kak, kamu termasuk yang mana?" tanya Selena terdengar mengejek Jester
"Apa maksud kalian?" tanya Jester dengan heran, Luna dan Selena berjalan mendekati pintu dan mengetok pintu itu dengan lembut.
"Naomi~" dengan lembut Luna dan Selena mengucapkannya, pintu pun terbuka dan Naomi mempersilahkan Luna dan Selena masuk.
"Dadah kak Jester... kami duluan ya..." ucap Luna mengejek
"Kami terlalu pintar untukmu kak" timpal Selena sembari menutup pintu perlahan dan menikmati menatap wajah bengong Jester saat itu.
"Jaaahaaatt!!!" teriak Jester penuh penyesalan
Satu jam Jester merasakan penyiksaan menahan buang air kecil, dia pun meringkuk dilantai depan pintu kamar mandi berusaha menahan agar tidak ngompol. Naomi, Luna dan Selena pun keluar dari kamar mandi dengan senyum bahagia. Tidak butuh waktu lama, Jester pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi itu. Dengan diiringi tawa Naomi, Luna dan Selena akhirnya selesai juga penderitaan Jester pagi itu.
Setelah menyelesaikan keributan saat sarapan, mereka berempat kembali disibukkan dengan kegiatan dekorasi rumah dimana Jester akan mengadakan pesta ulang tahun. Walau sebenarnya ulang tahun Jester masih akan diadakan empat puluh hari lagi, namun karena permintaan Luna akhirnya ulang tahun Jester pun dimajukan. Sudah seperti anjing dan kucing yang disatukan didalam kandang, Naomi dan Luna kembali bertengkar menentukan tata letak dekorasi.
"Haah.... kapan mereka bisa akur?" tanya Jester sembari menghela nafasnya
"Mereka sebenarnya akrab kok, cuma memang lagi berebut dapat perhatianmu aja" jawab Selena tanpa beban, Jester pun menggaruk dahinya beberapa kali.
"Jadi mereka ini dibiarkan gapapa?" tanya Jester lagi, Selena menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil menyuapi Jester cookies yang ada ditangannya.
"Gak apa sih, cobain deh kak gingerbread buatanku..." ucap Selena, tanpa ragu Jester pun langsung menggigit cookies yang ada ditangan Selena.
"Hmm... ya ya ya, enak... rasa jahenya terasa, teksturnya juga lembut" ucap Jester, Selena pun tertawa mendengar Jester yang seakan menjadi juri lomba memasak.
"Seperti dulu ya... saat di festival squere aku menyuapimu parfait, kamu menilai makanan yang aku suapin seakan jadi seorang juri" dengan tawa Selena mengatakannya, Jester pun menaruh tangannya didagu dan bergaya sok cool didepan Selena.
"Yah... akukan memang punya selera tinggi, jadi wajar menilai sesuatu selayaknya seorang profesional" dengan sombong Jester mengatakannya, Selena pun tertawa.
"Aku sangat menikmati momen - momen kebersamaan kita, walau singkat... namun itu sangat berkesan, terima kasih kak" ucap Selena lalu dia pun berjalan meninggalkan Jester untuk menuju kedapur, Jester pun sempat terdiam memandangi Selena yang pergi dalam diamnya.
__ADS_1
Jam demi jam pun berlalu tanpa terasa, sore pun tiba. Terlihat Luke dan Harry yang menaiki sepeda motor saat itu baru sampai didepan rumah Jester dan Naomi, dengan membawa dua kotak besar sebagai kado. Tidak lama saat Luke dan Harry akan masuk kedalam rumah, sebuah BMW 330i pun terparkir didepan rumah itu. Justin dan Grece keluar dari mobil membawa dua kado yang semuanya dipegang oleh Justin, saat itu Luke, Harry dan Justin pun terlihat senang saling bertegur sapa namun Grece terlihat cemberut menatap keduanya.
Dengan sedikit pujian terhadap penampilannya dan permintaan maaf dari Luke dan Harry, Grece pun akhirnya dengan berat hati memaafkan keduanya. Mereka pun dengan heboh masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh Luna dan Selena, lagi - lagi Grece terlihat marah - marah mendapati Selena berada disana. Terjadi sedikit pertengkaran antara Selena dan Grece, namun semua dapat diredam oleh Naomi. Bagaimana pun kemarahan Grece terhadap Selena ya karena Naomi, jadi hanya Naomi yang dapat meredamkan api amarah Grece saat itu.
Tidak lama semua orang yang hadir saat itu berkumpul diruang keluarga, dengan musik yang menyenangkan mengiringi acara, makanan kecil dan berat yang tersaji di sebelah kolam renang, hiasan balon - balon disepanjang lorong hingga ke kolam renang, serta kue ulang tahun yang berada diruang keluarga. Pesta kecil tapi terlihat mewah dan hanya dihadiri orang - orang terdekat, tidak terasa suasana meriah pun tercipta ketika Jester meniup lilin ulang tahunnya. Jester pun saat itu memotong kue ulang tahunnya lalu memberikan potongan kue pertama itu pada Naomi, melihat kemesraan itu membuat yang lain pun menggoda Jester dan Naomi hingga wajah keduanya memerah karena malu.
Potongan berikutnya diberikan berurutan kepada Luna, Selena, Grece, Justin, Harry dan Luke. Dengan bahagia dan penuh canda tawa saat itu mereka menikmati momen ulang tahun bersama, tidak ada kecanggungan diantara mereka semua walau harus diakui beberapa diantara mereka memiliki masalah pribadi. Setelah acara makan - makan selesai, semua dilanjutkan dengan foto bersama dengan sebuah kamera mirrorless. Jester saat itu duduk di sofa didampingi Naomi yang duduk di arm rest kanan serta Luna duduk di arm rest kiri, Selena duduk dilantai depan Jester, Luke dan Harry berdiri disebelah Naomi, lalu Justin dan Grece berdiri disebelah Luna.
Mereka pun berfoto dengan berbagai macam pose, dari serius, konyol, sok cool, dan terakhir bergaya bebas. Setelah puas berfoto, mereka berbondong - bondong melihat hasilnya bersama - sama. Melihat hasil yang aneh pada pose gaya bebas membuat mereka pun serentak tertawa bersama, suasana meriah pun kembali terbangun seketika dengan penuh canda tawa.
Tidak terasa sore pun berganti malam, Justin dan Grece saat itu berpamitan untuk pulang dan tidak lama Luke dan Harry pun menyusul pulang. Jester dan Selena pun mulai membereskan dekorasi rumah, sedangkan Naomi dan Luna terlihat didapur sedang mencuci piring - piring dan peralatan makan lainnya. Ditengah sibuknya Naomi dan Luna saat itu, handphone Naomi pun berbunyi tanda pesan masuk.
"Luna, aku tinggal bentar ya" ucap Naomi sembari berjalan menuju meja makan dan mengambil handphone yang dia letakkan diatas meja. Sebuah pesan masuk di aplikasi Ingramnya, akun Daniel mengirimi Naomi pesan.
***
"Kenapa gak datang menjenguk?" diterima
"Aku ada kesibukan" dikirim
"Ok, aku minta kamu besok pagi datang ke hotel Gates yang berada dikota satelit, aku rasa tidak akan ada yang mengenalimu jika hotel Gates yang disana" diterima
"Mau apa kamu menyuruhku kesana?! dasar brengsek!!" dikirim
"Aku ada photoshoot disana, jadi aku memintamu untuk datang dikala aku senggang. Kamu tahukan akibat kalau kamu tidak menurut?" diterima
***
Naomi pun menaruh kembali handphonenya diatas meja lalu duduk dikursi terdekat, pikirannya pun mulai kacau. Marah, sedih, malu, dan ketakutan bercampur didalam otak, pemikiran yang berlebihan itu membuat tubuh Naomi sampai bergemetar.
"Naomi, apa sabun cucinya masih ada? disini sudah habis" ucap Luna dari kejauhan dan membuat Naomi tersadar dari lamunannya, Naomi pun menatap Luna dari kejauhan.
"Naomi?" tanya Luna lagi setelah melihat Naomi hanya menatapnya dan terdiam, kesedihan Naomi saat itu sangat tergambar dari sorot matanya. Luna pun berjalan mendekati Naomi, namun saat itu Naomi berdiri dari duduknya dan mendekati Luna.
"Kamu kenapa?" tanya Luna khawatir, namun Naomi melewati Luna begitu saja dan segera mengambil sabun cuci piring di sebuah lemari.
"Ini sabunnya" jawab Naomi singkat, Luna pun berbalik dan menatap Naomi yang kembali mencuci piring.
"Naomi... kalau ada masalah, kamu boleh cerita ke aku, apapun... aku akan bantu apapun dan memberi solusi kalau kamu butuhkan" suara Luna pun terdengar lembut mencoba membuat Naomi mempercayainya sebagai teman curhat, Naomi pun menghentikan aktifitasnya lalu tatapan matanya tertuju pada jendela didepan.
"Kamu mau bantu aku apapun itu?" tanya Naomi terdengar sedih, Luna berjalan mendekati Naomi lalu menepuk pundaknya dengan lembut.
__ADS_1
"Apapun... selama aku bisa lakukan, aku akan bantu kamu" jawab Luna dengan tegas, Naomi pun berbalik menatap Luna dengan air mata yang menetes deras.
"Kembalilah pada Jester!!" dengan sedikit bentakan Naomi mengatakannya, Luna pun terkejut mendengar permintaan Naomi.