
"ooh iya... katanya Naomi akan menunjukkan penampilan yang selama ini tidak pernah Naomi tampilkan di ingram loh, apa benar begitu Naomi?" tanya pembawa acara dengan antusias, Naomi tersenyum manis seakan mengiyakan pertanyaan pembawa acara.
"Iya... aku dan kekasihku juga tiga temanku akan melakukan perform di acara ini" jawab Naomi dengan ramah
"Waah seneng dong ya acara ini akan menjadi tempat pertama Naomi untuk melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah ditampilkan sebelumnya, bagaimana penonton dan pemirsa dirumah? apa kalian semangat melihat perform yang akan Naomi tunjukkan?" tanya pembawa acara kepada para penonton yang hadir di studio, terdengar antusias penonton disana menjawab pertanyaan pembawa acara.
"Setelah komersial break ya!!" agak berteriak pembawa acara itu mengucapkannya, penonton pun menunjukkan ekspresi kecewa dan menyoraki pembawa acara. Baik Naomi dan pembawa acara saat itu pun tertawa terbahak - bahak, keduanya kemudian masuk kedalam tirai untuk menuju tempat istirahat mereka masing - masing selama komersial break berlangsung.
Disisi lain disalah satu ruang vvip dimana Evans sedang menjalani perawatan intensif, terlihat Evans tersenyum bahagia sembari mengganti acara kesebuah saluran berita nasional. Senyum bahagia Evans berbanding terbalik dengan Naoko yang terlihat kaget, bingung dan menduga - duga akan sesuatu, Naoko terlihat sedikit gelisah seakan sedang ingin melakukan sesuatu.
"Aku tidak tahu bakat apa yang dimiliki Naomi, Naoko... apa kamu tahu sesuatu?" tanya Evans tiba - tiba, mendengar pertanyaan Evans sedikit membuat Naoko tersentak.
"Tidak Evans san... tapi kita akan segera mengetahuinya kan?" tanya balik Naoko dengan nada yang terdengar senang, Naoko benar - benar berusaha untuk terus bersikap seakan tidak ada apapun yang perlu dikhawatirkan.
"Kamu benar, untuk menghilangkan rasa penasaran aku sampai tidak tahan menunggu iklan yang disiarkan" dengan sedikit suara tawa yang terdengar saat Evans mengatakannya, Naoko membalas tawa Evans sembari berdiri dari duduknya.
"Aku pamit dulu Evans san... ada hal yang harus aku lakukan" ucap Naoko meminta izin pada Evans, dengan wajah kecewa Evans seakan berat untuk memberikan izin pada Naoko.
"Tidak bisakah ditunda? anak kita akan segera melakukan perform yang tidak kita ketahui sebelumnya" nada kecewa jelas terdengar ketika Evans mengucapkannya, Naoko membalas kekecewaan Evans dengan senyum manis yang tergambar jelas diwajahnya.
"Aku akan tetap melihatnya secara streaming, ada hal yang sangat penting harus aku lakukan... bisakah aku pergi sebentar?" pinta Naoko, walau berat hati namun Evans akhirnya menyetujui permintaan Naoko.
"Baiklah, jangan lupa untuk streaming menonton perform Naomi ya" ucap Evans, Naoko pun menundukkan kepalanya lalu segera berjalan keluar dari kamar Evans.
Naoko yang begitu mengenal karakter Naomi merasa ada sedikit kejanggalan dengan wawancara yang ditampilkan dalam live talk show yang dia saksikan dan mencurigai sesuatu yang luput dari perhatiannya membuat Naoko dengan segera mengambil kesempatan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya direncanakan oleh Naomi. Ada perasaan cemas dan takut dalam diri Naoko mengingat kondisi Evans yang memburuk, dia khawatir tindakan Naomi akan memperparah keadaan Evans.
Begitu Naoko menutup pintu kamar Evans, dengan segera Naoko pun berlari hendak menuju parkiran rumah sakit. Namun betapa terkejutnya Naoko saat melihat Marrie yang seakan menghalangi langkahnya untuk menuju parkiran rumah sakit. Naoko mengernyitkan dahinya saat saling bertatapan dengan Marrie, sedangkan Marrie masih dengan senyum khasnya menatap Naoko.
"Apa yang kamu lakukan disini Marrie chan?" tanya Naoko dengan sedikit tekanan
"Hohoho... langsung menekan ku dengan pertanyaan seperti biasanya ya" ucap Marrie, tidak ingin membuang waktu berdebat dengan Marrie membuat Naoko ingin mengabaikan keberadaan Marrie.
__ADS_1
"Aku tidak punya waktu untuk meladeni mu saat ini, aku..." ucapan Naoko pun tergantung ketika dia berbicara sembari hendak terus berjalan meninggalkan Marrie namun Marrie menghalangi langkah Naoko
"Marrie!!" bentak Naoko memberi peringatan pada Marrie
"Maaf Naoko, aku tidak bisa membiarkan kamu pergi sekarang" timpal Marrie, perkataan Marrie semakin membuat Naoko emosi.
"Apa kamu berkhianat padaku, Marrie chan?!" tanya Naoko begitu emosi, dengan gelengan kepala Marrie merespon pertanyaan Naoko.
"Aku dan kamu bekerjasama untuk membuat Jester dan Naomi menikah, ini bukan salah satu bentuk pengkhianatan" jawab Marrie tanpa beban
"Ada apa ini Marrie?" tanya Naoko yang terkejut dengan jawaban Marrie dan menduga Marrie sudah lebih dulu tahu tentang rencana Naomi, dengan helaan nafas Marrie seakan bersiap untuk mengatakan yang sedang terjadi pada Naoko.
"Ingat pembicaraan kita tentang Naomi? aku ingin Jester menuntun Naomi untuk menjadi dirinya sendiri. Bukankah kita sudah sepakat untuk itu?" tanya balik Marrie saat itu
"Ini bukan saatnya! keadaan Evans..." belum selesai Naoko berbicara, Marrie memotong.
"Ini kesempatan terbaik agar Evans mengenal anaknya dengan baik, aku tidak menyalahkan didikan mu kepada Naomi... hanya saja aku tidak ingin Naomi mendidik anaknya yaitu cucuku seperti kamu memperlakukan Naomi" timpal Marrie
"Kamu tidak tahu ada apa dibelakang itu!! kamu tidak berhak untuk mengatur bagaimana aku mendidik Naomi!!" bentak Naoko penuh emosi
"Maaf Naoko" tegas Marrie saat itu
Keduanya terlibat aksi saling dorong dimana Naoko tetap memaksa untuk bisa pergi dari rumah sakit Scott untuk menuju Werner Tower, sedangkan Marrie dengan sekuat tenaga berusaha terus menghalangi Naoko agar tidak mengganggu rencana Jester dan Naomi.
Sementara itu disaat bersamaan dengan Naoko dan Marrie yang sedang bertengkar, William mengendap - endap masuk kedalam kamar Evans yang membuat Evans heran dan bingung atas kedatangan William. Pertemuan yang tidak diduga itu ditemani suara pembawa berita dari televisi yang masih menyala, keduanya saling tatap dalam diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya Evans memecahkan keheningan.
"Ada apa ini Will?" tanya Evans heran dan sedikit senyum menatap William
"Ada yang harus aku kerjakan dan ini membutuhkanmu atas permintaan Jester" jawab William, jawaban William semakin membuat Evans terheran.
"Aku sedang menunggu perform dari Naomi, tidak bisakah menunggu setelah me..." belum selesai Evans berkata, William memotong
__ADS_1
"Itu tujuanku kemari, kamu harus segera ikut aku untuk melihat perform Naomi secara langsung. Karena setelah acara itu maka Naomi akan mengatakan kejujuran kepadamu" timpal William
Ditengah kebingungan Evans, tiba - tiba terdengar suara dari televisi yang menayangkan breaking news. Suara musik breaking news itu membuat William dan Evans serentak mengalihkan pandangannya menatap layar televisi, sesuatu berita yang mampu menghentikan acara ditengah - tengah siaran yang sedang berlangsung tentu saja membuat William dan Evans penasaran.
Disaat bersamaan ketika itu, di Werner Tower yang salah satu studionya terlihat ramai oleh kru televisi. Semua orang yang berada ditempat itu mulai saling berdesas - desus membahas sesuatu yang sedang hangat, baik itu para kru televisi, penonton yang hadir, bahkan orang - orang lain yang kebetulan sedang berada didalam tower itu. Namun kehebohan itu tidak terasa disebuah ruangan make up room tempat Jester, Naomi, Luke, Harry, Grece dan Justin berada. Jester yang masih terdiam seakan sedang memisahkan diri dari kelima temannya yang asyik mengobrol membuat suasana sedikit canggung terasa.
Tidak lama setelahnya salah satu kru berlari dan membuka pintu make up room dengan begitu keras sampai mengagetkan Jester, Naomi, Luke, Harry, Grece dan Justin, serentak mereka melihat kru yang membuka pintu dengan wajah yang terkejut. Dengan perasaan marah Grece berjalan mendekati kru itu, bagaimana pun apa yang dilakukan kru itu dapat merusak citra acara yang dipegang oleh Grece.
"Apa kamu tidak diajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk kedalam ruangan?!!" bentak Grece dengan begitu emosi, untuk sejenak seorang kru itu tidak menjawab Grece karena sedang berusaha mengatur nafasnya yang terengah - engah.
"Ma... maaf.. hah...hah... nona Grece ini penting dan sudah menjadi breaking news di media lainnya... hah... hah..." jawab seorang kru dengan nafas yang terengah - engah itu kepada Grece sembari memberikan sebuah tablet kepada Grece, dengan kasar Grece menarik tablet itu dari tangan kru.
"Apa yang bisa mengalahkan acara ku disaat seperti ini?!! awas aja sampai gak penting, aku akan pecat kamu!!" ancam Grece sembari memperhatikan layar yang memperlihatkan streaming acara breaking news.
Jauh dari hiruk pikuk dan keriuhan kehidupan perkotaan, disalah satu sudut desa terpencil dan kumuh. Didalam sebuah kamar yang kecil dengan lampu yang tidak menyala sehingga terangnya ruangan sempit itu hanya berasal dari cahaya matahari yang menembus jendela kamar dengan tirai yang sedikit terbuka.
Seorang gadis duduk dimeja belajarnya menatap sebuah buku yang penuh coretan sembari memegang sebuah ballpoint hendak mencoret salah satu tulisan yang ada didalam buku itu, dia adalah Camilla dengan senyum licik yang tergambar di bibirnya seakan ada sesuatu yang membuatnya bahagia dan berhasil dia capai dengan sempurna
"Three.... Two.... One....." gumam Camilla lalu mencoret tulisan disebuah buku dengan ballpoint yang dia pegang sedari tadi.
***
Breaking news!!
"Selamat siang pemirsa, kami hadir mengganggu acara sejenak untuk menyampaikan sebuah berita dengan viral nya beberapa foto yang tersebar di dunia maya" ucap pembawa acara berita itu
Tidak lama beberapa foto terpampang jelas dilayar televisi yang memperlihatkan foto - foto Naomi dan Daniel yang sedang bermesraan, dibeberapa foto terlihat jelas sebuah gambar yang memperlihatkan Daniel dan Naomi sedang berada disebuah kamar hotel hanya dengan menggunakan handuk, ada juga yang menggambarkan berada dibalik selimut seakan keduanya sedang tanpa mengenakan busana, bermesraan diberbagai kesempatan dan juga sangat terlihat jelas kedekatan diantara keduanya yang menunjukkan adanya hubungan spesial.
"Sebuah foto tersebar di dunia maya yang menggambarkan tentang kedekatan hubungan yang masih patut diduga sebagai Naomi Scott calon istri dari Presiden Direktur Jester Gates dari Gates Corp Family bersama dengan mantan Selebgram terkenal Liam Daniel. Hal ini seperti mempertegas foto yang pertama kali menyebar tentang kedekatan keduanya namun berhasil diredam oleh Naomi Scott, tapi kali ini apa yang akan dilakukan olehnya setelah foto yang begitu jelas ini tersebar. Kejatuhan saham Gates Family Grup tidak akan dapat dihindari dengan adanya berita ini jika Presiden Direktur Jester Gates masih menjabat sebagai pemimpin perusahan terbaik dan terkuat selama ini akan menikahi seseorang yang memiliki skandal yang begitu memalukan seperti ini" ucap narasi dari berita tersebut
***
__ADS_1