
Sore hari yang cerah, disebuah gedung perkantoran yang menjadi tempat Arielle Corp beroperasi. Terlihat Jessica memberi pengarahan kepada beberapa pegawainya untuk mendesain berbagai jenis baju, disebelah Jessica saat itu nampak Camilla mencatat semua pokok perkataan yang Jessica ucapkan. Sesekali ada pegawai yang meminta Camilla untuk membacakan lagi perintah Jessica kepadanya, dengan lembut dan senyum merekah Camilla menjelaskan kembali perintah Jessica.
Agak jauh dari posisi Camilla terlihat Sarah dengan wajah cemberut menatap Camilla dari kejauhan, menyadari dirinya sedang disorot oleh Sarah membuat Camilla ketakutan. Kepalanya menunduk dan hendak pergi menjauhi sorot mata Sarah, menyadari Camilla yang tiba - tiba lari menjauh membuat Jessica mencari - cari sebab kenapa tiba - tiba Camilla pergi dari tempat itu.
Wajah Sarah yang nampak marah membuat Jessica tahu sebab Camilla pergi, dengan helaan nafas Jessica mencoba memberi gestur tangan untuk menarik perhatian Sarah dari kejauhan yang masih terus menatap kemana Camilla pergi. Sarah mengernyitkan dahi saat menyadari ibunya seakan menegur apa yang Sarah lakukan, dengan sedikit hentakan kaki Sarah mendekati ibunya itu.
"Sayang sudah donk, dia bekerja dengan baik kok" celetuk Jessica ketika Sarah baru saja berada didekatnya
"Apa posisinya sampai harus menempel dengan mama?! tidakkah ada kerjaan lain yang harus dia kerjakan?! apa dia ingin jadi penjilat dengan menampakkan jika dia itu pekerja yang rajin?!" tanya Sarah dengan tegas dan penuh amarah, Jessica tersenyum lalu mengelus kepala Sarah beberapa kali.
"Maafkan mama kemarin membentak dan meneriaki mu... sudah ya marahnya" dengan lembut Jessica mengatakannya, namun Sarah tetap menunjukkan ekspresi marahnya menatap Jessica.
"Mama tidak pernah memarahi dan membentak ku seperti itu!" terdengar kesal Sarah mengucapkannya, Jessica pun tertawa mendengar protes anak semata wayangnya itu.
"Cantik.... maafin mama ya..." lembut Jessica mengatakannya, Sarah pun memeluk ibunya dengar erat sembari menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Aku pingin mama buatkan tim untuk kostum manggung Luke dan teman - teman" celetuk Sarah sembari melepaskan pelukannya
"Kirim gambarnya" timpal Jessica
Sarah mengeluarkan handphone miliknya dan membuka aplikasi ChatMe lalu mengirimkan desain kostum yang akan digunakan Jester, Luke, Harry, Grece dan Justin untuk manggung, Jessica yang melihat desain itu di handphone miliknya kemudian terlihat heran lalu segera menatap wajah Jessica penuh keheranan.
"Ada apa ma?" tanya Sarah
"Sederhana sekali, ini desain mu?" tanya balik Jessica, dengan suara tawa malu Sarah merespon pertanyaan Jessica.
"Ehehehe... sengaja dibuat sederhana karena.... besok malam sudah harus bisa digunakan" jawab Sarah tanpa beban, mendengar jawaban Sarah membuat Jessica marah.
Seketika Jessica memikirkan untuk menambah jam kerja pada karyawannya agar dapat memenuhi permintaan Sarah yang sangat mendadak itu.
"Haah?!! kamu bercanda kan Sarah?!!" dengan nada suara yang terdengar panik Jessica mencoba memastikan jika Sarah sedang bercanda
"Aku serius mama~ tolong ya mama~" terdengar manja Sarah mengucapkannya
Jessica pun panik lalu segera mengumpulkan beberapa karyawan terbaiknya untuk segera memulai proyek membuat kostum band Jester dan teman - temannya, dengan terpaksa Jessica meminta beberapa karyawan untuk lembur demi menyelesaikan permintaan Sarah. Diantara karyawan - karyawan itu, Camilla juga dilibatkan oleh Jessica walau tentu saja Sarah tidak suka dengan penunjukkan itu. Namun Sarah hanya bisa diam dan membiarkan Camilla untuk membantu Jessica, wajah kesalnya selalu dia tunjukkan setiap melihat Camilla berbicara dengan Jessica.
Sore berganti malam, tepat pada pukul 23.00 semua karyawan terlihat mulai meninggalkan gedung kantor Arielle Corp. Gedung itu berangsur mulai terlihat sepi, tersisa Jessica dan Sarah yang masih menyelesaikan beberapa detail kecil di ruangan direktur utama. Nampak antara Sarah dan Jessica saling berbagi pemikiran agar kostum itu semakin keren dan bagus, hingga jam menunjukkan pukul 00.00 tengah malam.
"Huuuaaam.... mama ngantuk, ayo pulang" ajak Jessica kepada Sarah
"Duuh capek" celetuk Sarah sembari meregangkan tubuhnya, Jessica pun menatap Sarah dengan kesal.
"Gara - gara siapa kita sampai seperti ini hah?!" sindir Jessica kepada Sarah, dengan senyum manis Sarah merespon sindiran Jessica.
__ADS_1
Keduanya pun membereskan beberapa ballpoint, penggaris, dan juga kertas - kertas yang berserakan, setelah semua dirasa beres, Jessica dan Sarah keluar bersamaan. Diluar ruangan yang gelap itu, ada sebuah meja yang masih nampak menyala. Nyala lampu itu menarik perhatian Jessica dan Sarah karena tidak ada siapapun yang terlihat sedang menggunakan meja itu, tapi tiba - tiba terlihat kepala yang muncul dari bawah meja lalu kembali menatap beberapa kertas diatas meja.
Perlahan Jessica dan Sarah berjalan mendekati sosok yang masih bekerja itu dan didapatinya Camilla sedang meneruskan pekerjaannya yang seharusnya dia kerjakan keesokan harinya, karena terlalu serius dengan apa yang Camilla kerjakan sampai Camilla tidak menyadari jika Jessica dan Sarah sudah tepat berdiri dibelakang Camilla untuk memperhatikan apa yang dia kerjakan sampai saat ini.
"Camilla" sapa Jessica dengan lembut agar tidak mengagetkan Camilla, namun Camilla tetap terkejut sampai menjatuhkan beberapa benda diatas meja hingga berantakan.
"AAaaaa" teriak Camilla karena terkejut sembari berbalik menatap Jessica dan Sarah yang berada tepat dibelakangnya
"Aah maaf... aku tidak sadar jika masih ada orang disini, aku pikir tadi... hantu..." penuh penyesalan Camilla mengucapkannya sembari menundukkan pandangan menghindari kontak mata dengan Sarah.
"Ahahaha... kamu ini ya, mana ada hantu. Kenapa gak pulang? sudah malam" dengan sedikit tawa Jessica mengatakannya
Jam lembur karyawan telah berakhir, tetapi Camilla tetap berada di kantor dan itu membuat Jessica merasa tidak nyaman dan iba kepada Camilla.
"Aku... belum lelah dan kesepian jika pulang, jadi aku rasa aku ingin menyelesaikan tugasku sebanyak mungkin agar besok dapat mengerjakan hal lain" jawab Camilla terbata
Tentu saja jawaban Camilla memantik emosi Sarah yang masih membencinya, dengan wajah yang terlihat tidak suka Sarah memberikan sindiran yang membuat Camilla tidak nyaman telah mengutarakan alasannya tetap berada di kantor
"Huh... penjilat" sindir Sarah dengan sinis
"Sarah" tegur Jessica sedikit emosi
"Maaf... aku tidak ber.." belum selesai berkata, Jessica memotong.
"Jangan lupa untuk memasukkan data jam lembur mu, aku dan Sarah pulang dulu ya" timpal Jessica dengan lembut, Camilla hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan Jessica.
"Anak baik, ayo Sarah kita pulang" ajak Jessica kepada Sarah
"Mama dulu aja, aku ingin bicara dengannya" dengan tegas Sarah mengatakannya, mendengar perkataan Sarah membuat Camilla terkejut dan bergemetar ketakutan.
Jawaban Sarah membuat Jessica cemas, Jessica takut sesuatu yang buruk akan dilakukan oleh Sarah kepada Camilla. Sampai saat ini pun Jessica masih merasa jika putrinya sangat membenci Camilla, adanya darah Arthur Gates yang kental mengalir di diri Sarah menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi Jessica jika Sarah akan nekat mencelakai Camilla, terlebih lagi korban dari kejahatan Camilla adalah Naomi yang merupakan sahabat Sarah dan pasangan dari saudaranya sendiri yaitu Jester.
"Sarah!" tegur Jessica dengan sedikit bentakan, Sarah mengalihkan pandangannya menatap Jessica.
"Aku tidak akan kasar, janji" ucap Sarah dengan tegas, namun Jessica tidak mempercayai perkataan Sarah begitu saja.
"Kamu berdarah Gates, mana mungkin mama percaya kamu akan lembut padanya. Pulang sekarang" tegas Jessica mengucapkannya namun dibalas dengan ekspresi cemberut yang Sarah tampakkan kepadanya.
"Mama aku janji akan bersikap manis, mama pantau saja dari CCTV" berusaha meyakinkan Sarah mengucapkannya, untuk sejenak Jessica terdiam lalu seakan menyetujui permintaan Sarah.
"Baik, kalau kamu berbohong maka mama tidak akan meneruskan kostum ini" ancam Jessica kepada Sarah, Sarah pun menyetujui perkataan Jessica dengan anggukan kepala.
Jessica berpamitan pada Sarah dan Camilla, kemudian dia meninggalkan keduanya di kantor itu. Didepan lift tidak jauh dari posisi Camilla dan Sarah, Jessica saat itu menunjukkan layar handphone miliknya yang memantau keduanya dari CCTV untuk mengancam Sarah. Dengan acungan jempol Sarah merespon ancaman Jessica, lalu pintu lift pun terbuka dan Jessica menuju lantai dasar untuk pulang.
__ADS_1
Didalam sebuah rungan yang Luas dengan cahaya lampu seadanya karena memang jam kerja sudah berakhir, juga terpasang banyak CCTV yang terhubung dengan handphone milik Jessica sebagai pemilik Arielle Corp. Dua wanita muda tampak seperti perang dingin ditengah dinginnya suhu di ruangan itu karena nyala AC. Camilla duduk tertunduk dengan badan yang sedikit bergemetar, sementara Sarah berdiri dengan tegap dibelakang Camilla dengan tatapan mata yang fokus pada punggung Camilla.
"Ada apa?" tanya Camilla dengan suara yang terdengar bergemetar
"Jester memintaku untuk membiarkanmu hidup damai disini, apa kamu tahu apa artinya itu?" tanya balik Sarah pada Camilla, dengan gelengan kepala Camilla merespon pertanyaan Sarah.
"Aku akan menurutinya karena Jester bilang semua ini demi Naomi" tegas Sarah mengatakannya
"Terima kasih" dengan datar Camilla mengucapkannya, Sarah menarik salah satu kursi untuk duduk disebelah Camilla. Kejadian itu membuat degup jantung Camilla semakin kencang dan wajahnya mulai tidak tenang.
"Apa yang kamu pikirkan sampai meminta tolong pada Jester?" tanya Sarah penasaran dengan sedikit tekanan, pertanyaan yang mampu membuat Camilla tersentak namun Camilla memilih untuk tetap diam tanpa kata.
"Hei! aku bertanya padamu!!" bentak Sarah sambil menatap wajah Camilla dengan sinis.
"Darimana kamu tahu aku minta tolong pada Jester?" tanya Camilla dengan suara yang bergemetar, Sarah tersenyum sinis setelah mendengar pertanyaan Camilla.
"Hah! benar dugaan ku, aku memang menduga kamu memohon pada Jester untuk mendapatkan perlindungan" dengan nada yang terdengar merendahkan Sarah mengucapkannya, Camilla pun berbalik menatap mata Sarah.
"Kamu menjebakku?!!" tanya Camilla dengan emosi namun badannya masih bergemetar.
"Apa yang kamu janjikan pada Jester?! tubuhmu?! hah! dasar murahan!" dengan bentakan Sarah mengucapkannya.
Sebuah kalimat yang berhasil membuat Camilla merasakan getaran hebat pada tubuhnya, kedua tangannya tiba - tiba meremas dengan kuatnya namun hatinya merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Tolong tinggalkan aku... biarkan aku memulai hidupku dari awal...." terbata Camilla mengucapkannya
"Kamu tidak pantas mendapatkan itu!!!" bentak Sarah sembari menggebrak meja kerja Camilla dan tidak lama suara nada dering handphone Sarah berdering, Sarah mengambil handphone dalam tas lalu menatap layar handphonenya dan mendapati nama "Mama" yang meneleponnya.
"Beruntung sekali kamu bisa mendapatkan perlindungan Jester dan mama, jika tidak aku sudah menghancurkan mu menggantikan Jester" ucap Sarah sembari kembali memasukkan handphone itu kedalam tas, dengan segera Sarah meninggalkan Camilla.
"Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesali semua" celetuk Camilla, celetukan itu membuat Sarah menghentikan langkahnya yang baru beberapa kali berjalan lalu berbalik menatap Camilla yang berdiri dan memandangi wajah Sarah.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu paham jika aku menyesal?! aku tidak keberatan jika kamu memintaku untuk mencium kaki Naomi untuk meminta maafnya, tapi aku terhalang perintah Jester yang menyuruhku agar menutupi keberadaan ku dari kalian teman - teman Jester!!" dengan teriakan yang pilu Camilla mengatakannya, Camilla terdiam sejenak dengan nafas yang terengah - engah
"Aku..... aku sudah berfikir untuk mengakhiri hidupku malam itu.... tapi entah mengapa aku teringat Jester dan tanpa sadar aku melajukan mobilku menuju rumah Jester.... lalu aku mendapatkan uluran tangannya... aku tidak dapat mempercayai ini... aku sungguh tidak percaya semua kebaikan Jester ini akan terjadi padaku..." terbata Camilla saat mengucapkannya, air matanya pun menetes deras dan tidak mampu lagi dia tahan.
Sarah mendengar kalimat Camilla yang dipenuhi kesedihan pun akhirnya mulai merasakan sesuatu hal yang terjadi pada hatinya namun tak mampu dia jelaskan dan dengan berdiam memilih untuk mendengarkan perkataan Camilla dengan baik.
"Tapi kamu benar.... aku tidak pantas mendapatkan ini...." tiba - tiba garis senyum Camilla terlihat walau masih dengan air mata yang membasahi setiap sudut matanya, tangannya yang sedari tadi berada dibelakang punggung pun perlahan dia arahkan ke depan.
Betapa kagetnya Sarah melihat tangan Camilla yang memegang gunting yang dia arahkan kepada tubuhnya, namun senyum Camilla terlihat semakin merekah menatap Sarah.
"Sampaikan salam ku padanya dan katakan juga.... terima kasih..." ucap Camilla dan bersamaan dengan tangannya hendak menghunus gunting kearah perutnya.
__ADS_1