Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Pembentukan Band Baru


__ADS_3

Siang yang masih mendung pada hari itu, mahasiswa dan mahasiswi di sebuah fakultas terlihat berjalan melewati taman tengah kampus dan berbisik - bisik satu dengan lainnya membicarakan keributan yang baru saja terjadi. Jester yang duduk bersandar pada sebuah pohon sambil menunduk ditemani oleh Naomi yang berada di hadapannya sembari menggenggam tangan Jester begitu erat, Luke dan Harry berdiri agak berjauhan dan terdiam dengan tatapan kosong dan diraut wajahnya dipenuhi rasa bersalah, Justin dan Grece pun dengan tatapan kosong hanya terdiam. Beberapa saat keheningan itu terjadi Grece berjalan mendekati Jester dan Naomi lalu berjongkok didekat keduanya, Grece mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk memecah suasana canggung itu.


"Aku minta maaf Jester.... kata - kataku tidak pantas... aku tidak terlalu mengenal dirimu tapi sekarang aku paham dan rasa sakit hatimu itu... duh sudahlah... intinya aku minta maaf dengan tulus, maafin aku ya" ucap Grece dengan suara yang lembut, Grece yang paling merasa bersalah saat ini karena telah memulai insiden yang terjadi pada hari ini.


"Tidak apa, aku rasa aku lebih siap untuk patah hati keduaku" Jester mengatakannya sambil menatap langit yang mendung, mendung pada hari itu terasa seperti gambaran suasana hati Jester.


"Berhenti berfikir seperti itu bodoh, aku akan selalu berada disampingmu dan membantumu untuk bangkit kembali"  Luke mengalihkan pandangannya menatap Jester, namun Jester hanya terdiam menatap Luke dengan tatapannya yang terlihat sangat sedih.


"Itu benar, kamu masih punya kami kan. Kita ini Three Musketeers, satu untuk semua dan semua untuk satu" dengan semangat Harry mengatakannya sambil berjalan mendekati Jester, Harry menyodorkan tangannya untuk membantu Jester berdiri. Jester menyambut tangan Harry kemudian berdiri mengikuti tarikan tangan Harry, Naomi ikut berdiri dengan posisi masih menggenggam erat tangan Jester dan memandangi wajahnya.


"Kami juga akan membantu Jester, kami tidak akan membiarkan kamu merasa sendirian!! benarkan sayang?" Grece yang ikut berdiri terlihat bersemangat sambil menatap Justin dan seperti memberi kode pada Justin agar ikut menemani Jester, Justin pun tertawa dan mengangguk beberapa kali menyetujui ajakan Grece.


"Kalian yang menghancurkan dan kalian juga yang akan membangun kembali, kalian ini bodoh ya? tapi terima kasih semangatnya" Jester tersenyum menatap teman - temannya yang terlihat antusias untuk membantu Jester move on, mendadak Naomi meletakkan tangan Jester dekat dengan bibirnya sambil terus menggenggamnya dengan erat.


"Libatkan aku juga ya Jester" dengan senyuman manis dan nada yang lembut Naomi mengatakannya, Jester menatap Mata Naomi yang terlihat sangat tulus untuk membantu Jester lalu Jester pun tersenyum lebar.


"Tolong aku ya" ucap Jester spontan, wajah Naomi memerah mendengar ucapan spontan Jester ketika itu. Naomi merasa akhirnya Jester membutuhkannya dan memiliki kesempatan untuk membalas budi pada Jester yang telah menyelamatkannya berkali - kali, Naomi pun tersenyum bahagia menatap Jester.


Suasana mendadak menjadi hangat dengan suara tawa mereka berenam, senyuman merekah diwajah mereka masing - masing menjadi gambaran akan semangat baru yang akan mereka jalani setelah kejadian siang itu. Sembari terus mengobrol, melempar ejekan, dan bercanda bersama, keenamnya terlihat membaur dengan sangat baik. Luke, Harry dan Jester yang terlihat paling heboh saat itu, namun pemandangan itu tidak aneh jika mengingat mereka adalah Three Musketeers kita yang konyol. Hingga beberapa menit yang penuh dengan canda tawa akhirnya mereka sempat terdiam beberapa saat, sampai Grece kembali memecah keheningan.


"Aaah iya... lalu Naomi mau bicara apa?" tanya Grece, Grece teringat alasan dia berada di taman kampus siang itu.


"Duuh aku sampai lupa tujuanku, Baiklah dengarkan Grece Justin. Aku ada permintaan khusus pada kalian" jawab Naomi yang tersadar akan tujuannya mengumpulan Justin dan Grece hari ini ditaman kampus, wajah Naomi seketika menjadi serius. Luke dan Harry saling menatap dan keduanya secara hampir bersamaan berdiri dari duduknya


"Apa gak masalah aku dan Luke ikut mendengarkan? kami berdua akan pergi dari sini kalau kami mengganggu" tanya Harry sembari menatap Naomi, belum sempat Naomi menjawab Jester menimpali dengan memberi gestur agar Luke dan Harry kembali duduk dengan santai.


"Aku membutuhkan kalian kali ini" timpal Jester yang menatap keduanya secara bergantian, Luke dan Harry terlihat bingung namun keduanya hanya menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Jester.


"Tentang tawaran untuk festival band.... Aku telah berfikir matang - matang dan aku rasa aku ingin tampil sebagai Naomi" ucap Naomi namun nadanya sedikit ragu, Justin dan Grece pun terkejut tapi keduanya terlihat tidak kompak kali ini. Grece terkejut senang mendengar ucapan Naomi, sedangkan Justin terkejut dengan perasaan khawatir.


"Be...benarkah itu Naomi? kamu bersedia? Aku mimpi ya?" tanya Grece sambil memastikan dirinya tidak sedang bermimpi, Grece mecubit pipinya berkali - kali untuk memastikan ini nyata.


"Hei Jester, apa yang kalian berdua rencanakan?!" tanya Justin menatap Jester, Jester memberikan gestur agar Justin mendengarkan penjelasan dari Naomi. Justin kembali menatap Naomi dengan wajah serius dan masih terlihat raut wajah yang tidak percaya Naomi akan menerima tawaran itu.

__ADS_1


"Aku cuma ingin melepaskan belenggu itu, Justin aku yakin kamu tahu apa yang aku katakan" Naomi mencoba memancing Justin agar memahami tujuannya tanpa banyak menjelaskan, Justin memengang dahinya dengan tangan kirinya sambil terus berfikir. Agak lama terdiam Justin kembali berbicara, raut wajahnya pun masih tetap dan tidak menunjukkan bahwa Justin menerima keputusan Naomi.


"Oke anggap saja aku memahami tentang belenggu itu, tapi itu artinya kamu akan melawan orangtuamu kan?" tanya Justin kemudian menatap mata Naomi, Justin paham hati Naomi masih dipenuhi dengan keraguan dari sorot matanya.


"Tidak bukan seperti itu, aku cuma ingin melepaskan ketakutanku atas ibuku. Aku tidak ingin terus menerus berada dalam ketakutan ini, aku ingin menghormati ibuku dan tidak takut padanya" jawab Naomi denga suara yang terdengar sedih, Harry terlihat berfikir ditengah perdebatan Justin dan Naomi.


"Aku rasa itu buruk, aku tidak tahu kenapa tapi perasaanku merasakan itu keputusan yang buruk" celetuk Harry mendadak, dia yang dari tadi terdiam mendadak berkata hal yang terdengar aneh bagi Jester, Justin, Luke, Grece dan Naomi.


"Apa maksudmu? emangnya kamu tahu pokok permasalahnya?" tanya Luke heran menyindir Harry yang terlihat sok tahu, Harry dan Luke bertatapan mata namun keduanya membisu untuk beberapa saat.


"Entahlah Luke, aku cuma merasa seperti itu" jawab Harry tidak ingin meneruskan celetukannya yang terdengar seperti orang sok tahu, Harry pun kembali terdiam menatap Naomi.


"Aku disini meminta bantuan kalian semua untuk mendukungku melepaskan belenggu ketakutanku pada ibuku. setelah semuanya selesai, serahkan sisanya padaku. Aku akan yang akan menentukan akan bagaimana kedepannya" lanjut Naomi dengan penuh keyakinan, Jester dan Justin saling bertatapan namun tidak saling bicara satu sama lain setelah mendengar kalimat terakhir Naomi pada diskusi kali ini. Grece berlari memeluk Naomi dengan wajah penuh kebahagiaan, Harry dan Luke kembali saling bertatapan namun keduanya pun terdiam.


"Sebaiknya kita pindah dulu ketempat yang lebih tenang, ayo keruang musik" ajak Justin sembari berdiri dan berjalan, semuanya pun berdiri dan mengikuti Justin menuju tempat musik.


Di ruang musik pada siang menjelang sore, awan mendung semakin tipis dan matahari mulai bersinar terang. Didalam sudah ada Jester, Naomi, Justin, Grece, Luke dan Harry duduk melingkar di kursi yang tersedia disana, keenamnya dengan wajah serius sedang membahas permintaan Naomi. Grece yang memiliki rencana mulai menjelaskan detail rencana yang sudah dia persiapkan jauh - jauh hari agar memenangkan festival band dan membantu Naomi untuk memberontak pada orangtuanya, namun tidak ada satupun yang antusias kecuali Naomi yang merasa rencana Grece benar - benar sudah sangat matang


"Baik, setidaknya dengan penjelasan Grece tadi kita sudah memiliki rencana. Pembagian posisi pun sudah di tentukan, Aku vokal, Jester dan Naomi gitar, Harry bass, Grece keyboard, dan Luke drum, sekarang kita fokus untuk membahas rencana Grece" ucap Justin yang terdengar kesal setelah mendengar rencana Grece, hanya Grece dan Naomi yang terlihat setuju dengan rencana Grece.


"Tapi hanya dengan rencana ini maka rencana pemberontakan Naomi akan berhasil" Grece meyakinkan Harry bahwa rencananya sudah benar - benar matang tanpa celah, Justin pun semakin kesal mendengar rencana Grece.


"Grece, kamu hanya ingin tampil di televisi kan?" tanya Justin dengan nada curiga pada Grece, Grece mendadak panik mendapat pertanyaan Justin.


"Ti... tidak... bukan begitu sayang, coba bayangkan rencana ini berjalan sempurna. Ibu dan ayah Naomi pasti akan langsung mengakui bakat terpendam Naomi dan keduanya akan mendukung Naomi" jawab Grece yang mencari alasan agar dirinya terlihat seperti memikirkan masalah Naomi juga, namun Justin bergeming dan terus menatap Grece dengan curiga.


"Tapi jika ibu Naomi seperti yang ceritakan, itu hanya akan memperburuk posisi Naomi" timpal Justin ikut menyudutkan rencana Grece, Naomi menyadari rencana ini sebenarnya bagus namun semua yang berada disana hanya tidak ingin dirinya di marahi habis - habisan oleh Naoko.


"Aku gak masalah jika itu akan memperparah hubunganku dengan ibu, jika akhirnya aku mendapatkan keberanian dari rencana itu" timpal Naomi mendukung rencana Grece, Grece tersenyum menatap Naomi yang mendukungnya dan seperti mendapatkan semangat untuk kembali memaksa teman - temannya menerima ide Grece itu.


Bukan pilihan yang mudah memang untuk seorang Naomi dengan masalalu dan hubungannya yang begitu kaku dengan ibunya, namun kesempatan kali ini seperti satu - satunya cara untuk Naomi agar mampu membuktikan pada ibunya bahwa jati diri dia yang sebenarnya tidak akan membuat kedua orang tuanya kecewa. Bukan pula kesepakatan yang mudah diterima oleh Jester dan Justin mengingat betapa kerasnya usaha Naoko membentuk kepribadian untuk Naomi sesuai dengan yang Naoko harapkan, lebih - lebih bagi Jester yang sudah mengetahui alasan bagaimana akhirnya hubungan antara Naomi dan Naoko sang ibu begitu berjarak seperti saat ini.


"Tuh kan benar, gak ada rencana lain yang lebih matang dari ini" Grece menimpali perkataan Naomi, senyumnya merekah saat mengatakannya.

__ADS_1


"Kamu yakin Naomi?" tanya Jester dengan ragu, Naomi menatap mata Jester saat Jester bertanya


"Bagaimana menurutmu?" tanya balik Naomi, Jester heran mendengar Naomi malah balik tanya padanya.


"Kenapa jadi tanya balik? keputusannya ada ditanganmu" jawab Jester heran, Naomi menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Jester


"Kamu akan terlibat, ibu pasti akan marah besar padamu" jawab Naomi lalu mulai menundukkan kepalanya menatap lantai, suaranya mendadak kembali menjadi ragu - ragu.


"Tidak masalah, aku akan menghadapi ibu tapi aku lebih mengkhawatikanmu" timpal Jester berusaha menjelaskan keresahannya tentang rencana Grece, Naomi kembali menatap Jester namun kali ini sorot matanya menunjukkan keraguan


"Aku... aku juga akan menghadapi ibu" terbata Naomi mengatakannya, namun semuanya hanya terdiam dan tidak ingin menanggapi lebih lanjut jawaban Naomi. Kelimanya memahami bahwa Naomi tidak benar - benar siap saat semuanya berjalan, keraguan Naomi tidak dapat Naomi sembunyikan.


"Jester aku punya rencana pendukung rencana Grece, tapi aku butuh persetujuanmu dulu" Justin memecahkan keheningan yang terjadi di ruangan itu, Justin orang kedua yang mendukung rencana Grece setelah Naomi terlihat telah berfikir sangat keras.


"Apapun aku setuju kalau itu bisa mendukung rencana ini" jawab Jester sambil menatap Justin, Justin berdiri dan menatap kelimanya secara bergantian.


"Baiklah, semua dengarkan aku baik - baik. Dari semua yang sudah kita diskusikan maka tugas Naomi adalah mencari lagu yang akan kamu mainkan dan yang paling menonjolkan kemampuanmu dalam bermain gitar" ucap Justin dengan tegas sembari menatap Naomi


"Baik..." jawab Naomi singkat


"Aku dan Grece akan mulai mengurus acaranya, Luke dan Harry aku ingin kalian awasi pergerakan Selena dan Camilla. Aku tidak ingin rencana kita diganggu oleh kehadiran mereka" perintah Justin kepada Harry dan Luke, Luke dan Harry hanya mengangguk tanda mereka menerima tugas yang diberikan.


"Kalau aku?" tanya Jester yang seperti dilupakan oleh Justin, Justin menatap Jester dengan wajah yang serius dan berbeda saat menatap yang lainnya.


"Aku akan berbicara berdua denganmu setelah ini, Grece dan Naomi tolong tinggalkan kami berdua diruangan ini dan Luke Harry kalian boleh pulang duluan kalau mau" Justin menjawab pertanyaan Jester, Grece sepertinya tidak puas dengan keputusan Justin yang ingin merahasiakan sesuatu darinya.


"Aaa~ kenapa ada rahasia - rahasiaan sih?" tanya Grece yang terlihat kesal pada Justin namun Justin mengabaikan Grece dan terus bertatapan mata dengan Jester, Jester dan Justin seperti sedang berbicara tanpa kata. Naomi memahami bahwa Justin membutuhkan Jester, walau rasa penasaran juga menyelimuti hatinya. Yah... bagaimana pun ini juga menyangkut tentang dirinya dengan ibunya, seperti sudah seharusnya Naomi tetap mengetahui rencana apapun itu yang berhubungan dengan keputusannya untuk menentang ibunya.


"Kami mengerti" celetuk Naomi berusaha memancing Grece untuk tidak meneruskan bertanya pada Justin, segera Naomi menggandeng tangan Grece dan ingin mengajaknya untuk keluar dari ruangan itu.


"Hah? mengerti apa?" tanya Grece yang heran dengan celetukan Naomi, sembari menatap Naomi yang beberapa kali meminta Grece untuk ikut dengannya keluar dari ruangan dengan gestur wajah dan tarikan tangan.


"Baiklah, untuk sementara sampai Naomi menemukan lagu yang akan kita mainkan, kita bubar dulu" Justin memberi instruksi agar semuanya mulai meninggalkan ruang musik itu, seketika Luke dan Harry langsung berdiri dan menuju pintu keluar secara bersamaan. Sedangkan Naomi menarik Grece yang menolak untuk keluar dari tempat itu secara paksa, Grece menatap Justin dengan tatapan ngambek namun kali ini Justin tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Justin dan Jester kini hanya berdua diruang musik itu, dengan pintu tertutup rapat keduanya saling memandang dan kemudian Justin duduk berhadapan dengan Jester. Dua orang peka sedang merencanakan sesuatu yang akan merubah masa depan hubungan Naomi dan Naoko, Kejeniusan yang dipadu dengan ketelitian demi tujuan bersama akan menyempurnakan rencana Grece.


__ADS_2