
Malam mendung yang menghalangi indahnya cahaya bulan dan bintang - bintang, di sebuah cluster perumahan mewah terdapat rumah dengan aksen khas budaya jepang. Sebuah rumah kecil yang menjadi rumah bagi Jester dan Naomi yang sempat dibelikan dan diisi oleh keluarga Gates bersama keluarga Scott agar keduanya dapat lebih saling mengenal satu sama lain, sebuah rumah sebagai tanda akan disetujuinya hubungan Jester dan Naomi sampai pada jenjang pernikahan.
Dua keluarga dengan masa lalu kelam dan kemelut, kini akan bersatu....
Namun... masalah demi masalah menimpa Jester dan Naomi, pernikahan yang dicanangkan akan dilaksanakan tidak lebih dari tiga puluh hari lagi dengan persiapan yang terhenti itu seolah akan kandas. Seperti kata Justin kepada Jester....
Naomi gagal memahami cara Jester mencintainya...
Sedangkan...
Jester gagal memahami bagaimana cara dia mencintai Naomi...
"Selamat datang...." sapa Naomi ketika membuka pintu rumah dengan senyum yang terlihat senang akan kepulangan Jester dan kedatangan Luke, Sarah, Justin, Grece dan Harry.
Sebuah kalimat sapaan hangat yang begitu dirindukan oleh Jester terdengar sangat mengejutkan namun membahagiakan. Naomi menyambut kedatangan Jester dan teman - temannya dengan senyum yang merekah. Wajah Naomi yang memang begitu cantik semakin terlihat dengan rona bahagia yang Naomi tunjukkan, membuat semua yang melihatnya saat itu merasa bahwa Naomi berhasil pulih dari luka batinnya selama ini.
Tidak hanya Jester, teman - temannya pun terkejut dengan keberadaan Naomi dirumah itu. Sebulan lebih penuh sejak kematian Evans, Naomi tidak juga pulang kembali kerumah itu. Naomi selalu mengurung dirinya didalam rumah keluarga Scott, namun malam ini seakan menjadi titik balik Naomi akan kembali berkumpul bersama mereka seperti biasa.
Mata Jester terbelalak tidak percaya dengan apa yang dia lihat, namun senyum Jester terlihat menghiasi wajahnya. Syok tentang berita dari Sarah jika Naomi berencana untuk meninggalkan Jester yang Sarah dapatkan dari Selena, kini seakan terbantahkan seluruhnya. Jester seakan melamun memandangi wajah cantik kekasihnya itu, sampai sebuah tamparan ringan dan lembut menyentuh pipi Jester.
"Hei... kenapa melamun?" tanya Naomi dengan nada sebal karena Jester hanya mematung menatap wajahnya
Sikap manja Naomi saat itu disaksikan oleh Justin, Grece, Sarah, Luke dan Harry, sebuah sikap dari seorang Naomi yang mereka kenal selama ini. Bahkan suara manja Naomi yang sering ditunjukkannya kepada Jester walau didepan sabahat Jester pun kembali terdengar.
"Hah? eeh aaa... ya ya... terima kasih, aku pulang..." jawab Jester terdengar bingung harus menjawab apa, wajah Naomi mendadak cemberut
"Apa aku sejelek itu sekarang sampai kamu memandangiku seperti itu?" Naomi terdengar kesal saat bertanya
Bibir Naomi cemberut ketika menanyakan hal itu kepada Jester, wajah kesalnya terlihat namun gestur manja pada tubuhnya tidak mampu Naomi tutupi. Hal itu semakin memperkuat dugaan Jester, Grece, Sarah, Luke dan Harry bahwa Naomi yang mereka kenal benar - benar sudah kembali.
"Tidak! tidak aku tidak berfikir seperti itu! sungguh!" jawab Jester panik, Naomi pun tertawa melihat kepanikan Jester.
"Aku mengerti, kalian semua masuklah" ajak Naomi kepada teman - temannya itu termasuk Jester.
Grece dan Sarah yang paling terlihat senang dengan kehadiran Naomi kembali ditengah - tengah mereka, Luke dan Harry juga senang dengan kehadiran Naomi namun lebih memfokuskan pada berbunganya hati Jester. Sedangkan Justin saat itu masih terus berfikir dengan keras, kenapa Naomi tiba - tiba berada disini setelah apa yang terjadi pada Selena dan Sarah.
Namun Justin hanya diam dan terus menampakkan senyumnya agar tidak merusak suasana bahagia yang tercipta malam itu dirumah Jester dan Naomi, mereka semua berjalan bersama sampai di ruang keluarga. Ketika Jester, Luke, Harry, dan Justin duduk, saat itu Naomi menawarkan untuk menyiapkan teh hijau. Sarah dan Grece menawarkan diri untuk membantu Naomi, meski Naomi menolak namun keduanya tetap memaksa dan tersisa lah Jester, Luke, Harry, dan Justin di ruangan itu.
"Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat!" terdengar sangat senang Jester mengatakannya, Luke dan Harry pun tertawa terbahak - bahak
Saat itu Justin, Luke dan Harry melihat Jester begitu bahagia dan lega, kecemasan Ketiganya terhadap Jester mulai berkurang. Kehadiran kembali Naomi dengan sosoknya yang tidak berubah dirumah Jester dan Naomi seakan mengembalikan kebahagiaan Jester. Semangat yang Terlihat dari wajah Jester juga menunjukkan betapa besar cinta Jester terhadap Naomi dan hanya kehadiran Naomi yang mampu membuat Jester bahagia.
__ADS_1
"Sepertinya memang Selena mengada - ada, aku yakin dia melakukan itu agar bisa memilikimu" timpal Luke dengan yakin
"Hei Jester! aku sudah bilang kan, Selena pasti dibalik semuanya" ucap Harry terdengar kesal
"Entahlah, aku tidak ingin fokus pada Selena dulu saat ini" dengan helaan nafas Jester mengucapkannya
"Ini kesempatanmu Jess, ini akan menjadi kesempatan terakhirmu untuk menunjukkan seberapa besar cintamu pada..." belum selesai Justin berkata, Jester memotong.
"Dia sudah pulang, semua akan baik - baik saja dimulai malam ini" tegas Jester menimpali perkataan Justin
"Jess! aku sudah katakan..." belum selesai Justin berkata, lagi - lagi Jester memotong.
"Aku mengerti, tapi aku yakin semua akan baik - baik saja" terdengar begitu lega Jester mengatakannya, senyumnya pun terlihat sangat bahagia atas kepulangan Naomi.
Justin sempat terdiam beberapa saat lalu tersenyum, dengan segera Jester merangkul Justin agar dia melupakan semua kecemasannya. Tidak lama Naomi, Sarah dan Grece masuk kedalam ruang keluarga sembari membawa dua teko dan beberapa gelas dengan nampan. Luke melontarkan ide untuk mengadakan pesta kecil merayakan kepulangan Naomi, namun Sarah menolak ide Luke itu.
Sarah menolak dengan alasan jika mereka harus segera berpamitan pulang dan memberikan waktu kepada Jester dan Naomi untuk berduaan, meski Luke, Harry dan Grece nampak keberatan namun mereka menganggap apa yang dikatakan Sarah memang benar. Mereka pun memutuskan untuk bubar ketika teh hijau buatan Naomi habis, diisi dengan obrolan - obrolan ringan dan saling balas candaan.
Seperti biasa ketika Three Musketeers berkumpul, maka kehebohan akan selalu terjadi. Tingkah mereka bertiga mengundang gelak tawa dari Naomi, Grece, Sarah dan Justin, begitu terasa kehangatan hubungan mereka semua. Namun meski terlihat senang, Naomi lebih sering terdiam memperhatikan bagaimana Luke, Harry, Justin, Sarah dan Grece memperlakukan Jester.
Dimata Naomi saat itu, Jester terlihat baik - baik saja dan bisa tersenyum juga tertawa dengan lepas. Dalam hatinya terasa begitu lega melihat bagaimana Jester bersama circle nya mampu menghadapi semua cobaan yang menerpa begitu keras, Jester tidak terlihat begitu terpuruk seperti dalam bayangan Naomi.
Jester dan Naomi terdiam sejenak di pelataran rumah menatap jalan cluster dalam diam, perlahan keduanya memalingkan wajah dan saling menatap satu sama lain.
"Aaa... mau masuk?" ajak Jester kepada Naomi, dengan senyum dan anggukan kepala Naomi menerima ajakan Jester.
Mereka berdua masuk kedalam rumah dan berjalan menuju ruang keluarga, membereskan segala kekacauan yang ditimbulkan dari perbuatan Jester, Luke dan Harry, lalu membawa gelas - gelas dan juga teko kembali ke dapur untuk kemudian Naomi mencucinya. Kecanggungan begitu terasa diantara Jester dan Naomi, mereka hanya terdiam selama Naomi mencuci gelas - gelas itu dan Jester hanya menatap Naomi dari belakang.
"Apa kamu lelah?" tanya Naomi setelah menyelesaikan cuci gelasnya
"Aaa... yah, hari ini ada keributan yang bikin aku sedikit lelah" jawab Jester, perlahan Naomi mendekati Jester.
"Keributan?" tanya Naomi bingung
"Yaah... begitulah.... tidak terlalu penting sih" jawab Jester terbata
Kali pertama Naomi dan Jester akhirnya berbicara berdua dirumah mereka setelah cukup lama terpisah sejak berita tentang Naomi tersebar. Keduanya mencoba mencairkan suasana canggung mereka dengan obrolan yang intens.
"Apa ada hubungannya dengan Selena?" tanya Naomi sedikit menekan, mendengar pertanyaan itu Jester pun sedikit terkejut karena Naomi seakan tahu apa yang baru saja terjadi.
"Jadi... kamu tahu?" tanya Jester heran, Naomi menggelengkan kepalanya merespon pertanyaan Jester.
__ADS_1
"Aku cuma menduga, karena Selena tidak hadir bersama kalian malam ini" jawab Naomi, untuk sejenak keduanya terdiam dan saling menatap.
"Apa Selena bertindak jahat padamu? atau pada teman - teman? kenapa kalian memusuhinya?" tanya Naomi kembali menekan, Jester terdiam dan terus menatap mata Naomi seakan sedang mencoba menggali apapun yang bisa Jester dapatkan untuk menjawab pertanyaannya dalam benak.
"Jess? kamu melamun?" tanya Naomi lagi karena Jester hanya terdiam
"Mungkin iya.... Selena menyembunyikan sesuatu dariku..." jawab Jester terbata, ekspresi wajah Naomi mendadak berubah menjadi bingung.
"Menyembunyikan sesuatu?" tanya Naomi dengan nada yang terdengar heran
"Dia menyembunyikan.... rencana mu yang berniat meninggalkanku...." jawab Jester masih dengan terbata dan terus menatap mata Naomi, namun jawaban Jester seakan tidak merubah apapun dari ekspresi wajah Naomi.
"Benarkah?" tanya Naomi mencoba memastikan apa yang Jester katakan, Jester membuang muka lalu menatap lantai.
"Hari ini Sarah bertengkar dengan Selena di restoran, aku tidak pernah melihat mereka berdua terlibat dalam percakapan apapun namun tiba - tiba mereka bertengkar dengan hebat. Selena bertanya padaku, mana yang akan aku percaya jika Sarah mengatakan hal yang tidak - tidak tentangnya dan kamu... aku pun menjawab jika aku akan lebih mempercayai Sarah" jawab Jester dengan nada yang terdengar kebingungan
"Kenapa?" tanya Naomi
"Karena Sarah tidak memiliki apapun yang perlu dia sembunyikan dariku... tidak seperti Selena yang seakan ingin memisahkan aku dan kamu..." jawab Jester penuh keraguan
"Kamu berfikir seburuk itu tentang Selena?" tanya Naomi, terkejut lah Jester dengan pertanyaan Naomi sampai pandangannya kini beralih kembali menatap wajah Naomi.
"Selena sangat mencintaimu, apa mungkin dia seburuk yang kamu pikirkan?" tanya Naomi lagi, kali ini pertanyaannya begitu terdengar menekan bagi Jester.
"Justin bilang... kita adalah dua orang gagal...." terbata Jester mengucapkannya, Naomi kembali dibuat bingung dengan jawaban Jester.
"Apa maksudnya?" tanya Naomi
"Kamu... gagal memahami caraku mencintaimu, sedangkan aku.... gagal memahami caraku untuk mencintaimu..." jawab Jester terbata, Naomi terdiam dan terus dengan ekspresi datarnya menatap Jester.
"Naomi.... apa benar kamu berencana untuk meninggalkanku?" tanya Jester sedikit menekan
"Tidak, aku..." belum selesai Naomi menjawab, Jester terlihat begitu emosi.
"Aku bosan mendengar jawaban tidak darimu! kamu meninggalkanku selama ini dan..." belum selesai Jester berkata meluapkan isi dalam hatinya, tiba - tiba tangan Naomi menyentuh pipi Jester dengan lembut sampai membuat Jester terdiam.
"Hey... kamu kenapa? apa kamu merasa kesepian?" tanya Naomi sembari tersenyum dan sedikit tertawa, Jester terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Naomi.
"Apa kamu berniat menyerah? kamu gak boleh menyerah karena semuanya akan baik -baik saja, tokoh utama dalam hidupmu ini adalah dirimu sendiri, karena itu kamu harus bisa menentukannya sendiri mana yang benar dan mana yang salah" ucap Naomi meneruskan kalimatnya, lalu Naomi menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Kalau kamu aku yakin bisa... bisa melakukannya meski harus sendiri.." terdengar penuh keyakinan Naomi mengucapkannya.
__ADS_1