Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sarah Arielle


__ADS_3

Siang hari disebuah kampus swasta terkenal di pusat kota, disalah satu fakultas dalam kampus itu terlihat sepi dari kegiatan mahasiswa. Pada hari sabtu memang hanya ada beberapa mahasiswa saja yang datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan non formal kampus, seperti yang terlihat disalah satu ruangan klub. Klub musik saat itu terlihat Jester dan Justin sedang menata kabel - kabel untuk latihan band mereka yang akan dilaksanakan hari itu, sedangkan Grece dan Naomi terlihat duduk berhadapan sedang mengobrol.


"Jadi... apa kamu mengenal Sarah?" tanya Grece terlihat penasaran, Naomi menatap Grece sejenak dalam diamnya seakan sedang berfikir apa yang akan dia ucapkan untuk menjawab pertanyaan Grece.


"Sarah ya... kenal sih, cuma kami tidak terlalu akrab" jawab Naomi menggantung, Grece terlihat tidak puas dengan jawaban Naomi saat itu.


"Kamu gak pernah mengenal sifatnya? dia itu orang yang ngeselin loh, semaunya sendiri, apa - apa harus sesuai keinginan dia, cerewet seperti nenek lampir" Grece terdengar kesal saat mengucapkannya, Naomi pun tertawa mendengar perkataan Grece.


"Tidak, dia tidak seburuk yang kamu katakan kok" jawab Naomi membela Sarah, raut wajah Grece mendadak kesal menatap Naomi


"Kamu gak pernah satu acara dengannya sih, dulu aku pernah jadi produser acara yang dibintangin Sarah dan aku langsung kapok" dengan suara yang terdengar kesal Grece mengatakannya, Naomi kembali tertawa mendengar cerita Grece.


"Dia itu.... Seorang anak yang dibesarkan hanya dari sosok ibu, ayahnya meninggalkan mereka berdua karena terpikat wanita lain saat ibu Sarah mengandung Sarah. Tapi sosok ibu yang kuat itu yang membangun kepribadian Sarah menjadi pekerja keras, Arielle Corp dibangun dari kerja keras dan keringat ibu Sarah dan Sarah tahu arti menyandang nama Arielle artinya dia harus berjuang keras diatas kakinya sendiri" jelas Naomi saat itu, Grece pun terdiam dan merasa bersalah telah menjelekkan Sarah.


"Darimana kamu tahu tentangnya?" tanya Grece penasaran, Naomi tersenyum menatap Sarah


"Aku satu sekolah dengannya dan teman sekelas waktu SMP" ucap Naomi tanpa beban, mendengar jawaban Naomi membuat Grece emosi


"Dia teman SMP mu dan tega melakukan itu padamu?!" sedikit berteriak Grece mengatakannya, Jester dan Justin pun sampai menoleh menatap Grece. Naomi tertawa melihat ekpresi Grece yang berlebihan saat itu, perlahan Grece berusaha mengendalikan emosinya.


"Maaf, aku paling benci orang seperti Sarah. Teman tapi menusuk seperti itu" celetuk Grece masih terdengar kesal, Naomi menghela nafasnya sembari menatap jedela.


"Tidak, Sarah tidak salah. Dia hanya menawarkan pekerjaan pada Daniel dan seharusnya Daniel tahu pekerjaan itu akan melukaiku tapi dia bersikeras melakukannya, bukankah seharusnya yang patut disalahkan adalah Daniel?" ucapan Naomi saat itu membuat Grece kembali terdiam, sembari berfikir dan mencerna kata - kata Naomi.


"Kenapa kesannya kamu membela Sarah ya?" tanya Grece lagi terdengar bingung, Naomi pun tertawa mendengar pertanyaan Grece.


"Karena Sarah memang tidak seburuk yang kamu pikirkan, jika ada kesempatan suatu saat kamu akrab dengannya, aku rasa kalian akan menjadi teman yang akrab" jawab Naomi sembari menatap Grece dengan senyumannya, namun saat itu Grece merespon jawaban Naomi dengan raut wajah seakan jijik.


"Iiiuuuhh.... gak! aku gak suka dengannya sampai kapanpun!" ucap Grece dengan suara yang terdengar jijik akan sesuatu, Naomi pun tertawa terbahak - bahak melihat raut wajah Grece saat itu.


Disisi lain pada saat bersamaan, disebuah parkiran mall terlihat Harry dan Luke berjalan bersama menuju parkiran sepeda motor. Raut wajah keduanya terlihat seperti memenangkan undian lotere berhadiah jutaan, namun perlu diingat bahwa keduanya hanya baru saja memenangkan negosiasi dengan Camilla. Tidak lama sampailah mereka disebuah sepeda motor milik Harry dan keduanya bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju kampus, Luke terlihat sedang memasang helmnya sampai tiba - tiba seseorang menghampiri keduanya.


"Aaa.. hai, boleh minta waktunya sebentar?" tanya orang asing itu kepada Luke, Harry dan Luke menoleh orang asing itu yang ternyata adalah seorang wanita berkelas dengan tampilan yang sangat modis dan barang - barang branded

__ADS_1


"Jika kamu mengajak kami untuk investasi, maaf kami tidak tertarik" jawab Luke dengan ketus, namun wanita itu pun tertawa mendengar jawaban Luke.


"Tidak tidak, maaf... perkenalkan aku Sarah Arielle, apa kamu pernah mendengar namaku?" tanya Sarah sembari mengajukan kartu namanya kepada Luke, namun tatapan mata Luke tidak berubah dan tetap datar. Berbanding terbalik dengan Harry, dia nampak sangat antusias dan mengambil kartu nama itu.


"Waah Sarah Arielle? selebgram yang sama dengan..." ucapan Harry dipotong oleh Luke dengan injakan kaki, Harry pun kesakitan saat itu.


"Ada keperluan apa dengan kami?" tanya Luke yang nampak heran, saat itu Sarah menoleh kanan kiri dan berjalan mendekati Luke lalu meremas lengan Luke dengan kuat dengan kedua tangannya yang lentik itu sampai membuat Luke terkejut.


"Heeii!! apa - apaan?!" tanya Luke dengan sedikit bentakan, sorot mata Sarah saat itu nampak berbinar menatap Luke.


"Ini asli, darimana kamu mendapatkan otot - otot kekar ini?" tanya Sarah yang terdengar antusias, Luke semakin takut saat sorot mata Sarah yang menatapnya seperti itu.


"Ya tentu saja latihan, tolong lepaskan tanganmu itu!" jawab Luke dengan panik, Sarah pun melepaskan kedua tangannya dari lengan Luke lalu merapihkan rambutnya menunjukkan pesona dirinya.


"Aku sangat terkesan dengan bentuk tubuhmu, mau bekerjasama denganku?" tanya Sarah dengan kedipan matanya menggoda Luke, Harry pun nampak bersemangat saat itu.


"Tentu!! Luke pasti akan menerimanya, aku akan menjadi menejernya!" jawab Harry dengan antusias dan bersemangat, Luke manatap Harry yang terlihat bersemangat itu dengan tatapan datar dan sesaat mengalihkan pandangannya kembali menatap Sarah.


"Tidak" jawaban Luke membuat kaget Harry dan Sarah saat itu, Harry meremas pundak Luke sampai membuatnya menatap Harry.


"Aku ini pengikutmu di Ingram dan aku tahu kamu pacar Daniel, tapi entah kenapa Daniel saat ini mengejar - ngejar pacar sahabatku. Lalu saat suasana sedang panas, kamu tiba - tiba muncul, aku curiga ada rencana dibalik semuanya" jawab Luke dengan santai, Harry seperti tersadar akan kebodohannya sampai dirinya melepaskan tangannya dari pundak Luke secara perlahan.


"Pacar sahabatmu? apa itu Naomi?" tanya Sarah lagi terdengar penasaran, Luke dan Harry bersamaan menatap Sarah dengan curiga.


"Kamu mengenalnya ya?" tanya Luke dengan nada yang terdengar sedikit marah, Sarah tersenyum sinis saat mengetahui tebakannya benar


"Dunia memang tidak selebar daun kelor, aku hanya berputar - putar dilingkaran dia untuk kesekian kalinya" gumam Sarah saat itu, Luke terlihat heran mendengar gumaman Sarah.


"Apapun itu maaf aku tidak tertarik, aku sudah menandai wajahmu dan saat aku tahu kamu ikut merencanakan sesuatu maka aku tidak akan tinggal di..." ucapan Luke dipotong oleh Sarah


"Aku tidak ikut dalam rencana apapun dengan si bodoh itu, mungkin kehadiranku tidak tepat tapi izinkan aku memperkenalkan diriku lebih dalam dan agar kesalahpahamanmu memudar" ucap Sarah dengan tegas, Luke tertawa mendengar ucapan Sarah saat itu.


"Tidak tidak.... aku tahu akal bulus seperti ini sejak beberapa kejadian yang menimpa kami, maaf aku tidak tertarik" Luke pun menaiki motor Harry dan Harry segera tancap gas meninggalkan Sarah diparkiran itu, beberapa asisten Sarah berjalan mendekatinya yang sejak tadi berdiri agak jauh sembari mengawasi.

__ADS_1


"Nona, bagaimana tadi? apa tidak berjalan lancar?" tanya seorang asisten sembari memberikan kacamata dan masker untuk menutupi wajah Sarah, sambil memasang kacamata dan masker itu Sarah tiba - tiba tertawa terbahak - bahak sampai membuat para asisten disana bingung dan heran.


"Maaf nona, apa yang lucu dan kenapa nona ketawa?" tanya lagi asisten yang lain, Sarah pun berbalik dan menepuk pundak asisten yang bertanya.


"Tolong tanyakan pada ibu dan catat ini baik - baik dicatatan kalian beserta jawabannya dari ibu" jawab Sarah dengan menahan tawa, semua asisten saat itu langsung bersiap mencatat.


"Tanyakan pada ibu, apa itu jatuh cinta dan bagaimana rasanya. Sepertinya aku baru saja merasakan getaran itu" ucap Sarah sembari berjalan meninggalkan parkiran sepeda motor di mall itu, semua asisten pun saling menatap satu sama lain dengan kebingungan saat mendengar ucapan Sarah.


Kembali ke ruang musik di fakultas ekonomi salah satu kampus swasta terkenal, Naomi dan Jester beradu skill gitar mengikuti irama lagu DragonForce Through The Fire and Flames dengan sangat baik. Justin saat itu hanya mengawasi permainan Naomi dan Jester, tidak lama Justin menghentikan permainan gitar keduanya dengan gestur tangannya. Naomi dan Jester pun berhenti lalu menatap Justin secara bersamaan, Grece terkesan melihat keduanya bermain gitar.


"Naomi, kamu sedikit terlambat dari tempo lagu. Apa ada masalah?" tanya Justin heran, Grece heran karena Justin bilang Naomi terlambat temponya.


"Aah.. Eeh.. benar kah?" tanya Naomi heran sembari menatap Justin, beberapa saat Naomi menatap Jester dengan perasaan bersalah.


"Tapi tadi terdengar bagus, aku tidak mendengar Naomi sedikit terlambat" ucap Grece yang heran, Jester langsung menggenggam tangan kiri Naomi dan memperhatikan ujung jari Naomi yang lecet karena senar gitar.


"Sudah aku duga ini masalahnya, jari Naomi belum terbiasa" celetuk Jester tenang, Naomi terkejut karena Jester tiba - tiba memegang tangannya begitu erat sampai membuat wajahnya memerah. Grece dan Justin yang melihat Jester dan Naomi berpegangan tangan pun tertawa nyaris bersamaan menggoda Jester, menyadari tindakannya mendadak wajah Jester memerah menatap Naomi.


"Waaa maaf!!" panik Jester mengatakannya sembari melepaskan tangan Naomi perlahan, Naomi pun tertawa malu melihat wajah Jester yang kemerahan.


"Bisakah.... bisakah kamu meredakan nyeri jariku? itu sangat sakit Jess..." pinta Naomi dengan suara yang manja dan dengan malu - malu sembari memberikan tangan kirinya kepada Jester, wajah Jester pun mendadak memerah mendengar permintaan Naomi. Jantung Jester berdetak kencang sampai membuatnya membatu menatap wajah Naomi yang memerah menatapnya, kata "Ciiee Cieee" dari Justin dan Grece saat itu membuat Jester semakin berkeringat deras.


"Ha...haruskah... disini...Naomi?" tanya Jester terbata, Naomi membuang muka mendengar pertanyaan Jester.


"Ti... tidak, biarkan saja aku merasakan sakitnya sampai kita dirumah...." jawab Naomi pasrah, Jester meringkuk dipojok ruangan menahan perasaan malu dan salah tingkah saat itu.


"Apa - apaan kau Naomi!!! arrghh!!!" teriak Jester menutupi perasaan malunya, melihat Jester yang salah tingkah saat itu membuat Justin, Grece dan bahkan Naomi sendiri tertawa terbahak - bahak. Tidak lama pintu masuk ruang musik pun terbuka, Luke dan Harry hadir diruangan itu dengan wajah yang nampak senang.


"Hallo, apa kalian menunggu lama?" tanya Harry dengan semangat, tatapan mata Harry langsung menatap Jester yang masih meringkuk dipojok ruangan.


"Kenapa lagi si bodoh itu?" tanya Luke dengan nada yang terdengar kesal, Justin tersenyum menyambut Luke dan Harry yang datang. Naomi menaruh gitarnya di dudukannya lalu duduk didekat Grece, disana Grece memegang jari Naomi dan melihat bekas goresan senar gitar diujung jarinya.


"Hai Harry, Luke... bagaimana tugas kalian?" tanya Justin, Luke dan Harry tidak menjawab dan langsung berjalan lalu duduk di kursi yang melingkar di ruangan itu seakan ingin memulai rapat anggota. Justin menepuk kedua tangannya sembari menatap Jester yang menoleh menatap dirinya, Justin tiba - tiba tersenyum dengan senyuman menggoda Jester karena kejadian tadi.

__ADS_1


"Kita harus rapat Jess, kita tunda dulu acara bermesraanmu ya" ucap Justin dengan suara yang terdengar menggoda Jester, dengan raut wajah kesal namun wajahnya masih memerah Jester berdiri lalu menaruh gitar di dudukannya. Jester berjalan mendekati salah satu kursi yang melingkar di ruangan itu lalu duduk disebelah kiri Luke, tiba - tiba Naomi menarik kursi di sebelah Jester dan mendekati Jester sembari memberikan tangan kirinya.


"Tangan kiriku harus menunggu berapa lama lagi Jess?" tanya Naomi dengan nada yang kesal, mendengar pertanyaan Naomi membuat wajah Jester kembali memerah dan membuatnya kembali salah tingkah. Suara tawa di ruangan itu sampai terdengar keluar, saling sahut godaan pun dilontarakan Justin, Luke, Harry dan Grece saat itu. Namun Naomi terlihat hanya tertawa menikmati Jester yang salah tingkah dibuatnya, Jester merasa hari ini tidak ada bedanya dengan perkuliahan biasa dimana ada Camilla dan Selena didalam kelas.


__ADS_2