Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
16 Jam Yang Lalu


__ADS_3

Enam belas jam sebelum Jester dan Luna mendarat di bandara Charles de Gaulle perancis, disebuah bandara internasional yang terlihat cukup ramai. Disalah satu sudut bandara terdapat sebuah kantor yang terlihat sepi dari aktifitas orang - orang, didalam kantor yang tertutup itu terlihat Naomi, Luke dan Grece sedang berdiri dan berhadapan dengan Selena dengan wajah yang terlihat marah. Justin terlihat berdiri disebelah Selena untuk mempertegas posisinya sebagai pendukung Selena, sedangkan Harry... dia masih berjuang di toilet dengan sakit perut karena efek obat pencahar.


"Selena!! jelaskan apa yang kalian rencanakan!!" bentak Naomi penuh amarah setelah sebelumnya Selena hanya terdiam menatap Naomi


"Baiklah... mungkin sudah saatnya kalian semua tahu..." dengan helaan nafas Selena mengatakannya, Justin pun terkejut dengan perkataan Selena. Ketika mendengar perkataan itu membuat Naomi, Luke, Grece mengernyitkan dahi, mereka merasa ada sesuatu yang Selena sembunyikan dari mereka semua.


"Hei, bukannya Luna melarang..." belum selesai JustinĀ  berbicara, Selena memotong


"Tidak apa, sudah cukup untuk bersandiwara.... waktu dia juga tidak lebih dari delapan hari lagi" timpal Selena terdengar sedih, seketika kepalanya tertunduk. Terlihat air mata yang mulai menetes dari mata Selena, nafasnya pun terdengar sulit untuk dia atur.


"Luna sebenarnya sakit parah yaitu leukemia... delapan hari lagi dia harus menjalani operasi pengangkatan limpa dan.... keberhasilan operasinya hanya mencapai.... dua puluh persen..." Suaranya terdengar lirih dan nyaris tidak terdengar dengan jelas karena tangisannya, namun usaha Selena untuk menjelaskan keadaan Luna yang sebenarnya terasa begitu kuat. Sebuah jawaban yang sontak membuat Naomi, Luke, dan Grece sangat terkejut, mereka tidak menyangka Luna yang selama ini selalu tersenyum ternyata menyimpan penderitaan.


"Tapi... selama kalian tinggal dirumah... aku tidak melihat tanda - tanda Luna..." belum selesai Naomi berbicara, Selena memotong.


"Berkali - kali sebenarnya dia muntah darah tapi aku selalu berhasil mengelabuimu dan kak Jester, jika kamu sadar... botol - botol perawatan wajah yang dia bawa sebenarnya semua berisi obat.... apa kamu pernah melihatnya melakukan perawatan wajah walau dia membawa banyak botol skin care?" tanya Selena menyadarkan Naomi, seketika Naomi pun teringat semua momen saat bersama Luna dirumahnya.


"Jangan bohong!! aku tidak percaya padamu!" bentak Luke penuh emosi


"Selena tidak bohong, aku sudah mengetahui Luna sakit parah bahkan sebelum dia masuk SMA... itulah kenapa Luna menolak pernyataan cinta Jester..." timpal Justin, Luke pun terdiam mendengar perkataan Justin saat itu.


"Luke, apa misteri yang dari dulu kamu berusaha pecahkan sudah kamu dapatkan benang merahnya? tidak ada satupun yang akan menyangka Luna akan menolak Jester tapi semua prediksi itu salah... itu semua karena Luna tidak yakin dapat terus mendampingi Jester" Justin melanjutkan kata - katanya dan membuat Luke berfikir keras mencoba mencari celah bahwa Justin berbohong, namun dia tidak memiliki satupun ide membantah perkataan Justin.


"Selena... apa karena itu kamu...." belum selesai Naomi berbicara, Selena memotong.


"Iya, bukan karena dia akan pindah keluar negeri, tapi.... dia tahu waktunya benar - benar terbatas..." seakan tahu apa yang akan Naomi tanyakan, Selena segera menimpali perkataan Naomi. Keheningan tercipta seketika hingga tiba - tiba Harry keluar dari toilet, dia mendengar semua pembicaraan mereka dan segera ingin menimpali perkataan Selena.


"Hei Selena! aku tidak percaya!! bagaimana mungkin orang dengan sakit parah akan keluar dari rumah sakit?! apa orangtuanya tidak khawatir dengan keadaannya?!!" bentak Harry dengan sedikit merintih kesakitan, melihat Harry sudah keluar dari kamar mandi membuat Luke berlari masuk kedalam toilet.


"Ayah dan ibu Selena sangat khawatir, tapi Luna bilang.... dia ingin mewujudkan mimpinya untuk yang terakhir... tim dokter pun tidak dapat membendung keinginan kuat Luna dan membiarkannya keluar rumah sakit dengan pengawasan penuh, tapi dia.... sudah putus asa dengan kesehatannya sendiri lalu memilih untuk tidak pernah lagi menginjakkan kakinya dirumah sakit..." jawab Selena datar


"Kalau begitu, antar kami bertemu dengan orangtua Luna. Hanya dengan itu kami bisa mempercayai kata - katamu!" dengan sedikit bentakan Harry mengatakannya


"Boleh... aku lebih suka jika itu adalah keputusan kalian, tapi aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini sampai penerbangan terakhir ke prancis berangkat" ucap Selena tegas, Naomi pun mendekati Selena.


"Tidak usah sampai seperti itu, aku tidak akan menyusul mereka. Bisa kita berangkat sekarang? aku... sangat ingin mengetahui kebenarannya" ucap Naomi mencoba meyakinkan Selena kalau mereka akan membiarkan Jester dan Luna pergi berdua, Selena pun menatap Naomi dengan ragu.


"Benarkah kamu tidak akan menyusul mereka?" tanya Selena memastikan, Naomi pun menganggukkan kepalanya beberapa kali. Selena begitu takut rencana Luna akan gagal, walau berat hati Selena melakukan hal kejam seperti ini kepada teman - temannya termasuk sahabatnya sendiri. Semua demi Luna, dia tidak ingin menyesal dalam sepanjang hidupnya dan dia ingin memberikan yang terbaik untuk Luna sebagai sahabat yang begitu dia sayangi.


"Janji, kalian juga akan berjanji kan Harry, Grece?" tanya Naomi sembari menatap Harry dan Grece secara bergantian, mereka pun menganggukkan kepala tanda setuju.


Diantara Naomi, Grece, Harry dan Luke saat itu hanya Naomi lah yang terlihat tulus mempercayai Selena. Didalam hatinya merasakan kepedihan yang dirasakan Selena saat dirinya tahu akan kehilangan Luna untuk selama - lamanya, hal itu lah yang membuat Naomi berbesar hati untuk membiarkan Luna dan Jester berduaan di perancis untuk memenuhi janji mereka berdua yang pernah terucap. Disaat ini Naomi sadar hanya dirinya yang mampu menghentikan langkah Luke dan Harry jika mereka akan melakukan sesuatu, dia pun berfikir harus sekuat tenaga untuk meyakinkan sahabat Jester itu bahwa dia baik - baik saja.

__ADS_1


Perlahan Selena pun berbalik dan akan membuka pintunya dengan penuh keraguan, namun pada akhirnya Selena membuka pintu itu sembari menghela nafasnya. Ketika pintu terbuka, Selena kembali membalikkan badannya menatap teman - temannya.


"Kalian sudah berjanji.... jangan ganggu Luna untuk beberapa hari kedepan, aku mohon" pinta Selena dengan penuh harap, Naomi pun tersenyum menatap Selena.


"Tidak akan dan jika ada diantara kami yang melakukannya, aku sendiri yang akan menghalangi" tegas Naomi mengatakannya, mereka semua pun keluar dari ruangan itu dan mencari taksi untuk kembali kerumah Jester dan Naomi.


Satu jam perjalanan yang mereka butuhkan untuk sampai kerumah Jester dan Naomi, disana Naomi, Grece, Selena, Justin dan Harry masuk kedalam rumah dan berkumpul diruang keluarga. Naomi pun menyajikan teh hijau untuk teman - temannya, dikesunyian diantara mereka semua Naomi memulai obrolan.


"Selena... dimana rumah Luna? kenapa dia tidak punya ponsel dan.... Grece cerita kalau Luna pernah menjadi finalis diajang pencarian bakat, apa benar?" tanya Naomi, sempat terdiam sejenak sambil menikmati teh buatan Naomi akhirnya Selena memulai mejelaskan.


"Haah... ceritanya sangat panjang, semua dimulai ketika Luna bimbang untuk memilih menemani kak Jester disisa waktunya atau pergi meninggalkan kak Jester agar dia segera mencari wanita penggantinya. Luna meminta pada orangtuanya untuk pindah rumah agar kak Jester kehilangan jejak, menjual handphonenya dan menonaktifkan sosial media, serta terakhir mewujudkan cita - citanya menjadi seorang penyanyi" jawab Selena terdengar sedih


"Tapi ditengah dia sudah hampir menggapai mimpinya... dia tetap merasakan hampa, dia tidak tenang ketika mengingat seberapa jahat dirinya terhadap kak Jester. Itulah alasan kenapa dia tiba - tiba mengundurkan diri dari ajang pencarian bakat secara mendadak, pertemuanmu dengan Luna.... dimulai saat itu" Selena melanjutkan ceritanya, matanya pun mulai terlihat berkaca - kaca.


"Kita akan segera menuju rumah Luna, orangtuanya akan menjelaskan semua pada kalian dan aku sangat berharap pada kalian semua.... maafkan lah Luna, dia... tidak punya niat jahat apapun... dia sedang berjuang dengan penyakitnya dan... mewujudkan impian terakhirnya yang sebenarnya sebuah janji yang pernah kak Jester dan Luna ucapkan..." air mata Selena pun mengalir ketika mengatakannya, kesedihan Selena saat itu membuat Naomi, Grece, dan Harry merasakan bahwa ini bukan main - main.


Mendadak semuanya terdiam ditengah tangisan Selena, Naomi yang paling merasakan sesaknya hati Selena karena dia pun pada akhirnya menjadi salah satu teman Luna dan merasakan kehangatan dari sosok Luna. Naomi mendekati Selena dan merangkul sembari mengelus punggungnya untuk memberikan ketenangan pada Selena, ditengah kesunyian itu mendadak telepon Harry pun berdering tanda ada telepon masuk. Harry pun melihat siapa meneleponnya dan ternyata itu adalah Luke


***


"Sialan!! kalian dimana?! kenapa aku ditinggal?!" bentak Luke penuh amarah, seketika itu Naomi, Selena, Grece, Justin dan bahkan Harry sendiri baru ingat sejak tadi Luke tidak ada disekitar mereka.


"Aaah iya maaf Luke, aku terlalu terkejut dengan perkataan Selena sampai lupa sama kamu" jawab Harry datar


"Kami masih berkumpul dirumah Jester, kita berniat kerumah Luna setelah ini" jawab Harry


"Baiklah, aku kesana" timpal Luke, setelah itu telepon pun terputus


***


Selama satu jam mereka semua menunggu Luke datang kerumah, setelah Luke sampai mereka pun berangkat menuju rumah Luna menggunakan Mercedes Benz v260. Disebuah perumahan yang terlihat sederhana, Mercedes Benz V260 berhenti disalah satu rumah minimalis yang terlihat sederhana. Mereka secara hampir bersamaan turun dari mobil dan berjalan menuju pelataran rumah, Selena pun mengetuk pintu rumah itu beberapa kali dan tidak lama pintu utama rumah itu pun terbuka.


"Eeh Selena...." nampak terkejut Lisa saat menatap Selena bersama banyak orang datang kerumah Lincoln


"Nyonya Lincoln.... aku membawa teman - teman Luna yang mungkin... sudah nyonya dengar namanya dari Luna" ucap Selena, seketika itu Lisa terlihat senang dan senyumnya pun merekah menatap Naomi, Luke, Harry, dan Grece secara bergantian.


"Bukankah kalian seharusnya ke paris? Luna bilang dia akan ke paris bersama teman - temannya yang baik" terdengar senang Lisa mengatakannya, namun senyuman Lisa saat itu tidak disambut dengan senyuman balik dari Naomi, Luke, Harry, Grece dan Justin.


"Sepertinya aku tahu apa yang membuat kalian datang kemari..." senyuman Lisa pun memudar ketika dia sadar bahwa mereka semua sudah menyadari keadaan Luna yang sebenarnya, dengan gestur tangan Lisa mengajak mereka semua untuk masuk kedalam rumah.


Diruang tamu mereka semua duduk dikursi yang tersedia, Lisa pun menyuguhi beberapa kue kering dan minuman kemudian dia duduk bersebelahan dengan Selena. Saat itu tidak ada satupun yang terlihat ingin memulai pembicaraan, hingga tidak lama John masuk kedalam rumah setelah pulang dari bekerja seharian. John pun terkejut mendapati rumahnya mendadak ramai pengunjung, namun setelah melihat keberadaan Selena dan Justin saat itu John seakan tahu apa yang membawa mereka semua mengujungi rumah Luna.

__ADS_1


"Kalian semua pasti teman - teman Luna yang dia ceritakan akhir - akhir ini, selamat datang dirumah sederhana kami" terlihat senang John mengatakannya


"Aah aku sampai lupa untuk memperkenalkan, Tuan dan Nyonya Lincoln... dari kiri itu Naomi, Grece, Luke, dan Harry... dan kalian ini adalah ayah dan ibu Luna..." ucap Selena memperkenalkan mereka semua, saat itu John pun duduk bersebelahan dengan Lisa.


"Luna bilang dia akan ke paris bersama kalian, apa yang terjadi dan dimana Luna?" tanya John penasaran


"Luna sudah berangkat bersama Jester, apa tuan John kenal Jester?" tanya Selena, seketika John pun terkejut.


"Yaa yaa... anak dari Tuan William Gates, Nona Selena kenapa Luna bisa bersama dengan Tuan muda Gates?" tanya John terlihat terkejut, Selena pun menatap Naomi


"Aku rasa Naomi yang pantas untuk menjawab pertanyaan itu, Naomi kamu bersedia kan menjelaskannya?" tanya Selena kepada Naomi, John dan Lisa pun menatap Naomi dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Baik, sebelumnya aku..." belum selesai Naomi berbicara tiba - tiba John dan Lisa serentak menundukkan kepalanya kearah Naomi dan membuat Naomi terkejut.


"Maafkan anak kami... aku kenal anda nona muda Scott, anda dan tuan muda Jester akan menikah dan sepertinya Luna melakukan kesalahan" terdengar menyesal John mengatakannya


"Aah.. Eeh tidak, kalian salah paham... aku yang mengijinkan Luna untuk keparis bersama Jester" timpal Naomi terkejut, seketika John dan Lisa pun menatap Naomi dengan heran.


"Begini tuan dan nyonya Lincoln... aku kemari karena mendengar kabar kalau Luna menderita penyakit leukemia... apa itu benar? karena... aku.... aku benar - benar tidak dapat mempercayai cerita itu..." tanya Naomi terdengar sedih, saat itu John dan Lisa pun menghela nafasnya hampir bersamaan.


"Itu benar nona muda Scott, Luna sudah menderita leukemia sejak dia kelas tiga SMP.... ketika itu tiba - tiba dia mimisan dan pingsan saat mengkuti kegiatan olahraga disekolahnya" jawab John mencoba tegar, seketika itu Luke dan Harry pun tertunduk menyesal telah berfikiran buruk tentang Luna.


"Maafkan perkataanku tapi.... kenapa kalian tidak merawat Luna di rumah sakit Scott? bagaimana pun rumah sakit Scott adalah yang terbaik sampai sekarang" agak sedikit menekan Naomi mengatakannya


"Papa sudah membawa Luna kesana dan hasilnya... Luna dinyatakan tidak dapat disembuhkan..." jawab Selena


"Luna menjalani kemoterapi, imunoterapi, meminum obat - obatan yang tidak terhitung jumlahnya, dan radioterapi dirumah sakit Scott sampai pada akhirnya Luna menyerah... dia sudah tidak sanggup lagi menjalani semua terapi itu" Lisa pun menangis menimpali perkataan Selena, ketika itu Selena yang berada disebelah Lisa pun langsung mengelus punggung Lisa untuk menenangkannya.


Seketika suasana menjadi haru dan penuh tangis, bahkan Grece yang terbilang baru kenal dan dekat dengan Luna. Tidak ada satupun diantara Naomi, Luke, Harry dan Grece yang percaya wanita ceria itu sedang berjuang melawan penyakit yang sangat kronis. Sesaat ingatan kebersamaan masing - masing bersama Luna pun terbayang diingatan mereka, hati Naomi dan Selena yang paling hancur saat itu. Bagi Naomi, Luna adalah satu - satunya sosok yang mampu membantunya bangkit pasca kejadian dengan Daniel dan membuatnya tidak ragu lagi terhadap cinta Jester.


Begitu pula dengan Luke dan Harry yang terlihat tertunduk dengan tangan yang menopang kepalanya, kesalahan mereka pernah memprovokasi Jester untuk membenci Luna sangat terbayang diingatan mereka. Bahkan disaat Luna ingin mewujudkan mimpi terakhirnya pun mereka sempat menjadi penghalang, jika mereka tahu bahwa Luna sedang berjuang antara hidup dan mati tentu saja mereka pun akan mendukung Luna.


"Saat kelas satu SMA dia memutuskan untuk berhenti menjalani semua terapi itu dan meminta kepada dokter agar dia diberi obat yang bisa membuatnya beraktifitas... mempergunakan sisa hidupnya untuk bersenang - senang.... dan saat itu Luna mengatakan bahwa dia.... jatuh cinta pada seseorang... entah aku harus bahagia atau sedih" John pun melanjutkan perkataan Lisa yang terputus karena dia menangis, Naomi semakin terlihat sedih mendengar cerita itu.


"Beberapa hari yang lalu Luna kembali tidak sadarkan diri untuk beberapa hari.... mungkin nona muda Scott tahu kalau tiba - tiba Luna tidak menginap dirumah anda dan sejak saat itu Luna dinyatakan harus segera melakukan operasi pengangkatan limpa yang membengkak... dia tidak seharusnya berkeliaran seperti ini tapi dia ingin menikmati sisa hidupnya dengan memenuhi janji agar tidak ada penyesalan. Mohon maafkan anakku karena pria yang mengikat janji itu adalah calon suami anda nona muda Scott" John kembali menundukkan kepala setelah mengatakannya


Ayah dan ibu Luna yang berusaha terlihat tegar pun kini tak mampu lagi untuk menunjukkan ketegarannya, John dan Lisa terlihat menangis setelah menceritakan keinginan terakhir anak semata wayangnya itu yang membuat mereka tidak mampu lagi berbicara dan yang ada kini hanya kenangan anaknya yang kembali terbayang didalam pikiran mereka. Bagi mereka, Luna adalah sosok yang sangat mereka cintai.


Perjuangan untuk menyembuhkan Luna pun mereka lakukan semaksimal mungkin, hingga akhirnya Luna yang merasa putus asa dan lebih memilih berlari untuk menggapai mimpi - mimpinya. Walau berat hati, mereka pun mengizinkan Luna untuk menggapai mimpi karena mereka yakin dengan semangat itulah yang mungkin akan membuat Luna sembuh dari penyakitnya dan bertahan dari penyakit yang terkenal mematikan itu. Keceriaan Luna ketika satu per satu impiannya terwujud membuat John dan Lisa ikut bahagia, walau mereka tahu bahwa mereka bertiga akan segera berpisah.


"Begitu ya.... ternyata seperti itu..." terbata Naomi mengatakannya dan matanya pun mulai terlihat berkaca - kaca, dengan menarik nafas dalam - dalam Naomi mulai melihat handphonenya dan melacak jadwal landing pesawat yang Jester dan Luna naiki.

__ADS_1


"Tinggal empat jam lagi sampai Luna dan Jester mendarat.... aku harus lakukan sesuatu agar Jester melakukan hal yang seharusnya dia lakukan" gumam Naomi


__ADS_2