Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sebuah Pertanyaan


__ADS_3

Di hari yang sama saat siang menjelang sore dan cuaca cerah saat itu, di sebuah kampus bertepatan saat Naomi mulai berlari menuju ke parkiran kampus untuk menemui Daniel di taman kota.


Terlihat Selena, Jester, Justin dan Grece melihat Naomi yang berlari menjauhi ruang club musik, Selena terlihat sangat kesal saat itu sampai membuatnya meremas bagian bawah dari bajunya. Jester dan Justin memperhatikan Selena yang terlihat marah saat berbicara tentang Daniel, sedangkan Grece antusias seperti menunggu Selena untuk membongkar semuanya.


"tunggu tunggu.... aku jadi bingung... apa sih yang sebenernya terjadi?" tanya Grece yang semakin penasaran, Jester dan Justin menatap Grece bersamaan karena keduanya tahu Grece mulai memancing Selena untuk berbicara


"Wooii... tadi kan kamu bilang tidak peduli selama Naomi mau menjadi temanmu" sindir Jester mengingatkan kata - kata Grece saat masih berkumpul di dalam ruang club, Justin hanya sedikit tertawa saat itu.


"Mungkin Naomi akan marah jika aku ceritakan ini" Selena mengatakannya dengan nada sedih, sontak Jester dengan wajah kesal menatap Selena.


"Ya jangan ceritakan donk!!" celetuk Jester kesal, Justin tertawa semakin keras mendengar Jester yang kesal.


"Sebenarnya Naomi dan Daniel itu udah pacaran sejak mereka masih kelas satu SMA, hubungan mereka juga baik - baik saja sampai mereka kelas tiga SMA" Selena melanjutkan ucapannya dengan nada yang berat seperti menyimpan beban, Grece terdiam mendengarkan Selena yang mulai bercerita.


"Malah diceritain donk!!" Celetuk Jester semakin kesal pada Selena, Justin tertawa terbahak - bahak.


"Tapi Naomi sudah menjadi selebgram kan sejak kelas satu SMA? kenapa beritanya gak pernah aku dengar?" tanya Grece yang antusias nampak heran dengan cerita Selena, Justin mendadak berhenti tertawa dan mendekati Selena dan Grece


"Itu benar, aku sudah menjadi pengikutnya sejak dia baru lulus SMP. Tapi gak ada tuh tanda - tanda Naomi sudah punya pacar" timpal Justin ikutan nimbrung dan berusaha menahan tawanya karena melihat Jester yang terlihat semakin kesal melihat Justin ikut - ikutan.


"Wooii!! tidak adakah yang peduli dengan privasi orang lain selain aku disini?!" bentak Jester yang nampaknya sudah tidak peduli lagi karena teman - temannya masih saja membahas tentang privasi Naomi, Jester berjalan agak menjauhi mereka semua tapi tidak ada satupun yang peduli.


"Naomi dan Daniel benar - benar bisa menyembunyikan hubungan mereka, yah... walaupun kadang merepotkan ku seperti sekarang ini" jawab Selena terus menjelaskan tanpa memperdulikan Jester yang kesal, Grece dan Justin terlihat seperti sedang berfikir


"Lalu kenapa Daniel malah pacaran sama Sarah? mereka sampai dijuluki Couple Goal loh sama netizen" tanya Grece lagi ingin membongkar semua privasi Naomi, Selena menatap Grece dengan tatapan sedih.


"Daniel itu tulang punggung keluarga dan dari keluarga yang cenderung miskin, lalu ketika mereka lulus sekolah Daniel ingin segera melamar Naomi setidaknya hubungan mereka tidak lagi sembunyi - sembunyi dibelakang orang tua Naomi. Namun...." Selena agak menarik nafas sebelum mulai melanjutkan ceritanya, tiba - tiba Jester menimpali.


"Naoko san, Ibu Naomi melarang mereka berdua menjalin hubungan" timpal Jester meneruskan perkataan Selena yang terhenti, sontak Selena, Grece, dan Justin terkejut tiba - tiba Jester nimbrung.


"Darimana kamu tahu?" Justin bertanya dengan sedikit heran kepada Jester


"Yaah bisa dibilang saat itu aku juga hampir dilarang pacaran dengannya" jawab Jester santai tanpa beban, Grece, Selena dan Justin terdiam sesaat


"Tapi kan kamu bilang hanya berpura - pura, di larang pun gak akan ada masalah kan bagimu" Justin menimpali jawaban Jester, dengan mengangkat sedikit bahunya Jester merespon perkataan Justin


"Benarkah begitu Selena?" tanya Grece kembali ingin mengorek informasi tentang Naomi dari Selena, dengan anggukan kepala Selena merespon pertanyaan Grece.


"Iya... benar seperti itu, ibu Naomi itu orang yang menyeramkan, tatapan matanya yang tajam seakan seperti elang yang akan menerkam siapapun yang menjadi mangsanya. Tidak akan ada kebohongan yang lolos dari matanya" jelas Selena dengan wajah yang tegang saat menceritakan tentang Naoko, sejenak Grece dan Justin mencoba membayangkan wajah Naoko dengan penggambaran yang aneh - aneh.


"Bagaimana kamu bisa membohongi ibunya Naomi, Jester?" tanya Justin mendadak karena ketakutan membayangkan Naoko menjadi sosok yang terlalu menyeramkan, Jester menatap langit - langit gedung seakan tersadar akan sesuatu.


"Entahlah, aku merasa Naoko san tahu kami berbohong, hanya saja dia menunda untuk membongkar kebohongan kami" dengan agak menghela nafas Jester mengatakan itu


"Lalu lalu? apa yang terjadi saat itu?" tanya Grece masih antusias


"Kebetulan aku disana, jadi aku mendengar obrolan mereka bertiga. Daniel direndahkan serendah rendahnya sama Ibunya Naomi dengan kata - kata yang tidak pantas, Setelah itu Daniel seperti ingin membuktikan bahwa dirinya pantas jadi pasangan Naomi. Dia menjadi gila kerja, cari job kesana kemari mengandal kan statusnya sebagai selebgram hingga akhirnya suatu ketika Sarah mengajaknya untuk kolaborasi" Jawab Selena, saat itu Selena benar benar mengutarakan semua yang dia pendam selama ini tentang Naomi dan Daniel. Raut wajah sedih Selena jelas terlihat saat menceritakan semua itu.


"Liam Daniel, trendsetter pria kekinian.... memang pantas sih menjadi pasangan Sarah Arielle yang juga trendsetter wanita kekinian" timpal Grece yang mengaitkan pasangan itu dengan job yang dimaksud Selena, Justin dan Jester hanya mengangguk - angguk mendengar perkataan Grece.


"Antara Daniel dan Sarah hanya terikat kontrak dari perusahan milik ibunya Sarah, Arielle Corp yang membawahi banyak brand brand fashion terkenal" jelas Selena mempertegas hubungan Daniel dan Sarah hanya untuk kebutuhan kerja


"Baiklah, semua sudah jelas kan? Ayoo kita segera berangkat!" mendadak Grece bersemangat, membuat Jester, Justin dan Selena terkejut.


"Apaa?? kemana?? kenapa kamu jadi bersemangat?!" tanya Jester seperti mewakili pertanyaan Justin dan Selena, perlahan Selena dan Justin saling menatap karena setuju dengan pertanyaan Jester.


"Ya tentu saja menyusul Naomi dan sebagai temannya kita gak boleh membiarkannya sedih sendirian, yakan?!" jawab Grece, mendengar jawaban itu membuat Jester dan Selena serentak menepuk dahinya bersamaan sedangkan Justin tertawa menatap Grece


"Kamu hanya pingin tahu drama yang terjadi nanti kan?" sindir Jester menatap Grece dengan kesal, namun Grece hanya terdiam sambil membuang mukanya seperti seseorang yang ketahuan berbohong. tawa Justin semakin keras melihat ekspresi yang Grece tunjukkan ketika sindiran Jester tepat kena sasaran.


"Tapi Grece benar, Kak Jester... ini pasti ada hubungannya denganmu kan?" Selena seakan menyalahkan Jester atas yang terjadi pada Naomi hari ini, Grece heran dengan perkataan Selena namun Justin terlihat paham apa yang akan dikatakan Selena


"Lah? kenapa jadi aku?" tanya Jester yang nampak bingung dengan perkataan Selena


"Karena Vidio viral mu itu, sebagai pacar tentu Daniel tidak akan terima" timpal Justin yang mengetahui maksud dari perkataan Selena, Grece pun tersadar dan mendukung pernyataan Selena.

__ADS_1


"Tuuh kan bener... ayo kita segera kesana, Jester! jadilah supir kami dan segera kejar Naomi!" Grece memerintah Jester dengan penuh semangat, namun Jester terlihat kesal karena dirinya seperti dipojokkan.


"Wooii kenapa seenaknya begitu?! tidak, aku gak mau ikut - ikutan. Lagian mobilku itu hanya muat untuk dua orang" dengan tegas Jester menolak


"Aku juga gak ikut, konflik orang lain itu tidak menyenangkan" timpal Justin ikut menolaknya dengan tegas


Mendadak Grece memberikan sebuah kunci mobil kepada Jester, Jester pun dengan wajah kesal menatap wajah Grece yang memaksakan kehendaknya.


"Nih pakai mobilku dan jadilah supir kami, Ayo Selena kita ketempat Naomi!!" ajak Grece sambil berlari kearah parkiran kampus dan di ikuti oleh Selena tanpa mempedulikan keputusan Jester.


"Dia itu gak ngerti bahasa manusia ya? seenaknya begitu" gumam Jester dengan kesal sembari berjalan menyusul Grece dan Selena, sedangkan Justin hanya tertawa melihat tingkah ketiganya.


Begitulah akhirnya mereka bertiga sampai di taman yang sama dengan Daniel dan Naomi, ketiganya bersembunyi saat itu dibalik semak - semak dekat dengan tempat dimana Naomi dan Daniel berseteru hebat.


Wajah Grece dan Selena nampak sedih dengan perlakuan Daniel terhadap Naomi, sedangkan Jester hanya memandangi layar handphone miliknya sambil bermain game. Saat Daniel meninggalkan Naomi sendirian disebuah kursi taman itu, dari tempat persembunyian Selena berdiri dan hendak menghampiri Naomi yang masih terdiam di kursi taman namun Grece menahannya.


"Jangan, dia membutuhkan waktu untuk sendiri..." celetuk Grece sambil memegangi tangan Selena, dengan ragu Selena menatap Grece.


"Tapi... aku tidak tega melihatnya sendirian begitu, lagian polisi taman juga sudah pergi" timpal Selena memaksa untuk mendekati Naomi, namun Grece hanya menggeleng - gelengkan kepalanya


"Mungkin kamu benar, Naomi tidak ingin terlihat menangis didepan orang. Membiarkannya beberapa saat mungkin akan menenangkan hatinya" ucap Selena lalu kembali duduk di rerumputan bersebelahan dengan Grece, keduanya terdiam untuk beberapa saat.


"Kasihan Naomi, tapi ini yang terbaik untuknya..." Grece kembali memecahkan kebisuan diantara keduanya, Selena mengangguk merespon kata - kata Grece.


"Kak Jester, menurutmu apa yang harus kita lakukan?" tanya Selena kepada Jester, namun Jester tidak menjawab.


Seketika Grece dan Selena baru sadar Jester tidak ada ditempat semula, Grece dan Selena saling memandang dan berusaha mencari Jester ke kanan dan ke kiri hingga tiba - tiba terdengar suara Jester ditempat Naomi sedang duduk.


Jester memberikan sebuah tissue kepada Naomi yang masih tertunduk, Naomi nampak terkejut dengan sepasang sepatu yang dia lihat berada didepannya


"Kamu nangis ya?" tanya Jester kepada Naomi sembari menyodorkan sebuah tissue


***


"Apa yang si bodoh itu lakukan?!!" tanya Grece panik agak berbisik kepada Selena, Selena pun memegang kepala dengan kedua tangannya seakan menyesal telah menceritakan rahasia Naomi.


"Aku tidak tahu!! Naomi akan marah padaku jika tahu aku menceritakan ini pada kalian!!" Selena pun ikutan panik saat itu dari balik semak - semak.


***


Naomi menatap Jester yang berdiri tepat didepannya sambil mengambil tissue yang diberikan padanya, Naomi kembali menunduk lalu menyeka air mata yang menetes di pipinya. Saat itu Jester tetap berdiri didepan Naomi sembari memperhatikan Naomi, dengan helaan nafas Naomi mulai berbicara kepada Jester.


"Kenapa kamu bisa tahu aku disini?" tanya Naomi heran, Jester menunjuk semak - semak yang dipakai Selena dan Grece untuk bersembunyi.


"Aku tahu dari Selena, dia ada dibalik semak - semak itu bersama Grece" jawab Jester dengan tenang, tiba - tiba sebuah ranting menimpuk kepala Jester.


"Kenapa kamu malah beritahu kami ada disini?!! bodoh bodoh bodoh!!" Grece meluapkan kemarahannya dengan menimpuk Jester berkali - kali dengan ranting - ranting yang ada disekitarnya, namun Jester tidak mempedulikan timpukan demi timpukan yang menimpanya.


"Naomi.... maaf kan aku... aku gak maksud untuk mengganggu privasimu..." Selena mengatakannya dengan menyesal dan memberi gestur memohon maaf, Naomi menatap Selena dan Grece beberapa saat dan kembali menunduk tanpa sepatah katapun.


"Heii menangislah.... aku sudah membelikan tissue ini untukmu" ucap Jester tanpa beban dan lagi - lagi Jester dilempari beberapa ranting oleh Grece, Grece kembali kesal namun Selena tertegun menatap Jester.


"Ini orang gak punya hati ya?!!" Grece sangat marah sambil terus melempari apapun yang ada didepannya kearah Jester, namun Jester masih tidak terganggu oleh timpukan itu.


"Aku tahu kamu itu orangnya kuat, tidak ingin orang lain tahu kegalauan mu dan saat bersamaku pun kamu selalu tersenyum walau hatimu selama ini tidak baik - baik saja. Namun kadang - kadang saat beban di pundakmu sudah sangat berat, walaupun hanya sebentar saja tidak apa untuk menangis" celetuk Jester dengan nada yang terdengar lembut, Grece berhenti menimpuk Jester ketika mendengar perkataan Jester sedangkan Selena nampak terpesona menatap Jester.


Perlahan Naomi menatap wajah Jester, wajah putih Naomi nampak memerah dan sesekali Naomi menyapu air mata yang akan keluar dari matanya. Namun berapa kali pun Naomi menahan air matanya itu, air mata Naomi malah semakin deras keluar meski Naomi terlihat begitu keras menahannya.


Saat Jester mendekatinya mendadak Naomi berdiri dan menabrakkan tubuhnya ke Jester lalu menangis di dada Jester dengan keras, perlahan Selena dan Grece berjalan mendekati Jester dan Naomi lalu keduanya menangis juga di belakang Jester. Seketika suasana di taman itu menjadi haru, untuk beberapa saat Jester pun hanya terdiam dan membiarkan Naomi menangis dalam dadanya.


Setelah beberapa saat Naomi berhenti menangis dan nampak Naomi duduk di taman itu berdua dengan Jester, sedangkan Grece dan Selena pergi untuk mencarikan minuman untuk Naomi. Mata Naomi terlihat bengkak saat itu dan sepertinya Naomi tidak ingin Jester melihat wajahnya, beberapa kali Naomi terlihat marah saat Jester menatap wajahnya.


"Apa itu lega?" tanya Jester yang ingin memastikan keadaan Naomi


"Iyaa iyaa lega tapi berhenti menatapku sekarang!" dengan nada marah Naomi melarang Jester memandangi wajahnya, Jester pun mulai mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Perjuangan cintamu berat ya, jika dibandingkan denganku..." Jester menghela nafas sejenak saat mengatakannya, Naomi termenung menatap rerumputan dibawah kakinya


"Tentang aku.... Selena sudah menceritakan semua?" tanya Naomi dengan sedikit senyum seakan malu dengan apa yang terjadi pada hidupnya


"Yah... sebagian, kamu kuat ya. Merelakan pasanganmu bermesraan dengan wanita lain ditambah dipuja - puja pula sama netizen" jawab Jester lagi - lagi tanpa beban, Naomi hanya tersenyum menanggapi perkataan Jester. keduanya terdiam beberapa saat, lalu Naomi kembali memecahkan keheningan diantara mereka.


"Bagaimana denganmu? aku memang mengatakan akan membantumu untuk mengejar cintamu, tapi aku tidak tahu apa - apa tentangmu" tanya Naomi mengalihkan pembicaraan, Jester menatap Naomi yang masih terpaku menatap rerumputan dibawahnya.


"Ada satu wanita yang seangkatan denganku, namanya Camilla. Tidak sepertiku yang tidak populer diantara teman - teman kuliah, dia disenangi banyak orang. Yah karena mungkin dia ceria, cantik dan seksi, tapi entah mengapa aku tidak terlalu fokus pada kecantikan dan keseksiannya" jawab Jester menjelaskan tentang wanita yang dia sukai, Naomi menatap Jester dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Heeh..kamu yakin sama kalimat terakhirmu?" sindir Naomi mengatakannya dengan nada curiga, Jester yang ditatap seperti itu mendadak salah tingkah.


"Tapi itu benar!! aku bukan melihatnya dari dua faktor itu aja, yaah sebagian sih... saat bersamanya aku enggak bisa berbicara secara normal, otak ku terasa membeku dan jantungku berdebar terlalu keras. Jadi setiap bertemu dengannya, pasti akan membuatnya ilfeel padaku" jawab Jester kembali menjelaskan kepada Naomi tentang masalah percintaannya, Naomi mengalihkan pandangannya menatap langit yang mulai gelap.


"Aku tahu... aku juga pernah berada di posisimu, cinta itu aneh ya..." Naomi menimpali kata - kata Jester


"Jadi yang aku alami itu normal?" tanya Jester penasaran, Naomi kembali menatap mata Jester.


"Tidak... Tidak... aku bilang aku merasakan deg degan saat jatuh cinta namun tidak sampai membuatku kikuk seperti dirimu" sindir Naomi mengatakannya dengan tegas, Jester terlihat menjadi orang bodoh ketika mendengar jawaban Naomi.


"jahatnya...." gumam Jester merasa putus asa atas percintaannya, Naomi tersenyum melihat Jester yang putus asa.


"Tapi itu gapapa kan? nyatanya perasaanmu padanya benar - benar nyata.... kamu hanya perlu fokus padanya dan mencoba untuk membuatnya bergantung padamu" ucap Naomi mencoba menenangkan Jester, Jester kembali menatap mata Naomi.


"Membuatnya bergantung padaku?" tanya Jester terdengar bingung, Naomi kembali menatap langit gelap.


"Buat dia nyaman saat bersamamu, kalau dia sudah merasa nyaman maka dia akan bergantung padamu. Rasanya tidak ingin lepas darimu walau hanya satu detik saja... ketika dia sudah merasakan hal itu aku harap kamu bisa mempertahankannya dan jangan pernah menyerah untuk terus berjuang bersamanya" jawab Naomi menjelaskan perkataannya di awal, Jester tertegun seakan mendapatkan cara untuk mendapatkan Camilla.


Keduanya terdiam beberapa saat hingga akhirnya Grece dan Selena kembali berkumpul dengan membawa cemilan dan minuman, mereka nampak menikmati suasana malam di taman itu dan sesekali tertawa bersama. Hingga beberapa saat mereka akan berpisah, Naomi dan Selena yang bersebelahan hendak berpamitan dengan Jester dan Grece yang juga bersebelahan.


"Terima kasih Grece karena inisiatif mu aku bisa sejenak melupakan masalahku" ucap Naomi kepada Grece, Grece terlihat senang saat Naomi mengatakannya.


"It's okay Naomi.... kita kan teman..." Grece mengatakannya dengan gembira karena respon baik dari Naomi, sedangkan Selena hanya terdiam menatap Jester.


"Ooh iya...Maaf aku dan Selena langsung berpisah disini ya, rumah kami berdekatan dan akan lebih mudah kalau kami pulang berdua. Jadi aku titip Jester padamu" pinta Naomi, Grece menatap Jester dengan kesal beberapa saat dan kembali menatap Naomi dengan senyuman


"Tentu, aku yang memaksa Jester untuk ikut jadi aku akan bertanggungjawab membawanya kembali ke kampus" ucap Grece yang terlihat dengan senang hati menerima permintaan Naomi, Jester kesal karena tahu Grece keberatan mengantarnya kembali ke kampus.


"Aku kira kamu keberatan mengantarku kembali ke kampus" sindir Jester, Grece menginjak kaki Jester berkali - kali dan keduanya terlibat pertengkaran. Naomi pun tertawa melihat pemandangan itu, lalu membungkukkan badannya kearah Jester dan Grece yang masih bertengkar.


"Sampai jumpa besok dan Jester, Grece... terima kasih ya..." ucap Naomi, bersamaan saat itu Jester dan Grece berhenti bertengkar


Beberapa saat Naomi mengangkat badannya dan kemudian tersenyum manis kepada Jester lalu meninggalkan keduanya disana, tanpa kata Selena berbalik lalu mengikuti Naomi. Tidak lama Jester dan Grece kembali bertengkar di taman itu, keduanya terlibat saling serang kata.


Diperjalanan pulang didalam mobil Naomi, sepertinya Selena menjadi lebih pendiam. Sepanjang perjalanan Selena tidak mengucapkan sepatah katapun bahkan ketika mereka berdua berpisah di taman itu, namun sepertinya Naomi tidak ingin mencampuri urusan Selena saat itu walau Naomi terheran - heran dengan sikap Selena. Hingga akhirnya sampai di rumah Naomi, keduanya turun bersamaan dari dalam mobil lalu Selena agak berlari mendekati Naomi.


"Kenapa turun? supirku akan mengantarmu pulang" tanya Naomi heran saat itu, Selena seperti ingin mengatakan sesuatu namun tiba - tiba Selena menahannya.


"Tidak apa, aku bisa jalan kok" jawab Selena singkat lalu terdiam menatap Naomi, sedangkan Naomi ingin memberi waktu kepada Selena jika ingin berbicara padanya. Agak lama keduanya terdiam, Naomi akhirnya kembali berbicara


"Ooh.. yah kalau itu memang keputusanmu... baiklah, sampai besok Selena" ucap Naomi lalu berbalik hendak meninggalkan Selena, namun baru beberapa langkah Selena berlari kecil mendekati Naomi dan menarik dress Naomi agar Naomi berhenti berjalan


"Selena? ada apa?" tanya Naomi sembari berbalik terlihat bingung, saat itu Selena seperti berusaha keras untuk mengatakan sesuatu.


"Kamu.... dan Kak Jester itu settingan kan?" tanya Selena mendadak, wajah Selena memerah saat mengucapkannya.


Naomi tiba - tiba panik dan menutup mulut Selena, sorot mata Naomi terlihat kaget dengan perkataan Selena yang mendadak seperti itu di area rumahnya.


"Aah Eeh... kenapa kamu tanyakan hal itu disini?!" tanya Naomi lalu melepaskan tangannya dari mulut Selena, perlahan Selena menunduk sebelum menjawab pertanyaan Naomi.


"Aku... hanya saja.... aah lupakan saja" ucap Selena terbata dan berbalik hendak pergi dari tempat itu, Naomi menatap Selena heran dan kemudian berbalik kembali untuk masuk kedalam rumah.


"Dasar aneh... huh.." gumam Naomi nampak gemas, namun baru beberapa langkah keduanya berjalan Selena kembali berbicara.


"Kalau Kak Jester aku ambil darimu.... apa kamu akan marah padaku?" mendadak Selena mengatakan hal yang membuat Naomi kaget sampai membuatnya berbalik melihat Selena yang masih memunggunginya.

__ADS_1


__ADS_2