Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Masa Lalu Camilla (2)


__ADS_3

***EPISODE INI MASIH MENGGUNAKAN SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA SEBAGAI CAMILLA***


Aku meronta dan berontak sekuat tenagaku, namun semua terasa percuma... aku tidak sekuat itu, tubuhku semakin lemas setiap detiknya... sampai pada akhirnya aku pasrah.... dalam benakku aku selalu berfikir untuk bunuh diri setelah semuanya terjadi. Dengan cara apa ya? cara apa yang memberikan sedikit rasa sakit? mataku mulai berkunang - kunang... bau... bau sekali pria di atas ku ini... tangannya... ganas sekali meraba dadaku..... aah sudahlah... buat apa lagi aku pedulikan....


Ditengah putus asanya aku, tanganku tidak sengaja menyentuh sebuah botol kaca yang berada dilantai. Entah tenaga darimana saat itu aku dapat meraihnya lalu memukulkan botol itu ke kepala pria yang sudah menindih ku sejak tadi


"Aaarrrghhh!!! brengsek!!!!" teriak pria itu lalu berguling - guling dilantai dan melepaskan ku


Dengan baju yang sudah melar dan tidak berbentuk itu aku menguatkan kaki untuk berdiri dan pergi dari ruangan, aku tidak tahu harus lari kemana namun ditengah lorong yang remang - remang itu aku melihat ayah sedang berdiri dan menatapku dengan wajahnya yang nampak terkejut. Melihat ekspresi wajah ayahku membuat harapan dalam hati bahwa yang dikatakan pria itu adalah kebohongan, perlahan aku berjalan mendekati ayah dan meminta belas kasihnya.


"Aaa..ayah... tolong aku... dia mau... memperkosaku..." ucapku lirih dengan air mata yang berderai


PLAK!!!! suara tamparan begitu keras di pipi kiri ku


"Anak bodoh!!! apa yang terjadi pada Tuan Riner?!!" bentaknya kepadaku dengan penuh kemarahan


Syok.... kaget.... marah... sedih... kecewa... entah mana yang paling mendominasi hatiku mendengar perkataan pria yang seharusnya menjadi pelindungku ini, seakan aku sudah hancur untuk menjadi seorang wanita.... aku menguatkan hatiku lagi menatap mata pria yang selalu aku panggil ayah itu, namun yang aku dapati adalah sebuah tamparan berikutnya di pipi kananku hingga aku terjatuh.


"Anak bodoh!!! setidaknya berguna lah sedikit!!!" bentaknya lagi


Aku pun diinjaknya berkali - kali sampai pria yang ingin memperkosaku itu datang lalu mengusir kami berdua, dua orang pria berbadan besar menyeret ku dan ayah menuju pintu keluar lalu melempar kami begitu saja ke pinggir jalan. Aku yang masih syok hanya bisa terdiam di trotoar pinggir jalan depan cafe milik teman ayah untuk beberapa saat, sedangkan ayahku... dia pulang lebih dulu meninggalkanku disana.


Hal seperti itu terus berlangsung selama aku masih kelas satu SMA, namun semakin lama akhirnya aku dapat mengatasinya hingga kini. Semua pria yang ingin menyentuhku selalu aku buat mabuk terlebih dahulu dengan minuman keras yang sudah mereka siapkan sendiri dan memberikan cairan bius yang selalu aku letakkan di baju pada bagian dadaku karena pria hidung belang ini selalu menyasar dadaku terlebih dahulu ketika akan melancarkan aksinya, aku selalu selamat dengan cara itu walau ayahku menjual ku berkali - kali dan aku sudah lupa untuk ke berapa kalinya.


Apa yang menghentikan rencananya untuk menjual ku? itu terjadi saat kelas dua SMA ketika aku berpacaran dengan adik kelasku bernama Daniel, dia adalah pria yang saat itu terlihat baik dimata ku. Aku begitu mencintainya karena caranya memperlakukanku, itulah pandanganku ketika masih dibutakan oleh cintaku... semua berjalan normal dan indah sampai ketika aku dan Daniel ketahuan berpacaran oleh kedua orang tuaku.


Ketika itu Daniel memaksakan kehendaknya agar aku bisa keluar setelah jam sekolah selesai, dia membawaku ke rumah kos dimana Daniel memang tinggal disana selama bersekolah. Disana Daniel memintaku untuk tidur dengannya, bertebaran lah janji - janjinya yang terasa memuakkan bagiku. Tapi aku begitu mencintainya dan aku pun membiarkan Daniel untuk berbuat apapun yang dia inginkan dariku, bodohnya diriku..... Tapi itu tidak lama sampai tiba - tiba aku menamparnya ketika dia membuka baju seragam sekolahku.


Aku sangat mengingat wajah kagetnya mendapatkan tamparan dariku, aku pun bingung kenapa aku melakukannya. Berulang kali aku meminta maaf namun sepertinya Daniel sangat marah padaku, buktinya setelahnya dia memintaku untuk pergi dari kamar kosnya tanpa mengantarkan aku pulang. Dan... karena itulah ayah dan ibuku mencurigai aku memiliki hubungan dengan lawan jenisku....

__ADS_1


Aku dihajar habis - habisan oleh ayahku dan ibuku pun memarahiku, namun aku tetap mempertahankan cinta pertamaku itu. Daniel juga terkesan ingin terus mempertahankan hubungan kami... semua nampak akan bahagia di akhir ceritaku, aku menemukan arah hidup ketika aku bisa lepas dari cengkraman kedua orang tuaku. Namun harapan tinggal harapan, semua itu pupus...yaah.. semua mimpi indah ku hancur di hari sabtu malam.


Ditemani hujan deras, aku melompat dari jendela kamarku karena Daniel ingin menemui ku disebuah gang kecil yang menghubungkan jalan perkotaan dengan komplek perumahanku. Aku berlari dan tidak menghiraukan semua tetesan air hujan yang menghujam tubuhku, aku tidak ingin membuatnya menungguku terlalu lama dalam keadaan hujan yang deras itu. Hingga lima menit aku berlari, sampailah aku ditempat yang Daniel katakan sedang menungguku untuk berbicara.


"Ma... maaf... apa kamu menungguku terlalu lama?" tanyaku dengan senyum terbaik yang aku miliki


"Tidak" jawabnya singkat, aku mengatur nafasku sejenak dan berusaha menyingkirkan air hujan yang membasahi kepala dan wajah dengan kedua tanganku. Kemudian aku berjalan mendekatinya, namun baru beberapa langkah Daniel tiba - tiba berkata....


"Aku ingin putus" celetuknya....


Aku yakin sekali malam itu tidak ada satupun petir yang menyambar, tapi entah mengapa rasanya telingaku mendengar bunyi yang membekukan tubuhku....


"Ke... kenapa...? apa karena aku tidak bisa menemanimu selain disekolah? apa karena aku kini tidak secantik dulu? atau karena kejadian waktu itu? apa? kenapa?!" teriakku padanya, dia hanya menggelengkan kepalanya dan berkata...


"Aku bertemu dengan wanita yang lebih baik darimu, jadi maaf aku harus katakan ini sekarang. Aku hanya berharap kamu tidak mengganggu hubungan kami" jawabnya


"Tolong jangan tinggalkan aku!! aku... aku bisa menjadi yang kedua untukmu!! aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan siapapun itu!! tapi tolong jangan tinggalkan aku!!" pintaku memelas, Daniel menarik lengannya agar terlepas dari genggamanku.


"Itu terserah padamu, tapi aku tetap memutuskan untuk putus darimu... maaf dan terima kasih" ucapnya lalu berlalu meninggalkan ku begitu saja


Hatiku terasa sakit ketika Daniel memutuskan hubungan kami, dengan lunglai aku kembali berjalan untuk pulang. Didepan rumah aku masuk tidak lagi lewat jendela kamarku namun lewat pintu depan, aku pun berpapasan dengan ayahku. Dengan basah kuyup dan tentang keberadaan ku yang tidak didalam kamar tentu saja memancing amarah ayahku, dia menamparku berkali - kali tapi entah mengapa aku tidak merasakan sakit apapun bahkan ketika darah mengalir dari hidung dan bibirku.


Seakan sudah puas menghajar ku, ayah meninggalkanku begitu saja didepan pintu keluar rumah. Dengan tertatih aku berjalan masuk kedalam kamarku, mengeringkan tubuhku seadanya, dan menyembuhkan luka - luka yang aku derita karena perlakuan kasar ayah. Malam itu entah pingsan atau kelelahan aku pun tertidur dilantai kamarku setelah menutupi luka robek dibibir, lalu mentari pagi pun menyingsing dan menyadarkan ku.


Hari minggu pagi yang cerah... semua orang menganggap itu adalah hari yang menyenangkan, berkumpul dengan keluarga dihari libur setelah enam hari lelah menjalani aktifitas. Bagiku? itu neraka yang panjang... aku harus berkumpul dengan kedua orangtuaku selama sehari penuh.


Setiap minggu pagi maka akan selalu ada sarapan bersama di rumahku, jika tidak maka bukan sesuatu yang baru jika ayah akan menyeret ku dan memukuliku. Dengan terpaksa aku pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan, hari pertama setelah aku diputuskan oleh Daniel dan yang aku dapatkan adalah ayah memberiku sebuah foto pria yang tidak aku kenal sama sekali. Tapi dia terlihat seusiaku, aku sempat memandang tajam foto itu dan dalam benakku berkata "aku akan dijual kepada pria ini".


"Dia bernama Jester Gates, anak William cucu Arthur. Aku akan mencari dana untuk mengkuliahkan kamu di universitas swasta yang sama dengannya ketika kamu lulus nanti, jadi belajarlah yang baik Camilla" ucap ayahku ketika itu

__ADS_1


"Baik" jawabku singkat, tapi mataku terus menatap wajah dalam foto itu


"Kamu harus bisa menjadi pacarnya lalu menikahinya, kuasai hartanya dan angkat aku untuk menjadi petinggi di jaringan hotel Gates. Apa kamu mengerti?" ucapnya lagi memberiku perintah, seakan sudah menduganya aku memang sudah yakin tujuannya adalah harta keluarga.


"Baik" jawabku lagi, namun aku sama sekali tidak akan melakukan apapun dan persetan dengan perintah itu.


Sejak hari itu ayah tidak pernah lagi memukulku, bukan karena dia mulai menunjukkan belas kasihnya namun karena dia tidak ingin merusak tubuh dan wajahku. Sebuah alasan yang aneh untuk tidak memukuli anak gadisnya, tapi aku menikmati hari - hariku tanpa perlakuan kasar ayahku sejak hari itu.


Dihari berikutnya aku mulai mengetahui siapa sosok wanita yang merebut hati Daniel dariku, Naomi Scott.... seorang selebgram yang memang terkenal karena kecantikannya. Tidak hanya cantik, dia juga anak tunggal dari pemilik jaringan rumah sakit Scott... sangat menggiurkan memang bisa menjadi pasangan wanita secantik dan sekaya itu. Pantas saja Daniel membuang ku, semua pria sama saja....


Hari demi hari berlalu hingga akhirnya aku lulus sekolah, ayahku benar - benar memasukkan ku ke universitas dimana Jester kuliah. Di hari pertama kuliah aku langsung bertemu dengannya, entah takdir atau kebetulan... Jester jatuh cinta padaku. Aku tidak memiliki masalah dengan Jester, namun mengingat keluarganya yang membuat ayahku menjadi iblis... entah mengapa api dendam ku berkobar saat menatap matanya. Seandainya keluarganya menghabisi ayahku... aku tidak akan menderita seperti ini. Semua pria sama saja....


Aku menggantung hubunganku dengan Jester untuk memuluskan balas dendam ku, dipermainkan sampai mati... tapi karena aku tidak juga kunjung menjadi pacar Jester, ketika itu ayah mulai kembali sering menghajar ku dan memarahiku. Kali ini tidak hanya ayah, namun ibuku pun ikut menghajar ku karena ternyata biaya kuliahku didapat dari menjual ginjal ibu... tidak... kamu tidak salah dengar... aku bisa berkuliah ditempat mewah seperti ini karena pengorbanan ibuku dan berharap aku segera menjadi pacar orang kaya agar ibuku dapat membeli ginjal baru untuknya... Gila.... semua orang sama saja....


Aku tidak peduli, aku terus mempermainkan Jester, tidak mematuhi ayahku, dan membiarkan ibu berlama - lama hidup dengan satu ginjalnya... hatiku terasa puas melihat penderitaan ketiga orang ini, namun di semester tiga aku mendengar berita jika Jester berpacaran dengan Naomi... "apa - apaan ini?" dalam benakku aku bertanya


Takdir menginginkanku membalaskan dendam ku...


Takdir tidak ingin aku mati dalam keadaan menyimpan dendam ini seumur hidup...


Takdir kini sangat baik padaku....


Kalian semua sama saja....


Kubuat kalian menderita bersamaku.....


Kegelapan ini.... akan aku bawa kepada kalian semua...


Karena kalian semua.... sama saja....

__ADS_1


__ADS_2