Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Kecewanya Jester


__ADS_3

Suasana yang masih mendung disuatu siang pada hari rabu, disebuah cluster perumahan yang terlihat sepi dari aktifitas warganya. Terdapat sebuah rumah yang paling unik sendiri dengan aksen - aksen khas budaya jepang, rumah yang ditinggali oleh Jester dan Naomi karena paksaan dari kedua orangtua mereka. Didalam rumah itu terlihat Jester tertidur di kamar yang menjadi satu - satunya kamar disana, sedangkan Naomi duduk disebuah sofa yang terletak diruang keluarga sembari mengirim pesan pada Luna lewat aplikasi ChatMe.


***


"Aku sudah menenangkan Jester, sore ini kembalilah" dikirim


"Baik, terima kasih Naomi... kamu memang sebaik dan seramah seperti yang orang - orang katakan" diterima


"Memuji pun aku tidak akan serahkan Jester padamu" dikirim


"Hahaha, aku mengerti" diterima


***


Naomi meletakkan handphonenya dan beranjak hendak menuju kamar mencoba melihat kondisi Jester, didalam kamar Naomi yang mengintip masih mendapati Jester tertidur. Naomi menutup perlahan pintu lalu segera melangkahkan kakinya menuju dapur untuk memasak makan siang, sambil memasak Naomi mulai membayangkan Jester dan Luna yang kemudian berpacaran lalu meninggalkan dirinya. Keberadaan Luna sebenarnya membuat Naomi overthinking namun demi Jester dia rela berkorban apapun karena dia selalu yakin bahwa Jester pasti kembali padanya.


"Aku... kenapa sebodoh ini?" gumam Naomi sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali, Naomi mengalihkan pandangannya menatap jendela yang dapat melihat langit mendung siang itu.


"Bagaimana kalau Jester tiba - tiba jatuh hati lagi padanya?" Naomi kembali bergumam, sejenak terdiam lalu Naomi menghela nafas dan kemudian kembali melanjutkan memasak.


Tiga puluh menit menyelesaikan masakannya, tidak lama Naomi pun langsung menyajikan masakan diatas meja makan. Tidak ingin makan siang sendiri, Naomi kembali melihat keadaan Jester yang tertidur dikamar. Saat Naomi membuka pintu, dia melihat Jester sedang duduk termenung di kasur. Perlahan Jester mengalihkan pandangannya menatap Naomi dengan senyuman, melihat kondisi Jester saat itu Naomi merasa lega.


"Jess... makan dulu yuk, kamu belum makan dari pagi" ajak Naomi dengan suara yang lembut, Jester meregangkan tubuhnya dan segera berdiri lalu berjalan mendekati Naomi. Saat berdekatan Jester mencium kening Naomi dengan lembut, Naomi hanya terdiam karena terkejut Jester tiba - tiba menciumnya.


"Ayo makan, aku sudah sangat lapar" celetuk Jester lalu berjalan keluar kamar, Naomi berbalik menatap punggung Jester dan sedikit tertawa lalu berlari kecil mengejar Jester menuju ruang makan.


Disana Jester duduk menunggu Naomi yang mempersiapkan makanan untuknya, setelah semua siap Naomi pun duduk berhadapan dengan Jester. Dengan garis senyum yang masih tergambar jelas diwajah Naomi, dia menunggu Jester melakukan suapan pertama. Hari ini Naomi sengaja memasak chicken cordon bleu yang menjadi makanan favorit Jester dengan harapan mampu membuat mood Jester kembali baik, Jester yang begitu antusias melahap makanannya membuat Naomi tersenyum bahagia.


"Apa itu enak?" tanya Naomi terlihat antusias menunggu jawaban dari Jester, mata Jester pun berbinar setelah suapan pertamanya.


"Ini cordon bleu terenak yang pernah aku makan! kamu memang pintar memasak!" jawab Jester terdengar senang, dengan tawa kecil Naomi merespon jawaban Jester terlihat lega.


"Emm.... Jester..." Naomi menggantungkan kalimatnya terdengar ragu untuk berbicara, namun Jester terlihat tidak penasaran sama sekali dengan kalimat Naomi.


"Mereka akan kembali, kapan?" celetuk Jester terdengar menyindir, mendengar sindiran itu membuat Naomi kehilangan senyumnya dan terdiam. Jester menatap Naomi yang terlihat sedih lalu menghela nafasnya sejenak.


"Tidak apa, aku sudah mulai bisa menata emosiku. Semakin cepat semakin baik, aku juga penasaran apa yang sebenarnya ingin dia lakukan" ucap Jester lalu lanjut melahap makanannya


"Luna pernah bilang kalau dia akan melakukan semua hal yang pernah kalian lakukan bersama dan melanjutkannya dengan hal - hal yang pernah kalian impikan" terdengar sedih Naomi mengatakannya, perasaan cemburunya mendadak muncul ketika mengingat apa yang pernah Luna katakan padanya di kampus saat pertama kali bertemu.


"Suaramu terdenger sedih... apa kamu yakin akan mengabulkan permintaannya?" tanya Jester agak menekan Naomi, mendengar Jester yang seakan menekan membuat Naomi sedikit terkejut.


Pernyataan Naomi tentang keinginan Luna membuat Jester mengerutkan dahinya, dalam benaknya Jester bertanya kapan Luna mengutarakan keinginannya kepada Naomi. Lalu mengapa mereka seperti sudah pernah saling berbicara sebelumnya, tetapi Jester berusaha menepis semua pertanyaan dibenaknya. Dia mencoba mempercayakan masalahnya akan teratasi dengan bantuan Naomi.


"Aah Eeh iya... gapapa kok Jess, tapi.... jujur aja aku cemburu, aku dan kamu tidak punya hal yang kita impikan untuk dilakukan bersama... sepertinya dia sangat spesial ya dihatimu" jawab Naomi terbata dan terdengar sedih, Jester menghela nafasnya dan tersenyum menatap Naomi.


"Walau tidak terucap tapi kita punya hal yang kita impikan untuk dilakukan bersama kan" celetuk Jester merespon perkataan Naomi, keduanya terdiam sejenak dan saling menatap.


"Bukankah kita memimpikan untuk menikah sebelas bulan lagi?" tanya Jester mencoba mengingatkan Naomi, sempat tertegun beberapa saat Naomi pun tertawa setelahnya.

__ADS_1


"Aku dan dia memang punya beberapa impian yang ingin kami lakukan bersama, mungkin karena kita dulu masih sangat muda jadi masih menggebu - gebu ingin bersama. Tapi itu hanya masa lalu dan kini aku tidak tertarik sama sekali untuk melakukannya, jika bukan karena kamu... aku tidak ingin melakukannya" timpal Jester lagi dengan nada yang datar lalu Jester melanjutkan makannya, sementara Naomi memilih diam sambil memperhatikan Jester menikmati chicken cordon bleu yang dia buat.


Menikmati momen kebersamaan berdua dengan senda gurau dan sesekali obrolan ringan yang berarti, tak terasa sore pun tiba. Sebuah Mercedes Benz C200 melaju dan terparkir didepan rumah Jester dan Naomi, tidak lama Selena dan Luna pun keluar dari mobil itu lalu segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Naomi terlihat sudah siap dipelataran rumah untuk menyambut kedatangan Luna dan Selena, ketiganya terlihat tersenyum saling menatap.


Naomi mengarahkan mereka menuju ruang keluarga dimana Jester sedang duduk dan menonton televisi, mengetahui kehadiran Luna dan Selena saat itu membuat Jester mengalihkan pandangannya lalu mematikan televisinya. Mereka berempat pun duduk bersama di sofa ruang keluarga saling bertatapan, terlihat suasana canggung terjadi diantara mereka.


"Apa yang mau kamu lakukan sebenarnya?" tanya Jester memecah keheningan, Luna tersenyum menatap Jester.


"Aku ingin memulai momen - momen kebersamaan kita dulu, membangun kenangan kita, dan merubahnya menjadi kenangan menyenangkan yang akan selalu kita ingat selamanya" jawab Luna, mendengar jawaban Luna membuat Naomi terbakar api cemburu.


"Kamu tidak akan merebutnya dariku kan?" tanya Naomi agak menekan, Luna pun tertawa mendengar pertanyaan Naomi. Sementara Jester hanya diam melihat keduanya saling berbicara.


"Hahaha, engga engga Naomi.... cuma satu bulan ini aku akan bersamanya, lagi pula aku tidak cuma ingin memulai momen ini berdua dengan kak Jester" jawab Luna terdengar senang, jawaban itu membuat Naomi heran.


"Kamu mau memulai momen dengan siapa lagi?" tanya Naomi lagi penasaran, Luna menghela nafasnya sejenak.


"Aku juga ingin membangun momenku bersamamu, Selena, kak Luke, kak Harry, aku juga dengar dari Selena kalau kak Justin dekat dengan kalian... jadi aku ingin dia juga bergabung dengan kita" jawab Luna, Naomi kembali dibuat heran dengan jawaban Luna.


"Apa tujuanmu sebenarnya?" Naomi benar - benar dibuat kehilangan arah menebak - nebak tujuan Luna, namun Luna tersenyum ketika melihat Naomi yang seperti cemas atas pilihannya.


"Naomi, aku cuma ingin saat aku pergi nanti... kalian semua tidak melupakan aku, bahwa pernah ada Luna Lincoln dihati kalian" jawab Luna terdengar mencoba untuk menenangkan, saat itu Selena terlihat sedih dari sorot matanya menatap Luna.


"Aku gak bisa berkata - kata lagi, tujuanmu aneh tapi aku tetap akan mengawasimu" timpal Naomi terdengar sebal, Luna pun tertawa melihat Naomi yang mendadak sebal itu.


"Sebelumnya aku ingin meminta izin kalian berdua" ucap Luna penuh harap


"Apa itu?" tanya Naomi


"Hah?!" kompak Jester, Naomi dan Selena mengatakannya, Luna pun tertawa mendengar ketiganya kompak mengatakan hal yang sama


"Tidak mungkin aku tinggal disini, ibu pasti akan mencariku!" tolak Selena tegas


"Buat apa juga kamu tinggal disini? tujuanmu sebenarnya apa sih?!" tanya Naomi kembali menaruh curiga pada Luna, Noami sama sekali tidak menyangka rencana yang Luna inginkan akan sejauh ini tetapi dirinya sudah terlanjur menyetujui kesepakatan demi memulihkan hati Jester. Sedangkan Jester saat itu menutup wajah dengan tangannya sambil menggelengkan kepala beberapa kali.


"Gini.. aku cuma punya waktu satu bulan, membangun momen tidak akan mudah kalau kita tidak tinggal bersama - sama. Dalam satu bulan ini aku ingin kita bersahabat, Naomi... Selena... kalian dulunya sahabatan kan?" tanya Luna terdengar semangat, pertanyaan itu membuat Naomi dan Selena saling menatap lalu serentak membuang muka.


"Kak Jester... kamu gak mau membuat Naomi dan Selena bersahabat lagi?" tanya Luna, Jester yang sedari tadi menutup wajah dengan tangannya lalu menatap Luna


"Aku sudah pernah menyarankan itu pada mereka, tapi mereka terlalu keras kepala" jawab Jester datar, Luna pun tertawa mendengar jawaban Jester.


"Dengan mereka tinggal bersama, ikatan yang masih ada itu akan kembali menguat. Sebenarnya mereka sahabat yang saling membutuhkan kok" timpal Luna yang tersenyum menatap Jester


"Kamu ada benarnya" ucap Jester masih datar lalu mengalihkan pandangannya menatap lantai. Seperti sudah tidak bisa lagi menghindar dari situasi yang akan dia hadapi karena permintaan Naomi, Jester pun mulai mencoba menerima kehadiran Luna disana dengan merespon setiap pertanyaan Luna walau hanya seperlunya.


"Hubunganmu dengan Selena juga renggang kan kak?" tanya Luna lagi, sontak pertanyaan itu membuat Jester, Naomi dan Selena terkejut kembali.


"Kalian harus merefresh hubungan kalian menjadi nol kembali, dengan begitu hubungan kalian yang canggung itu akan kembali normal" Luna melanjutkan kalimatnya namun semuanya kembali terdiam dan saling membuang muka


"Selena memang telah melakukan hal bodoh, tapi seperti itulah cinta kan? kalau gak sampai membuat kita bodoh, maka cintamu patut dipertanyakan" dengan sedikit tawa Luna mengatakannya, mendengar tawa Luna saat itu membuat Jester, Naomi dan Selena ikut tertawa kecil.

__ADS_1


"Jadi Naomi... kak Jester... aku minta ijin agar aku dan Selena bisa tinggal dirumah ini selama satu bulan" pinta Luna, terlihat Jester dan Naomi berat hati untuk menerimanya.


"Aku gak yakin, tapi apa memang harus seperti itu?" tanya Naomi terdengar keberatan, Luna memberi gestur memohon pada Naomi dengan kedua tangannya.


"Aku mohon, cuma untuk satu bulan kedepan saja. Plisss" pinta Luna terkesan memaksa


"Jester?" tanya Naomi sambil mengalihkan pandangannya menatap Jester, merasa Naomi membutuhkan keputusannya Jester pun menghela nafas


"Aku duduk disini karena kamu Naomi, sebenarnya aku ingin mengusir orang ini dari hadapanku sesegera mungkin. Tapi kamu yang meminta aku untuk menerima rencananya kan? aku serahkan keputusan ini padamu" jawab Jester datar, Naomi pun kembali dibuat bingung dengan pikirannya sendiri.


Saat ini Naomi merasa terjebak oleh pilihannya, dia ingin membuat Jester merasa lebih baik tapi konsekuensi yang akan dia terima adalah kemungkinan Jester jatuh cinta lagi pada Luna. Melihat Jester yang murung juga bukan pilihan Naomi, perlahan Naomi menatap Jester yang melihatnya datar lalu mengalihkannya menatap Luna yang memandangnya penuh harap. Naomi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Selena... aku pernah di bodohi oleh cinta, kamu tahu itu kan? kamu juga yang membantuku selama ini dan melihat langsung seberapa bodohnya aku dulu pada Daniel" ucap Naomi menatap Selena dengan tatapan sedih, Selena pun mengalihkan pandangannya menatap Naomi lalu menganggukkan kepalanya merespon Naomi.


"Aku tahu kamu mencintai Jester, tapi saat ini aku dan dia adalah sepasang kekasih... aku tidak akan biarkan lagi kamu dekat dengannya membawa perasanmu" Naomi melanjutkan kalimatnya dengan sedikit tekanan


"Aku mengerti" timpal Selena dengan datar, Naomi pun mengalihkan pandangannya menatap Luna.


"Luna... kamu adalah cinta pertama kekasihku, sangat bodoh bagiku untuk membiarkanmu kembali dekat dan kamu juga terang - terangan mengatakan ingin membangun momenmu kembali bersamanya, sebagai sesama wanita aku yakin kamu mengerti ketakutan dan keresahanku" tegas Naomi mengatakannya untuk menekan Luna


"Aku mengerti, permintaanku memang tidak masuk akal" terlihat sedih Luna mengatakannya


"Tapi sejak pertama bertemu denganmu, aku melihat sisi Jester yang berbeda... sisi yang saat aku melihatnya membuatku merasakan sakitnya hati Jester karena ulahmu. Aku marah padamu tanpa alasan, aku kecewa padamu juga tanpa alasan, aku membencimu pun tanpa alasan.... rasa sakit hati Jester seakan merasuki hatiku juga dan aku tidak tahan terus - terusan melihatnya seperti ini" dengan sedikit marah Naomi mengatakannya, Jester pun terkejut dengan perkataan Naomi.


"Aku pernah membaca sebuah buku yang isinya berkata 'Jika kamu merasakan sakit pada diri sendiri itu tandanya kamu masih hidup, namun jika kamu merasakan sakit yang diderita orang lain itu tandanya kamu manusia' apa kamu pernah mendengarnya?" tanya Luna dengan garis senyum yang terlihat diwajahnya, semuanya pun tediam.


"Aku adalah orang yang tidak dapat merasakan sakit yang diderita orang lain saat itu, seenak hati aku mempermalukan kak Jester diatas panggung dan mengabaikan cintanya padaku... jika kalian ijinkan, aku ingin menjadi manusia yang dapat merasakan sakit orang lain dan dimulai dari bertanggungjawab atas terlukanya hati kak Jester karenaku" ucap Luna meneruskan kalimatnya dengan penuh harap, Naomi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk menata kembali perasaannya yang campur aduk.


"Aku benar - benar wanita paling bodoh di dunia... Haah, aku izinkan kamu dan sekaligus meminta tolong padamu untuk menyembuhkan luka hati Jester" terdengar keberatan Naomi mengatakannya, Jester dan Selena pun dibuat terkejut mendengar perkataan Naomi. Luna terlihat senang lalu dia berdiri dan berlutut didepan Naomi sembari menggenggam kedua tangannya.


"Terima kasih, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu" terdengar senang Luna mengatakannya, Naomi tersenyum kecut melihat kelakuan Luna.


"Kamu... serius?" tanya Jester masih tidak dapat mempercayai yang dia dengar, mendengar pertanyaan itu membuat Naomi mengalihkan pandangannya menatap Jester.


Bagi Jester kehadiran Naomi sudah sangat mengobati luka hatinya, bersama Naomi dia mendapatkan kembali kebahagiaan dan harapan tentang sebuah hubungan percintaan yang indah. Keputusan Naomi menerima permintaan Luna menyiratkan sedikit kekecewaan dihati Jester, benaknya berfikir kenapa seakan Naomi tidak memiliki rasa cemburu jika Jester dekat kembali dengan Luna.


"Semua yang aku lakukan untuk kebahagiaanmu" jawab Naomi dengan berat hati, mendengar perkataan Naomi yang berat hati itu membuat Jester membuang muka.


"Kalau memang menurutmu itu yang terbaik, akan aku ikuti walau hatiku menolak" tegas Jester mengatakannya walau terbesit perasaan sedih melihat Naomi.


Jester pun berdiri dan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sedih yang terlihat dari raut wajahnya, kakinya melangkah terlihat lesu dan tidak punya semangat sama sekali. Jester berjalan menuju kamar lalu merebahkan tubuhnya di kasur, pikirannya penuh dengan pertanyaan mengapa Naomi melakukan hal ini untuknya. Ucapan Naomi tentang permintaan Luna kepadanya sangat menganggu pikirannya, seakan hatinya bertanya - tanya sejak kapan mereka berhubungan.


Tidak lama, bunyi handphone Jester menganggu lamunannya. Jester menatap layar handphonenya untuk melihat siapa yang mengiriminnya pesan, terlihat pesan masuk dari Si Gorilla


***


"Hei bodoh, kemarilah... aku ada yang perlu disampaikan langsung padamu" diterima


"Aku lelah, kapan - kapan aja" dikirim

__ADS_1


"Ini tentang Naomi, Luna dan Selena. Kemarilah" diterima


***


__ADS_2