Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sisi Lain Arthur


__ADS_3

Siang yang cerah disebuah rumah mewah ditengah perbukitan, rumah yang menjadi tempat keluarga Gates tinggal itu terlihat sangat tertutup dengan pagar yang menjulang tinggi mengikuti kontur perbukitan, semakin indah dengan adanya air mancur yang megah dengan ukiran klasik khas Eropa bernuansa warna putih dan emas ditengah - tengah taman yang begitu panjang didepan pelataran rumah Megah itu. Sebuah taman yang indah namun banyak menyimpan misteri didalamnya. Dengan penjagaan ketat oleh beberapa pria bertuksedo, berkacamata hitam dan dengan alat komunikasi yang menempel ditelinga mereka masing - masing, menambah kesan bahwa rumah itu sangat tidak ramah dengan pengunjung.


Dilantai tiga disalah satu dari sekian banyak kamar yang tersedia, Naomi terlihat sedang memasak di dapur yang berada didalam kamar. Ditemani oleh dua wanita berpakaian maid sedang berdiri didepan pintu yang siap menunggu apapun perintah Naomi, terlihat Naomi mencoba untuk menikmati hari - harinya berada dalam penyekapan yang dilakukan oleh Arthur.


"Hmmm... enak~ seandainya Jester ada disini" celetuk Naomi saat mencicipi hasil masakannya, tidak lama ada yang mengetok pintu kamar Naomi dan membuat Naomi mengalihkan perhatiannya menatap pintu yang tertutup rapat itu.


"Siapa?" gumam Naomi saat itu


Seakan tahu siapa yang akan datang, kedua wanita berpakaian maid itu langsung sedikit bergeser agar tidak menghalangi pintu terbuka. Bersamaan dengan itu, pintu kamar Naomi pun terbuka secara perlahan dan kedua wanita berpakaian maid langsung menundukkan badannya. Wajah Naomi terkejut menatap Arthur dan Julius mendatangi kamarnya tanpa pemberitahuan apapun, tanpa Naomi sadari kakinya sempat melangkah mundur beberapa kali saat melihat kedatangan Arthur dan Julius.


"Aku mendengar nona muda Scott sedang memasak dan mengabaikan masakan khusus dari koki rumah, apa kamu takut masakan yang dikirim itu mengandung racun?" tanya Arthur sembari berjalan terus menuju sebuah meja makan dengan empat kursi yang tersedia didalam kamar, Arthur pun duduk disalah satu kursi sedangkan Julius berdiri dibelakang Arthur dengan sikap sempurna.


"Ti.. tidak, aku hanya.... sedang mengisi kesibukan agar tidak bosan disini" jawab Naomi terbata karena takut kepada Arthur, mendengar jawaban Naomi membuat Arthur terdiam beberapa saat.


"Mengisi hari dengan kegiatan receh untuk mempertahankan kewarasan, sungguh langkah yang tepat" timpal Arthur dengan nada yang terdengar sedang mengejek, Naomi hanya bisa terdiam sembari terus menatap Arthur dengan tajam.


"Apa kamu tahu Jester pergi dari rumah ini untuk mengikuti lomba?" tanya Arthur sembari mengalihkan pandangannya menatap jendela kamar


"Iya, aku tahu" jawab Naomi dengan tegas


"Apa kamu tidak merasa ditinggalkan olehnya dan membuat kamu merasa menjadi pilihan nomor kesekian dari prioritasnya?" tanya Arthur lagi dengan sedikit menekan


"Tidak... karena aku tahu apa yang sebenarnya Jester lakukan untuk mengalahkan mu" dengan tegas Naomi menjawab pertanyaan Arthur, mendengar jawaban Naomi saat itu membuat Arthur heran lalu kembali menatap Naomi.


"Kamu yakin? sepertinya William dan Evans pun sudah mengakui kekalahan mereka, kedua orang itu menjual hampir setengah dari total keseluruhan saham perusahaan dan membiarkan mata - mataku akan masuk kedalamnya. Aku yakin uang itu akan mereka bawa keluar negeri, jaga - jaga jika Jester kalah taruhan denganku seperti yang pernah keluarga Scott lakukan dulu" timpal Arthur


"Lalu kenapa kamu beli saham itu? kamu memang sengaja ingin membiarkan papa dan ayah pergi?" tanya Naomi dengan sinis, Arthur tertawa mendengar pertanyaan Naomi.


"Dua perusahaan ini memiliki prospek yang bagus, dimana ada bisnis yang bagus maka Gates akan selalu hadir untuk menjadi pesaing. Apa kamu tidak memahami itu nona muda Scott?" dengan sedikit tertawa Arthur saat mengatakannya, Naomi pun kembali terdiam.


Untuk pertama kalinya Naomi dan Arthur terlibat percakapan yang intens, cukup mengejutkan bagi Naomi mengingat Arthur adalah sosok yang dingin. Namun kebenaran yang diutarakan oleh Julius tentang hubungan Arthur dengan keluarga Scott membuat Naomi sedikit lebih berani dan meredam kebenciannya walau tidak sepenuhnya pada Arthur.


"Maksud kedatanganku kemari adalah aku ingin menanyakan beberapa hal padamu" ucap Arthur datar dan suaranya terdengar hangat tidak seperti biasanya yang terdengar menekan, hal itu membuat Naomi mengerutkan dahinya.


"Tanya tentang apa?" tanya Naomi penasaran


"Aku dengar dari Julius jika kamu dan Sarah adalah teman, apa benar?" tanya Arthur kepada Naomi, setelah tahu akan semua kebenaran Arielle membuat Naomi tidak dapat bersikap tenang lagi saat mendengar pertanyaan Arthur walau suara Arthur terdengar santai.


"I..iya.. kami berteman... ada apa?" tanya balik Naomi terbata


"Aku tidak begitu memahami tentang dunia selebgram dan sosial media sejenisnya, aku juga tidak paham bagaimana cara mereka dapat uang dari aplikasi seperti itu. Tapi baik kamu dan Sarah yang aku dengar adalah sosok selebgram, apa yang kalian lakukan dengan media sosial itu?" tanya Arthur


"Ti..tidak banyak... kami hanya berbagi foto dan orang lain akan menyukai foto itu, semakin banyak followers kami maka kami juga akan semakin terkenal. Dengan begitu apapun yang kami jual di akun kami, followers setia kami pasti akan membelinya. Dari sana kami akan mendapatkan uang" jawab Naomi menjelaskan pada Arthur, sejenak terdiam lalu menoleh menatap Julius yang berada dibelakangnya.


"Seperti bintang iklan di jaman kita ya" celetuk Arthur, Julius pun tersenyum lalu menganggukkan kepala beberapa kali.


"Aku sedikit mengerti mengapa Sarah bisa membuat Arielle Corp menjadi nomor satu, lalu sejauh apa kamu dan Sarah berteman?" tanya Arthur lagi pada Naomi sembari kembali mengalihkan pandangannya menatap Naomi.


"Kami.... teman di SMA dan sebenarnya kami juga tidak terlalu akrab, tapi akhir - akhir ini kami jauh lebih akrab dari sebelumnya karena dia berpacaran dengan sahabat Jester" jawab Naomi, mendengar jawaban itu membuat Arthur dan Julius terkejut.


"Berpacaran.... dengan teman Jester?" tanya Julius mencoba mempertegas jawaban Naomi, dengan anggukan kepala Naomi merespon pertanyaan Julius.


"Kamu ini gimana, hal seperti itu saja kenapa bisa lolos?" tanya Arthur dengan helaan nafas

__ADS_1


"Maafkan Julius, beberapa pekerjaan membuat Julius sedikit hilang konsentrasi" jawab Julius penuh penyesalan, percakapan antara Arthur dan Julius membuat Naomi heran.


"Ada apa? kenapa kalian peduli? bukankah..." belum selesai Naomi berkata, Arthur memotong


"Bagaimana pun dia adalah cucu kami, mana mungkin kami tidak peduli?" tanya Arthur sembari menatap Naomi penuh kehangatan, Naomi pun terkejut mendengar perkataan Arthur.


Tatapan Arthur yang penuh kehangatan kepada Naomi membuatnya dapat merasakan kehangatan sebenarnya dari diri Arthur yang selama ini Arthur sembunyikan. Naomi seperti bisa merasakan kerinduan dan kasih sayang seorang kakek terhadap cucunya walau Naomi sendiri tidak dapat mendapatkan itu dari sang kakek. Arthur terlihat begitu ingin mengetahui tentang Sarah bagi Naomi, walaupun seperti terlihat gengsi dan masih saja kaku.


"Lalu kenapa kamu menyuruh Jester dan Sarah untuk saling makan?!" tanya Naomi sedikit membentak


"Karena keluarga ini tetap harus memiliki penerus, kandidatnya hanya ada Jester dan Sarah yang memiliki umur yang hanya beda satu satu tahun. Diantara semua cucuku dari Andrews, William dan Phillips.... hanya Jester dan Sarah yang menunjukkan tanda - tanda mereka mampu" jawab Arthur datar sembari menatap langit - langit kamar, Naomi terdiam sejenak dan mencoba mencerna apa yang dikatakan Arthur.


"Tapi... ini seperti tidak adil, Jester memang lebih tua satu tahun dari Sarah namun... Sarah tidak meneruskan studinya dan langsung turun di dunia kerja saat dia lulus SMA, Jester pasti kalah bersaing dengan..." belum selesai Naomi berkata, Arthur memotong.


"Kamu salah nona muda Scott, Sarah lebih tua satu tahun dari Jester" timpal Arthur, perkataan Arthur kembali membuat Naomi terkejut.


"Hah?! tidak mungkin, aku dan Sarah adalah teman sekelas" bantah Naomi dengan tegas, Arthur dan Julius pun tertawa mendengar bantahan Naomi.


"Sarah terpaksa dua kali tinggal kelas karena Sarah beberapa kali pindah sekolah, itu disebabkan karena Jessica ingin menghindari tuan Andrews" ucap Julius menjelaskan pada Naomi, perkataan Julius membuat Naomi terdiam.


"Sarah... aku sudah memantaunya sejak lama, dia memang pantas memiliki darah Gates. Sama halnya dengan Jester, walau lebih muda dan kalah pengalaman namun Jester membuat aku terkesan" timpal Arthur sembari memejamkan mata, mendengar perkataan Arthur membuat Naomi mengerutkan dahinya.


"Kenapa... kalian... melakukan ini pada keduanya? aku tidak mengerti... sikap dingin yang kalian tunjukkan pada Sarah dan Jester... aku tidak mengerti apa yang kalian inginkan" terdengar bingung dan heran saat Naomi mengatakannya, Arthur menghela nafasnya sejenak dan menatap Naomi dengan tajam.


"Sebagai ujian siapa yang pantas menggantikan posisiku" jawab Arthur tegas


"Tapi mereka akan membencimu! kamu akan hidup dipenuhi orang - orang yang membencimu!! kenapa kamu lakukan hal ini?!" agak dengan bentakan Naomi mengatakannya, Arthur kembali menghela nafasnya.


"Ini... sup miso..." jawab Naomi terbata


"Miso soup khas jepang.... sudah lama sekali aku tidak merasakannya, boleh aku minta?" tanya Arthur pada Naomi dan membuat Naomi terdiam beberapa saat, Naomi tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dia dengar dan lihat dari sosok Arthur.


Hanya Sarah cucu Arthur satu - satunya yang perempuan, karena cucu - cucu yang lainnya semua pria. Dengan sikap Arthur yang dingin rasanya sulit untuk membangun hubungan yang hangat antar kakek dan cucu. Terpisah karena kematian sang istri membuat sosok yang dikenal pernah hangat itu berubah menjadi dingin, hubungan yang sulit lagi terjalin dengan keluarga besar lainnya karena rasa takut mereka kepada Arthur. Naomi memahami bahwa Arthur membutuhkan sosok yang menghangatkan baginya, dan sarah adalah cucu perempuan satu - satunya yang seharusnya bisa mewarnai hari - hari Arthur. Sikap Arthur yang tidak biasa itu dapat Naomi artikan bahwa Arthur ingin dekat dengan cucunya, namun sayang mereka harus terpisah karena penolakan dari Arthur.


"Aah.. Eeh... kamu mau... ini?" tanya Naomi terbata


"Ya... tidak ada salahnya kan kita mengobrol sambil menikmati masakan mu" jawab Arthur dengan wajah datarnya, mendengar jawaban Arthur membuat Naomi panik dan segera menyiapkan beberapa mangkuk dan juga peralatan makan lain yang tersedia didekatnya.


Tidak lama Naomi membawa masakannya menuju meja makan didalam kamar itu, menyajikan hasil masakan dihadapan Arthur sedikit membuat Naomi bergemetar. Entah harus senang atau takut saat itu, semua emosi Naomi bercampur aduk menjadi satu sampai membuat Naomi gugup. Arthur menarik salah satu kursi dan memerintahkan Julius untuk duduk disebelah Arthur, lalu memberi gestur tangan kepada Naomi agar Naomi juga duduk didepan Arthur.


"Mari kita nikmati masakan nona muda Scott" ucap Arthur ketika Naomi dan Julius sudah duduk ditempat masing - masing


Arthur tanpa ragu mengambil sup miso buatan Naomi dan segera menyantapnya, dengan jantung yang berdetak keras Naomi menunggu respon Arthur. Wajah Arthur pun terlihat terkejut setelah beberapa saat memakan masakan Naomi, beberapa kali kepalanya mengangguk sembari terus menikmati sup miso yang ada didalam mangkuknya.


"Kamu masih muda dan sangat mahir memasak, aku kagum padamu nona muda Scott" puji Arthur pada Naomi, walau masih terlihat masih kaget namun garis senyum Naomi nampak merekah.


"Te.. terima kasih.." ucap Naomi merespon pujian Arthur, dengan gestur tangan Arthur menyuruh Naomi dan Julius untuk menikmati masakan Naomi yang berada di hot pot.


"Lalu... apa saja yang kamu sukai tentang Jester?" tanya Arthur ketika Naomi dan Julius mengambil sup miso untuk diletakkan kedalam mangkuk mereka, wajah Naomi memerah seketika mendengar pertanyaan Arthur.


"Aah... Eeh..." ucap Naomi terbata seakan tidak percaya dengan pertanyaan Arthur kepadanya, Julius pun tertawa melihat ekspresi wajah Naomi.


"Tuan besar Arthur, pertanyaan anda terlalu sensitif untuk wanita muda yang dimabuk asmara" timpal Julius dengan suara tawa yang terdengar, Arthur menepuk pundak Julius.

__ADS_1


"Aaah... kau benar, aku yang sudah tua ini kadang tidak banyak memikirkan perasaan orang lain ketika bertanya" ucap Arthur sembari tertawa, serentak Arthur dan Julius tertawa bersama.


Melihat pemandangan yang tidak pernah akan disangka membuat Naomi hanya mampu terdiam, Arthur dan Julius terlihat sangat akrab dengan saling melempar candaan. Sosok Arthur dan Julius yang berbeda ini membuat Naomi memiliki banyak pertanyaan didalam kepalanya, namun Naomi merasa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk bertanya hal seperti itu. Naomi hanya terdiam sembari menikmati hasil masakannya sembari menundukkan kepalanya, tidak lama Arthur kembali bertanya pada Naomi.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku nona muda Scott? Apa yang menarik dari Jester?" tanya Arthur kembali, Naomi tersentak sampai menyemburkan kuah sup miso yang berada di mulutnya.


"Hah? Aah... Eeh..." terbata Naomi mengatakannya, Arthur dan Julius pun tertawa melihat ekspresi wajah terkejut Naomi saat itu.


"Ahahaha... kenapa? apa pertanyaan ku sangat sensitif untukmu?" tanya Arthur terdengar senang, tangannya meminta wanita berpakaian maid yang berada didepan pintu untuk mendekat.


"Aah.. Eeh... tidak... sebenarnya tidak seperti itu cuma..." jawab Naomi terbata dan menggantungkan kalimatnya sembari menatap Arthur dan Julius dengan tajam.


"Cuma apa nona muda Scott?" tanya Arthur dengan heran


"Apa ini sebenarnya? kenapa kita berbicara seperti ini?" tanya balik Naomi dengan wajah yang terlihat bingung dan heran, bersamaan dengan itu maid yang dipanggil Arthur sudah berada disebelah meja makan.


"Kamu tolong bersihkan lantai dibawah itu" perintah Julius kepada wanita yang berpakaian maid yang mendekat


"Aku hanya ingin memahami sosok calon istri dari cucuku, selama satu bulan ini kalian tidak akan bisa bertemu jadi ini merupakan kesempatanku untuk bisa akrab dengan calon istri dari cucuku" jawab Arthur dengan nada datar, Naomi hanya terdiam dan tertegun memandangi wajah Arthur.


Mendapat sebutan calon istri Jester dari Arthur membuat hati Naomi berbunga - bunga, saat itu dia merasa telah direstui oleh Arthur. Namun Naomi lebih memilih menyembunyikan perasaannya karena malu jika sampai kakek Jester mengetahui Naomi sedang berbunga - bunga.


"Aku menikmati pembicaraan diantara kita nona muda Scott, untuk kedepannya aku harap kamu memanggilku dengan sebutan kakek Arthur" ucap Arthur lagi lalu berdiri hendak meninggalkan kamar Naomi diikuti oleh Julius, Naomi kembali terkejut mendengar perkataan Arthur saat itu. Setelah beberapa langkah Arthur dan Julius hendak meninggalkan kamar Naomi itu, dengan satu tarikan nafas Naomi berdiri lalu memberanikan diri untuk berbicara kembali pada Arthur.


"Kenapa kamu lakukan ini?! untuk apa ini sebenarnya?! kamu membuat Jester marah kepadamu, membuat Sarah membencimu, membuat anak - anakmu tidak menyukaimu!! sebenarnya buat apa kamu bersikap seperti itu?!" dengan sedikit teriakan Naomi mengatakannya, mendengar pertanyaan Naomi membuat Arthur dan Julius menghentikan langkahnya.


"Untuk menempa Jester dan Sarah agar mereka tidak naif menatap dunia, kalian yang masih muda akan sering kali mengalami kegagalan dan pengkhianatan. Dengan menempa kalian seperti ini, aku ingin mengajarkan bahwa tidak semua hal akan selalu berjalan seperti keinginan kalian. Ada kalanya kalian akan melawan teman, sahabat, bahkan kekasih kalian sendiri" jawab Arthur lalu menoleh menatap Naomi


"Senang bisa berbicara santai denganmu nona muda Scott" ucap Arthur lalu kembali berjalan meninggalkan kamar Naomi, tidak lama pintu pun kembali tertutup rapat menyisakan Naomi dan dua wanita berpakaian maid didalam kamar itu.


Disaat yang bersamaan, ditengah jalan tol. Terlihat Hyundai Staria melaju dengan kecepatan cukup cepat, melewati beberapa mobil lain yang juga melintasi jalan tol itu. Didalam mobil itu tampak Alex yang sedang menyetir mobil ditemani Jester disebelahnya, di bagian belakang ada Selena yang sedang bermain handphone miliknya. Perjalanan yang penuh keheningan itu terasa begitu membosankan bagi Jester, semua terjadi karena Selena yang masih tidak mampu untuk menahan perasaannya pada Jester.


Ditengah keheningan itu, suara dering handphone Jester pun terdengar. Dengan segera Jester mengambil handphone di tas kecil miliknya dan melihat siapa yang meneleponnya saat itu, tertulis "si Gorila" dilayar handphone Jester sedang memanggil.


***


"Ya Luke, ada apa?" tanya Jester ketika mengangkat teleponnya


"Jester, kamu dimana?" tanya Luke


"Aku diperjalanan menuju tempat lomba antar universitas, karena membutuhkan perjalanan yang lama makanya kami berangkat lebih awal. Ada apa?" tanya balik Jester


"Sarah ingin berbicara denganmu secara langsung, aku mungkin akan menyusulmu ke kota tempat kamu akan mengikuti lomba" jawab Luke.


"Apa sepenting itu?" tanya Jester


"Ya... ini berkaitan dengan statusnya sebagai bagian dari keluarga Gates" jawab Luke, Jester pun terdiam beberapa saat.


"Aku mengerti, aku akan memberimu lokasi ku" timpal Jester


"Makasi Jester" ucap Luke lalu menutup teleponnya


***

__ADS_1


__ADS_2