
Siang hari yang panas terik di sebuah cluster perumahan dimana rumah Jester dan Naomi berada, terparkir sebuah mobil BMW 330i hitam tepat didepan rumah mereka. Terlihat Justin yang baru saja keluar dari kursi pengemudi dan Grace memeluk Naomi didepan rumah, Naomi tersenyum manis sembari membalas pelukan Grece dengan erat. Pandangan Naomi menatap Justin yang berada disebelah BMW 330i itu sembari tersenyum hangat, Justin pun membalas senyuman itu.
"Naomi~" sapa Grece dengan nada manja seperti biasa sembari memeluk Naomi dengan erat, Naomi terlihat senang mendapatkan pelukan dari Grece ketika itu.
"Hai Naomi, lama tidak jumpa" Justin mengucapkannya sembari tersenyum menatap Naomi, terlihat raut wajah Naomi yang senang melihat kedatangan keduanya.
"Grece, Justin, selamat datang" sapa Naomi bersamaan dengan melepaskan pelukannya, Grece menatap Naomi dengan senyuman manis.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke ruang keluarga, setelah mempersilahkan Justin dan Grece duduk di ruang keluarga Naomi berjalan menuju dapur dan menyiapkan tiga cangkir teh untuk disajikan kepada Justin dan Grece. Tidak beberapa lama Naomi menyajikan teh di meja depan Justin dan Grece lalu duduk berhadapan dengan mereka berdua, ketiganya terlibat percakapan tentang festival band yang akan diselenggarakan oleh ayah Grece melalui salah satu jaringan televisi yang dimilikinya dan akan dimulai empat bulan lagi.
Naomi terlihat terkejut selama pembicaraan itu berlangsung karena ternyata Jester tidak mengatakan apapun tentang festival band selama ini, Justin sudah menduganya bahwa Jester akan lupa untuk menyampaikan kepada Naomi dan Grece terlihat kesal karena Jester lupa untuk menyampaikan pada Naomi padahal dia telah berjanji untuk membujuk Naomi agar menerima tawaran itu.
"Jadi begitu Naomi, Jester tidak mengatakan apapun ya tentang festival band itu?" tanya Grece yang terlihat marah pada Jester, raut wajah Naomi terlihat sedih ketika mengetahui Jester tidak pernah membicarakan hal itu kepadanya.
"Iya, tapi Jester benar. Maaf, aku menolaknya Grece" Naomi menolak dengan tegas permintaan Grece dan mempertegas bahwa Jester sudah memberikan jawaban yang tepat mewakili dirinya, mendengarkan penolakan itu membuat Grece menundukkan kepalanya sembari memohon pada Naomi.
"Aaaa~ ayolah Naomi... aku mohon..." pinta Grece dengan nada memelas, Naomi terlihat tertekan saat itu melihat Grece yang begitu memaksanya. Melihat Naomi yang mulai tidak nyaman dengan tingkah Grece membuat Justin menoleh menatap Grece, lalu tangannya menepuk lembut kepala Grece beberapa kali.
"Grece jangan memaksanya seperti itu, Naomi punya alasan yang kuat" ucap Justin sembari mengelus kepala Grece, senyum Naomi terlihat berat sesaat mendengar perkataan Justin.
"Tapi kenapa sih ibu Naomi melarang Naomi bermain band?" tanya Grece dengan nada kesal dan mengabaikan perkataan Justin, mendengar perkataan Grece membuat Naomi kembali terlihat sedih.
"Aku tidak tahu, tapi aku tidak akan melanggar perintah ibu lagi. Terakhir kali aku membantah perintahnya itu menjadi bencana yang aku harap tidak pernah terjadi pada hidupku" jelas Naomi menjawab pertanyaan Grece, tatapan matanya mulai kesana kemari seakan Naomi sedang mengingat sesuatu. Justin heran melihat sikap Naomi dan ingin sedikit memancing Naomi agar berbicara lebih jauh, seakan sedang mencari momen Justin terus memperhatikan arah mata Naomi terhenti disatu titik.
"Berarti selain ibumu ingin kamu bersikap anggun, ada hal lain yang menghalangimu ya?" tanya Justin saat sorot mata Naomi menatap langit - langit rumah, seakan tersadar dari lamunannya Naomi sedikit tersentak ketika mendengar suara Justin.
"I.. iya..." jawab Naomi terbata dan gerak tubuhnya terlihat gelisah, Justin memahami Naomi tidak nyaman dengan sikapnya yang ingin menggali lebih dalam tentang dirinya. Justin memberi gestur seperti ingin segera pergi dari rumah itu dan memberi Naomi privasi, tangan Justin menyetuh lengan Grece namun wajah Grece terlihat bingung dengan kode Justin.
"Jika begitu kita harus menghormati keputusan Naomi, kita tidak boleh terus memaksanya" tegas Justin mengatakan itu kepada Grece untuk memaksa Grece agar berhenti meminta Naomi menerima permintaannya, namun lagi - lagi sikap kekanak - kekanakan Grece muncul seketika.
"Tapi sayang~ aku pingin tampil setidaknya sekali dalam hidupku didepan televisi" Grece memelas menatap Justin, tatapannya penuh dengan kesedihan dan kekecewaan. Mendengar Grece yang keceplosan membuat Justin tersenyum malu sembari menepuk dahinya, Naomi terkejut Grece mamangil Justin dengan sebutan sayang.
"Sayang? kalian..." perkataan Naomi menggantung dan Naomi terlihat tersenyum senang menatap keduanya secara bergantian, Justin dan Grece mendadak terdiam sembari memandangi Naomi.
"Eeeh Iya... maaf aku keceplosan sayang~" Grece terlihat malu dan wajahnya memerah lalu menutup wajah dengan kedua tangannya, Justin tertawa malu dan mengalihkan pandangannya menatap Naomi.
"Iya, kami pacaran sekarang" ucap Justin mempertegas perkataan Naomi, Justin tersenyum menatap Naomi dan terlihat Justin sangat bahagia dengan hubungannya dengan Grece. Sesaat Naomi terdengar tertawa bahagia, kenangan tentang pertemuannya dengan Grece dan Justin dulu terbayang kembali di kepalanya.
"Tapi sejak kapan? kalian baru bertemu satu sama lain bulan lalu kan? siapa yang nembak siapa?" tanya Naomi terdengar antusias, ketika itu Justin dan Grece saling tatap dengan wajah yang sama - sama memerah lalu tertawa bersama.
__ADS_1
"Sebenarnya aku yang menembaknya lebih dulu, tapi..." jawaban Grece menggantung dan terdiam beberapa saat sembari menatap Naomi kembali, Justin menggaruk kepalanya dan mengambil nafas dalam - dalam lalu menghembuskan perlahan.
"Aku menghentikannya untuk menembakku dan di saat itu juga aku gantian menembaknya" Justin meneruskan jawaban Grece yang terputus, Naomi tertawa mendengar jawaban keduanya.
"Waah selamat ya, Justin yang tenang dipadu sama Grece yang meledak - ledak... Grece kamu beruntung akan ada yang mengawasimu saat kamu akan bertindak sembrono" Naomi tertawa kecil saat mengatakannya dengan nada sedikit menyindir, Justin pun tertawa mendengar sindiran Naomi.
"Aah~ Naomi, aku ini berjiwa muda bukan sembrono tahu" Grece mengatakannya dengan perasaan malu karena sindiran Naomi, ketika itu Justin menatap Naomi yang tertawa dengan tatapan yang serius.
"Sama seperti mu kan, Jester akan menuntunmu untuk mengeluarkan sisi terdalam dirimu" celetuk Justin tiba - tiba, celetukan itu membuat Grece dan Naomi berhenti tertawa dan keduanya serentak menatap Justin.
"Hah? apa maksudnya sayang?" tanya Grece yang bingung dengan perkataan Justin, Naomi pun terlihat bingung namun dirinya tetap terdiam sembari terus menatap Justin.
"Ada sisi liar yang saat ini dipenjara oleh Naomi, sisi yang menggambarkan siapa sosok Naomi sebenarnya. Aku benarkan?" dengan yakin Justin mengatakannya sambil menatap Naomi yang masih terdiam dengan wajah yang kebingungan menatap Justin, Grece terkejut mendengar perkataan Justin dan langsung kembali menatap Naomi dengan antusias.
"Apa itu benar? kamu punya dua kepribadian?" Grace bertanya dengan penuh rasa penasaran namun Naomi saat itu terlihat bingung harus menjawab apa, mata Naomi mulai bergerak kesana kemari lagi seakan sedang berusaha mengingat sesuatu.
"Aku tidak tahu.... benarkah aku punya sisi yang menggambarkan diriku sebenarnya?" Gumam Naomi bertanya pada dirinya sendiri, gumaman itu tidak terdengar oleh Justin dan Grece sehingga membuat keduanya berfikir Naomi sedang melamun.
"Ada apa Naomi? apa itu membuatmu trauma atau semacamnya?" tanya Grece kembali yang terlihat semakin penasaran ketika Naomi tiba - tiba tediam namun sorot matanya kesana - kemari, Justin merasa kali ini dia melakukan hal bodoh dengan bertanya hal seperti itu kepada Naomi.
"Trauma? aku trauma apa? kenapa aku begitu takut pada ibu? tentu saja karena dia ibu dan aku anak... memang seperti itu kan seharusnya?" Naomi menggumam dan tatapannya mendadak kosong lalu melamun sembari menatap satu titik di salah satu sudut tembok ruangan itu, Grece dan Justin saling menatap karena melihat Naomi yang tiba - tiba bersikap aneh lagi.
"Aah... Eeh... iya, aku baik - baik saja" jawab Naomi yang tersadar dari lamunannya, Grece dan Justin kembali saling bertatapan. Saat itu Justin memberi kode pada Grece untuk pulang dengan gerakan kepalanya, Grece mengangguk lalu kembali menatap Naomi.
"Jadi kamu benar - benar gak mau ya Naomi? aku sedih~" ucap Grece yang terlihat putus asa, namun dari nada suara Grece terdengar sudah dapat menerima penolakan Naomi.
"Grece... berhenti memaksanya donk" Justin terlihat kesal pada Grece karena masih memaksa Naomi untuk mau menerima tawarannya walau Justin tahu Grece cuma memancing Naomi dengan kalimat basa - basinya, seketika itu sorot mata Naomi berubah lebih tajam dari biasanya menatap Grace.
"Beri aku waktu, aku akan bicarakan ini dengan Jester" tegas Naomi saat mengucapkannya, Justin dan Grece terkejut karena tidak menyangka Naomi akan mempertimbangkannya. Grece sampai berdiri untuk memastikan perkataan Naomi, namun Justin menatap Naomi dan berusaha menelaah apa yang membuat Naomi berubah pikiran.
"Beneran? Aaaaa~ senangnya" Grece terlihat bahagia menatap Naomi, Justin menarik lengan Grece agar duduk kembali.
"Jika kamu menolaknya tidak apa Naomi, kamu gak harus memaksakan diri" tegas Justin mencoba membuat Naomi agar kembali ragu dengan pilihannya, sesaat Naomi mengalihkan pandangannya menatap Justin namun dari tatapan mata itu Justin melihat Naomi serius untuk mempertimbangkan permintaan Grece.
"Sayang!! Aaaa~ jangan gitu donk iiiih~" Grece kesal kepada Justin karena berusaha untuk membuat Naomi kembali ragu, Grece sampai menghentakkan kaki ke lantai dengan keras menunjukkan seberapa marahnya dia pada Justin ketika itu.
"Grece tolong singkirkan sifat kekanak - kanakan mu itu untuk sejenak!" tegas Justin dengan sedikit bentakan, Grece kaget dengan nada bicara Justin. setelah terdiam beberapa dan saat saling pandang Grece kembali duduk, melipatkan kedua tangannya, dan memunggungi Justin, Justin tahu Grece akan sangat marah padanya namun dia tidak sampai hati membebankan sesuatu yang tidak penting seperti ini kepada Naomi.
"Dengar Naomi, aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi padamu tapi jika memang berat kamu berhak untuk menolak" Justin menegaskan kembali perkataannya, Justin menatap mata Naomi dan berusaha mencari celah keraguan dari sorot mata Naomi namun ketika itu Naomi terlihat sangat yakin.
__ADS_1
"Tidak apa, biarkan aku bicarakan dulu dengan Jester tentang festival band ini" ucap Naomi yang menatap Justin tanpa keraguan, Justin sampai tertawa melihat Naomi yang tiba - tiba menjadi sosok yang tegas karena mengandalkan Jester.
"Baiklah kalau itu keputusanmu, sepertinya Jester memiliki kunci hatimu ya" sedikit tertawa Justin mengatakannya, Grece yang terkejut mendengar suara tawa Justin pun sampai menoleh.
"Hah? kunci hati? kalian ini bicara apa sih dari tadi?" tanya Grece yang terlihat bingung sembari berbalik menatap Justin dan Naomi secara bergantian, sebuah senyum kecil seperti tersipu malu mendengar kalimat Justin terlihat dari wajah cantik Naomi yang mulai memerah seakan menjadi jawaban atas pertanyaan Justin.
Setelah menghabiskan segelas teh mereka sembari bercengkrama dengan penuh kehangatan dengan topik yang berbeda, Justin dan Grece berpamitan untuk pulang. Didalam mobil BMW 330i hitam itu Justin dan Grece terlihat sedang mengobrol melanjutkan obrolan mereka bertiga yang baru saja terjadi, Grece terlihat bingung menatap Justin yang tersenyum sendiri menatap jalanan.
"Aku gak ngerti yang tadi kamu bicarakan dengan Naomi, Jelasin donk~" pinta Grece, namun Justin hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Tidak ada yang harus dijelaskan sayang, biarkan Naomi yang memutuskan" jawab Justin sambil menyetir mobil ditengah padatnya jalanan perkotaan, Grece terlihat berfikir keras mengingat senyuman Naomi ketika itu.
"Tapi senyuman Naomi tadi.... itu senyuman yang tulus, apa sekarang mereka berdua benar - benar saling jatuh cinta ya?" tanya Grece yang semakin penasaran, Justin menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Grece.
"Hati Jester dikunci untuk Camilla dan hati Naomi di kunci untuk Daniel, tapi sayangnya kunci hati mereka tidak mereka berikan pada masing - masing pasangan" jelas Justin singkat sembari menatap Grece yang masih kebingungan, Grece berfikir keras mencerna kata - kata Justin.
"Maksudmu Camilla dan Daniel tidak benar - benar dicintai oleh Jester dan Naomi?" Grece terkejut setelah berhasil menarik kesimpulan dari perkataan Justin, Justin kembali menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Saat ini kedua hati Naomi dan Jester sudah mereka kunci untuk mencintai Daniel dan Camilla namun tidak dengan kuncinya, mungkin mereka tidak sadar atau bisa saja Jester dan Naomi sadar kalau mereka saling bertukar kunci hati mereka saat ini" jawab Justin mencoba memberikan sedikit clue lagi tentang hubungan rumit Naomi, Jester, Camilla dan Daniel, sesaat Grece terdiam lalu seperti mengerti maksud dari perkataan Justin.
"Hooo~ artinya mereka berdua saling berbagi kunci dan bisa saja suatu saat nanti hati yang terkunci untuk Daniel dan Camilla akan dibuka oleh Jester dan Naomi? karena mereka settingan, saling sewa donk mereka ya saat ini?" tanya Grece sembari tertawa karena memikirkan betapa rumitnya hubungan percintaan keduanya, Justin pun tertawa mendengar perkataan Grece.
"Saling sewa agak kurang tepat, aku pinjam dia mungkin kalimat yang tepat buat para pemilik hati mereka" Justin menimpali dengan nada candaan, Grece semakin tertawa menjadi - jadi mendengar perkataan Justin.
"Ribet ya percintaan mereka berempat, tidak seperti kita yang saling mengunci hati dan berbagi kunci~" ucap Grece dengan manja dan merangkulkan kedua tangannya ke lengan Justin, keduanya pun tertawa bersama.
Sementara itu Naomi yang sedang sendiri dirumah setelah lelah mencari Jester namun akhirnya bahagia dan lega karena sudah menemukan Jester, mulai kembali memikirkan Jester yang sedang menikmati waktunya bersama Selena. Perasaan campur aduk begitu menguasai Naomi, cemburu, sedih, overthinking, dan memikirkan banyak hal yang semakin membuatnya tidak tenang.
"Jester sedang apa ya sama Selena? Apa mereka begitu menikmati kebersamaan mereka disana? Apa Jester bersenang-senang dan mendapatkan ketenangan bersama Selena disana? Kenapa sih Selena semakin menyebalkan? Aaaaah...kenapa aku merelakan begitu saja Jester pergi dengan Selena?!" gumam Naomi, pertanyaan pertanyaan itu muncul dipikiran Naomi yang kalut.
Mulai mencari kesibukan untuk menenangkan diri dan melupakan rasa cemburunya, Naomi bergegas pergi kekamarnya untuk menyiapkan baju ganti dan ingin segera berendam air panas. Perlahan semua Naomi siapkan hingga tiba - tiba perkataan Justin dan Grace tadi siang muncul kembali dalam benak Naomi, Naomi yang bersiap berendam air panas mengurungkan niatnya untuk pergi kekamar mandi dan mengalihkannya menatap meja rias lalu duduk didepan cermin sambil kembali berfikir.
"Sisi lainku? trauma? apa maksud mereka ya? apa iya aku mempunyai sisi lain dari diriku, tapi apa? dan tentang trauma, apa hal yang membuatku trauma? apa ini semua tentang ibu? bukankah seorang ibu pasti inginkan yang terbaik untuk anaknya...tapi....mengapa aku setakut itu kepada ibu dan sejak kapan perasaan takutku ini berlebihan?" gumam Naomi lagi yang masih berada di dalam kamar sembari melamun menatap wajahnya didepan cermin rias
Setelah beberapa saat melamun Naomi tersadar dari lamunannya, raut wajah bingung dirinya terlihat dari pantulan cermin dihadapannya. Menghela nafas panjang untuk sesaat kemudian menghembuskannya perlahan dan mencoba menenangkan diri, Naomi kembali fokus mencari jawaban dari perkataan dan pertanyaan Justin juga Grace.
"Aku bahkan tidak tau apa yang aku simpan dalam diriku sebenarnya, yang aku tau hanya ingin membuat ayah bahagia dengan mengikuti semua keinginan ibu dan selama inipun aku menjalankan semuanya tanpa beban karena kebahagiaan ayah begitu berarti bagi ibu juga aku. Lalu... apakah aku trauma akan sesuatu? apa aku aneh jika bersikap seperti ini pada ibu? apa bagi mereka ketakutanku ini berlebihan hingga aku menjadi pribadi yang bahkan aku tidak sadar seperti apa aku dulu sebenarnya? tapi aku merasa baik - baik saja menjadi seperti ini dan terbukti ini membuat ayah dan ibu terlihat bahagia" gumam Naomi, Naomi terus mencari jawaban atas pertanyaan Justin.
Pagi ini menjadi pagi yang berat untuk Naomi, diawali kehilangan Jester dan harus kesana - kemari mencarinya, kedatangan Selena yang secara tiba - tiba mengusik ketenangannya, ditambah perkataan dan pernyataan Justin juga Grace tentang dirinya semua hal itu diluar dugaan Naomi. Hembusan nafas panjangnya kembali Naomi lakukan untuk menenangkan diri dan mencoba mengakhiri segala hal yang membuatnya overthinking pagi ini, Naomi menepuk lembut kedua pipinya dan segera beranjak menuju kamar mandi untuk berendam air panas berharap dapat melupakan semua beban pikiran seharian ini. Menikmati nyamannya berendam air panas dan kembali melanjutkan aktivitas untuk mencari kesibukan agar melupakan kejadian hari ini adalah langkah Naomi untuk membuat dirinya tenang.
__ADS_1