Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Kedatangan Yang Ditunggu


__ADS_3

Sore cerah di sebuah gedung pencakar langit yang mewah, sebuah gedung yang menjadi tempat Werner Grup berkantor dan melaksanakan syuting untuk program acaranya. Dalam gedung itu terlihat cukup ramai dengan para kru media yang nampak sibuk karena akan diselenggarakannya acara festival musik yang akan ditayangkan secara live pada malam harinya, diantara para kru itu terlihat juga beberapa orang yang menjadi peserta acara festival musik memasuki gedung begitu bersemangat.


Para peserta terlihat begitu mencolok dengan kostum panggung yang mereka gunakan bersama dengan anggotanya masing - masing, kecuali Jester, Luke, Harry, Justin dan Grece yang masih menggunakan pakaian mereka sehari - hari. Di lobby Werner Tower itu mereka semua menunggu Sarah yang tidak dapat dihubungi sejak siang tadi, itulah sebabnya mereka masih menggunakan baju biasa dan bukan kostum untuk tampil.


"Aaa~ dimana sih Sarah? cuma kita yang belum pakai kostum" terdengar sedih dan sebal Grece mengucapkannya


"Jangan salahkan Sarah donk, salahkan si bodoh itu karena meminta kostum dua hari sebelum tampil" agak marah dan kesal Luke menjawab Grece sembari menunjuk Jester.


"Hei Luke! tumben kamu membela orang selain Jester" sindir Harry dengan sedikit suara tawa, Justin pun tertawa mendengar sindiran Harry.


"Tapi nyatanya memang begitu kan, Sarah pasti datang membawa kostum kita" timpal Luke dengan kesal, Harry dan Grece pun kembali terlibat percakapan kecil sedangkan Justin menatap Jester yang hanya terdiam berdiri menatap layar handphone miliknya.


Hati Jester gundah gulana karena Naomi belum juga tiba di Werner Tower sore itu, selain itu Naomi juga tidak memberi kabar kepada Jester. Selena yang bertugas untuk menjemput Naomi pun tidak menjawab chating maupun mengangkat telepon Jester, dalam benaknya bertanya - tanya tentang kemungkinan Naomi berubah pikiran ditengah perjalanan.


Justin ingin menenangkan Jester dan terus berpikir bagaimana caranya, namun mengingat ini ada sangkut pautnya dengan Naomi membuat Justin merasa hanya kehadiran Naomi lah yang akan mampu membuat hati Jester menjadi lebih tenang. Justin berjalan mendekati Jester kemudian menepuk pundak Jester, mendapat tepukan itu membuat Jester mengalihkan pandangannya menatap Justin.


"Untuk mendapatkan sesuatu, maka kita harus bersabar. Benarkan Jess?" celetuk Justin dengan senyuman, Jester menghela nafasnya lalu menatap pintu masuk gedung yang terbuat dari kaca itu.


"Entahlah Justin, aku sudah banyak bersabar sejak sebulan yang lalu" timpal Jester terdengar sedih


"Dia akan datang" dengan tegas Justin mengatakannya, mendengar perkataan tegas Justin saat itu membuat Jester terkejut sampai kembali menatap wajah Justin dengan heran.


"hah?" gumam Jester bingung


"Aku bilang dia pasti akan datang" ucap Justin lagi sembari tersenyum penuh keyakinan, sikap positif Justin saat itu mampu membuat Jester tersenyum.


Tidak lama Sarah terlihat berjalan memasuki lobby gedung diikuti oleh enam orang yang membawa kostum untuk Jester, Luke, Harry, Justin, Grece dan Naomi, melihat kedatangan Sarah membuat Grece pun begitu bersemangat. Dengan segera Grece meminta kepada panitia agar memberikannya make up room untuk tim nya dengan cara memaksa, meski sedikit menimbulkan kegaduhan namun pada akhirnya Grece mendapatkan apa yang dia minta.


Grece pun memandu Sarah beserta enam pegawainya menuju make up room diikuti oleh Luke dan Harry dibelakangnya, namun Jester terlihat berat hati untuk meninggalkan lobby Werner Tower demi menunggu kedatangan Naomi dan Selena. Justin yang memahami kegundahan hati Jester pun kembali berusaha untuk menenangkannya, dengan tepukan ringan dipundak Jester saat itu Justin memberi gestur gerakan kepala agar Jester mengikuti kemana Grece pergi.


Dengan berat hati Jester memenuhi permintaan Justin untuk pergi ke make up room dilantai lima dari Werner Tower, disana Luke, Sarah dan Grece bertemu dengan berbagai artis papan atas yang juga sedang menggunakan make up room itu. Mereka beberapa kali terlibat percakapan yang cukup intens, sedangkan Harry sibuk dengan kostumnya, Jester dan Justin masih berdiam diri duduk menatap cermin dan menghiraukan semua hiruk pikuk ditempat itu.


"Kita akan kembali ke formasi awal jaga - jaga Naomi tidak hadir" celetuk Jester kepada Justin


Seakan tidak ingin terlalu berharap Jester kembali membahas tentang kehadiran Naomi, tidak begitu kuat keyakinan Jester akan kedatangan Naomi. Sebenarnya Jester sedang mencoba membuat hatinya tenang dengan takut untuk berharap lebih, dan itu membuat Justin mencoba mengembalikan rasa percaya diri Jester.


"Tidak perlu, aku yakin Naomi akan hadir" timpal Justin sembari tersenyum penuh keyakinan


"Darimana keyakinan mu itu?" tanya Jester penasaran, Justin pun tertawa mendengar pertanyaan Jester,

__ADS_1


"Dari kamu lah Jess" jawab Justin dengan sedikit suara tawa yang dia tahan, Jester mengernyitkan dahinya terlihat bingung.


"Apa kah Naomi akan datang?" tanya Justin kepada Jester, mendengar pertanyaan itu membuat Jester tersulut emosi


Sedikit candaan Justin berikan kepada Jester dengan harapan Jester mampu menerima kode nya dengan baik, namun hati Jester terlalu gundah dan seakan memang takut untuk berlebihan dalam berharap.


"Apa - apaan pertanyaan mu itu? kalau aku tahu jawabannya, aku tidak akan gelisah seperti ini!" agak membentak Jester menjawabnya


"Jawablah dengan menggunakan hatimu, jangan dengan otakmu. Rasakan getaran ikatan cintamu dengan Naomi maka kamu akan segera mendapatkan jawabannya" jawab Justin terdengar tenang dan tidak merespon kemarahan Jester, jawaban Justin membuat Jester terdiam lalu menatap dirinya lagi dari pantulan cermin.


"Baik, coba aku rasakan getaran itu" dengan suara yang terdengar bercanda Jester mengucapkannya, Justin tertawa melihat Jester kembali bersikap ceria.


"Apa perlu aku bawakan vibrator?" tanya Justin dengan sedikit suara tawa, mereka berdua tertawa bersama.


"Coba dengar, aku meramal Naomi akan datang dalam hitungan tiga... dua... dan Sa..." belum genap hitungan Jester, sosok cantik yang berhasil mengisi seluruh hati Jester akhirnya terlihat dari cermin yang tepat berada dihadapan Jester.


Degup Jantung Jester terasa begitu kencang, suara bising dari beberapa orang yang melakukan persiapan festival seakan hilang dari pendengarannya dan berganti dengan suara degup jantung Jester sendiri yang semakin terasa begitu kencang. Senyum kerinduan tersungging dibibir Jester menatap Naomi yang ditemani Selena masuk kedalam make up room ditemani kru panitia festival musik.


Kedatangan Naomi saat itu menarik perhatian semua orang yang berada didalam make up room, seluruh sorot mata kini memandang wajah Naomi yang sudah sejak dulu terkenal cantik. Setelah sekian lama tidak pernah tampil dihadapan publik sejak pemberitaan negatif kepadanya, Naomi kini muncul kembali meski tanpa kabar apapun yang mengiringi kemunculannya.


Setelah beredarnya kabar tentang foto - foto itu adalah editan yang keluar dari mulut Daniel saat konferensi pers, juga setelah tertangkapnya seseorang yang mengaku sebagai dalang dibalik pengedit foto - foto itu, kini nama Naomi membaik dan banyak mendapatkan dukungan moral meski tidak semua berpandangan seperti itu. Beberapa yang memberikan dukungan moral itu adalah para artis papan atas yang kebetulan berada di make up room yang sama dengan Jester, Naomi, Luke, Harry, Grece, Justin, Sarah dan Selena, artis - artis papan atas itu pun segera berjalan mendekati Naomi dan mengerubunginya.


"Aah... eeh.. iya terima kasih" terbata Naomi menanggapinya


"Kamu yang kuat ya, dunia artis memang sering seperti itu" ucap artis pria turut memberikan semangatnya


"I.. iya.. terima kasih semuanya" timpal Naomi lagi


Ditengah kerumunan artis - artis itu, Jester berusaha menembus untuk mendekati Naomi. Beberapa dari mereka yang menyadari jika Jester ingin segera mendekati Naomi pun akhirnya memberikan jalan, Jester mengucapkan terima kasih dengan gestur tangan dan senyuman hingga beberapa saat sampailah Jester berhadap - hadapan langsung dengan Naomi.


Keduanya saling bertatapan namun masih terdiam, beberapa orang yang berada disana pun hanya bisa menduga -duga tentang kandasnya hubungan keduanya setelah beberapa saat sempat menghebohkan dengan berbagai pemberitaan yang sering ditayangkan oleh media Werner Grup. Namun pemberitaan negatif tentang Naomi membuat siapa saja akan berfikir jika Jester pasti meninggalkan Naomi, walau kenyataannya tidak seperti itu.


Kehadiran Naomi didepannya akhirnya menyadarkan Jester bahwa sejak tadi Justin mencoba menyemangati dirinya, berusaha mengembalikan keyakinan hatinya terhadap Naomi.


"Jess..." gumam Naomi yang tiba - tiba tersenyum menatap Jester, tanpa kata apapun saat itu Jester melangkah mendekati Naomi dan memeluknya dengan sangat erat.


Pelukan erat yang terlihat begitu mesra dan hangat sampai mampu memengaruhi suasana ruangan disana, kehangatan Jester kepada Naomi seakan juga meruntuhkan anggapan orang - orang akan kandasnya hubungan percintaan antara Jester dan Naomi.


"Jester!" agak membentak Naomi saat itu karena merasa malu ketika Jester memeluknya begitu erat

__ADS_1


"Aku kangen" celetuk Jester didekat telinga Naomi, mendengar kalimat kangen itu membuat wajah Naomi memerah.


Untuk sejenak Naomi terlihat senang mendengar ungkapan rasa rindu Jester kepadanya, namun perlahan sorot matanya terlihat sedih walau tangan Naomi perlahan dia arahkan untuk memeluk pinggul Jester. Kemesraan kedua pasangan yang sempat menghebohkan itu memberikan rasa haru kepada orang - orang disekitar mereka, dua pasangan yang terpisah karena pemberitaan jahat kini akan bersatu kembali.


"Aku juga.... rindu padamu...." ucap Naomi dengan suara yang lembut dan malu - malu


Seketika orang - orang yang berada disana pun bersorak senang, mendengar sorakan itu membuat Jester tersadar jika mereka tidak hanya ada berdua ditempat itu. Dengan segera Jester melepaskan pelukannya dan menatap orang - orang itu dengan wajah yang memerah karena malu, tidak terkecuali Luke dan Harry yang ikut bersorak dan bertepuk tangan.


"Stooopp!!" teriak Grece untuk menghentikan sorakan, kini perhatian tertuju pada Grece.


"Aku turut senang tapi ada yang harus kita lakukan sekarang" ucap Grece ditengah - tengah perhatian semua orang saat itu


"Apa yang kamu pikirkan sayang? kamu mempermalukan dirimu sendiri" sedikit kesal Justin mengatakannya, Grece menoleh menatap Justin terlihat marah.


"Kostum kita! kita ini akan tampil di urutan pertama, lebih tepatnya jam tujuh nanti dan sekarang sudah pukul lima lebih dua puluh menit!" agak membentak Grece mengingatkan teman - temannya, mendengar perkataan itu membuat Jester, Naomi, dan Justin pun tersadar lalu segera menatap jam tangan mereka masing - masing.


"Kita tinggal mengenakan kostumnya, apa lagi yang perlu diributkan?" tanya Luke heran dengan kegelisahan Grece yang dapat membuat Jester, Naomi dan Justin ikut gelisah.


"Dasar bodoh, dua jam tidak akan cukup untuk berias dan persiapan sebelum tampil lainnya" terdengar kesal Sarah menjawab pertanyaan Luke.


"Tenang, kami akan meminta MUA kami untuk membantu kalian semua" celetuk salah satu artis pria ditengah kepanikan Jester dan kawan - kawannya itu, mendengar tawaran itu Grece langsung berjalan mendekati artis pria itu dan memegang kedua tangannya.


"Benarkah? terima kasih~" dengan wajah terharu dan suara yang terdengar senang Grece mengatakannya, semua orang disana pun tertawa dengan reaksi Grece yang berlebihan itu.


Dengan segera Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece mendekati kostum mereka yang sudah dipersiapkan oleh enam orang pegawai Sarah, mereka semua dengan segera membawa kostum itu kedalam ruang pas pakaian dibantu pekerja dari Arielle Corp. Namun tidak untuk Jester yang sedari tadi tangannya dipegangi oleh Sarah, dengan kedipan mata seakan memberi kode agar Jester tetap ditempat menunggu teman - temannya masuk kedalam ruang pas pakaian karena ada hal yang ingin dibicarakan berdua.


"Ada apa?" tanya Jester dengan wajah heran menatap Sarah, tatapan Sarah yang begitu terlihat serius membuat Jester memahami jika memang ada suatu hal yang sangat penting dan harus segera Sarah sampaikan.


"Ini tentang kostum Naomi..." jawab Sarah sembari matanya menatap ruang pas pakaian yang Naomi masuki, Jester pun kini mengalihkan pandangannya menatap ruangan yang sama dengan tatapan mata Sarah.


"Jester... aku tidak memiliki data tubuh Naomi untuk membuat kostumnya, kamu tahu itukan? tidak seperti kalian yang sempat aku ukur, tapi untuk kostum Naomi aku memakai data baju pernikahanmu dengannya" ucap Sarah dengan nada yang terdengar begitu serius, Jester kembali menatap Sarah dengan mengernyitkan dahi.


"Apa masalahnya?" tanya Jester dengan heran, Sarah pun menghela nafasnya mendengar pertanyaan Jester.


"Kamu ini ya, apa tidak merasa kalau tubuh Naomi terlihat begitu menyusut? dia hampir kehilangan seluruh lemak ditubuhnya, pipinya juga semakin tirus, lingkar dada dan pinggulnya juga terlihat sangat mengecil, belum lagi..." belum selesai Sarah menjawab, Jester memotong.


Perasaan terlalu bahagia yang Jester rasakan saat itu membuatnya tidak sempat memikirkan kecemasan Sarah, seketika ucapan Sarah membuat Jester sedikit khawatir jika kostum yang diberikan kepada Naomi tidak akan cukup ditubuh Naomi.


"Lalu bagaimana cara kostum itu dibuat? apa itu akan kebesaran untuk Naomi? atau malah kekecilan?" tanya Jester menimpali perkataan Sarah, untuk sejenak Sarah hanya terdiam dan terus menatap mata Jester.

__ADS_1


"Jujur saja aku katakan..... aku tidak ingin kamu salahkan aku kalau itu akan tidak nyaman untuk Naomi, jadi.... itu semua adalah hasil tangan Camilla seluruhnya...." jawab Sarah sedikit terbata namun nadanya sedikit menekan, Jester pun terkejut mendengar jawaban Sarah.


__ADS_2