Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Akhir Semester


__ADS_3

Dua minggu penuh pun berlalu, di universitas swasta terkenal dimana Jester, Naomi, Luke, Harry, Selena, Justin, dan Grece menuntut ilmu telah selesai melaksanakan ujian akhir semester mereka masing -  masing. Sudah menjadi agenda rutin setelah selesai digelar ujian akhir semester, pihak kampus menampilkan nilai - nilai hasil ujian para mahasiswa dan mahasiswinya dari setiap semester diurut mulai dari nilai tertinggi sampai terendah yang akan dipampang pada sebuah layar besar yang terletak di lobby kampus. Para mahasiswa terlihat berkumpul didepan sebuah layar yang menampilkan nama - nama mahasiswa dan mahasiswi semua semester dengan nilai tertinggi sampai terendah diujian akhir semester kali ini, terlihat Jester, Naomi, Luke, Harry, Justin, dan Grece diantara kumpulan mahasiswa dan mahasiswi begitu serius menatap layar.


"Seperti biasa, juara satu Jess..." celetuk Naomi saat melihat nama Jester terpampang jelas diurutan teratas


"Namamu tidak ada disepuluh besar, mungkin ada di dua puluh besar..." timpal Jester mencoba mencari nama Naomi, disaat bersamaan Naomi menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Tidak ada... apa kamu menggunakan nama samaran?" tanya Jester terlihat bingung


"Tidak, aku hanya menggunakan nama samaran kalau ditempat umum saja" jawab Naomi terdengar malu - malu


"Okee.... lalu mungkin di tiga puluh besar kan..." timpal Jester terus berusaha mencari nama Naomi


Dilayar itu tertulis nama Selena peringkat 3, Harry peringkat 63, Justin peringkat 77, Grece peringkat 91, Naomi pada urutan 114 dan Luke peringkat 333 dari total 520 mahasiswa yang menjadi mahasiswa fakultas ekonomi di universitas swasta tersebut. Harry, Justin dan Grece berusaha menahan tawanya karena tidak menyangka Naomi akan menjadi nomer dua paling bawah dilingkaran pertemanan mereka.


"Untung cantik..." celetuk Jester ketika mengetahui peringkat Naomi, dengan sangat kuat dan penuh emosi karena malu Naomi langsung mencubit perut Jester.


Celetukan Jester terdengar oleh para sahabatnya dan membuat mereka semua kompak melepas tawa yang sempat mereka tahan, mereka sempat mengira bahwa Naomi tidak hanya cantik tetapi juga pintar dan hal itu yang membuat Jester jatuh hati pada Naomi tetapi kenyataannya malah nilai Naomi berada diposisi bawah. Sesaat mereka merasa bahwa keadilan untuk yang berwajah good looking benar - benar nyata, kecantikan Naomi membuat mereka semua merasa Naomi adalah sosok yang pintar.


"AAAAaaaa!!! Aoi!! apa - apaan?!!" teriak Jester merintih kesakitan, Naomi langsung kabur penuh emosi meninggalkan Jester begitu saja diantara mahasiswa dan mahasiswi yang masih berkumpul didepan layar. Jester pun mengejar Naomi, namun saat itu Jester menabrak bahu seseorang sampai orang itu terjatuh.


"Waa Maaf!! aku gak sengaja!" ucap Jester dengan panik dan menyesal, Jester langsung menjulurkan tangannya untuk membantu membangunkan wanita yang tidak sengaja dia tabrak.


"Duuh.. hati - hati donk~" celetuk Camilla dengan sedikit rintih kesakitan, Jester pun terkejut ternyata yang dia tabrak adalah Camilla.


Setelah cukup lama tidak bertemu dengan Camilla, akhirnya Jester harus kembali dipertemukan dengan Camilla walau secara tidak sengaja. Hal ini cukup membuat Jester canggung mengingat dulu mereka pernah mengikat janji namun kali ini perasaan Jester untuk Camilla benar - benar hilang dan sudah tergantikan oleh Naomi, dengan berusaha sekuat hati Jester ingin suasana tidak menjadi canggung diantara mereka.


"Camilla, maaf ya..." ucap Jester lagi dan tidak lama Camilla menggenggam tangan Jester untuk kembali berdiri


"Kamu mau buru - buru ngapain sih?" tanya Camilla dengan sedikit kesal, tidak lama Naomi langsung menarik tangan Jester agar melepaskan tangannya dari tangan Camilla.


"Jess ku sudah minta maaf, gak usah diteruskan masalah kecil seperti ini" terdengar jutek Naomi mengatakannya ditambah dengan raut wajah yang menampakkan kecemburuannya, Camilla terlihat terkejut menatap Naomi.


Naomi yang dari kejauhan melihat Jester bertemu Camilla dengan segera berlari kearah Jester dan berusaha untuk menjauhkan Jester dari Camilla, kecemburuannya dia tampakkan begitu kuat sampai membuat Jester sedikit salah tingkah karena ulah kekasihnya itu.


"Hei... aku dan dia itu teman, kamu gak berhak melarang aku untuk bicara dengannya" timpal Camilla terdengar emosi


"Aku berhak untuk itu! aku adalah calon istrinya dan dalam waktu dekat kami akan menikah!!" bentak Naomi membalas perkataan Camilla, perlahan Camilla menatap Jester dengan wajah yang tidak percaya dengan perkataan Naomi.


"Jester...." celetuk Camilla dengan terkejut, Jester pun menggaruk kepalanya beberapa kali.


"Maaf Camilla, semua terjadi begitu cepat. Aku tidak dapat melakukan apapun dan sepertinya aku benar - benar jatuh cinta pada Naomi seperti perkataanmu" tegas Jester mengatakannya, Camilla pun tersenyum.


"Ooh gitu, baik... tidak apa" timpal Camilla lalu berbalik meninggalkan Jester dan Naomi begitu saja


"Wah kamu bisa tegas ya sama Camilla sekarang" celetuk Luke yang berjalan mendekati Jester dan Naomi, dibelakang Luke terlihat Harry, Justin, dan Grece juga berjalan mendekat.


"Aku gak mau memberi peluang apapun biar tidak ada lagi yang akan tersakiti oleh sikapku" timpal Jester, Luke dan Harry tiba - tiba berlari mendekati Jester lalu merangkulnya.


"Jester!! juara satu lagi hah!!" ucap Luke penuh semangat dan menatap Jester yang berada disampingnya, dengan suara tawa yang menyertainya.


"IPK sempurna lagi seperti biasa, kamu gak bosan jadi si nomor satu?" sindir Harry juga terdengar tertawa saat mengatakannya, Jester pun kesal mendadak mendengar perkataan dua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kok aku merasa De Javu ya?" terdengar kesal Jester mengatakannya


"Kali ini si jomblo abadi sudah kehilangan gelarnya, apa perlu kamu juga kehilangan gelar jadi si kutu buku?" tanya Luke menggoda Jester, teman - temannya yang lain pun tertawa bersamaan.


"Minggir kau tiga tiga tiga!!" bentak Jester menatap Luke


"Hah? apa maksudnya itu?" tanya Luke kebingungan, serentak Justin, Grece, dan Harry pun tertawa keras.


"Itu kan peringkatmu" jawab Justin dengan tawa yang berusaha dia tahan


Jester dan Luke terlibat perkelahian seperti biasa, aksi saling pukul dan banting pun terjadi ditengah lobby kampus dan menjadi tontonan banyak mahasiswa dan mahasiswi yang kebetulan lewat disana. Setelah beberapa menit saling adu jotos, Jester berpisah dengan Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece karena dia menjadi panitia seleksi lomba antar universitas yang akan dilaksanakan satu bulan lagi. Ditaman tengah kampus mereka berlima menunggu Jester untuk menyelesaikan tugasnya sebagai panitia seleksi, ditengah obrolan ringan yang menyenangkan Naomi melihat Selena berjalan menuju lobby kampus.


"Selena!!" sapa Naomi dengan sedikit teriakan, Selena yang mendengar Naomi memanggil pun mengalihkan pandangannya lalu berjalan mendekati teman - temannya itu.


"Selamat ya juara tiganya" terdengar senang Naomi mengucapkannya, Selena tersenyum menatap Naomi.


"Terima kasih, kalian sedang apa disini?" tanya Selena penasaran


"Nunggu Jester, kamu sendiri ngapain?" tanya balik Naomi, Selena mengalihkan pandangannya menatap pintu masuk ke lobby kampus.


"Aku mau mendaftar lomba antar universitas" jawab Selena tanpa beban, jawaban Selena saat itu membuat Luke, Harry, Justin dan Grece terkejut.


"Kamu juga mau daftar? seperti dugaanku sih, kamu pasti akan mengambil kesempatan ini" ucap Naomi dengan nada yang sedikit menekan, Selena kembali menatap Naomi dengan senyum sinis.


"Maksudmu kesempatan untuk berdua dengan kak Jester keluar kota? tentu saja, tapi aku juga mau mengumpulkan prestasi akademikku yang sudah cukup banyak itu... lumayan kan" jawab Selena dengan sinis, Naomi pun terpancing emosinya.


"Aku sudah mendaftar lebih dulu daripada kamu, Jester langsung yang mendaftarkan aku!" dengan sedikit membentak Naomi mencoba menyombongkan hubungannya dengan Jester, namun Selena tertawa lalu mengeluarkan handphone miliknya dan menunjukkannya pada Naomi. Dilayar itu sebuah website resmi milik kampus dan terlihat nama - nama pendaftar yang akan mengikuti seleksi untuk perlombaan antar kampus, tidak tertulis nama Naomi disana.


"Waduh gawat, Camilla pasti ikutan donk" celetuk Harry dengan khawatir, celetukan Harry membuat Naomi terkejut setengah mati seperti tersambar petir disiang bolong.


"Nilaiku terpaut cukup jauh dengan Camilla, sepertinya aku akan kalah dengan Camilla jadi kamu siap - siap saja merelakan Jester pergi dengannya" timpal Selena pasrah, perkataan Selena menarik perhatian Justin yang sejak tadi tidak ingin terlalu banyak terlibat.


"Itu artinya kamu ingin merebut posisi Camilla kan?" tanya Justin dengan tegas, Selena terdiam sejenak menatap Justin.


"Sejujurnya iya, setelah aku melihat peringkat Naomi membuat aku merasa harus berusaha agar kak Jester tidak pergi bersama Camilla" jawab Selena terdengar khawatir, Luke tiba - tiba menggebrak meja taman didepannya dengan cukup keras.


"Kalau begitu kita akan mendaftar dan bagi siapapun yang keterima maka akan merelakan posisinya untuk Naomi!!" dengan penuh semangat Luke mengatakannya, namun ucapan Luke direspon dengan suara tawa Selena.


"Kak, kamu yang peringkat tiga tiga tiga bisa apa? jangan mempermalukan dirimu deh, serahkan..." belum selesai Selena bicara, Naomi memotong


"Kami akan ikut!! jangan harap kamu bisa menang!" tegas Naomi mengatakannya, Selena menghela nafasnya sejenak lalu kembali menatap Naomi.


"Terserah, aku mau mendaftar dulu" tanpa beban Selena mengatakannya lalu pergi begitu saja, disaat bersamaan Naomi menatap Harry, Luke, Justin, dan Grece bergantian dengan wajah penuh semangat dan api cemburu yang berkobar.


"Aku tidak mau kalah!! Harry, kamu harus belajar giat dan aku mengharapkan kamu bisa membantuku mengalahkan Selena dan Camilla!" perintah Naomi tanpa basa basi lagi, Harry pun terkejut mendapat perintah dari Naomi yang menjadi pertama kalinya sosok Naomi memberi perintah selayaknya seorang bos


"Haah?! eeh iya iya siap!" terdengar sedikit panik Harry mengatakannya


"Justin dan Grece kalian harus saling berbagi jawaban dengan aku dan Harry, jadi materinya kalian bisa bagi berdua agar lebih jago disatu materi!" perintah Naomi pada Justin dan Grece, ekspresi Grece terlihat sangat antusias sedangkan Justin hanya tertawa sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali tanda menyetujui permintaan Naomi.


"Baik! semua sudah komplit, aku namakan ini operasi merebut kursi dari Camilla dan Selena!" penuh semangat dan optimis tinggi Naomi mengatakannya, namun suara deham Luke memecahkan aura semangat mereka berempat.

__ADS_1


"Ehem... Naomi, aku bagaimana?" tanya Luke terdengar bingung, mendadak Naomi, Harry, Justin dan Grece terdiam lalu serentak menatap Luke.


"Duuh aku lupa...." penuh penyesalan Naomi mengatakannya


"Si gorilla ini bisa apa ya? peringgat tiga tiga tiga hanya akan mempermalukan diri" timpal Harry


"Tidak ada harapan" Justin pun menimpali dengan nada yang terdengar putus asa


"Aku gak mau berkomentar, tapi memang kamu tidak punya kesempatan Luke" terdengar menyesal dan merasa bersalah Grece mengatakannya, mendengarkan teman - temannya yang begitu meremehkannya membuat Luke tersinggung.


"Sialan!! aku akan buktikan aku yang akan mendampingi Jester!!! kalian jangan sampai menyesal ya!!" bentak Luke lalu berjalan menuju lobby kampus untuk mendaftar seleksi, hampir bersamaan Naomi, Harry, Justin dan Grece berjalan bersama menuju lobby untuk mendaftar.


Didalam lobby kampus yang terlihat sepi dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat Jester bersama dengan tiga orang mahasiswa lainnya duduk disebuah kursi dengan sebuah meja dan beberapa berkas - berkas. Didepan Jester saat itu ada empat orang sedang menunggu giliran untuk mendaftar dan salah satunya adalah Camilla, begitu sampai gilirannya dengan senyum yang merekah Camilla menatap Jester.


"Selamat ya juara satu lagi semester ini, aku belum sempat mengucapkan selamat tadi" sapa Camilla dengan ramah, Jester tersenyum lalu mengalihkan pandangannya mengambil sebuah kertas formulir pendaftaran diatas meja dan memberikannya pada Camilla.


"Terima kasih, kamu juga hebat bisa semakin mendekati nilaiku. 3,9 kan? semester kemarin kamu mendapat 3,8 kalau tidak salah" jawab Jester terdengar tenang dan datar, Camilla mengambil formulir itu dari tangan Jester dengan helaan nafas.


"Kamu berubah ya...." celetuk Camilla dengan suara yang terdengar sedih, Jester mengalihkan pandangannya menatap Camilla dengan wajah bingung.


"berubah? aah ya mungkin aku tidak gugup lagi didepanmu... yah, gimana ya... kamu tahu apa yang sudah terjadi" timpal Jester sembari menggaruk kepalanya dan mengalihkan pandangannya kembali seakan tidak terpengaruh kesedihan Camilla.


"Hei..." celetuk Camilla lagi, Jester kembali menatap Camilla.


"Apa kamu ingat.... kamu pernah bilang kalau kamu suka padaku kan? ehehehe..." Camilla terdengar sedikit tertawa saat mengatakannya, Jester pun termenung menatap wajah Camilla yang terlihat tersenyum itu namun tiba - tiba senyum Camilla pun menghilang dari raut wajahnya.


"Pembohong..." ucap Camilla lalu dia meninggalkan Jester begitu saja, Jester hanya menatap kemana Camilla pergi lalu menghela nafasnya.


"Haah... duuh hati memang sulit untuk dimengerti" celetuk Jester lalu kembali melayani pendaftar berikutnya, tidak lama suara ribut terdengar diantrian paling belakang yang menarik perhatian Jester dan panitia lainnya.


Terlihat Selena, Luke, Naomi, Harry, Justin, dan Grece berebut untuk segera mendaftar, mereka berenam saling ejek yang tiada henti - hentinya dan berusaha saling menyerobot. Gara - gara ulah mereka membuat peserta lain pun kabur, didepan meja Jester mereka berenam langsung meminta formulir pendaftaran tanpa mematuhi ketertiban.


"Stop!! kalian ini ngapain?!!" bentak Jester


"Aku ingin mendaftar!!" serentak Naomi, Selena, Luke, Harry, Justin dan Grece mengucapkannya


"Kalian mau mempermalukan diri sendiri?" tanya Jester terdengar kesal menatap kekasih dan para sahabatnya itu


"Tidak, tapi aku akan berusaha Jess!" ucap Naomi penuh semangat


"Yang lain tahu diri sendiri donk, mana mungkin peringkat sepuluh kebawah ikutan?" terdengar kesal Selena mengucapkannya


"Hei Jester, cepat berikan formulir itu. Jangan biarkan Luke mempermalukan dirinya sendiri" agak berteriak Harry mengatakannya


"Brengsek!! aku akan buktikan aku bisa!!" timpal Luke begitu marah


"Jess aku gak mau ikutan sebenarnya, tapi Naomi yang memintaku" ucap Justin dengan suara tawa yang terdengar samar


"Jester bodoh! kenapa malah bengong, cepat berikan formulirnya!" bentak Grece


Terjadi keributan yang begitu kacau dan membuat semuanya menjadi berantakan, namun pada akhirnya Naomi, Selena, Luke, Harry, Justin dan Grece dapat mendaftar. Setelah dirasa seluruh urusan mereka selesai, dengan kompak mereka semua berjalan menuju parkiran kampus diselingi dengan canda tawa yang menyertai. Hingga akhirnya sampai diparkiran kampus yang tenang, tiba - tiba empat Mercedes Benz G63 berwarna hitam menghadang mobil Mercedes Benz V260 Jester dan Naomi sampai mobil itu tidak dapat Jester masuki.

__ADS_1


Melihat kejadian itu membuat Jester, Naomi, Selena, Luke, Harry, Justin dan Grece terkejut. Tidak lama dua belas pria dengan tuxedo hitam dan kaca mata hitam keluar dari keempat Mercedes Benz G63 itu, mereka semua berjalan mendekati Jester dan terlihat begitu mengancam. Merasakan gelagat aneh membuat Jester dan Luke segera berdiri paling depan untuk melindungi teman - temannya yang lain.


__ADS_2