Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 138. Sarita Lagi


__ADS_3

Jika saat ini permasalahan rumah tangga Satya sudah berakhir dan selesai hingga membuat rumah tangga mereka kembali merasakan kebahagiaan. Justru saat ini berbeda dengan rumah tangga Jack dan Noella.


Entah apa yang kedua pasangan itu rasakan, tes DNA membuktikan jika memang bayi yang dilahirkan oleh Alya adalah anak kandung dari Jack. Noella yang sudah meyakini sedari awal mencoba untuk menerima semuanya meski dalam hatinya terasa sakit. Jack masih belum percaya sepenuhnya, meski bukti sudah menjawab semuanya.


Alya masih terbaring tak sadarkan diri sejak mengalami pendarahan dan terpaksa melahirkan bayinya sebelum waktunya. Wanita itu masih sama seperti dulu tidak ada yang menjaga hanya sesekali teman-teman nya datang menjenguk. Noella menyerahkan segala perawatan Alya pada suster rumah sakit, dirinya hanya sesekali menjenguk selebihnya waktu lebih banyak ia habiskan untuk bayi malang yang terlahir prematur.


Dari kaca jendela Noella memperhatikan bayi mungil yang berada di dalam box inkubator. Sesakit apapun hatinya atas kehadiran bayi itu tapi Noella masih memiliki sisi kelembutan di hatinya. Ia merasa iba pada bayi mungil itu yang harus tersiksa dengan beberapa alat medis demi menopang kehidupannya.


"Suster, bagaimana keadaannya?" Tanya Noella pada suster yang baru saja keluar dari ruangan bayi itu.


"Bayi Nyonya Alya baik-baik saja sejauh ini keadaan nya masih stabil."


"Terimakasih suster."


"Baik Nona saya permisi dulu."


Noella datang ke rumah sakit hanya sendiri saja, Jack tak ingin ikut karena masih merasa terpukul dan kecewa pada dirinya sendiri. Pria itu kini baru merasakan bahwa apa yang dilakukannya sudah pasti menyakiti hati istrinya.


Untuk sementara permasalahan ini belum terdengar sampai telinga orang tua mereka. Noella dan Jack masih menutup rapat perihal Jack yang memiliki anak dari wanita lain. Mungkin mereka akan membahas hal ini setelah Alya sadar nantinya, wanita itu koma sampai saat ini.


Sonia sang ibu pada akhir nya mendekam di penjara tanpa ada yang bisa menolong wanita itu. Faris kini juga sama nasibnya harus mendekam di dalam penjara karena kasus yang menimpa Sonia atas laporan Satya juga menyeret nama Faris di dalamnya atas kasus pencurian data.


Seseorang kini tengah menyusun rencana bagaimana caranya untuk membebaskan orang-orang yang mendekam di dalam penjara itu. Ada rasa tak terima saat kedua orang yang dikenalnya itu mendekam di dalam penjara akibat dari perbuatan satu orang yang selama ini menjadi musuhnya meski tak terlalu menampakkan diri.


***


Selesai dengan pertemuan dengan Azura dan Marko kini Satya dan Belva membawa anak-anak mereka jalan-jalan dan bermain sesuak hati kedua bocah itu. Rupanya tak hanya mereka berempat saja tapi Azura dan Marko pun dipaksa ikut oleh Duo Kay.


Kebahagiaan dua bocah kembar itu bertambah hari ini karena tidak hanya pergi bersama kedua orang tuanya saja. Tempat yang paling sering mereka kunjungi adalah Time zone. Satya dan Marko menjadi sasaran empuk bagi Duo Kay untuk menemani mereka bermain.


"Daddy, ayo naik bom-bom car." Ajak Kaila.


"Iya ayo!! Ayo!!!" Kaili sangat bersemangat.


"Aku dengan uncle Marko, Kaila dengan Daddy." Imbuh Kaili.


Satua dan Marko hanya bisa pasrah saat tangan mereka ditarik-tarik oleh kedua bocah itu. Mereka menaiki mobil mainan yang bisa berjalan itu secara berpasangan. Berputar mengelilingi sirkuit yang disediakan di tempat itu aksi saling tabrak juga beberapa kali terjadi hingga menimbulkan gelak tawa bagi mereka sendiri.


Beberapa permainan mereka coba satu persatu dengan semangat. Satya dan Marko hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah dua anak kembar tersebut.


"Mereka sangat bersemangat sekali. Selalu tak pernah kehabisan tenaga jika bermain seperti ini." Ucap Marko.


"Apa anda dulu sering sekali menemani mereka bermain?" Tanya Satya.


"Hei jangan terlalu formal, panggil nama saja. Aku lebih muda darimu jadi santai saja." Ujar Marko.


"Oke, seberapa sering kamu mengajak mereka bermain dulu?" Satya mengulang pertanyaan nya dengan kalimat yang santai.


"Cukup sering, aku lebih banyak datang ke rumah mereka saat Vanthe meninggalkan mereka bekerja. Mereka merasa sangat senang karena bisa pergi keluar dari ruangan mereka."


"Kenapa kamu sesering itu mengunjungi mereka?"


"Hahaha kak apa pekerjaan mu sebagai wartawan?" Marko terkekeh.


Satya menatap Marko dengan datar.


"Eh maaf apa tidak masalah aku memanggil mu seperti itu? Karena usia mu seperti nya cukup jauh dariku, aku lebih berada dibawah mu."


"Tidak masalah, saya seperti memiliki adik." Satya tersenyum tipis.


"Aku anak tunggal jadi aku merasa sepi di rumah saat itu aku berstatus mahasiswa jika kau merasa bosan bermain dengan teman-teman ku, aku lebih memilih mengunjungi mereka. Kelucuan mereka mampu menghilangkan kebosanan ku. Vanthe juga tidak keberatan karena hitung-hitung ada yang menjaga anaknya saat bekerja selain Bella."


"Kamu pasti sudah mengenal Bella juga, lebih dulu kamu atau Bella yang menjaga anak-anak saya?"


"Lebih dulu Bella, dulu aku sering bertemu dengannya saat bermain bersama Kaila dan Kaili. Tapi setelah Vanthe dan si kembar pindah aku tak tahu apakah dia ikut bersama dengan mereka atau tidak."


"Dia juga berada di sini. Sekarang menjaga butik milik istri saya."


"Oh ya? Kenapa aku tak melihatnya kemarin?" Tanya Marko.


"Entah mungkin saat kamu datang dia berada di ruangan istri saya bersama anak-anak."


Berbeda dengan Satya dan Marko yang sedang mengobrol saat menjaga Duo Kay bermain. Belva bersama Azura justru berkeliling pusat perbelanjaan itu menghampiri beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan kosmetik serta sesekali masuk ke tempat-tempat barang perabotan rumah tangga. Jiwa keibuan Belva memang sudah tumbuh saat menjadi asisten rumah tangga Satya dulu.


"Van, kita masuk ke dalam toko kosmetik itu dulu, aku ada sesuatu yang harus kubeli." Ucap Azura yang sejak pertemuan mereka di restoran memutuskan untuk memakai kalimat dan panggilan yang santai.


"Ayo seperti nya aku juga harus membeli sesuatu. Skincare ku juga ada beberapa yang habis." Ujar Belva.


Kedua wanita itu masuk ke toko kosmetik, sambutan ramah dari pelayanan toko ditanggapi dengan tak kalah ramah oleh Belva dan Azura.

__ADS_1


"Selamat datang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?"


"Kami mau melihat-lihat saja dulu, nanti jika ada yang cocok kami akan meminta bantuan." Ujar Azura.


Keduanya masih seperti anak muda jaman sekarang yang sedang sibuk menghabiskan waktu dengan jalan-jalan mengisi waktu luang setelah menyelesaikan jam kuliah. Namun, siapa sangka jika salah satu diantara nya sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki dua anak yang usianya hampir beranjak lima tahun.


"Zura, ini blush-on nya warna nya cantik, soft jika kita memakai nya pasti masih terlihat natural."


"Kamu benar Van, sepertinya kita sama tidak terlalu menyukai make up yang tebal."


"Iya make up tebal membuat wajahnya susah berdiri tegap menghadap ke depan."


Keduanya terkekeh mendengar ucapan yang baru saja Belva katakan. Memang kenyamanan setiap orang berbeda-beda dalam memoleh dan menghias diri mereka. Ada yang sangat menyukai ber-make up tebal ada pulang yang hanya tipis-tipis saja terkesan lebih natural. Belva dan Azura adalah tipe wanita yang menganut ber-make up tipis dan natural.


"Entah aku merasa ber-make up tebal dalam kehidupan sehari-hari seperti berlebihan. Aku justru khawatir jika ber-make up tebal seperti itu terlalu sering akan membuat wajahku terlihat jelek saat tanpa menggunakan make up. Bibir akan terlihat pucat, kulit wajah terlihat tidak segar seperti saat menggunakan make up."


"Iya sih, ada potensi membuat kulit tidak sehat karena terlalu sering dan lama bahan-bahan kimiawi yang menempel. Jika seperti itu harus diimbangi dengan perawatan yang ekstra, jika tidak maka wajah akan penuh dengan jerawat dan permasalahan kulit yang lainnya." Azura menanggapi Belva.


"Ya, aku setuju. Sebentar aku ke sana dulu, mau ambil lotion. Stock lotion ku menipis."


"Oke, aku tunggu di sini." Ujar Azura.


Belva berjalan menuju deretan rak yang mengisi beberapa merek lotion. Satu merek yang menjadi andalannya dan juga andalan beberapa wanita Asia. Bukan lotion dengan harga mahal tapi Belva lebih memilih lotion dengan harga terjangkau. Botol berwarna putih dengan tulisan dari negeri sakura yang mengandung ekstrak beras dalam lotion tersebut.


"Cih... Meragukan sekali jika perempuan seperti ini menjadi istri seorang pemilik perusahaan besar." Sindir seseorang yang berada di samping Belva.


Entah sejak kapan tapi Belva rupanya memang tak menyadari keberadaan orang tersebut karena sejak mendatangi rak tersebut belum ada orang sama sekali.


Belva menolehkan arah pandang pada seseorang yang ada di sampingnya, yang bersuara dengan jelas sekali. Terkejut Belva saat melihat wanita itu yang tak lain adalah Sarita.


Belva menengok kembali ke sekelilingnya, ada beberapa orang wanita yang tengah sibuk memilih produk yang di jual di toko tersebut tanpa menghiraukan suara yang ada.


"Ekhem, anda berbicara pada saya, Tante?" Ujar Belva dengan menekan kata Tante pada Sarita.


Sarita mendelik sebal dan tak suka pada Belva yang memanggil nya dengan sebutan Tante.


"Siapa kamu berani memanggil ku seperti itu huh!?" Suara Sarita cukup kencang hingga beberapa orang yang tadi nya tampak sibuk masing-masing langsung menatap ke arah mereka berdua.


"Lalu saya harus memanggil seperti apa? Bukankah Anda sendiri yang menunjuk kata Tante untik saya kemarin?" Ucap Belva dengan santai.


Sejujurnya Belva merasa kesal melihat wanita itu yang dengan berani memaksa mencium suaminya hingga menimbulkan pertengkaran antara dirinya dan juga Satya.


"Aku tidak sudi dipanggil Tante oleh ja*Lang kecil seperti mu."


Tak perduli jika ada yang mendengar ucapannya yang terkesan tidak sopan. Wanita yang ada di depannya itulah yang lebih dulu menghina dirinya.


"Kurang ajar kamu!!! Dasar perempuan kampung!!! Orang tua mu tak pernah mengajarkan sopan santun padamu kah agar bersikap lebih sopan pada orang yang lebih dewasa dari mu."


"Jangan membawa orang tua ku dan jangan sok tahu. Bersikap sopan itu harus lihat situasi dan kondisi jika orang seperti anda yang tidak bisa menghargai orang lain jangan harap orang lain akan menghargai anda dan bersikap sopan terhadap anda." Ucap Belva dengan tegas, tatapannya tajam pada Sarita.


Plak!!!


Satu tamparan Belva terima dari Sarita karena wanita itu merasa geram dengan Belva. Belva tentu saja terkejut, rasa panas menyambar pipinya. Kali ini Belva masih diam dan tak memiliki niat untuk membalas menampar Sarita.


"Anda menampar saya. Jadi selain sikap murahan yang anda miliki ternyata sikap kasar menjadi paket komplit yang anda miliki." Ucap Belva dengan nada pedas.


Beberapa orang menyaksikan kejadian tersebut tidak hanya melihat melainkan mendengar ucapan Sarita dan juga Belva yang saling menghujam dengan kata-kata sindiran dan pedas.


"Yang perlu dipertanyakan sebenarnya bukan orang tua saya tapi orang tua anda. Bagaimana mereka mendidik anda sehingga anda menjadi wanita yang kasar seperti ini menampar orang lain dengan seenaknya dan menjadi wanita murahan yang menggoda suami orang lain." Ucap Belva dengan menekan pada kata murahan dan menggoda suami orang lain.


Sarita semakin membulatkan matanya, ia melirik ke sekelilingnya tampak beberapa orang mulai berdatangan untuk melihat mereka. Belva masih memegang pipinya yang terasa panas.


"Setelah anda menggoda suami saya di kantor minggu lalu, di sini anda juga mau menghina saya sebagai ja*Lang lalu anda menampar saya. Katakan dimana letak kesalahan saya pada anda? Bahkan saya tidak mengenal anda sama sekali." Ketegasan dan ketenangan Belva dalam menghadapi situasi seperti ini justru menarik simpati beberapa pengunjung lain.


"Van? Ada apa?" Tanya Zura saat merasa penasaran dengan beberapa norang yang berkerumun dan berbisik jika terjadi keributan di sisi lain toko. Ternyata Belva dan seorang wanita menjadi pusat perhatian menurut pandangan Azura.


"Tidak apa-apa, hanya masalah kecil saja." Jawab Belva.


"Kamu!!! Kamu yang murahan, kamu pasti menggoda Satya aku tidak percaya jika Satya adalah suamimu. Jangan mengaku-ngaku Satya adalah suamimu." Ucap Sarita masih tak menggunakan akal sehatnya.


Azura yang mendengar ucapan Sarita sudah paham jika dua wanita itu sednag berdebat dan memperebutkan Satya. Azura langsung menghubungi kekasihnya dan menyuruhnya datang ke toko kosmetik yang sedang dikunjunginya karena terjadi sedikit masalah.


"Terserah mau percaya atau tidak, itu bukan masalah saya, tapi yang jelas berhenti mendekati dan memaksa untuk bertemu dengan suami saya."


"Cih omong kosong apa ini? Gadis kecil seperti mu jangan mengaku-ngaku. Lihat usia kamu dengan Satya jauh berbeda dan sudah pasti kamu menggodanya hanya untuk mendapatkan uangnya sehingga kamu bisa berbelanja seperti ini kan?"


Tuduhan yang lagi-lagi membuat Belva merasa bertambah kesal, sekuat hati dirinya menahan emosinya agar tak meledak dihadapan banyak orang seperti ini.


"Seperti itu kah cara berpikir Anda? Sungguh picik sekali. Jika anda menuduh saya hanya karena mengincar hartanya lalu bagaimana dengan anda yang memaksa mendekati suami saya yang sudah jelas-jelas menolak anda."

__ADS_1


"Saya mencintai Satya, bukan sepertimu yang hanya mengincar hartanya saja." Ucap Sarita dengan percaya diri.


"Tapi sayangnya suami saya tidak mencintai anda tapi suami saya mencintai saya. Masalah harta? Saya tidak pernah kekurangan harta sehingga saya harus mengejar suami saya."


"Halah perempuan seperti mu memang seperti itu kenyataannya selalu mengincar laki-laki berduit meski pria itu sudah bau tanah sekalipun." Ucap Sarita yang selalu saja berniat mempermalukan Belva dihadapan orang banyak.


Belva kembali tersenyum sinis. "Lucu sekali, anda sangat paham dengan persoalan seperti itu atau jangan-jangan Anda sendiri yang melakukan hal itu hanya untuk mendapatkan uang. Miris sekali."


Tak lama Satya datang bersama Marko dan Duo Kay. Satya melihat istrinya sedang bersitegang dengan Sarita membuat Satya dilanda kekhawatiran dan takut masalah yang baru saja selesai hadir kembali dan mengancam keutuhan rumah tangga nya.


"Marko, bisakah kamu dan kekasihmu membawa mereka keluar dari toko ini. Biar saya yang urus masalah di dalam." Ujar Satya.


"Oke kak." Marko mengangguk.


"Honey." Panggil Marko pada Azura.


Satya mendekat, tapi Kaila memanggil Maminya yang sedang bersitegang tanpa mengetahui apapun.


"Mami!!" Panggil Kaila.


Semua mata tertuju pada Kaila termasuk Belva dan Sarita.


"Azura, bawa Kaila keluar." Ucap Satya pada Azura. Perempuan itu mengangguk karena dirinya pun suadah dipanggil oleh kekasihnya.


"Sayang, tunggu di luar bersama aunty dan uncle. Daddy panggil Mami sebentar." Ucap Satya pada Kaila yang mengangguk paham.


Kaila sudah berada di dalam gendongan Azura dan Kaili pun sama berada di dalam gendongan Marko. Mereka keluar demi menghindari kedua bocah itu menonton permasalahan orang dewasa.


Semua mata tertuju pada Satya yang mendekat ke arah Belva, mereka pun mendengar jika tadi Satya sedang berbicara pada gadis kecil yang mereka kita itu adalah anak Satya karena Satya pun memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Daddy di hadapan gadis kecil tadi.


"Ada apa ini? Sarita apa yang kamu lakukan pada istri saya." Ucap Satya dingin dengan tatapan tajam pada Sarita.


Sarita terdiam, bingung harus mengatakan apa. Dihadapan Satya dirinya tidak bisa menyerang Belva karena sudah oasti Satya akan membela perempuan yang menjadi rivalnya.


"Jika anda ingin menggoda suami saya, silahkan jika anda bisa. Saya pastikan suami saya akan menolak anda dengan mentah-mentah. Suami saya tidak berselera dengan wanita yang modelnya seperti anda."


"Pantas saja mereka memperebutkan pria itu, dia tampan sekali." Ucap pengunjung toko.


"Tapi sepertinya memang pria itu suami dari wanita yang masih muda itu sebab seperti nya mereka juga sudah memiliki anak."


"Apa benar perempuan itu hanya ingin mengincar harta saja sehingga mau dinikahi oleh pria itu. Usia mereka tampak jauh berbeda."


"Entah, tapi kalau memang mereka sudah menikah seharusnya perempuan berbaju minim itu tidak menganggu rumah tangga orang lain. Mau seperti apapun awal dan tujuan mereka menikah menjadi wanita penggoda suami orang itu tidak dibenarkan."


Bisik-bisik tanggapan dan komentar beberapa pengunjung toko tersebut saling menggema semakin membuat bising keadaan di dalam toko.


Satpam yang dipanggil karyawan toko pun juga baru datang.


"Maaf tolong jangan membuat keributan disini." Ucap satpam.


"Sayang, ayo kita pergi dari sini." Ajak Satya.


"Lepas!" Ucap Belva yang merasa kesal.


Untuk kesekian kalinya dirinya harus ribut di depan umum hanya karena Satya. Dulu ribut bersama Sonia juga karena perihal Satya sekarang kejadian itu terulang kembali.


Satya pun melepaskan tangannya yang merangkul bahu Belva. Tak ingin membuat istrinya itu semakin kesal.


"Nih kamu urusin itu wanita gatel itu, jangan seenaknya menghina dan menampar orang lain seenak jidat." Ucap Belva kesal pada Satya.


"Dan pak satpam. Dengar ya, yang membuat keributan di sini itu si perempuan gatel itu bukan saya. Bapak-Bapak bisa tanyakan pada pengunjung yang ada di sini siapa yang memulai keributan."


Belva langsung berlalu keluar dari toko kosmetik itu dengan perasaan kesal. Saat sebelum kedatangan Satya, Belva bisa menahan diri dengan tenang tapi setelah suaminya itu muncul Belva menjadi kesal.


"Sarita, saya peringatkan padamu. Ini terakhir kalinya kamu membuat keributan dengan istri saya. Menjauhkan dari saya atau kamu tahu sendiri akibatnya nanti seperti apa." Ucap Satya dengan tegas pada Sarita lalu pergi meninggalkan kerumunan itu.


"Urus wanita itu pak, dimana-mana selaku membuat keributan." Ujar Satya pada satpam dengan dingin dan tegas.


Sarita hanya bisa terdiam, mengepalkan tangan menahan kekesalan karena merasa dirinya tidak berhasil mempermalukan Belva. justru terdengar samar-samar terdengar bisik-bisik dari para pengunjung yang memandang dirinya sebagai pelakor.


****


To Be Continue....


Hai my dear para readers ku tersayang.


Selama pagiii


Hari ini author seneng bisa up pagi² sebelum kerja 😅😅. Sarita muncul lagi nih gaes cari gara-gara, bagusnya di apain tuh ???

__ADS_1


Selamat membaca, semoga terhibur. Terimakasih banyak atas support kalian yang masih setia sampai detik ini. Terimakasih banyak atas Like, Komen, Kembang setaman dan Vote dari kalian yang luar biasa. 🙏🙏🙏


Sehat selalu dan bahagia selalu. Lancar rejeki ya gaes 🤗🙏


__ADS_2