Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 206. Flashback Part 1


__ADS_3

Masih berada di apartemen sederhana Belva, Satya membersihkan diri mengubah semua penampilan nya menjadi lebih rapi dan bersih seperti sediakala. Mengingat ucapan sang putri yang mengatakan jika dirinya jelek tak sesuai dengan tampang sang Daddy.


Di ruang tamu Nyonya Hector menggendong baby As duduk di sofa bersama Duo Kay dan juga Belva. Wanita paruh baya itu menggerutu sejak kedatangan Satya.


"Oma kenapa sih dari tadi bibirnya begini-begini terus?" Tanya Kaila sembari mempraktekkan bibir Nyonya Hector yang berkomat-kamit sejak tadi.


Belva memandang Kaila dan Nyonya Hector secara bergantian. Sedangkan Nyonya Hector memandang Kaila.


"Oma... Em... Oma sedang menghafalkan sesuatu, sayang."


"Menghafal apa? A, B, C, D seperti Kaila dulu?" Tanya Kaila kembali.


Belva menahan tawanya, terkadang putrinya itu tanpa diduga selalu mengucapkan hal-hal yang mampu mengundang tawa.


"Hahaha aduh cucu Oma ini ada-ada saja. Iya Oma menghafalkan A,B, C, D. Em... Kalian masuk ke kamar dulu boleh? Oma mau berbicara dengan Mami kalian." Pinta Nyonya Hector.


"Oh oke Oma." Jawab Kaila.


"Ayo Kaili kita ke kamar." Ajak Kaila.


"Eh... Adek baby bagaimana?" Tanya Kaili.


Sepasang anak kembar itu saling tatap satu sama lain lalu memandang dua orang dewasa yang ada di hadapan mereka.


"Baby As di sini saja tidak apa-apa, sayang kalian masuk dulu ya." Ucap Belva lembut.


Duo Kay mengangguk, mereka berlari masuk ke dalam kamar berlomba siapa yang paling cepat masuk kamar.


"Vanthe, di mana kamu bisa bertemu dengan Satya? Kenapa di ajak ke sini?" Gerutu Nyonya Hector.


"Mama... Memang nya kenapa kalau aku ajak mas Satya ke sini? Dia suamiku, Ma."


"Tapi, sayang dia itu sudah berselingkuh darimu. Mama tidak suka dia ada di sini."


"Ma, kita kan belum mendengar bagaimana penjelasan dari mas Satya. Kalau aku terus menghindar darinya bagaimana masalah rumah tanggaku akan selesai."


"Kamu dengar sendiri kan, sayang wanita itu bahkan sekarang sedang mengandung anak dari suamimu."


Belva menghela napasnya, diusapnya lembut perut nya yang sudah membesar. Ia masih yakin dengan pendiriannya bahwa suaminya tidak mungkin berselingkuh darinya.


"Kita dengarkan saja dulu nanti bagaimana penjelasan mas Satya. Aku pun sudah memikirkan jika memang anak itu benar anak mas Satya, biarkan mas Satya bertanggung jawab atas anak wanita itu." Ujar Belva dengan nada setenang mungkin.


Tak lama suara Bel pintu apartemen berbunyi mengalihkan perhatian ibu dan anak yang sedang berbincang di ruang tamu.


"Siapa itu? Apa kamu memesan sesuatu, sayang?" Tanya Nyonya Hector.


"Tidak, Ma... Sebentar aku buka dulu."


Belva berjalan membukakan pintu apartemen, begitu pintu terbuka terlihatlah siapa yang datang berkunjung.


"Om Jordi?" Gumam Belva.


Jordi mengangguk menghormati istri dari bos-nya.


"Permisi, Nyonya saya kemari karena Tuan Satya menghubungi saya."


"Oh iya... Masuklah Om. Mas Satya sedang bersih-bersih tunggu saja dulu." Ujar Belva.


Jordi mengikuti Belva masuk ke dalam apartemen dan pria itu pun dipersilahkan duduk oleh Belva.


"Nyonya..." Sapa Jordi pada Nyonya Hector.


"Iya... Kamu mencari Satya?" Tanya Nyonya Hector.


"Tidak, Nyonya tapi Tuan Satya yang menghubungi saya dan meminta saya untuk datang ke sini." Jawab Jordi.


"Om, mau minum apa?" Tawar Belva sebagai Tuan rumah yang baik ia tak membiarkan tamunya kehausan meski baru saja datang.


"Ah tidak perlu, Nyonya saya tidak haus."


"Oke, sebentar ku panggilkan mas Satya." Ujar Belva, ia berlalu masuk ke dalam kamar nya.


Duo Kay berada di dalam kamar Belva karena memang kamar di apartemen Belva hanya ada dua yang dulu ditempati nya dan juga di tempati oleh Bella.


"Sayang, Daddy masih di dalam?" Tanya Belva pada kedua anaknya.


"Masih Mami... Tapi benarkah itu Daddy? Wajahnya tidak mirip Daddy. Menyeramkan." Ujar Kaila.


Belva tersenyum lembut pada putrinya, ia mendekat dan mengelus kepala Kaila.


"Iya, sayang itu Daddy Satya nanti kalian lihat setelah Daddy selesai bersih-bersih, oke."


"Mami, kenapa wajah Daddy bisa berubah?" Tanya Kaili.


"Mungkin karena rambut Daddy lebih panjang, Nak. Sebentar ya Mami panggil Daddy dulu."


Kaili mengangguk, Belva mengetuk pintu kamar mandi.


"Mas, sudahkah? Di depan ada Om Jordi mencari mu."


"Sebentar, sayang!!" Teriak Satya dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama Satya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Bagian tubuh atas dibiarkan tak tertutup memperlihatkan bentuk tubuh yang gagah tapi terlihat sedikit lebih kurus.


Belva menatap sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi. Diperhatikan dengan seksama akan perubahan sang suami.


"Apa di Indonesia mulai kekurangan beras?" Tanya Belva.


Satya mengerutkan keningnya tak paham dengan maksud pertanyaan sang istri.


"Daddy?? Ini benar Daddy Satya?" Tanya Kaila mengalihkan perhatian Satya dari Belva.


"Sayang, kamu di sini? Peluk Daddy, Nak." Pinta Satya yang sangat merindukan anak-anaknya.


Dia rentangkan tangannya menghadap kedua anak kembarnya dengan senyum mengembang di bibir.


"Ini Daddy?!!" Teriak Kaili sedikit histeris.


Satya mengangguk dan tersenyum. Kedua anak kembar itu langsung berlari menghambur memeluk Satya. Gelak tawa kebahagiaan terdengar dari bibir Duo Kay.


Sudah berbulan-bulan mereka tak pernah bertemu. Beberapa kali pertanyaan mengenai sang Daddy selalu dijawab dengan sebuah kesibukan oleh sang Mami dan orang-orang yang ada di sekelilingnya.


"Emmmhh... Daddy sangat merindukan kalian, sayang."


Satya mendekap erat tubub kedua anak kembarnya itu. Beberapa kali dicium kepala Kaili dan Kaila secara bergantian.


"Mami, ayo kita berpelukan dengan Daddy." Ajak Kaili.


"Sayang, kamu tidak merindukan kebersamaan kita?" Tanya Satya menatap sang istri.


"Ada hutang yang harus dibayar sebelum merindukan kebersamaan." Ujar Belva dengan santai.


"Anak-anak nanti kalian bisa melanjutkan kumpul bersama Daddy saat ini Om Jordi sedang menunggu Daddy kalian." Ucap Belva tanpa membalas pertanyaan Satya.


Duo Kay mendesah kecewa karena mereka ingin berlama-lama dengan Daddy mereka. Satya paham dengan maksud sang istri. Pelukan rindu antara ayah dan anak itu berakhir.


"Sayang, pakaian ganti mas mana?" Tanya Satya.


"Kamu lupa mas kamu berada di mana? Pakai saja pakaianmu yang tadi."


Satya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ini bukan apartemen nya dan tempat ini juga batu baginya mana mungkin istrinya meembawa pakaian miliknya. Mau tak mau Satya terpaksa kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menggunakan pakaian yang sebelumnya.


Di ruang tamu sejak tadi Jordi seperti mendapatkan tatapan intimidasi dari Nyonya Hector. Bahkan beberapa pertanyaan interogasi didapatkan dari Nyonya Hector mengenai hubungan Satya dengan Siwi.


Saat Satya keluar dari kamar menuju ruang tamu, diapun sama mendapatkan tatapan mematok dari Nyonya Hector. Satya merasa bergidik ngeri pada ibu mertuanya itu. Wanita lemah lembut itu bisa berubah menyeramkan seperti itu.


"Ma..." Sapa Satya.


"Duduk kamu." Titah Nyonya Hector dengan sedikit ketus.


Nyonya Hector akhirnya mengomel, ia marah atas tingkah laku Satya. Satya terdima kaki saat ibu mertuanya mengomel padanya. Baru kali ini pula Satya mendengar nada tinggi dari Nyonya Hector.


Jordi sudah mulai pucat melihat Satya mendapat semburan di pagi hari oleh mertua bos-nya itu sendiri.


"Ma... Dengarkan penjelasan saya dulu." Ucap Satya berusaha mengendalikan situasi.


"Penjelasan apa? Penjelasan kalau kamu sering keluar kota bersama wanita itu? Kalian sering berduaan dengan di kantor. Huh? Di hamil anak kamu Satya!!"


Satya membulatkan matanya menatap Nyonya Hector lalu berganti menoleh ke arah Jordi. Sampai Nyonya Hector mengetahui mereka sering keluar kota bersama itu artinya Jordi sudah mulai bercerita pada mertuanya. Jordi yang ditatap Satya semakin merasa nyalinya menciut.


'Aduh pagi ini bakalan jadi apa ya?' Gumam Jordi dalam hati.


Belva pun menatap Satya dengan tatapan tajam. Satya semakin merasa bersalah dan khawatir jika sang istri pun ikut marah-marah padanya.


"Jadi, kalian sering menghabiskan waktu bersama di kantor, mas?" Tanya Belva dengan tatapan tajam.


'Astagaaa ini si Jordi bilang apa pada mertuaku, kenapa kacau begini.' Batin Satya frustasi.


"Bu-bukan seperti itu, Ma... Sayang... Tidak. Jordi apa yang kamu katakan. Astagaaaa."


Satya meremat kepalanya, pusing rasanya menghadapi permasalahan yang seharusnya hampir selesai sekarang justru kembali memanas.


Jordi mengangkat tangan dan melambaikan menandakan jika dirinya tidak berkata apa-apa.


Satya mendelik pada Jordi membuat sang asisten serba bingung.


"Eee... Itu Tuan... Tadi... Tadi mertua Anda bertanya dan saya hanya menjawabnya saja." Ucap Jordi.


"Mas?" Panggil Belva.


"Iya sayang?" Respon Satya.


"Benarkah itu?" Tanya Belva.


"Jawab Satya jangan diam saja." Desak Nyonya Hector.


"Mama... Apa yang Mama tanyakan tadi pada Jordi?" Tanya Satya.


"Mama hanya bertanya hubungan mu dengan wanita itu apakah kalian sering bersama dan jawabannya benar kan."


"Tidak semua itu salah paham. Kami memang beberapa kali bersama untuk urusan pekerjaan dan ada alasan lain yang mengharuskan saya dan wanita itu bersama." Ujar Satya.


"Tapi wanita itu mengaku hamil anak kamu. Alasan apa lagi yang kamu gunakan." Ujar Nyonya Hector geram.

__ADS_1


"Anak itu bukan anakku, Ma... Saya bersumpah. Sayang kamu percaya kan pada mas?"


Ceklek...


Pintu apartemen terbuka ditengah keributan yang terjadi di ruang tamu. Semua menatap pada seseorang yang tiba-tiba datang membuka pintu.


"Papa..." Gumam Satya, Belva dan Nyonya Hector. Jordi diam melirik saja.


"Kenapa kamu bisa berada di sini?" Tanya Tuan Hector pada Satya.


"Usir saja dia, Pa... Sudah berselingkuh dari putri kita." Ujar Nyonya Hector berapi-api.


"Biar Vanthe yang mengusirnya kita tidak berhak." Ujar Tuan Hector.


"Pa... Kenapa Papa bilang seperti itu. Papa kan sudah tahu faktanya seperti apa." Ujar Satya tak terima dan frustasi.


"Tahu apa, Pa?" Tanya Nyonya Hector penasaran.


"Ck... Dasar menantu kurang ajar. Pamit pulang sebentar ditunggu-tunggu sarapan tidak datang-datang." Ucap Tuan Hector menatap Satya.


Nyonya Hector semakin bingung, Belva mencoba mengamati dalam diam sesekali tangannya mengelus perut buncitnya.


"Sejak tiga bulan yang lalu dia sudah berada di sini mencari istri dan anaknya sampai seperti orang gila jika kalian lihat penampilannya. Kemarin menantu Mama ini datang kembali dan membawa bukti pemeriksaan tes DNA atas kehamilan wanita itu." Ujar Tuan Hector menjeda kalimatnya.


"Lalu?" Tanya Nyonya Hector tidak sabar.


"Ini buktinya." Tuan Hector memberikan surat bukti tes DNA itu dihadapan Nyonya Hector dan Belva.


Kedua wanita itu bergantian membaca surat hasil tes tersebut. Nyonya Hector membekap mulutnya tak percaya, Belva melirik sang suami yang tengah menatapnya dalam.


"Apa ini asli? Atau kamu merekayasa nya?" Tanya Nyonya Hector.


"Tidak, Ma... Demi istri dan anak-anak Satya semua itu asli." Ujar Satya dengan tegas dan yakin.


"Lalu maksud wanita itu apa?" Tanya Nyonya Hector.


"Bisakah Jordi menjelaskannya? Kepala saya pusing." Ujar Satya.


Semua menatap ke arah Jordi membuat Jordi sedikit terkesiap.


"Jelaskan." Titah Nyonya Hector dengan wajah galak.


Jordi melirik setiap wajah yang ada di ruangan itu. Terutama Belva istri dari bos-nya yang menatap datar padanya sedangkan Nyonya Hector dan Satya masih menatap tajam padanya. Tuan Hector? Tentu saja pria itu santai saja menunggu Jordi membuka suara.


"Sebenarnya semuanya bermula dari saat kami memiliki rencana membangun sebuah proyek baru di Bandung saat itu Tuan sempat bercerita pada saya bahwa...."


Flashback On


Saat berada di Bandung tepatnya di sebuah hotel. Satya dan Jordi keluar dari kamar saat Siwi telah tertidur pulas di dalam kamar hotel Satya. Mereka masuk ke kamar hotel Jordi dan di situlah Jordi melayangkan beberapa pertanyaan pada Satya.


"Tuan, maaf jika saya lancang. Tapi saya hanya tidak ingin salah paham dengan anda. Sebenarnya apa yang terjadi diantar anda dan Nona Siwi?"


"Tidak terjadi apapun, wanita itu terlalu lancang menunjukan sikap murahannya di depan saya. Itu membuktikan bahwa wanita itu memang bukan wanita baik-baik." Jawab Satya.


"Lalu yang di kamar tadi siang?" Tanya Jordi kembali."


"Kamu melihatnya bukan? Saat wanita itu menumpahkan minimalnya pada baju saya. Ternyata diam-diam dia berani menyelinap masuk ke dalam kamar saya dan saya berniat menyeretnya keluar. Kamu sudah datang lebih dulu sebelum dia benar-benar ku lempar keluar. Besok kamu minta rekaman cctv yang ada di dalam kamar hotel saya."


"Untuk apa, Tuan?"


"Ikuti saja perintah saya. Sekarang saya tanya padamu, apa yang kamu lihat dari wanita itu terhadap saya?"


Jordi sedikit berpikir mengingat dan memutar kembali mengenai tingkah dan gerak gerik Siwi.


"Tapi maaf sebelumnya, saya hanya berkata jujur pada anda, Tuan. Saya melihat Nona Siwi seperti tertarik dengan anda secara khusus."


"Betul sekali, maka dari itu saya ingin mendapatkan rekaman cctv itu agar suatu saat nanti jika istri saya salah paham saya memiliki bukti untuk membela diri bahwa saya tidak melakukan apapun dengan wanita lain." Ujar Satya.


Flashback Off


"Mana bukti cctv nya?" Tanya Nyonya Hector.


Dalam permasalahan ini, Nyonya Hector lah yang lebih antusias dan lebih merasa geram dengan aksi Satya karena terlalu sayang dengan Belva. Ia sangat mengharapkan kebahagiaan untuk putri angkatnya yang sudah dianggapnya sebagai anak kandung.


Jordi merogoh sakunya yang terdapat sebuah flashdisk berisi cctv di beberapa sudut hotel yang memantau keberadaan Satya dan para karyawan yang lain. Terlihat dengan jelas bahwa memang gerak-gerik Siwi sengaja membuat masalah dengan Satya dengan menumpahkan minuman pada Satya dan diam-diam menyelinap masuk ke kamar Satya saat sang pemilik berada di kamar mandi.


Di dalam kamar pun terdapat cctv yang menunjukkan bahwa tidak terjadi apapun di dalam kamemr hotel dan Satya pun tak pernah tidur satu ranjang saat berada di hotel Bandung. Cukup melegakan bagi Belva dan Nyonya Hector tapi tak cukup sampai disitu saja.


"Lalu bagaimana bisa wanita itu mengaku hamil anak Satya? Hah? Jelaskan!!" Cecar Nyonya Hector.


****


To Be Continue...


Hai my dear para readers ku tersayang


Ini masih berlanjut ya guys flashback nya hihihi 😁😁


Mohon maaf jarang banget up karena kesibukan pekerjaan sorry sekali guys 🙏🙏 tapi terima kasih yang masih selalu menagih author untuk terus up terima kasih yang mengejar author untuk update jangan lama-lama hehe terima kasih itu artinya cerita author masih kalian tunggu² sekali 🙏🙏🙏


Terima kasih banyak yang masih setia support author, masih kasih Like, Komen, Kembang setaman dan Vote nya terima kasih sekali ❤️🙏

__ADS_1


Sehat selalu, bahagia selalu dan lancar jaya rejeki kaliaann... amiinn 😇


__ADS_2