Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 166. Rujak


__ADS_3

Ikatan batin memang lebih banyak terjadi diantara orang tua dengan anak atau dengan orang-orang yang kita sayangi. Kedekatan emosional mampu mengikat satu sama lain. Meski belum berbentuk sempurna sebagai manusia tapi nyawa sudah berhembus di dalam raga calon bayi yang ada di dalam kandungan Belva.


Satya benar-benar sedikit kerepotan dengan kondisinya saat ini. Kondisi yang tidak menentu yang bisa dia prediksi. Rasa mual dan pusing nya berangsur membaik hanya dengan mengusap-usap perut Belva. Selama dalam perjalan menuju Indonesia di dalam pesawat Satya bahkan tak ingin berjauhan dengan istrinya.


Duo Kay yang merasa Maminya dimonopoli oleh Satya, mereka pun ikut-ikutan menempel pada Belva. Keluarga kecil itu akhirnya lebih banyak duduk bersama. Satya sering sekali memangku Kaila maupun Kaili secara bergantian dan bercanda tawa dengan kedua anak kembarnya itu.


"Daddy, sudah tidak sakit?" Tanya Kaila.


"Hemm? Memang Daddy terlihat seperti orang sakit?" Tanya Satya kembali pada putrinya saat memangku Kaila.


Ayah dan anak itu duduk saling berhadapan, "Daddy, kan dari tadi muntah-muntah terus. Berarti Daddy sedang sakit perut." Ucap Kaila.


Satya tersenyum mendengar ucapan putrinya. Kaili pun ikut dalam pembicaraan tersebut.


"Iya berarti Daddy harus segera diperiksa oleh dokter seperti uncle nya Sisy."


"Sisy? Siapa itu? Teman baru kamu?" Tanya Satya.


"Bukan Daddy. Sisy itu Yossy, uncle nya itu dokter namanya mmm..." Kaili lupa dengan na uncle dari Yossy.


"Dokter Dimas, sayang." Ucap Belva membantu ingatan Kaila.


"Hah iya!!! Uncle Dimas." Ujar Kaili.


Satya langsung menoleh pada sang istri, sejujurnya Satya masih merasa sebal dengan dokter Dimas yang memiliki rasa pada istrinya setiap menatap Belva dari tatapan mata pria berprofesi sebagai dokter itu.


"Iya, Daddy besok periksa saja ke uncle nya Yossy." Ucap Kaila.


"Daddy baik-baik saja tidak sakit jadi tidak harus periksa ke dokter. Hanya perlu ditemani Mami dan adik bayi saja dsddhy langsung sembuh."


"Mana bisa begitu, kalau sakit harus periksa harus minum obat." Ucap Kaila kekeuh.


Belva tersenyum mendengar perbincangan yang terkesan Kaila memaksa Daddy nya.


"Sayang, Daddy hanya butuh istirahat saja karena kelelahan saja. Daddy tidak sakit." Ujar Belva.


Waktu tak terasa la bagi mereka karena diisi dengan waktu yang menurut Satya berkualitas baginya bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya.


Sampai di bandara, Jordi sudah menjemput bos-nya itu atas perintah Satya. Pria yang sudah bertahun-tahun menjadi asisten Satya itu mana berani menolak sebelum pesawat mendarat pun pria itu sudah stay di bandara.


Satya berjalan dengan menggendong Kaili untuk kali ini sedangkan Kaila lebih memilih untuk berjalan kaki. Satya tak lupa meski kondisinya sedang tak baik-baik saja dia tetap masih kuat menggendong putranya dan merangkul pinggang sang istri.


Beberapa koper miliknya sudah diurus oleh orang-orang suruhan Tuan Hector yang mendampingi mereka kembali dari Paris menunu Indonesia.


"Uncle Jordi!!" Panggil Kaila dengan suara cempreng nya.


Jordi yang sibuk dengan ponselnya langsung menoleh pada sumber suara yang memanggil namanya.


"Jordi." Panggil Satya.

__ADS_1


"Tuan, kalian sudah sampai. Mari Tuan dan Nyonya mobil berada di sebelah barat." Ucap Jordi.


Satya dan Belva mengangguk.


"Sebentar, bisakah kamu ambil mobilnya? Kami akan menunggu di sini saja. Orang-orang suruhan mertua saya belum mengetahui mobilmu." Ucap Satya.


"Ah baiklah, tunggu sebentar saya ambil mobilnya." Ucap Jordi.


Mobil segera diambil oleh Jordi, rupanya beberapa orang suruhan Tuan Hector yang mengurus semua barang-barang mereka pun sudah menunggu di belakang Satya dan Belva.


"Mas, jika lelah turunkan saja Kaili."


"Tidak sayang, Kaili tidak berat. Apa kamu lelah berdiri?"


"Tidak, sebentar lagi mungkin Tuan Jordi akan sampai."


"Sayang, kamu memanggil Jordi seperti itu mas merasa agak aneh mendengar nya."


"Memang kenapa?" Tanya Belva.


"Tidak, hanya aneh saja. Aku memanggilnya Jordi saja tapi kamu memanggilnya Tuan. Terdengar aneh untuk mas."


"Itu karena mas adalah atasan Tuan Jordi jadi mas bisa memanggil nya seperti itu."


"Iya dan kamu adalah istri atasan dari Jordi, ingat itu, sayang."


"Lalu aku harus memanggilnya apa?" Tanya Belva.


Kini mereka semua sudah Kemabli pulang ke rumah besar Satya. Belva dan Satya sengaja tak memberitahukan kepulangan mereka pada Budhe Rohimah dan Bella. Mereka tak ingin kedua wanita itu merasa repot harus menyambut dan menjemput kepulangan mereka.


Mereka sampi di rumah, Pak Jajak langsung sigap mendekati mobil Jordi yang telah memasuki halaman rumah. Satya turun lebih dulu untuk membukakan pintu bagi istri dan anaknya seperti biasanya.


"Ayo sayang kita masuk." Ajak Belva pada Duo Kay.


Sampai di rumah Duo Kay langsung berlari menuju pintu utama. Mereka merasa senang bisa kembali lagi di rumah mereka yang artinya mereka besok bisa berangkat ke sekolah kembali. Kaili merasa bersemangat bisa bersekolah kembali.


"Mami, besok kita bisa langsung masuk sekolah kan?" Tanya Kaili.


"Apa kalian tidak lelah?" Tanya Belva.


"Tidak, aku besok ingi masuk sekolah." Ujar Kaili kembali.


Sekolahnya kini menjadi suatu kesenangan tersendiri bagi pria kecil itu.


"Kita lihat besok dulu ya. Kita bicarakan lagi dengan Daddy." Ucap Belva.


Belva tak bisa langsung menyetujui permintaan Kaili karena mereka baru saja sampai di rumah tentunya keadaan mereka masih lelah dan butuh istirahat.


Di luar rumah Satya dan Jordi masih saja betah di depan mobil. Satya bersandar pada kap mobil dan melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Bagaimana? Sudah beres?" Tanya Satya..


Jordi menghela napas, bagaimana bisa Satya langsung menanyakan tentang pekerjaan seperti ini. Masalah yang seharusnya selesai tapi kini justru berantakan oleh ulah seseorang yang masih misterius bagi Jordi.


"Hampir, kitaasib butuh waktu. Ada seseorang yang menjadi dalang dibalik masalah yang kita hadapi. Anda tenang saja Tuan saya akan segera menyelesaikannya."


"Baiklah, saya percaya padamu." Ujar Satya menepuk bahu Jordi.


"Jordi, saya lelah. Bisakah kamu membelikan saya rujak?"


Jordi langsung mengerutkan keningnya, "Rujak? Apa hubungannya lelah dengan rujak." Batin Jordi tak mengerti.


"Maaf Tuan, rujak untuk apa ya?" Tanya Jordi dengan polosnya.


Satya yang menatap ke arah depan langsung menoleh pada Jordi.


"Ya saya makanlah masa buat cuci muka. Kamu kalau bertanya yang bermutu sedikit, Jordi."


"Astaga, ini yang bodoh aku kali ya? Tapi jawaban si bos juga bisa dibilang tidak bermutu." Batin Jordi.


Jordi masih diam di tempat tak bergerak sedikitpun. Dia masih berpikir atas pertanyaan yang baru saja diajukannya.


"Kenapa masih di sini?" Tanya Satya.


"Eh i-iiya Tuan. Baik akan saya carikan." Jawab Jordi.


Pria itu langsung bergerak masuk ke dalam mobil tapi teeheny oleh suara Satya.


"Stop! Tunggu... Tunggu... Jangan pakai nanas ya, mangganya jangan yang matang tapi yang setengah matang, dikasih perasan jeruk nipis sedikit. Kedondong nya juga jangan lupa, pepaya nya juga yang setengah matang, pakai timun dan tomat juga. Timun tidak usah di potong-potong, tomatnya juga." Ucap Satya mengutarakan keinginannya memakan rujak.


Jordi semakin bingung demgan permintaan Satya, terlalu banyak yang diucapkan oleh Satya membuat Jordi pusing dan tak dapat mengingat satu persatu dengan detail. Rasa bingungnya membuatnya tak fokus.


"Kenapa ekspresi mu seperti itu?" Tanya Satya.


"Hah? Tidak Tuan, emmm tadi..."


"Apa? Jangan bilang saya harus mengulangnya, kamu tahu saya tidak suka mengulang perintah."


"Ah i-iiya, Tuan. Saya ingat, iya saya ingat semuanya." Ucap Jordi.


Membuat Satya kesal itu dapat merubah kondisi keutuhan gaji bulanan Jordi. Pria itu langsung berpamitan untuk segera pergi dari rumah bos-nya mencari penjual rujak disepanjang jalan karena sejujurnya Jordi tak tahu dimana tempat orang-orang yang menjual rujak.


****


To Be Continue...


Hai my dear para readers ku tersayang


Thanks buat support kalian sampai saat ini, thanks buat Like, Komen, Kembang setaman dan Vote dari kalian yang menyuntikkan semangat author. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Sehat selalu, bahagia selalu dan semangaaatt 🔥🔥


__ADS_2