Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 17. Ketahuan Alya


__ADS_3

Pertemuan diam-diam yang dilakukan oleh Budhe Rohimah dengan keponakan nya ternyata sudah bocor sedari kemarin. Seseorang yang sedang mengawasi mereka adalah Alya sendiri.


Melihat jika perempuan yang pernah dilihat nya saat di restoran hingga akhirnya dibuntuti nya di supermarket itu ternyata adalah benar-benar Belva, gadis yang sangat dibencinya.


Seseorang yang pernah mengikuti Belva waktu lalu memang Alya. Untuk memastikan jika apa yang dilihat tidak lah salah tapi dirinya tidak berhasil waktu itu.


Sekarang dengan membuntuti pembantu nya, Alya dapat melihat dan yakin jika perempuan itu memang Belva. Kedekatan yang ditunjukkan oleh Budhe Rohimah dan perempuan yang mirip dengan Belva membuat Alya semakin yakin dengan dugaan nya.


"Jadi dia masih hidup ternyata. Apa alasan nya muncul kembali. Jangan-jangan memang benar dia kembali menuntut pertanggungjawaban Daddy. Dan wanita yang dimaksud Mommy itu adalah Belva." Alya berasumsi sendiri tanpa menyelidiki semua nya terlebih dahulu acuan nya hanya dengan melihat pertengkaran kedua orangtuanya saja.


"Oke... Lihat saja kamu Belva. Aku tidak adakan membiarkan mu mendapatkan pertanggungjawaban Daddy. Aku tidak sudi harus berbagi apapun dengan mu lagi."


Wajah yang sedari tadi datar dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Kini berubah dengan wajah penuh kebencian.


Dua anak kecil yang bersama Belva itu semakin membuat Alya bertambah benci pada mantan teman nya.


Alya masih memantau Budhe Rohimah dari kejauhan. Alya tak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh pembantu nya itu.


**


Kemarin saat Alya berada di dalam kamar meluapkan kekesalannya nya karena kedua orangtuanya bertengkar tak sengaja Alya melihat sekelebat bayangan Budhe Rohimah. Dengan cepat Alya berjalan keluar kamar dan benar saja Budhe Rohimah berjalan menuruni tangga.


Alya ingin marah dengan pembantunya itu yang sudah menguping dirinya. Mengikuti wanita paruh baya itu tapi justru Alya melihat gerak gerik pembantu nya yang aneh seakan-akan mengawasi sekeliliy ruangan.


"Mau apa dia bersikap seperti itu ? Jangan-jangan mau maling." Gumam Alya lirih.


Saat melihat Budhe Rohimah masuk ke dalam kamar dengan gerak-gerik yang aneh Alya mendekati kamar Budhe Rohimah. Menguping dibalik lubang pintu kamar pembantu nya. Terdengar Budhe Rohimah sedang berbicara dengan seseorang dengan sebutak "Nduk" Alya selalu mendengar julukan itu hanya Budhe Rohimah berikan pada Belva seorang.


"Mencurigakan." Gumam Alya dalam hati. Kemudian dirinya pergi saat dirasa Budhe Rohimah berhenti berbicara. Tak sengaja Alya menendang sendal budhe Rohimah hingga tergeser jauh dari depan pintu.


Timbul lah rasa curiga pada diri Alya. Dan menghubung-hubungkan apa yang pernah dilihat nya dan didengarnya dengan pikirannya sendiri.


Hingga Alya memiliki niat yang sangat kuat untuk mengawasi gerak-gerik Budhe Rohimah. Ketika wanita paruh baya itu pergi keluar dengan alasan yang menurut Alya sedikit meragukan. Membuntuti Budhe Rohimah menjadi pilihan Alya.


**


Jauh dibeberapa meter dari tempat Alya mengawasi dua wanita berbeda generasi itu masih sibuk mengobrol.


"Nduk... Wajah anak-anak mu sangat mirip sekali dengan Tuan Satya." Mata Budhe Rohimah masih lekat memandang kedua bocah kembar itu.


Belva pun ikut memandang anak-anak nya. Entah bagaimana perasaan nya saat ini, dia bahkan selama ini berusaha menghalau fakta tentang kemiripan anak-anak nya. Buah hati yang hadir tanpa ada rasa cinta dan sayang. Tapi kedua bocah itu mampu mengubah seluruh kehidupan Belva. Mampu membuat hati Belva menyayangi dan mencintai mereka dengan sepenuh hati. Duo Kay adalah hidup nya saat ini. Dunia Belva sepenuhnya untuk duo Kay.


"Tidak ada yang tahu hal ini budhe... Mungkin bila ada yang melihat mereka akan berkata hal yang sama. Melihat wajah mereka terkadang bayangan kelam itu terlintas begitu saja." Tatapan Belva sendu saat ini menatap duo Kay.


"Sabar Nduk, inilah takdir mu... Jalan hidup mu. Apapun yang terjadi dalam hidup mu semua pasti ada kebaikan dibalik nya."

__ADS_1


"Budhe benar. Semua ada kebaikan tersendiri dibalik kejadian kelam itu. Aku punya mereka berdua yang menemani setiap hari-hari baru ku. Aku tidak kesepian lagi. Mereka anak-anak yang cerdas Budhe. Aku beruntung dan bersyukur memiliki mereka saat ini."


Belva dan Budhe Rohimah sama-sama menatap duo Kay yang sibuk bermain berdua. Entah apa yang sedang mereka kerjakan.


"Mami... Ayo main." Ajak Kaila. Tangannya melambai mengundang kedatangan Mami nya.


Kaila kemudian berlari menuju Belva. "Uti ayo main dengan ku." Ternyata Budhe Rohimah juga mendapatkan ajakan bermain dari gadis kecil itu.


"Main apa cantik ?" Tanya Budhe Rohimah tersenyum. Ada ketulusan dan sayang yang terpancar dari tatapan mata Budhe Rohimah terhadap Kaila.


"Kaili menangkap belalang disana. Warna nya hijau seperti warna rumput yang disana." Ucap Kaila. Ternyata dua bocah kecil itu sibuk dengan belalang yang mereka tangkap.


"Wah hebat cucu Uti bisa tangkap belalang. Ayo kita main bersama, Kaila mau main ayunan disana ?" Tanya Budhe Rohimah dengan menunjukkan ayunan yang kosong tidak digunakan karena memang keadaan taman sepi.


"Mau... Ayo Uti kita ke sana. Aku panggil Kaili ya." Dengan semangat Kaila berlari ke arah kembaran nya.


"Kaili, ayo main ayunan. Uti ajak kita ke sana." Kaila menunjukkan letak ayunan. "Ayo..." Jawaban singkat dari Kaili seperti biasa.


Mereka berempat berjalan menuju letak ayunan. Kedua bocah kecil itu duduk di kursi ayunan sedangkan Belva dan Budhe Rohimah mendorong ayunan Kaila dan Kaili.


Kebahagiaan terlihat jelas disetiap wajah mereka. Kaili yang biasa nya lebih cuek dan tak banyak berbicara dan dingin saat ini terlihat senyum lebar mengembang di bibirnya.


Segala permainan yang ada di taman itu mereka coba satu persatu. Hingga rasa lelah dan haus menghampiri kedua bocah kembar itu.


"Mami... Haus." Rengek Kaila.


Mereka setuju karena hari memang sudah siang. Berjalan tak jauh dari taman mereka mendapati sebuah kedai yang menjual beberapa menu sederhana ala pinggir jalan. Menu makanan siang yang mereka pilih adalah soto ayam khas Lamongan.


Ciri khas dari soto ini yang terdapat taburan koya dan irisan daging ayam yang dipotong menyerong. Begitupun kuah nya yang tidak menggunakan santan ataupun susu sebagai campuran karena kuah soto ayam khas Lamongan hanya menggunakan rempah kunyit sehingga memiliki warna kuah yang kuning. Koya digunakan sebagai penyedap sekaligus pengental kuah soto karena koya terbuat dari dominan bubuk bawang putih dan kerupuk.


"Budhe... Apa tidak apa-apa keluar lama seperti ini. Apa kelurga Tuan Satya tidak adak mencurigai Budhe nanti." Tanya Belva yang khawatir dengan Budhe nya nanti.


"Ya ampun..." Budhe Rohimah menepuk jidatnya. "Budhe terlalu asik dengan kalian Nduk... Untuk keluarga Tuan Satya Budhe rasa mereka tidak akan tahu Nduk mereka orang yang sibuk dengan urusan masing-masing. Kalau satpam rumah biar nanti Budhe yang urus gampang Nduk."


"Ya sudah kita makan saja dulu habis ini kita pulang." Ucap Belva.


"Bagaimana Kaili soto nya enak sayang ?" Tanya Belva pada Kaili.


"Enak Mami..." Bukan Kaili yang menjawab tapi Kaila si gadis kecil dan cerewet.


"Mami tanya pada ku." Ucap Kaili melirik sekilas ke arah kembaran nya. Kaila hanya cekikikan menutup mulut nya.


"Ini enak Mami." Jawab Kaili.


Budhe Rohimah dan Belva hanya tersenyum geli melihat tingkah dua anak kembar itu. Selesai dengan makan siang mereka. Akhirnya Budhe Rohimah dan Belva juga si kembar berpisah.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu pulang dengan wajah yang bahagia. Selama hidupnya Budhe Rohimah tidak pernah merasa sebahagia ini. Ternyata memiliki cucu itu sangat menyenangkan. Tingkah lucu dan menggemaskan anak-anak mampu menghibur kepenatan dan beban pikiran nya di usia senjanya.


Alya melihat Budhe Rohimah berpisah dan pulang, dia memutuskan untuk menunggu pembantu nya itu di rumah. Menunggu selama 30 menit akhirnya wanita paruh baya itu pulang.


"Dari mana Bi ?" Tanya Alya saat Budhe Rohimah baru saja memasuki rumah.


"Eh... Non..." Budhe Rohimah terkejut.


"Ini Non tadi... Bibi keluar sebentar cari obat di apotek." Budhe Rohimah beralasan. Wajah nya tertunduk dihadapan Alya. Menutup rasa gugup nya dengan mencoba bersikap biasa saja.


"Cari obat atau cari penyakit Bi ?" Tanya Alya dengan tatapan tajam.


Kening Budhe Rohimah mengernyit saat mendengar ucapan Alya. Apa maksud dari ucapan anak majikan nya itu.


"Kenapa diam Bi ? Takut kalau ketahuan bohong ?" Tanya Alya dengan nada ketus dan judes.


"Bibi baru ketemuan sama Belva kan ? Belva masih hidup kan Bi ?!!" Tanya Alya dengan nada suara meninggi.


Budhe Rohimah terkejut dan takut. Tangan nya merrmas ujung baju nya. Tidak berani berbicara.


"Jawab !!!" Bentak Alya semakin membuat Budhe Rohimah ketakutan.


"N-nnon... T-ttidak mana mungkin saya bertemu dengan Belva. Dia sudah tidak ada Non." Budhe Rohimah masih saja ingin menutupi kebenaran.


"Jangan bohong kamu Bi... Bibi pikir saya buta huh ? Asal Bibi tahu sedari tadi aku mengikuti Bibi dan wow... Ternyata kejutan bahwa kebenaran jika Belva masih hidup."


"Jadi sia-sia jika Bibi berbohong pada ku. Aku bisa memecat Bibi dengan cara ku dan aku juga bisa mencari tahu sendiri bahkan berbuat lebih pada keponakan Bibi yang sok itu." Ucap Alya dengan senyum sinis.


"Non... Bibi mohon jangan pecat Bibi non." Sebenarnya Budhe Rohimah lebih takut jika Alya akan mencelakai Belva.


"Jadi benar jika Belva masih hidup ?" Tanya Alya kembali memastikan dari pengakuan Budhe Rohimah. Tapi sayang wanita paruh baya itu tetap bungkam.


Aksi diam Budhe Rohimah semakin membuat Alya yakin jika ada yang ditutupi oleh wanita paruh baya itu. "Oke kalau begitu... Beristirahat lah Bi, pasti Bibi lelah kan beraktivitas di luar tadi." Ucap Alya tersenyum sinis dan meninggalkan Budhe Rohimah sendirian di ruang tamu.


"Aduh... Bagaimana ini kalau Non Alya sampai menemukan Belva." Gumam Budhe Rohimah dalam hati. Perasaan nya kacau dan takut. Tidak tenang setelah dirinya ketahuan oleh Alya saat bertemu dengan Belva.


****


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Aksi apa yang akan Alya lakukan setelah tahu jika Belva benar-benar masih hidup ?? Tunggu cerita selanjutnya !!!


Terimakasih buat para reader setia.


Jangan lupa berikan Vote, Kritik, Saran dan Like nya.

__ADS_1


Bagaimana dengan part ini bisa silahkan komen ya guys πŸ™


__ADS_2