Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 170. Bujang Lapuk


__ADS_3

Seburuk dan sejahat apapun seseorang terhadap mu jika kamu masih memiliki hati nurani pasti hatimu akan terus menuntunmu untuk tetap berbuat baik, tetap mengasihi sesama. Rasa iba akan selalu hadir menggerakkan seseorang untuk mengulurkan tangannya.


Terlebih seseorang tersebut pernah menjadi bagian hidupmu, pernah hadir rasa sayang bahkan cinta yang tercurah untuknya. Beruntungnya Alya masih diakui oleh Satya sebagai bagian dari hidup Satya di masa lalu.


Pertemuan antara Noella dan sepasang suami istri yang dengan tangan dan hati terbuka bersedia membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi Noella. Jika ditelusuri secara garis keturunan, seharusnya bayi Alya bukan lagi tanggung jawab Satya dan Belva. Tapi keduanya masih mengakui bayi itu sebagai bagian dari keluarga mereka.


"Tuan... Nona... Terima kasih kalian bersedia datang." Ucap Noella yang langsung berdiri dari duduknya saat melihat kedatangan Satya dan Belva.


"Duduklah, Noella kami pasti datang." Ucap Belva tersenyum ramah pada Noella.


"Iya, silahkan duduk Nona... Tuan..." Ucap Noella.


Ketiganya duduk di kursi masing-masing dengan Belva duduk di samping sang suami. Basa-basi terjadi antara Noella dan Belva, Satya hanya diam dengan tenang mendengarkan percakapan kedua wanita yang ada bersamanya.


"Bagaimana keadaan bayi Alya?" Tanya Satya memecah percakapan basa-basi antara istrinya dan Noella.


"Dia baik-baik saja, perkembangannya cukup baik hanya saja ada sedikit masalah dalam tubuhnya." Jawab Noella.


Belva beralih fokus pada jawaban Noella, Satya pun sama mendengar dengan raut wajah serius.


"Bagaimana maksud mu, Nona Noella?" Tanya Belva.


"Kata dokter bayi Alya memiliki keinginan kuat untuk bertahan hidup, hanya saja ada organ tubuhnya yang bermasalah itu karena bawaan dari bayi itu saat berada di dalam kandungan."


Belva dan Satya saling tatap, ada sorot iba dari sepasang suami istri itu pada bayi Alya.


"Lalu apa yang akan terjadi pada bayi Alya? Apa yang harus kita lakukan agar bayi Alya baik-baik saja?" Tanya Belva. Dari nada suara Belva terdengar khawatir akan keadaan bayi malang itu.


Noella melihat dan mendengar reaksi Belva membuatnya semakin yakin jika permasalahannya saat ini sangat tepat jika harus meminta tolong pada Belva.


"Sayang, tenanglah semua pasti baik-baik saja." Ucap Satya berusaha membuat istrinya agar tak terlalu khawatir pada bayi Alya.


"Besok kalian bisa menemui saja dokter yang menangani bayi Alya agar lebih jelas. Saat ini saya ingin membahas perihal keberadaannya yang sebenarnya membuat saya sedih. Keluarga kami tidak menerima kehadiran bayi Alya." Ucap Noella dengan wajah yang terlihat seduh dan kecewa pada keluarganya.


"Apa suamimu tidak mempertahankan bayinya? Dia adalah ayah kandung dari bayi Alya." Ucap Satya.


"Jack tidak bisa berbuat apa-apa ketika keluarga kami mengancamnya. Kelurga kami akan mencoret daftar nama kami dari keluarga dan tidak akan memberikan hak kami sebagai anak dalam hal ini adalah harta warisan, orang tua kami tidak akan memberikan itu pada kami. Kami hanya khawatir jika itu terjadi karena kami mempertahankan bayi Alya maka akan berdampak lebih buruk untuk bayi Alya. Dia sangat membutuhkan banyak biaya untuk perawatannya." Ujar Noella menjelaskan apa yang terjadi.


Dia dan Jack tak bisa mempertahankan bayi itu karena mereka juga berpikir akan percuma saja jika mereka mempertahankan bayi itu. Kebutuhan bayi itu tidak akan tercukupi jika mereka yang merawatnya. Sedangkan kehidupan harus terus berjalan, dalam menjalani kehidupan rumah tangganya Noella dan Jack tidak ingin merepotkan orang lain. Jalan satu-satunya adalah mungkin menyerahkan bayi Alya pada Satya dan Belva.


"Saya tidak tahu lagi harus bagaimana agar bayi Alya mendapatkan kehidupan yang layak. Jika bersama kami besar kemungkinan dia akan kesulitan terlebih saat ini dia membutuhkan perawatan intens. Keluarga Alya satu-satunya hanyalah kalian yang saya ketahui. Ibu Alya entah di mana saya tidak tahu." Imbuh Noella.


Sudah pasti dan sudah jelas, bahwa bayi Alya tentu harus diambil alih oleh dirinya dan sang istri. Keputusan yang pernah Satya pikirkan sebelumnya ternyata benar-benar terjadi.


"Bayi Alya biarkan kami yang mengurusnya, kalian tak perlu khawatir." Ucap Satya dengan tenang dan tegas. Dia sudah mantap merawat bayi Alya.

__ADS_1


Belva menatap sang suami, keputusan sang suami pun didukung penuh oleh Belva. Kasihan jika bayi itu tak memiliki keluarga tidak mungkin jika bayi itu harus dititipkan di panti asuhan sungguh keterlaluan jika sampai hal itu terjadi sedangkan Satya maupun Belva masih mampu untuk merawat bayi malang itu.


"Anda yakin, Tuan?" Tanya Noella memastikan.


"Sudah saya katakan sebelumnya bukan saat pertama kali kami menjenguknya. Jika kalian tak mampu merawatnya biarkan saya yang merawat bayi itu." Ujar Satya.


"Benar Noella, biarkan kami yang merawat bayi Alya. Ini semua demi kebaikan bayi Alya agar tetap bertumbuh dengan baik dan dengan perawatan yang baik pula." Belva membenarkan pernyataan sang suami.


Noella mengangguk setuju, kini dirinya dapat bernapas lega saat Satya dan Belva bersedia merawat bayi Alya. Terselip rasa bersalah pada bayi Alya dalam hati Noella karena dirinya sudah berjanji pada dirinya sendiri dihadapan bayi itu bahwa dirinya akan menjaga bayi Alya tapi nyatanya semua tak sesuai rencana.


"Terima kasih banyak Tuan dan Nona, kalian benar-benar berhati mulia. Saya dapat bernapas lega karena saya percaya bayi Alya akan tetap mendapatkan perawatan yang terbaik saat berada bersama kalian."


"Untuk apa berterima kasih, Alya pernah menjadi putriku. Jika Alya sudah tiada maka anak Alya menjadi tanggung jawab saya." Ujar Satya.


Kembali Noella mengangguk dengan tersenyum tipis. Tidka salah dirinya meminta bantuan Satya dan Belva, ia tahu jika Belva adalah orang yang baik.


"Alya, andai kamu masih berada di sini mungkin kamu akan merasa malu. Belva yang dulu selalu kamu benci kini dialah yang menyelamatkan bayi mu disaat kamu tak bisa menjaganya. Aku harap kamu tenang di sana tak perlu mengkhawatirkan bayi mu." Batin Noella dalam hati.


Lega benar-benar lega bagi Noella, permasalahannya sudah teratasi dengan mudah. Ia sempat ragu jika Satya dan Belva tak dapat menolong dirinya. Ia pun tak tega jika menyerah bayi Alya ke panti asuhan.


Pertemuan mereka sudah menemukan titik terang atas hak asuh bayi Alya. Satya dan Belva yang akan mereka bayi itu dan atas ijin orang-orang terdekatnya terkhusus yang istri Satya merasa mantap akan keputusannya.


"Besok bawa suami mu ke rumah kami, kita harus membicarakan ini lebih lanjut karena suamimu adalah ayah kandung dari bayi itu." Ucap Satya.


***


Di Evankay boutique, Bella masih berdiam diri di dalam ruangannya. Pesan Satya untuk tidak usah keluar membeli makan siang pun ia turuti karena Satya mengatakan jika pria itu sudah menyuruh seseorang untuk membawakan makan siang untuknya.


Sudah setengah jam waktu istirahat habis untuk Bella gunakan menunggu kedatangan kurir makanannya tapi tak kunjung datang membuat Bella merasa kesal.


"Ini si Om Satya tidak berbohong padaku kan. Aku sudah kelaparan sejak setengah jam yang lalu dan ini makanan tidak sampai-sampai." Gerutu Bella duduk di sofa ruangannya sembari memainkan ponselnya tanpa minat.


Merasa sudah kelaparan dan tidak sabar lagi menunggu akhirnya Bella memutuskan untuk mencari makan di luar saja. Tak perduli dengan perintah Satya yang mengharuskannya menunggu di butik.


"Mau ke mana, Nona?" Tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Bella saat gadis itu sudah berdiri dan hendak melangkah keluar.


"Hah!! Anda?! Mengejutkan ku saja." Ucap Bella terkejut saat seorang pria berada di depan matanya yang hanya berjarak tiga puluh centimeter saja.


"Ada apa anda datang ke sini?" Tanya Bella dengan langkah kaki yang kembali mundur dua langkah.


Pria yang tak lain adalah Jordi asisten dari Satya itu mengangkat paper bag yang ada di tangannya di hadapan Bella.


"Ini..." Ucap Jordi


Bella hanya menatap paper bag tersebut lalu beralih menatap ke arah Jordi.

__ADS_1


"Tuan Satya menyuruh saya mengatakan ini untukmu, Nona."


"Hah? Jadi Om Satya menyuruh si Om bujang lapuk ini mengantarkan makanan untuk ku." Batin Bella menatap Jordi.


"Hey... Ini untukmu." Ujar Jordi menggoyangkan paper bag di depan mata Bella.


Bella menghela napas demi membuang perasaan kesalnya yang sempat merasuk. Ia kelaparan hanya menunggu asisten Satya mengantarkan makanan untuknya.


"Tuan, anda tidak lihat ini jam berapa? Hampir setengah jam saya membuang waktu istirahatnya saya hanya untuk menunggu makanan ini." Ujar Bella kesal.


"Kenapa dia marah-marah?" Batin Jordi.


"Lalu kenapa anda marah pada saya?" Tanya Jordi dengan santai.


"Seharusnya jika anda sibuk katakan langsung pada Om Satya, jadi saya tidak perlu menunggu terlalu lama."


"Saya juga butuh makan siang, Nona tidak mungkin saya meninggalkan makan siang saya hanya untuk menjadi kurir makanan untuk orang lain."


"Anda bisa suruh kurir saja untuk mengantarkan makan ini tidak perlu anda yang mengantarkannya itu lebih efisien dan efektif." Ujar Bella.


"Saya sudah rela makan lebih cepat untuk mengantar makanan ini, apa hanya ini yang saya dapatkan?" Ujar Jordi.


Bella berbalik menuju meja kerjanya, membuka laci lalu mengambil sesuatu dan membawanya kembali di hadapan Jordi.


"Ini ongkosnya, terima kasih sudah mengantarkan makanan untuk saya." Ucap Bella dengan wajah kesal dan jutek.


Jordi melongo dengan apa yang diberikan oleh Bella untuknya. Satu lembar uang dua puluh ribu dan satu lembar uang sepuluh ribu. Baru kali ini dirinya mendapatkan perlakuan semacam itu, Grace yang selalu menjadi teman debatnya setiap hari bahkan belum pernah berbuat demikian padanya.


****


To Be Continue...


Hai my dear para readers ku tersayang


Thanks banget buat kalian yang masih setia support author πŸ™πŸ™


Like, Komen, Kembang setaman dan Vote dari kalian sangat berharga buat author. Terima kasih banyak πŸ™πŸ™πŸ™



Untuk nama-nama yang beruntung di atas yang masuk rangking 3 besar kategori readers paling support author di Minggu ini. Kemarin author janji kalau bulan kmrin bisa tembus 1jt view akan ada kejutan kecil tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi author (enggak tembus 1jt) author tetep berusaha penuhi janji buat kasih kejutan kecil buat kalian yg beruntung. Ini terpantau dari sistem nya Noveltoon yak guys mohon maaf buat teman-teman yg belum beruntung πŸ™πŸ™.


Buat nama-nama di atas bisa follow akun author di sini dan chat author yess buat klaim kejutan kecil kalian. Terima kasih πŸ™β˜ΊοΈ


Semangat terus, bahagia selalu dan sehat teruss πŸ€—πŸ™

__ADS_1


__ADS_2