
Pertemuan Belva dengan Maria berakhir. Kedua nya pulang ke rumah masing-masing. Tapi Belva tidak langsung pulang melainkan dia mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli keperluan bahan-bahan dapur.
Duo Kay menginginkan untuk dibuatkan gado-gado makanan yang selama ini tidak pernah mereka temukan di kota Paris. Saat Belva menonton acara televisi yang dimana acara tersebut mereview makanan di beberapa rumah makan. Duo Kay melihat salah satu menu makanan khas Indonesia yaitu gado-gado jadi mereka sangat ingin untuk mencicipi makanan tersebut.
"Mami, bagaimana rasa makanan gado-gado ?" Tanya Kaila sudah sangat penasaran.
"Rasanya gurih, manis dan pedas. Tapi kalau Kaila tidak suka pedas nanti tidak usah menggunakan cabai."
"Oh oke... Pedas sedikit tidak apa-apa Mami." Kaila mempraktekkan kata sedikit dengan membuat lubang lingkaran kecil menggunakan jari telunjuk dan jempol nya lalu di tempelkan di matanya untuk mengintip lubang kecil.
Membuat Belva tersenyum gemas dengan putrinya itu. Rasa gemas nya disalurkan dengan mengusap rambut dan mencubit kecil pipi cabi Kaila.
"Ayo sayang kita lanjutkan belanja nya, nanti Kaila bantu ambilkan sayur nya ya." Tawar Belva pada putrinya agar gadis kecil itu merasa dibutuhkan dan semakin antusias dalam berbelanja dan mempersiapkan bahan-bahan untuk makanan yang diinginkan nya.
"Oke Mami. Let's go." Kedua tangan mungil itu dijulurkan ke atas, sangat terlihat Kaila memiliki rasa antusiasme yang cukup tinggi.
Belva selalu berusaha mengajarkan pada kedua anaknya agar turut andil dalam setiap hal-hal kecil yang mereka inginkan jadi mereka terbiasa untuk selalu berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan tidak manja karena tiba-tiba yang mereka mau ada di depan mata. Sekaligus menghadirkan kebanggaan tersendiri sehingga mereka akan menghargai kerja keras mereka sendiri.
Ibu dan anak itu sibuk sekali memilih bahan makanan yang dibutuhkan untuk memasak nanti. Sebenarnya beberapa bahan masih ada di rumah tapi Belva ingin anaknya mengetahui bagaimana proses nya dari awal sekaligus jalan-jalan sebentar setelah kedatangan nya dari Perancis.
Melakukan kegiatan belanja seperti ini mengingatkan nya pada saat dulu dirinya masih menjadi pembantu di rumah pria tua arogan dan dingin yang menjadi majikan nya sekaligus ayah kandung kedua buah hatinya. Dulu Belva sering berbelanja di pasar tradisional bersama Budhe. Ah rindu itu kembali muncul, mengingat keluarga satu-satunya di dunia ini, bagaimana kabarnya sekarang pikir Belva.
"Oke....semua sudah selesai sayang. Ada yang ingin Kaila beli lagi ?" Tawar Belva sebelum mereka sampai ke kasir.
"Boleh aku beli coklat Mami ?" Tanya Kaila penuh pengharapan. Selama ini Mami nya membatasi nya untuk memakan coklat.
"Boleh, ambil 2 Kaila satu kakak satu. Ingat berarti bulan ini tidak ada makan coklat lagi karena Kaila sudah makan coklat hari ini." Ucap Belva dengan tegas tapi masih lembut agar anaknya bisa memahami setiap perkataan nya.
Meski memiliki perbedaan dengan anak-anak yang lain Kaila tetap lah anak-anak menginginkan hal-hal yang diinginkan oleh anak-anak dan juga harus tetap dibimbing.
Kedua nya sudah selesai membayar belanjaan mereka dan kini mereka harus segera pulang sebelum di teror panggilan telepon oleh Tuan Hector.
Sedari tadi Belva tak menyadari jika ada seseorang yang mengikuti nya. Sepasang mata yang tadi tak sengaja melihat nya di restoran. Menjaga jarak untuk bisa membuktikan apakah penglihatan nya benar atau salah. Ibu muda itu mirip dengan seseorang yang ada di masa lalu nya. Meski penampilan dan beberapa hal ditubuh perempuan itu sedikit berbeda dengan seseorang yang di kenal nya dulu.
"Apakah perempuan itu benar gadis itu ? Tapi bukan kah dia sudah mati karena bunuh diri."
"Jika benar, tapi dia banyak berubah saat ini dibandingkan yang dulu."
Orang itu tetap mengikuti Belva secara diam-diam. Sedangkan Belva merasa dirinya diikuti oleh seseorang. Perasaan nya tidak enak dan takut, sehingga berjalan pelan dan menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
Orang dengan pakaian mencurigakan ada dibelakang nya dengan jarak 5 meter. "Apa dia mengikuti ku ? Tapi untuk apa ?" Batin Belva bertanya.
Belva mulai waspada untuk menjaga diri terlebih melindungi putri kecil nya. Banyak sekali kasus penculikan anak-anak bahkan beberapa ada yang nekat membawa anak-anak saat masih bersama ibu atau keluarga yang lain.
"Sayang, kita berhenti dulu di food court itu ya. Mami haus... Kaila mau minum juga ?" Salah satu cara Belva menghindari orang aneh yang mencurigakan itu dengan berada di tengah-tengah keramaian. Jadi jika terjadi apa-apa akan banyak orang yang menolong nya.
"Boleh Mami..." Ucap Kaila dengan riang. Gadis itu tak pernah susut rasa riang nya. Kaila berusaha lari sendiri ke arah food court tapi Belva mencegah nya. Ini bukan di negara Perancis dimana mereka bebas melakukan apapun karena terbiasa disana.
"No sayang untuk kali ini Kaila harus dekat dengan Mami. Disini terlalu ramai nanti Mami susah cari Kaila." Karang Belva dengan lembut. Kaila mengangguk lalu menggandeng tangan Mami nya kembali.
Memesan minuman lalu duduk sebentar di meja yang tersedia. Belanjaan nya di letakkan di kursi sedangkan Kaila dipangku nya. Kaila lebih penting untuk dijaga. Tangan nya sibuk dengan lincah memesan taksi online karena saat berangkat bertemu dengan Maria mereka datang menggunakan taksi online.
Akhirnya pemberitahuan taksir online sudah tiba masuk ke dalam ponsel Belva. Dengan cepat Belva menggendong Kaila dan membawa belanjaan nya. Langkah kaki Belva berjalan cepat berusaha menghindar dari orang mencurigakan itu.
"Dengan ibu Kaila ya ?" Sapa sopir taksi online. Belva memang menggunakan nama Kaila untuk memesan taksi online.
"Iya benar ke alamat xxx ya pak."
"Baik, mari Bu." Sopir membukakan pintu untuk pelanggan nya. Belva dan Kaila segera masuk.
Seseorang yang mencurigakan itu dengan cepat menyetop taksi untuk mengikuti mobil Belva. Hal itu tak luput dari pengawasan Belva jika dirinya di ikuti oleh orang itu.
Sopir memperhatikan kaca spion nya ternyata memang benar sedari tadi mobil itu selalu berada di belakang nya. Dipikir nya memang mereka memiliki tujuan yang sama.
"Baik Bu... Maaf seat belt nya sudah dipakai Bu ? Biar saya bisa lebih kencang bawa mobil."
"Sudah Pak." Jawab Belva. Ada rasa cemas dan takut dalam dirinya. Takut orang tersebut berniat jahat dengan nya ataupun dengan anak nya.
Semakin mobil Belva melaju kencang, mobil orang misterius itu juga melaju dengan kencang. Membuat Belva dan sopir taksi online itu semakin yakin jika memang mereka diikuti.
"Mami, kenapa bawa mobil nya kencang seperti ini. Aku takut." Ucap Kaila berpegang erat pada tangan Mami nya.
"Tidak apa sayang, biar kita cepat sampai. Kaila pegangan sama Mami ya." Belva mencoba menenangkan tapi Belva lupa jika anak nya berbeda dengan anak lain. Kaila anak yang cerdas mampu memahami situasi yabg ada di sekelilingnya. Dia tahu jika saat ini sedang dalam bahaya. Tapi gadis kecil itu hanya diam saja untuk saat ini.
Mobil yang ditumpangi Belva melaju kencang saat di dekat traffic light yang menghitung beberapa detik lagi berganti merah. Belva lolos dari kejaran orang misterius itu.
Ibu muda itu menghela nafas dan mengelus dada nya saat tak melihat mobil tadi mengikuti nya setelah melewati traffic light. Jantung nya yang sedari tadi berdegup tak karuan akibat cemas dan takut kini perlahan berdegup normal.
Sedangkan mobil yang kalah dengan traffic light itu terhenti karena lampu berwarna merah. "Ck... Sialalan. Kenapa berhenti Pak." Orang tersebut merasa kesal dan marah pada sopir taksi nya.
__ADS_1
"Ini lampu merah, saya tidak bisa menerobos nya bisa-bisa nanti kita dalam bahaya. Saya hanya sopir taksi biasa ini bukan mobil saya." Sopir taksi itu membela diri saat di salahkan dan di marahi. Kesal mendapatkan penumpang yang seperti ini tidak melihat situasi dan kondisi. Jika hanya menurut apa kata penumpang yang ada justru dirinya yang rugi nantinya.
"Ya sudah kita kembali ke tempat tadi saja." Perintah penumpang taksi menyebalkan menurut si sopir taksi. Tidak menjawab lagi hanya mengangguk dan mencari jalan untuk memutar balik mobil nya.
"Sebenarnya siapa perempuan itu. Kenapa mirip sekali dengan nya ?" Gumam orang tersebut dalam hati. Pikiran nya sudah tidak bisa tenang saat melihat seseorang yang mirip sekali dengan seseorang yang di ada di masa lalu nya.
"Tadi samar-samar ku dengar namanya Kaila ? Apa benar itu dia karena sangat mirip meski perempuan itu terlihat lebih cantik."
Seolah masih menerka-nerka mencari kebenaran atas apa yang dilihatnya saat ini. Jika itu benar maka hari-hari nya akan penuh dengan kerja keras.
***
Hari berganti Belva bergerak cepat untuk membuat gaun pernikahan milik Maria. Karena di Indonesia Nyonya Hector tidak memiliki butik jadi untuk proses eksekusi gaun dilakukan di butik dimana Maria pernah membuat gaun nya.
Belva bekerjasama dengan butik yang pernah membuatkan gaun pernikahan untuk Maria sebelum nya. Mereka sangat bekerja keras untuk sesegera mungkin menyelesaikan gaun itu sebelum hari pernikahan dilaksanakan. Sangat tidak lucu jika hari pernikahan sudah di undur harus di undur kembali dengan permasalahan yang sama yakni gaun.
"Hah akhirnya, jadi juga." Gumam Belva merasa puas.
Para karyawan butik juga merasa lega dengan bantuan Belva semua berjalan dengan lancar.
"Akhirnya kita bisa menyelesaikan nya. Semua berkat bantuan Nona Evanthe." Ucap karyawan butik.
"Tidak, ini semua berkat kerjasama kita yang kompak. Terimakasih sudah mengijinkan saya membuat gaun ini disini." Ucap Belva tersenyum lembut. Wajah cantiknya terpancar jelas saat ibu muda itu tersenyum.
"Sama-sama Nona. Ini juga permintaan dari Nona Maria."
Semua bernafas lega, masalah bisa teratasi. Pernikahan mewah itu bisa kembali digelar dengan waktu yang sudah ditentukan kembali. Belva tersenyum puas dalam hatinya bisa membantu klien nya sekaligus teman nya yang kini semakin akrab saja. Tak lupa semua ini berkat bantuan dari putri kecil nya yang cantik dan berbakat. Bahkan gaun itu sudah selesai satu minggu sebelum tanggal pernikahan. Saking fokus nya untuk bisa segera menyelesaikan pekerjaan membuat mereka semua mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuan.
****
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Waduh... Belum ketahuan ya siapa orang misterius itu. Hayuk simak terus kelanjutan ceritanya !!!
Terimakasih buat para reader setia.
Jangan lupa berikan Vote, Kritik, Saran dan Like nya.
Bagaimana dengan part ini bisa silahkan komen ya guys π
__ADS_1