Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy

Anak Genius : Opa Muda Is Your Daddy
Bab 159. Ingin Bertemu


__ADS_3

Setiap hidup manusia memang selalu silih berganti dalam merasakan sensasi kehidupannya. Senang dan susah selalu berjalan berdampingan, sebagai manusia hanya bisa berharap dan berusaha. Kebahagiaan adah hal yang selalu dicari oleh setiap orang meski kadang kala ketika kita mengusahakannya tapi sang pemberi hidup belum memberi restu.


Satya yang pernah merasakan kebahagiaan dan kesulitan dalam hidupnya selalu berharap kebahagiaan akan terus mengiringi kehidupannya. Disaat kesulitan yang membuatnya tertekan di masa lampau pria itu memilih bertahan dalam diam karena suatu alasan tapi ketika dirinya diberikan kesempatan untuk menjadi lebih bahagia maka kesempatan itu akan selalu dipergunakannya dengan sangat baik.


Mendapatkan Belva dan kehadiran anak kembarnya menjadi titik awal kebahagiaan Satya. Rasa tidak percaya sempat membuatnya ragu akan kehadiran mereka tapi yang terpaut jauh dari segi usinya bahkan kedua anaknya sempat memanggil dirinya dengan sebutan Opa Muda. Tidak salah karena logikanya sebelum fakta terkuat memang seperti itu dilihat dari sisi usia. Satya lebih pantas sudah memiliki cucu daripada memilik anak-anak yang masih kecil. Tapi pria itu tak merasa malu sedikitpun, justru diusianya yang sudah tak matang dan mendapatkan istri yang cukup muda membuat Satya menggunakan kesempatan itu untuk memiliki keluarga besar sesuai impiannya.


Selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga tapi karena waktu yang cepat berjalan membuat mertua Satya lebih memilih untuk beristirahat saja setelah hampir satu hari penuh beraktivitas di luar rumah.


Belva dan Satya menemani putra putri mereka di kamar dua bocah tersebut. Membantu menyiapkan diri untuk beristirahat, mengingat keadaan istrinya yang hamil muda Satya semakin rajin membantu istrinya dalam mengurus Kaila dan Kaili.


"Sayang kita cuci muka, cuci kaki tangan dan gosok gigi yuk." Ajak Satya pada kedua anak-anaknya.


"Oke Daddy." Ucap Kaili.


"Ayo, putri Daddy letakkan dulu pensilnya kita cuci tangan bersih-bersih dulu."


"Tapi nanti bolehkan tidurnya sebentar lagi, aku masih mau gambar." Ujar Kaila.


"Iya sayang, boleh." Ucap Satya.


"Mam, aku urus mereka dulu, Mami siapkan baju tidur mereka saja." Ucap Satya pada istrinya.


"Iya, Mami tunggu di sini." Jawab Belva.


Satya dan kedua anaknya masuk ke dalam kamar mandi, Duo Kay terlihat senang saat Daddy mereka menemani mereka menggosok gigi dan mencuci muka. Lelucon kecil Satya berikan untuk putra putrinya hingga mereka tersenyum senang dalam kegiatan mereka di malam hari ini menjelang tidur malam. Satya pun tak segan membantu Kaila maupun Kaili dalam menggosok gigi ataupun mengambilkan air untuk berkumur.


"Sudah sekarang cuci mukanya. Sini naik di atas kursi, kalian harus coba sendiri mencuci muka. Oke?"


"Oke Daddy." Ucap Kaila.


"Good girl." Ucap Satya memuji gadis kecilnya.


"Hemm... Boy sini kamu duduk di sebelah wastafel." Satya mengangkat tubub Kaili dan di dudukkan nya di atas wastafel yang letaknya sedikit jauh agar tak terciprat air yang digunakan Kaila.


"Sudah Daddy, dingin brrr." Ucap Kaila bergerak seperti seorang yang tengah kedinginan membuat Satya tersenyum gemas pada Kaila.


"Oke, sekarang giliran kakak Ken ya. Ayo sini kak, sekarang ila gantian duduk di tempat kakak Ken."


Satya mengangkat tubuh Kaili turun dari duduknya di atas wastafel. Kini bergantian Kaila yang duduk di atas wastafel dan Kaili kembali diangkat oleh Satya untuk berdiri di atas kuris mencuci muka di wastafel.

__ADS_1


"Sudah boy?" Tanya Satya.


"Sudah, Dad." Jawab Kaili.


"Oke, ayo gendong Daddy. Kakak Ken di belakang, ila di depan ya." Ucap Satya yang otomatis membuat Duo Kay bersorak girang.


Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah Duo Kay. Satya keluar dari kamar mandi dengan menggendong kedua anaknya di depan dan di belakang. Sedikit berlari kecil membuat Duo Kay terkekeh.


Belva yang sudah menyiapkan pakaian tidur untuk Duo Kay pun tak terlewatkan melihat keakraban antara Ayah dan anak. Senyum tersungging di bibir Belva, perasaannya selalu merasa bahagia ketika melihat interaksi suaminya dengan anak-anaknya.


"Ayo Daddy lari lagi kita keliling kamar larinya." Sorak Kaila yang begitu senang dengan permainan sepele dari sang Daddy.


Satya pun menuruti permintaan putrinya dengan berlari kecil berkeliling kamar. Kaila dan Kaili masih stay di gendongannya tanpa merasa keberatan sedikitpun. Satya justru merasa senang melihat kebahagiaan anak-anaknya hanya dengan hal kecil yang dia lakukan. Hingga beberapa saat Belva masih memperhatikan dengan senyum dan tawa kecilnya menyaksikan anak dan suaminya.


"Sudah-sudah, berhentilah kalian. Sayang, kemarilah ganti dulu pakaian dulu." Ujar Belva mencoba menghentikan aksi anak dan suaminya.


"Sebentar Mami, ayo Daddy lari lagi." Ujar Kaili.


"Let's go!!!" Ujar Satya yang masih bersemangat untuk membuat kedua anaknya tertawa bahagia.


Belva masih menunggu hingga satu putaran batu dirinya kembali menghentikan permainan Satya dan Duo Kay.


"Sayang, kita ganti pakaian dulu ya, nanti kita bermain lagi." Ujar Satya pada Duo Kay.


"Yaaahh... Lagi... Lagi... Dad. Ganti bajunya nanti saja." Ucap Kaila.


"Sayang, Daddy juga pasti lelah, Nak. Masa Daddy lari-larian gendong kalian berdua. Nanti kalau Daddy kelelahan lalu sakit lagi bagaimana?" Ujar Belva dengan lembut.


Kaila langsung menatap wajah Daddy nya.


"Kita berhenti saja." Ujar Kaili secara tiba-tiba.


Pria kecil itu takut jika Daddy nya kembali sakit. Dia memang sepengertian dan seperhatian itu dengan keluarganya terutama Mami dan Daddy nya.


"Iya, ayo kita ganti baju saja. Daddy jangan sakit lagi." Ucap Kaila dan langsung memeluk leher Satya.


Satya tersenyum melihat kedua anaknya terlihat sangat menyayangi dan perhatian padanya.


"Tidak, sayang. Daddy tidak akan sakit lagi, kemarin hanya sedikit kelelahan saja karena adik bayinya sedang mau menunjukkan kalau adik bayi sekarang sudah di perut Mami makanya adik bayinya ajak Daddy ke rumah sakit."

__ADS_1


"Memang adik bayinya bilang sama Daddy? Daddy ketemu sama adik bayinya? Kaila mau ketemu adik bayinya." Ucap Kaila dengan tatapan meminta pada Daddy nya.


Mendengar ucapan Kaila, Satya langsung membawa kedua anaknya duduk di atas ranjang. Satu persatu dari mereka diturunkan oleh Satya.


"Ganti baju dulu ya." Ucap Belva.


"Nanti habis itu Kaila bisa ketemu adik bayi kan seperti Daddy?"


Belva langsung menatap suaminya sesaat.


"Sayang, adik bayinya belum bisa Kaila temui sekarang. Besok kalau Mami periksa kandungan ke dokter baru kita bisa lihat adik bayinya." Ujar Satya memberikan pengertian pada Kaila.


"Kapan Mami periksa ke dokter, Dad?" Tanya Kaili.


"Masih lama, sayang. Bulan depan lagi besok kalau Mami periksa kita ke dokternya sama-sama biar kalian bisa lihat adik bayinya." Ucap Belva tersenyum pada Duo Kay.


"Kata Mami benar, sayang. Bulan depan kita baru bisa lihat adik bayinya lagi. Kalau sekarang belum bisa adik bayinya masih malu sama kalian." Satya tersenyum saat ikut memberikan penjelasan pada kedua anaknya.


Berusaha agar Kaila maupun Kaili tidak memaksa untuk melihat adik bayi mereka. Belva akan kewalahan jika Duo Kay memaksa. Sayangnya mereka saat periksa kemarin tidak mencetak hasil dari USG kandungan Belva. Jadi mereka tidak bisa menunjukkan pada Duo Kay.


Dengan berbagai macam penjelasan yang mudah dimengerti boleh dua bocah kembar itu akhirnya Satya dan Belva mampu meyakinkan mereka. Kini mereka telah berganti baju dan bersiap untuk tidur.


Pagi hari Belva seperti biasa bangun pagi-pagi, ia memilih untuk membantu para asisten rumah tangga menyiapkan makanan untuk keluarganya bersama Nyonya Hector juga tentunya. Pagi ini mereka lalui dengan penuh suka cita pasca kabar bahagia yang mereka dapatkan dari Satya dan juga Belva.


Sarapan pagi ini sangat lengkap sekali, banyak menu yang tersaji di meja makan hanya untuk merayakan secara kecil-kecilan saja atas kabar bahagia akan hadirnya calon anggota keluarga mereka yang baru. Ditengah keasikan mereka menikmati sarapan pagi sepasang suami istri itu tak sengaja menatap satu pandangan yang membuat mereka cukup merasa aneh hingga terdiam beberapa saat.


****


To Be Continue...


Hai my dear para readers ku tersayang


Maaf ya cuma dikit part kali ini 🙏🙏🙏


Thanks banget buat kalian yang masih setia support author 🙏🙏


Thanks buat Like, Komen, Kembang setaman dan Vote dari kalian yang luar biasa memberikan suntikan semangat buat author.


Masih author pantau yess... Jika dalam bulan ini tembus 1jt view maka buat kalian yang masuk rangking 3 besar kategori readers paling support author akan dapat kejutan kecil-kecilan saja dari author.

__ADS_1


Sehat selalu, bahagia selalu dan semangaaatt 🔥🔥🔥


__ADS_2