
Beryl langsung berlari dari kamar nya dia mencari Ibu nya, dia tidak akan ikut ke peresmian kantor baru Ayah nya.
"Ibu, aku tidak ikut yaa ke acara peresmian kantor baru Ayah. Karena besok jam 8 aku akan menjadi guru privat untuk teman aku."
Laura tidak pernah melihat Putri se bahagia itu.
"Baiklah sayang jika itu keputusan mu."
Beryl ingin pergi untuk membeli baju dia ingin terlihat sangat sempurna di hadapan Lucas.
"Bu, kita beli baju yuuu Bu. Seperti nya aku ingin baju baru Buu, ibu mau kan mengantarkan aku."
Laura benar-benar merasa ada yang aneh dengan Beryl.
"Apa karena kamu yang mau mengajarkan teman mu jadi harus membeli baju,? seperti nya teman nya ini laki-laki tampan."
Laura mengikuti keinginan Beryl dia mengantar kan Beryl untuk membeli baju.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, di perjalanan Laura terus saja memperhatikan Beryl.
"Beryl Bianca, seperti teman ini sangat tampan sekali yaa. Karena tidak mungkin kamu sampai harus seperti ini, kamu kelihatan sangat bahagia sekali."
Beryl tidak mau jika ibu nya mengetahui dia sedang suka dengan seseorang.
__ADS_1
"Hmmmm tidak juga Bu, yaa aku hanya ingin terlihat rapih saja."
Laura mengetahui jika Beryl yang sedang berbohong kepada nya, Beryl langsung mencari baju yang terbaik untuk nya.
"Tidak aku tidak boleh membeli baju yang seksi itu sangat tidak boleh sekali, aku harus memakai baju yang sopan walaupun sebenarnya Lucas lebih suka yang baju kurang bahan."
Beryl sekali membeli baju tas dan juga sepatu, Beryl sebelum nya tidak pernah seperti ini.
"Apakah kamu di akan ganti baju seperti obat,? tiga kali sekali. Kamu hanya beberapa jam saja tapi pakaian yang kamu beli sangat banyak sekali."
Laura pun langsung membawa ke kasir dan dia pun langsung membayarnya.
"Untuk apa Ayah berkerja keras setiap hari tapi kita tidak menggunakan uang nya, iya kan Bu."
"Kenapa ibu tidak membeli baju juga bukan kah besok adalah peresmian kantor Ayah yang baru Bu,? ibu juga harus tampil cantik dong."
Laura hanya terdiam saja dia merasakan pusing yang luar biasa.
Melihat Ibu nya diam Beryl juga memilih untuk diam dan mereka berdua pun memilih untuk tidur dalam perjalanan.
Laura terbangun dari tidurnya dia melihat Beryl yang sangat nyenyak sekali tidur nya.
"Capek mungkin dia cari-cari baju sampai berputar-putar, aku pun yang mengikuti nya sampai pusing seperti ini."
__ADS_1
Laura membangunkan Beryl ketika sudah sampai rumah.
"Bangunlah Nak, kita sudah sampai."
Beryl yang merasa masih mengantuk dia pun memejamkan mata nya kembali.
"Astaga Beryl, apakah kamu akan tidur di dalam mobil seperti ini."
Beryl pun seketika dia langsung terbangun dari tidurnya.
"Baiklah ibu, aku pikir sekarang sudah besok."
Beryl keluar dari mobil nya berjalan seperti melayang.
Para pegawai pun yang membawa semua yang di beli oleh Beryl sangat banyak sekali.
"Masukkan ke dalam kamar nya, biarkan dia yang membereskan sendiri."
Beryl mendengar perkataan Ibu nya dia merasa ibu nya marah kepada nya.
"Seperti nya Ibu marah karena aku belanja sangat banyak sekali, tapi bagaimana lagi semua sudah aku belikan tidak bisa di kembalikan lagi."
Beryl pun membereskan nya sendirian.
__ADS_1