
Tidak ada yang membukakan pintu untuk Daniel dan ternyata Tiara yang sedang sibuk memperhatikan letak cctv sesuai dengan keinginan nya.
" Untuk apa kamu memasang cctv sebanyak ini di rumah,? ini sangat membuat risih sekali."
Daniel kelihatan tidak menyukai nya, tapi Tiara mencoba untuk membuat Daniel menerima nya.
" Tidak apa sayang sekarang kita ini harus menjaga yaa, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan nya."
Daniel memilih untuk mandi sedangkan Tiara menyiapkan makanan untuk Daniel, Tiara yang akan bersikap baik dengan Daniel.
" Aku harus menjadi istri yang baik untuk suaminya, hari ini aku tidak sibuk tapi besok aku belum tahu."
Setelah selesai semuanya Tiara pun menuggu Daniel, Tiara ingin makan bersama dengan Daniel.
Daniel melihat Tiara yang seperti sangat berbeda sekali.
" Makanan yang spesial untuk suami ku tercinta."
Daniel menikmati masakan buatan Tiara dia sangat menyukai nya.
" Daniel, ketika aku sedang membeli camera cctv aku bertemu dengan Bianca. Perut nya masih datar seperti dia kesulitan untuk bisa hamil karena yang ada di pikiran nya itu hanya uang saja, kadang aku merasa kasihan dengan Lucas karena dia pasti selalu mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca."
Daniel merasa Tiara sedang membuat permasalahan baru dengan Bianca.
" Tidak usah ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain, masalah Bianca ingin cepat hamil atau tidak itu adalah pilihan nya."
Tiara pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Daniel.
" Aku ingin istirahat dulu yaa, aku sangat capek sekali."
Daniel meninggalkan meja makan dia pun langsung pergi ke kamar.
Tiara lebih memilih untuk menghabiskan masakan yang sudah dia buat dengan susah payah.
Suasana di rumah Lucas di saat ingin menginap di rumah orang tua Lucas.
Kedatangan Lucas dan Bianca pun di sambut baik oleh orang tuanya Lucas.
" Akhirnya ada juga yang mau menginap di rumah ini, terimakasih banyak Bianca sekarang Mama tidak merasa sendirian di rumah."
Bianca pun hanya bisa tersenyum manis saja dan mereka datang di saat jam makan malam.
" Kalian datang di jam makan malam yaa, ayo cepat kita nikmati kebersamaan kita."
__ADS_1
Benny menyayangkan Daniel yang tidak bisa hadir dengan istri dan anak nya.
" Andai saja Daniel dan Tiara datang, Papa ingin sekali bertemu dengan Baby Mutiara."
Lucas mulai merasa hawatir dengan perkataan kedua orang tuanya tentang Baby Mutiara yang berujung pada pertanyaan Bianca yang sudah hamil atau tidak.
" Tiara tidak akan pernah mengijinkan Baby Mutiara untuk bisa bertemu dengan kita, Padahal Mama ingin sekali bisa mengendong cucu pertama perempuan, tapi ternyata semua nya hanya hayalan saja."
Bianca mulai merasa resah dengan pembicaraan ini dia menundukkan kepalanya.
" Bagaimana dengan mu Bianca,? Apakah kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan? Melihat pernikahan kalian yang sudah lebih dari tiga bulan."
Bianca pun sampai memejamkan mata nya.
" Kita berdua masih nyaman untuk berdua, jika berdua tidak mau cepat-cepat harus hamil. Karena aku juga melihat Bianca yang masih sibuk dengan pekerjaan, jadi kita berdua sepakat untuk menunda kehamilan."
Karena tidak mau Bianca merasa sedih akhirnya Lucas pun harus berbohong kepada orang tua nya.
" Kenapa harus di tunda dulu, kalian berdua kan masih muda loh. Mama hawatir jika Bianca menunda kehamilan nanti dia akan susah untuk hamil, nanti kalian berdua kesulitan untuk bisa mempunyai keturunan."
Lucas memegang tangan Bianca dengan sangat erat sekali.
" Ada atau tidak anak di dalam rumah tangga kita berdua, aku tetep sayang dengan Bianca. Jika mungkin Bianca yang tidak di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu, mungkin jalan takdir kita berdua untuk selalu bersama berdua sampai akhir hayat kita."
Lucas melihat Bianca yang seperti sudah tidak nyaman.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan Bianca pun akhirnya bisa menagis di dalam kamar Lucas.
" Bianca sayang sudah yaa , jangan menagis yaa sayang."
Lucas mengunci pintu kamar nya.
Lucas pun langsung memeluk erat Bianca.
" Aku sedih sekali Lucas, aku tidak mau lagi datang ke sini jika aku belum hamil."
Bianca benar-benar merasa terpukul dengan perkataan Mama nya Lucas.
" Iya sayang maafkan aku ya, seharusnya aku tidak mengajak mu untuk datang ke sini yaa. Ini adalah kesalahan ku, aku minta maaf yaa sayang."
Lucas terus saja menciumi kening Bianca.
" Jika aku tidak bisa hamil, apakah kamu akan tinggalkan aku dan menikah dengan wanita lain."
__ADS_1
Lucas menggelengkan kepalanya sambil menghapus air mata Bianca.
" Bianca, kamu lupa dengan perkataan ku di kantor. Kita bisa melakukan program kehamilan, kita bisa pergi ke luar negeri untuk melakukan program bayi tabung. Sekarang jaman yang sudah modern Bianca, sudah yaa jangan di pikirkan yaa sayang."
Bianca pun melepaskan pelukan erat nya.
" Iya Lucas aku tahu jaman yang sudah modern tapi aku selalu saja bawa perasaan ketika ada yang membicarakan tentang kehamilan."
Lucas mencium bibir mungil Bianca.
" Sudah ya sayang, sekarang lebih baik kita tidur yaa supaya cepat pagi dan kembali ke Apartemen kita."
Lucas menarik selimut untuk istri nya.
" Lucas, aku tidak mau sarapan pagi di sini yaa. Kita langsung pergi yaa, aku tidak mau nanti membahas lagi tentang kehamilan."
Lucas menganggukkan kepalanya dan mematikan lampu kamar nya, Lucas seperti bermimpi dia bisa tidur bersama dengan Bianca.
" Biasanya aku memeluk guling tapi sekarang akhirnya aku bisa memeluk erat tubuh istri cantik ku, sayang sekali kamu sayang."
Lucas memeluk erat tubuh Bianca.
" Aku juga kadang masih seperti mimpi yaa, bisa menikah dengan cinta pertama ku."
Lucas dan Bianca pun saling berhadapan walaupun hanya kegelapan di antara mereka berdua.
" Ahhhhhh, tergoda sekali aku walaupun tidak bisa melihat tapi bisa merasakan nya."
Bianca terus saja mendekati suaminya.
" Malam pertama di kamar ku, ini sangat luar biasa sekali rasanya."
Lucas pun memilih untuk menyalakan lampu kamar nya.
" Aku tidak bisa melakukan nya dalam kegelapan, aku ingin bisa melihat wajah cantik istri ku."
Bianca pun hanya bisa tersenyum manis kepada Lucas.
Mereka berdua menikmati kebersamaan indah di kamar Lucas, Bianca merasa tidak terbiasa dengan suasana di dalam kamar Lucas.
" Aku tidak suka kamar lelaki yang seperti ini, aku lebih suka berada di kamar ku yang dulu."
Lucas menutup bibir Bianca dengan tangannya.
__ADS_1
Bianca hanya bisa memejamkan mata nya ketika ada sesuatu yang masuk dan menekan nya.
Lucas tidak mau Bianca bersuara karena kamar yang saling berhadapan.