
Daniel tidak mengaktifkan handphone nya sampai depan pintu Apartemen nya, Daniel sebenarnya dia masih sangat sedih sekali.
Daniel ingin menyendiri tapi dia juga ingat jika istrinya yang sedang menunggu nya di Apartemen.
Daniel menekan tombol bell dan Tiara dengan sangat emosi dia langsung membuka pintu.
" Daniel, kenapa handphone tidak aktif sih. Bukan kah kamu berjanji akan mengantarkan aku ke Dokter Specialis Kandungan, aku sudah siap loh dari tadi ini."
Daniel mengabaikan perkataan Tiara, dia berjalan menuju ke tempat tidur.
Daniel membaringkan tubuhnya dia juga memejamkan mata nya.
Tiara seketika dia langsung terdiam melihat sikap suaminya yang tidak seperti biasanya, Tiara pun mencoba untuk mendekati Daniel.
" Kamu kenapa,? Apa yang terjadi di kantor? apakah Bianca membuat mu emosi Daniel."
Tiara membelai rambut suaminya, dia membuang rasa kesalnya kepada suaminya.
Daniel pun langsung terbangun dari tidurnya dia duduk dan mulai bercerita dengan Tiara.
" Aku bertemu dengan Mama, untuk meminta maaf tapi Mama tidak mau memberikan permintaan maaf kepada ku."
Tiara merasa sangat bersalah sekali ketika hubungan Daniel dan Mama sampai seperti ini karena Daniel yang lebih memilih dirinya.
" Aku minta maaf Daniel, ini adalah kesalahan ku."
Tidak menangis di hadapan Daniel.
" Tidak Tiara, kamu tidak bersalah. Aku yang sudah memilih mu, aku yang harus menanggung semuanya."
Daniel mencoba untuk menenangkan perasaan Tiara.
__ADS_1
" Kamu tidak salah tapi aku yang salah."
Daniel memegang perut Tiara dia mencium perut nya.
" Kamu jangan sedih yaa, jika sampai kamu sedih maka bayi yang ada di dalam kandungan mu ini juga akan sedih."
Tiara menghapus air mata nya.
" Tiara, aku meminta maaf jika Mama mungkin tidak akan mudah untuk bisa menerima kehadiran mu di keluarga ini. Tapi percayalah, suatu saat nanti Mama masih mau menerima kamu sebagai menantu nya."
Daniel mencoba untuk meyakinkan Tiara.
" Ingat ada Bianca menantu kesayangan Mama mu, aku tidak mungkin akan di anggap sebagai seorang menantu."
Tiara memilih untuk pergi dari tempat tidur nya, dia menganti pakaian karena merasa lebih nyaman pakai pakaian hamil.
" Tidak seperti itu juga sayang, akan ada kelebihan dan kekurangan antara kamu dan Bianca."
" Kelebihan Bianca itu sangat banyak sekali, bahkan kekurangan Bianca juga akan menjadi kelebihan untuk Bianca."
Daniel menghampiri Tiara, dia memeluk Tiara dari belakang.
" Sudahlah jangan di pikirkan yaa, yang penting sekarang aku akan selalu ada di samping mu yaa. Aku akan selalu menjaga mu yaa, kamu tidak usah memperdulikan apapun yang ada di sekitar mu. Fokuslah pada rumah tangga kita saja, apalagi kita yang akan mendapatkan kebahagiaan dengan lahir nya bayi yang ada di dalam kandungan mu ini."
Tiara membalikkan badannya dia akhirnya bisa tersenyum kembali.
" Terimakasih banyak Daniel, kamu yang selalu membuat aku bahagia."
Daniel mencium kening Tiara.
" Yasudah sekarang ikut aku yaa, kita makan di luar aku sudah sangat lapar sekali."
__ADS_1
Daniel memegang tangan Tiara.
" Daniel lihatlah aku yang memakai daster, aku harus ganti baju dulu dong malu."
Daniel tidak mendengarkan perkataan Tiara, dia terus saja berjalan mengajak Tiara makan.
" Kita makan di depan Restoran depan Apartemen kita, jadi sudahlah tidak perlu menganti pakaian."
Daniel merasa jika istri nya yang sudah sangat cantik di matanya.
" Tapi Daniel, aku yang malu loh."
Daniel menghentikan langkah kaki dia memandangi wajah cantik Tiara.
" Istri ku adalah seorang model, dan sangat bangga sekali dengan nya."
Tiara tersipu malu-malu mendengar perkataan Daniel.
Karena jarak nya yang tidak jauh, Daniel dan Tiara memilih untuk berjalan kaki saja.
Ketika Daniel sedang memesan makanan tiba-tiba saja ada seseorang yang berjalan dan melihat wajah Tiara yang wajah yang sinis.
Tiara merasa tidak nyaman dia pun memilih untuk mengeluarkan handphone nya, Tiara melihat ternyata ada pemberitaan tentang keluarga nya.
Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Laura Anna yang sampai buka suara seperti ini.
Laura Anna yang mengetahui semuanya tentang dirinya.
Tiara kelihatan sangat panik sekali, dia merasa tidak nyaman berada di Restoran tersebut.
Tiara menghampiri Daniel, dia meminta Daniel untuk membungkus makanan saja.
__ADS_1
Daniel yang melihat wajah Tiara sangat gelisah dia pun mengikuti apa yang di katakan oleh istrinya itu.