
Ketika Bianca dan Lucas sudah sampai kantor dan berniat untuk bekerja.
Daniel dia baru sampai di Apartemen nya, dia merasa sangat senang sekali bisa membantu orang tua Tiara.
" Terimakasih banyak yaa kamu sangat baik sekali."
Mata Tiara berkaca-kaca dan Daniel pun tersenyum.
" Tidak ada salah nya jika kita ingin membantu, apalagi membantu keluarga yang mungkin nanti akan menjadi orang tua ku."
Orang tua Tiara memilih untuk diam dia tidak berani berkata kepada Daniel, melihat penampilan Daniel yang sangat sempurna.
Daniel pun membawa Tiara keluar Apartemen nya, dia ingin bicara dengan Tiara.
" Kita makan dan minum di sana yaa, Apartemen ini sangat dekat sekali dengan kantor ku."
Tiara mengikuti apa yang di katakan oleh Daniel dan ternyata benar saja perusahaan Daniel yang kelihatan sangat jelas sekali ketika mereka berdua sedang makan di Restoran dekat Apartemen.
" Tiara, kamu harus berhati-hati dengan Bianca karena dia sangat pintar sekali mencari informasi tentang kita berdua."
Tiara merasa jika Bianca tidak se pintar yang di bicarakan oleh Daniel.
" Daniel, kamu jangan terlalu ketakutan dengan Bianca. Karena Bianca dia tidak seperti yang kamu bayangkan, buktinya selama aku tinggal di Apartemen dekat dengan nya dia tidak pernah melihat ku secara langsung."
Daniel merasa jika Tiara yang begitu sangat percaya diri sekali, dia pun mencoba untuk memberikan penjelasan kepada Tiara.
" Mungkin kamu yang merasa belum pernah bertemu langsung dengan Bianca, tapi aku sangat yakin sekali jika Bianca yang pernah bertemu dengan mu secara langsung tapi kamu tidak menyadari nya."
__ADS_1
Tiara pun seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Daniel kepada nya.
" Sudahlah, sekarang kamu dan keluarga kamu pasti aman tinggal di Apartemen ini. Karena keluarga yang tidak pernah memakai Apartemen ini."
Daniel melihat jam di handphone nya, dia harus segera masuk ke dalam kantor.
" Aku harus segera ke kantor yaa, kamu baik-baik di sana bersama dengan keluarga kamu."
Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum tipis kepada Daniel.
" Aku tidak mau kamu pergi sekarang, aku masih kangen kamu Daniel."
Daniel mengerti apa yang di inginkan oleh Tiara.
" Tiara ini masih siang, nanti malam saja yaa."
" Tidak aku ingin sekarang Daniel."
Daniel pun tertawa ketika Tiara yang seperti anak kecil.
" Bagaimana jika di dalam mobil saja, lebih menantang kan."
Daniel menarik tangan Tiara dia mencium tangan Tiara.
" Tidak sayang, jangan sekarang dan jangan terlalu sering juga bagaimana jika ada kehadiran di saat kita berdua yang belum siap."
Daniel tidak mau Tiara sampai hamil di saat dirinya yang belum siap dalam hal materi untuk mencukupi kebutuhan mereka berdua.
__ADS_1
" Jika sampai aku hamil, itu akan mempercepat proses kita berdua untuk bisa di terima oleh keluarga Kamu. Mereka tidak akan bisa menolak nya, karena aku yang sedang hamil anak pertama dari keluarga orang tua mu."
Daniel memegang erat tangan Tiara.
" Tidak semudah itu Tiara, ingat tidak semudah yang kamu bayangkan. Kita harus bisa menjaga hubungan kita berdua, karena aku yang harus fokus dengan pekerjaan ku dan membuat perusahaan Papa ku kembali normal seperti dulu lagi."
Tiara merasa tidak terima dengan perkataan Daniel, yang seperti akan menghindar di saat nanti dirinya yang sampai hamil anak nya.
" Yasudah Daniel, kamu pergi saja sana.".
Tiara berdiri dari tempat duduk dia pun memilih untuk kembali masuk ke Apartemen Daniel.
" Kenapa Tiara sampai mempunyai pikiran seperti itu yaa, dia yang seperti nya sengaja sering mengajak ku karena dia menginginkan kehamilan agar bisa secepatnya bersama."
Apa yang di pikirkan Tiara berbanding terbalik dengan apa yang di pikirkan oleh Daniel.
" Aku tidak mau menikah hanya Karena paksakan, aku ingin Papa dan Mama bisa menerima kehadiran Tiara dengan baik bukan karena sebuah perasaan yang terpaksa."
Daniel pun memilih untuk kembali ke kantor nya, dia tidak mau Papa nya yang sampai harus menghubungi nya lagi.
Daniel keluar dari Restoran tersebut dia masuk ke dalam mobil untuk menuju ke kantor nya.
" Semoga saja Papa baik-baik saja, dia tidak berpikir negatif terhadap ku.*
Daniel pun akhirnya sampai dan dia turun dari mobil nya untuk berjalan menuju ke dalam kantor nya.
Daniel terlihat sangat serius sekali ketika para pegawai memperhatikan nya.
__ADS_1