Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *232*


__ADS_3

Benny Irawan keluar dari kamar nya dan Lucas pun melihat Papa nya, Lucas hendak menghampiri Papa nya tapi dia melihat ekspresi wajah Papa ketika melihat handphone.


Lucas berjalan jarak yang lumayan dekat.


" Apa Daniel akan mengantarkan Tiara ke Dokter Specialis Kandungan, astaga ternyata hubungan mereka berdua sudah sangat keterlaluan sekali."


Lucas langsung terdiam dan dada langsung sesak dia mendengar apa yang di katakan oleh Papa nya.


Benny memilih untuk tidak membalas pesan dari Daniel dia berjalan cepat menuju meja makan.


Benny harus kelihatan tenang di hadapan istri nya.


Lucas benar-benar tidak habis pikir dengan Daniel.


" Sudah cukup untuk ku melihat penghianat kakak kandung ku sendiri, ok Lucas kamu ikuti permainan Daniel."


Lucas harus selalu berpura-pura tidak tahu di hadapan orang tua nya apalagi Lucas, Lucas hanya akan bicara dengan Bianca saja.


Lucas duduk dan dia tersenyum manis kepada Papa yang selama ini melindungi Daniel.


" Kenapa Daniel lebih nyaman tinggal di Apartemen nya, seperti nanti pulang kerja aku juga ingin menginap di Apartemen itu."


Benny seketika panik karena dia mengetahui jika Daniel tinggal bersama dengan Tiara di Apartemen itu.


" Untuk apa kamu tinggal di sana, kamu tidak kasihan dengan Mama mu yang selalu masuk banyak. Jika kamu dan Daniel tinggal di Apartemen, nanti Mama mu malas untuk memasak."


Lucas tersenyum mendengar perkataan Papa yang sangat pintar untuk bisa melindungi Daniel, agar tidak ada yang menggangu waktu kebersamaan bersama dengan Tiara.


" Tetaplah tinggal bersama dengan Mama dan Papa yaa, biarkan saja hanya Kakak mu yang tinggal di Apartemen."


Lucas hanya tersenyum dia malas untuk menjawab nya.


" Bu, aku berangkat sekarang yaa. Aku harus cepat sampai di kantor, karena aku dan Bianca akan membicarakan tentang promosi produk terbaru kita dan juga membicarakan untuk pemotretan dan iklan di televisi."

__ADS_1


Lucas hanya bersalaman dengan dengan Mama nya dia mengabaikan Papa nya.


" Kenapa Lucas seperti itu yaa, kenapa sikap Lucas berbeda dengan Papa."


Venna melirikan mata nya kepada suaminya.


" Seperti nya Lucas marah karena Papa yang melarang nya untuk menginap di Apartemen bersama dengan Daniel."


Karena tidak mau istri nya banyak bicara, Benny juga memilih untuk pergi bekerja.


Benny berpamitan dengan istrinya dan dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya.


Benny tidak langsung menyalakan mesin mobil nya, dia ingin menelephone Daniel terlebih dahulu.


* Hallo Daniel*


* Ya Papa ada apa*


* Daniel kenapa kamu bisa seperti ini, kenapa Tiara bisa sampaikan hamil. Kamu tahukah jika Mama mu itu sangat benci sekali dengan Tiara, sekarang dengan kondisi Tiara yang hamil apa yang akan di katakan oleh Mama mu kepada Tiara*


* Astaga Daniel, kamu seperti nya sudah buta dengan yang namanya cinta.*


* Sudahlah Papa aku tidak mau bertengkar dengan Papa yaa, aku sekarang akan segera pergi ke Dokter Specialis Kandungan. Aku akan memberikan kabar kepada Papa, jika aku sudah pulang dari Rumah Sakit*


Daniel langsung mengakhiri panggilan telephone nya dia fokus pada Tiara.


Tiara memakai kacamata hitam dan juga masker, Tiara tidak mau sampai ada orang yang mengenali nya.


" Ayo Daniel aku sudah siap, sebaik nya kita cari Rumah Sakit yang tidak dekat dengan kota yaa. Agar tidak banyak orang yang kenal dengan ku, karena jika sampai ada yang kenal dengan ku ini akan menjadi bahan pembicaraan lagi."


Daniel pun mengikuti keinginan Tiara


" Baiklah Tiara, sekarang ayo masuk ke dalam mobil."

__ADS_1


Tiara dan Daniel masuk ke dalam mobil.


" Jika kamu merasa ingin muntah langsung bicara dengan ku yaa."


Daniel memilih untuk tidak menggunakan AC, dia membuka jendela mobil nya agar Tiara lebih merasakan udara segar.


Dan ternyata itu lebih membuat Tiara nyaman.


" Aku tidak suka dengan pengharum mobil mu itu, buang saja aroma nya sangat membuat aku ingin muntah."


Daniel pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Tiara.


Tiara memegang perut nya dia pun tersenyum.


" Apakah ini benar jika aku yang akan menjadi seorang ibu,? Aku merasa tidak percaya cepat sekali aku bisa menjadi wanita yang sesungguh nya."


Walaupun belum melakukan pemeriksaan tapi Tiara sudah yakin jika dirinya sedang hamil.


" Kamu harus menjadi ibu yang baik yaa, ibu yang sabar untuk anak kita berdua. Setelah pulang pemeriksaan, kita bicarakan kapan waktu yang tepat untuk membongkar rahasia ini."


Daniel merasa tidak sabar sekali untuk bisa memberitahu tentang hubungan nya di depan Lucas, walaupun sebelumnya Daniel yang pernah mengatakan tidak mempunyai hubungan dengan Tiara.


Mereka berdua pun akhirnya menemukan Rumah Sakit, Tiara dan Daniel keluar dari mobil nya.


Daniel memegang tangan Tiara dengan sangat erat sekali, beruntung mereka berdua dapat nomber antrian yang tidak terlalu besar.


" Kita dapat nomber antrian ke 5, lumayan tidak akan terlalu lama menunggu."


Daniel melihat ibu-ibu hamil di sebelah nya, yang sudah hamil besar dia tidak di dampingi oleh suaminya.


" Bu, datang sendirian memang tidak merasa hawatir tidak di dampingi oleh suaminya. Padahal perut nya sudah sangat besar sekali loh, saya hawatir langsung kontraksi."


Tiara tersenyum manis ketika Daniel yang sampai bertanya seperti itu kepada ibu hamil di samping nya.

__ADS_1


" Suami saya sibuk bekerja, saya datang ke Rumah Sakit membawa motor sendiri."


Daniel seketika langsung terkejut ketika melihat pengorbanan seorang ibu hamil yang sangat tangguh sekali.


__ADS_2