Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #261#


__ADS_3

Pemberitaan tentang Tiara yang mengungkapkan jika Bianca adalah penyebab dari berakhir nya hubungan nya dengan Lucas.


Sudah di ketahui oleh keluarga Bianca, Laura sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tiara dia benar-benar membuat ku geram, dia tidak bisa di beri kebaikan."


Laura yang sedang berada di kantor Bianca, dia langsung keluar dia ingin sekali bertemu dengan Tiara.


" Ingin rasanya aku bertemu dengan nya, tapi sayang sekali posisi dia yang sedang hamil."


Laura mencoba untuk menghubungi Tiara tapi nomber handphone yang tidak aktif.


" Sangat licik dan pintar sekali, nomber handphone langsung tidak di aktifkan."


Laura memasukkan handphone nya ke dalam tas nya.


Salah satu pegawai menghampiri Laura.


" Maaf Bu Laura, saya sudah melihat pemberitaan tentang Nona Bianca dan Tiara. Menurut saya ini sangat kelewatan sekali, Tiara sudah benar-benar membuat nama baik Nona Bianca tercoreng oleh perkataan nya."

__ADS_1


Laura pun langsung terdiam ingin rasanya dia melaporkan kepada pihak kepolisian tapi itu mungkin terjadi.


Karena bagaimana pun juga Bianca dan Daniel merasa akan menjadi keluarga.


" Sudahlah kita biarkan saja, karena tidak mungkin aku harus melaporkan kepada pihak kepolisian. Bianca pasti tidak mau, aku hanya ingin bicara langsung."


Laura pun langsung pergi begitu saja, dan membuat para pegawai merasa kasihan dengan Bianca.


" Aku tidak mengerti yaa apa yang ada di pikiran Bianca, dia benar-benar membuat risih sekali. Jika aku menjadi Nona Bianca, sudah ku laporkan dia atas pencemaran nama baik."


Para pegawai pun langsung pergi dia pasti akan membela Bianca.


Laura mengeluarkan handphone nya, dia yang mengetahui jika Bapak nya Tiara yang pernah bekerja di perusahaan ini.


* Hallo Pak Rizwan, tolong kirimkan alamat rumah Pak Tonny. Saya ingin pergi ke rumah nya, untuk membicarakan tentang perkataan Tiara yang membuat emosi sekali, saya ingin orang tua Tiara bisa mendidik anak nya walaupun posisi nya sudah menikah.*


* Baiklah Bu Laura saya akan kirimkan alamat nya*


* Baik, saya tunggu sekarang juga*

__ADS_1


Sambil menunggu Laura masuk ke dalam mobil nya, dia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya.


" Jika sampai aku emosi, sudah waktunya aku keluar dari rasa sabar ku."


Laura pun akhirnya mendapatkan alamat tersebut dan dia langsung menjalankan mobil nya.


" Aku tidak mengerti, orang tua nya bisa berubah hanya karena pengaruh dari anak nya. Aku juga tidak mengerti, kenapa Tiara terus saja mengusik kehidupan Bianca. Padahal dia sudah bahagia bersama dengan Daniel, sampai dia bisa hamil."


Di perjalanan Laura seperti ingin secepatnya sampai dia begitu sangat emosional sekali.


Sampai akhirnya Laura sampai di depan pintu pagar rumah Tiara yang sederhana, Laura melihat banyak sekali para wartawan yang ada di depan pintu pagar tersebut.


" Pintu rumah yang tertutup rapat, seperti nya tidak ada orang di rumah nya."


Laura pun mematikan mesin mobil nya, dia membuka jendela mobil nya dan terus saja memandangi banyak nya para wartawan.


" Bagaimana yaa ini apakah lebih baik aku langsung turun saja, dan aku harus mengatakan semuanya di hadapan para wartawan."


Laura memakai kacamata hitam dan juga masker wajah.

__ADS_1


Ketika Laura hendak turun dia melihat orang tua Tiara yang keluar dari rumah nya.


__ADS_2