
Keesokan harinya Tiara terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat malu sekali jika harus keluar dari kamar nya dan bertemu dengan Ayah nya yang mau pergi bekerja.
" Lebih baik aku menunggu saja di dalam kamar sampai jam 8, Ayah pasti sudah berangkat kerja."
Tiara tidak masih menutup rapat pintu kamar nya, agar orang tua nya menyangka jika dirinya masih tidur.
Dan benar saja Ibu nya mengetuk pintu kamar Tiara.
" Tiara, Ayo bangun Nak kita sarapan pagi dulu."
Tiara hanya terdiam saja di dalam kamar tidak bersuara.
" Seperti nya Tiara memang masih tidur, kasihan juga dia."
Ibu Tiara kembali lagi ke meja makan dan mengatakan ke suaminya.
" Seperti nya Tiara memang masih tidur, karena tidak terdengar suara yasudah biarkan saja mungkin dia sangat capek."
Ayah Tiara memilih untuk pergi berangkat kerja karena dia sebelum jam 8 sudah harus ada di kantor.
" Ayah berangkat sekarang yaa, ibu hati-hatilah di rumah yaa."
Ibu Tiara mengantarkan suaminya sampai depan rumah.
" Hati-hati yaa Ayah."
Berangkat dengan mengandalkan taksi karena tidak mampu mobilnya pribadi begitu juga Tiara yang belum bisa membelikan mobil dari hasil usahanya.
Melihat Ayah nya sudah pergi, Tiara pun merasa mandi dan bersiap-siap dengan pergi ke Apartemen Meneger nya.
Tiara harus cepat-cepat sampai di Apartemen Meneger nya karena permintaan untuk tidur bersama itu nanti malam.
Setelah selesai mandi Tiara pun langsung keluar dari kamar nya, dia duduk dan langsung menikmati sarapan pagi nya.
" Tiara apakah tidur mu nyenyak? ibu mengetuk pintu kamar mu dari pagi tapi sepertinya kamu yang belum bangun."
Tiara menikmati sarapan pagi nya dengan sangat cepat sekali.
" Terimakasih banyak yaa ibuu, dan sekarang aku harus pergi yaa."
Tiara bersalaman dengan ibunya dan langsung pergi berlari menuju ke pintu keluar.
" Tiara kenapa dia terburu-buru sekali yaa, memangnya dia mau pergi ke mana."
Beruntung nya di saat Tiara keluar rumah, mobil taksi yang langsung datang sehingga Tiara tidak perlu menunggu terlalu lama.
__ADS_1
Tiara masuk ke dalam mobil taksi dan dia mengirimkan pesan kepada Meneger nya.
*Mbak Verra, aku sekarang akan ke sana. Aku sangat binggung sekali Mbak, ada sesuatu yang akan aku bicarakan*
Setelah mengirimkan pesan kepada Meneger nya, Tiara mendapatkan pesan masuk dari Raffi.
Dengan wajah yang emosional, Tiara pun lebih membuka pesan tersebut.
* Aku tunggu nanti malam yaa sayang, jika kamu tidak datang maka aku akan mengatakan yang sebenarnya terjadi antara kita berdua dan semua lelaki kepada kekasih mu itu Daniel yang meliputi Kakak dari Lucas mantan kekasih mu*
Tiara merasa sangat sedih sekali ketika dia mendapatkan pesan seperti ini dari Raffi.
" Kenapa Raffi sangat jahat sekali yaa, kenapa dia tidak bisa melupakan aku. Ketika aku yang sudah bahagia bersama dengan Daniel, kenapa dia datang menjadi seorang pengganggu."
Tiara menangis histeris di dalam taksi dan membuat Supir taksi merasa sangat hawatir sekali melihat Tiara.
" Mbak baik-baik saja kan,? apakah Mbak dalam keadaan ada yang mengancam Mbak ?."
Tiara langsung mengambil tissue dia tidak mau membuat Supir taksi merasa hawatir dengan nya.
" Aku baik-baik saja kok Pak, ini harus permasalahan rumah tangga saja."
Tiara pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen Meneger nya, Tiara langsung keluar dari taksi tersebut dan dia memakai kacamata karena tidak mau sampai banyak orang yang melihat dia sedang menangis.
Tiara masuk ke dalam lift dan dia pun akhirnya sampai di depan pintu Apartemen Meneger nya.
Tiara langsung memeluk erat tubuh Menger nya dan menangis di pelukan nya.
" Tiara sudah yaa kamu jangan menangis yaa, kita bisa bicarakan ini semua dengan baik-baik."
Tiara pun langsung duduk dan Menger Tiara mencoba untuk menghubungi nomer handphone Raffi.
Dia juga merasa jika emosional sekali dengan Raffi yang terus saja menggangu Tiara.
* Hallo Raffi, aku Verra Menger nya Tiara*
* Wah kebetulan dia kamu menelephone, aku sangat ingin bersama dengan Tiara nanti malam yaa*
* Raffi, kenapa harus Tiara. Banyak wanita cantik di luar sana dan kamu pasti akan mendapatkan nya, jangan Tiara Raffi dia sekarang sudah mempunyai kekasih. Tiara sudah berhenti untuk menjadi wanita malam, aku mohon kamu harus mengerti*
* Aku tahu Tiara yang sudah menunggu kekasih, maka dari itu aku mencoba untuk menyematkan Tiara. Tiara tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari keluarga Benny Irawan dan Venna Belinda, karena Venna Belinda dia sangat benci Tiara*
Verra seketika dia pun langsung terdiam karena apa yang di katakan oleh Raffi memang benar adanya.
* Jika Tiara menikah dengan ku, dia pasti akan bahagia. Tapi jika Tiara menikah dengan Daniel batin dia akan tersiksa, karena belum tentu juga Daniel berpihak kepada Tiara*
__ADS_1
* Baiklah Raffi, aku akhiri panggilan telephone ini*
Vera mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia pun merasa menatap wajah Tiara.
" Bagaimana Mbak Verra, aku tidak akan tidur bersama dengan Raffi kan."
Verra tidak mau Tiara tersiksa batin nya ketika dia lebih memilih Daniel, Verra lebih memilih untuk ada di pihak Raffi.
Karena jika Tiara bersama dengan Raffi, dia pasti akan hidup bahagia.
" Tiara tidak ada pilihan lagi, kamu harus tidur bersama dengan Raffi. Karena jika tidak, Raffi akan menyebarkan foto-foto kebersamaan dia bersama dengan kamu kenapa Daniel."
Verra terpaksa berbohong kepada Tiara, agar Tiara mau mengikuti keinginan Raffi.
Tiara pun langsung menangis dia yang seperti nya tidak mau untuk melakukan nya kembali.
" Tiara hanya sekali saja dan Raffi tidak akan lagi menggangu mu, kamu harus mau daripada kamu harus kehilangan Daniel dengan cara seperti ini Daniel pasti akan langsung pergi dari kamu."
Tiara pun langsung masuk ke dalam kamar nya, dia menagis karena tidak mau di sentuh oleh lelaki lain lagi selain Daniel.
" Daniel maafkan aku yaa, seperti nya untuk hari ini kamu pasti akan menghawatirkan kondisi ku karena aku yang lebih memilih untuk menonaktifkan handphone ku khusus hari ini."
Tiara menonaktifkan handphone dia ingin menyendiri sambil memejamkan mata nya, Tiara ingin membaringkan tubuhnya di atas kasur seharian.
Verra masuk ke dalam kamar Tiara, dia menyiapkan pengaman untuk mereka berdua di nanti malam.
" Kamu harus lebih pintar dari Daniel, jangan sampe kamu hamil anak Raffi. Jika sampai hal tersebut terjadi maka bukan Raffi lagi yang mengejar kamu, tapi kamu yang akan mencari Raffi untuk meminta pertanggung jawaban nya."
Tiara tetep saja terdiam dia masih membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Verra memasukkan pengaman tersebut ke dalam tas Tiara, dan Verra pun keluar dari kamar Tiara.
Verra menutup rapat pintu kamar Tiara, setelah itu dia mengeluarkan kembali nya handphone untuk mengirimkan pesan kepada Raffi.
* Aku ingin Tiara menikah dengan mu saja, buat Tiara bahagia. Aku sebenarnya tidak setuju jika Tiara bersama dengan Lucas dan sekarang harus bersama dengan Daniel. Orang tua mereka berdua khusus nya Mama nya dia hanya bisa membuat Tiara sakit hati nya, secara diam-diam tanpa sepengetahuan Tiara aku lebih mendukung mu Raffi*
Raffi langsung tersenyum ketika dia membaca pesan dari Verra.
* Akhirnya kamu pun sekarang mengerti memberikan mana yang terbaik untuk Tiara, aku pasti akan membuat Tiara bahagia tidak akan pernah membuat Tiara menderita*
* Apakah jika Tiara bisa menjadi istri mu, dia akan menjadi istri mu. Kamu tidak akan lagi berpaling dari Tiara, sanggup kah kamu setia hanya pada satu wanita saja di saat uang-uang mu yang sangat banyak sekali*
* Aku akan setia dengan Tiara, aku mencintai Tiara sejak awal tidur bersama dengan nya. Aku tahu dia adalah wanita yang baik, dia tidur dengan ku hanya untuk membiayai pengobatan Ayah nya. Tapi seterunya Tiara menjadi wanita malam karena kebutuhan kehidupan sehari-hari*
Verra merasa sangat puas sekali ketika dia membaca pesan dari Raffi.
__ADS_1
" Yasudahlah memang Raffi yang terbaik untuk Tiara, bukan Daniel yang hanya membuang-buang waktu percuma saja mereka berdua tidak akan pernah bisa bersama."
Verra pun pergi untuk menyiapkan baju untuk akan di pakai oleh Tiara, Tiara harus tampil cantik di hadapan Raffi. Verra tidak mau membuat Raffi kecewa, Tiara harus bisa bersama dengan Raffi.