
Tiara meninggalkan Miranda dia sangat yakin sekali jika Miranda pasti akan menerima keinginan nya.
Karena uang 50 juta itu sangat banyak sekali dan Miranda pasti sangat membutuhkan nya.
Ketika Tiara akan menuggu taksi, Miranda pun langsung berlari menghampiri Tiara.
" Aku mau bekerja sama dengan Kak Tiara, aku sangat membutuhkan uang itu."
Tiara mengeluarkan handphone.
" Cepat kirimkan nomber rekening mu yaa."
Miranda dengan cepat memberikan nya.
Tiara pun langsung mengirimkan uang tersebut.
" Aku ingin rumah tangga Lucas dan Bianca berpisah hanya dengan hitungan hari saja, mereka akan membuat pesta pernikahan yang meriah dan buat pernikahan itu hanya untuk hitungan hari saja."
Miranda yang sebenarnya mereka sangat berat tapi uang yang sudah di kirimkan membuat Miranda harus bisa melakukan nya.
" Baiklah, aku akan berusaha untuk bisa melakukan nya."
Tiara pun langsung pergi dia melihat ada taksi yang datang.
Tiara masuk ke dalam taksi tersebut, dia merasa sangat bahagia sekali.
" Aku tidak merasa rugi karena yang aku berikan bukan uang ku."
Di perjalanan Tiara terus saja mengelus perut nya.
" Seperti nya jika anak ku lahir, aku akan memberikan nya kepada Ibu karena aku ingin melanjutkan rencana ku untuk Bianca."
Tiara seperti menyimpan dendam yang sangat dalam kepada Bianca, dia ingin membuat Bianca hancur dan membuat Bianca menderita karena apa yang sudah di lakukan oleh Bianca dan orang tua nya sudah membuat nya sangat sakit hati sekali.
Tiara ingin beristirahat di Apartemen nya, dia merasa sangat lelah sekali dia juga ingin melihat bagaimana perasaan Bianca jika melihat editan foto tersebut.
Tiara membuka pintu Apartemen nya, dia melemparkan tas nya dan menonaktifkan handphone.
Tiara yang tidak mau di ganggu siapa pun.
Di tempat yang lain, Bianca baru bisa membuka handphone nya dan dia tersenyum melihat editan foto tersebut.
" Ini sebenarnya foto ku dengan Lucas, tapi di ganti dengan Miranda. Siapa lagi kalau bukan Tiara yang melakukan nya, apa maksud mu yaa Tiara."
Bianca terus saja melihat foto tersebut sampai selesai dia juga sempat membaca komentar nya.
__ADS_1
" Bianca ingat sebenar lagi kamu akan menikah dengan Lucas, sudah yaa sudah kamu harus tahan semuanya."
Handphone Bianca berdering kencang dia melihat panggilan telephone dari Lucas.
" Seperti nya Lucas ingin membicarakan tentang foto tersebut, Lucas pasti merasa sangat hawatir sekali jika aku marah dengan foto tersebut."
Bianca tidak mau membahas nya, dia menyimpan handphone ke dalam tas.
Bianca ingin makan ke Restoran dekat dengan kantor nya.
" Semoga saja aku tidak bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan, maksud ku adalah Tiara."
Bianca masuk ke dalam mobil nya dia langsung menjalankan mobil nya, Bianca merasa sangat lapar sekali dia ingin makan sangat banyak.
Sesampainya di Restoran, Bianca melihat Raffi yang sedang duduk seperti sedang menunggu kedatangan seseorang.
" Kenapa aku harus bertemu dengan nya yaa, ini sangat membuat ku panik."
Bianca tidak mungkin keluar dari Restoran tersebut dia pun melanjutkan jalan nya dan ternyata Raffi yang melihat Bianca.
Bertemu dengan Bianca adalah hal yang paling di tunggu-tunggu oleh Raffi.
" Nona Bianca, akhirnya kita berdua bisa bertemu juga."
Raffi duduk saling berhadapan dengan Bianca.
Bianca sampai mengebrak meja dia begitu sangat marah sekali.
" Sabar Nona Bianca, tadi Tiara meminta uang 50 juta rupiah. Dan langsung di berikan, Apalagi rencana busuk nya yaa."
Bianca seketika dia langsung terdiam dia berpikir Tiara memiliki niatan jahat kepada nya.
" Aku harus bersiap untuk menerima apa yang di lakukan oleh Tiara, tapi untuk sekarang aku lebih fokus pada rencana pernikahan ku dengan Lucas."
Raffi merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca yang terus saja di ganggu oleh Tiara.
" Tenang saja Nona Bianca, aku akan selalu ada untuk melindungi mu."
Bianca merasa aneh dengan perkataan Raffi.
" Kenapa kamu ingin melindungi ku,? Bukan kah kamu yang begitu sangat cinta dengan Tiara."
Raffi pun langsung tertawa mendengar perkataan Bianca.
" Aku nafsu kepada Tiara, bukan cinta lihat saja dia yang selalu meminta uang kepada ku tapi di saat nanti dia sudah melahirkan anak pertama nya dia harus membayar nya."
__ADS_1
Bianca merasa kata-kata Raffi yang sangat seram sekali.
" Membayar dengan tubuh nya,? Dia memilih suami dia tidak mungkin melakukan nya lagi."
Bianca melihat Tiara yang begitu sangat cinta kepada Daniel.
" Di saat dia berpacaran dengan Daniel pun, Tiara masih mau tidur bersama dengan ku."
Bianca seketika dia merasa sangat terkejut sekali mendengar pengakuan Raffi.
" Astaga, dia benar-benar pemain cinta. Tidak beruntung kah mendapatkan Daniel, hah ini sangat seram sekali untuk aku dengar."
Bianca sampai menggelengkan kepalanya.
" Tiara yang ku kenal di awal dia adalah wanita baik-baik tapi di saat dia mengetahui uang yang banyak, seketika Tiara akan melupakan nya demi uang apalagi dia tidak di jamin oleh suaminya."
Raffi melihat Bianca mulai bisa tersenyum kembali.
" Baiklah, sekarang aku merasa sedikit tenang yaa. Aku tidak sendirian ternyata banyak yang mendukung aku juga, terimakasih banyak Om Raffi."
Bianca dan Raffi bersalaman mereka berdua yang mempunyai satu tujuan.
" Yasudah, selamat menikmati makan siang nya dan saya pergi dulu yaa."
Raffi pergi meninggalkan Bianca.
" Rasa lapar ku seketika langsung kenyang, membicarakan Tiara aku jadi kenyang sekali."
Bianca memilih untuk memesan minuman saja.
" Aku pesan kopi panas saja deh, supaya aku tidak mengantuk."
Bianca menikmati kesendirian nya dengan minum kopi.
Handphone Bianca pun kembali berdering, Bianca langsung mengambil handphone nya.
" Astaga Lucas, aku tidak marah dan juga tidak cemburu karena aku tahu itu semua rencana Tiara."
Bianca memilih untuk tidak menjawab panggilan telephone dari Lucas.
" Ahhh, Bianca kenapa dia tidak menjawab panggilan telephone dari ku yaa. Seperti nya Bianca sekarang sedang marah besar kepada ku."
Lucas memilih untuk keluar dari ruangan nya, dia masuk ke dalam ruangan Papa dan Kakak nya.
" Papa, aku pergi dulu yaa sebentar saja nanti aku pasti akan kembali."
__ADS_1
Setelah berpamitan Lucas pun langsung pergi begitu saja, dan Daniel yang mengantikan posisi Lucas untuk sementara.