
Beryl sampai di rumah nya dan dia melihat Ayah dan Ibu yang belum bisa tidur jika Beryl belum pulang.
" Beryl, kenapa sampai semalam ini sayang. Ibu dan Ayah menghawatirkan mu."
Beryl menghampiri ke dua orang tuanya untuk bersalaman.
" Iya Bu, aku kan sampai selesai acara nya."
Beryl duduk di sebelah Ibu nya dan ini waktunya Sebastian mengatakan tentang perusahaan milik Benny Irawan.
" Papa sudah transfer uang ke perusahaan itu jam 8 malam, mulai besok mereka sudah bisa lagi melanjutkan perjuangan bisnis mereka. Jika mereka pandai sebelum waktu satu tahun mereka sudah bisa mengembalikan semua uang Papa, tapi jika tidak dalam waktu 6-7 bulan mereka akan mengalami kebangkrutan kembali dan kamu yang akan menggantikan posisi Benny Irawan untuk menjadi pemimpin perusahaan tersebut."
Sebastian sudah bisa ngitung semuanya.
" Aku kan belum kuliah Ayah, bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan."
Beryl merasa sangat binggung sekali dengan pemikiran Ayah nya.
" Kamu bisa kuliah sambil bekerja, Ayah akan mendampingi kamu."
Beryl pun langsung berpikir jika sampai dia bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan maka Lucas akan mengagumi nya.
" Baiklah Ayah jika Ayah merasa yakin dengan keinginan Ayah dan merasa percaya dengan aku."
Laura pun memberikan semangat untuk Beryl.
" Semangat yaa sayang Ibu sangat yakin sekali jika kamu pasti bisa menjadi seorang pemimpin, karena jika bukan kamu siapa lagi. Kamu harus bisa membuktikan, walaupun kamu perempuan tapi kamu juga bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan."
Beryl sudah merasa mengantuk sekali dia pun berpamitan tidur dengan kedua orang tuanya.
" Ayah dan ibu, aku tidur yaa. Aku sangat mengantuk sekali dan capek, besok aku harus kembali ke sekolah."
Beryl pun meninggalkan ke dua orang tuanya, dia langsung masuk ke dalam kamar.
***
Keesokan harinya di keluarga Benny Irawan.
__ADS_1
Venna benar-benar menjadi berubah, dia pagi-pagi sekali sudah bangun dan mempersiapkan sarapan pagi.
" Hmmmm, walaupun sederhana tapi aku sangat bangga dan bahagia."
Venna duduk menunggu anak dan suaminya turun dari tangga untuk menikmati masakan nya.
" Wah, Mama masak yaa. Luar biasa sekali Mama."
Daniel memuji Mama nya sedangkan Lucas hanya datar saja.
" Apakah kita memerlukan 2 asisten rumah tangga untuk bagian masak dan bersih-bersih rumah,? supaya Mama tidak merasa capek dengan pekerjaan rumah seperti ini."
Benny merasa sangat kasihan sekali melihat istrinya yang sebelumnya belum pernah melakukan ini semua.
" Sudahlah tidak perlu asisten pribadi dulu, lebih baik sekarang kalian berdua fokus pada pekerjaan kalian berdua. Karena jika kalian sampai gagal, maka perusahaan kita akan menjadi milik Sebastian Gunawan."
Lucas begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Mama nya.
" Kenapa menjadi miliknya,? apakah Papa menjual perusahaan tersebut?."
Wajah Lucas kelihatan sangat kebingungan sekali karena ini lebih mengerikan dari kebangkrutan perusahaan nya yang masih bisa mereka jual ke orang lain.
Lucas pun seketika dia langsung berpikir tentang dunia bisnis yang menurut nya begitu ini menguntungkan sendiri.
" Lucas sekarang bagaimana dengan hasil keseluruhan nilai mu, siapa yang mendapatkan nilai terbaik di sekolah mu?."
Venna begitu sangat penasaran sekali.
" Untuk nilai terbaik dan tertinggi Bianca, yang menjadi guru privat ku itu."
Venna begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar nya.
" Dia benar-benar anak yang pintar yaa, aku sangat mengagumi anak tersebut. Dan mungkin jika dia kuliah pun dia akan mendapatkan beasiswa, tapi jika dia tidak sampai mendapatkan beasiswa dia pasti tidak akan melanjutkan nya karena faktor keuangan."
Venna yang masih percaya jika Bianca yang terlahir dari keluarga sederhana seperti ucapan nya waktu itu, tapi Lucas dan Daniel merasa merasa jika Bianca adalah anak yang dari keluarga berkecukupan. Apalagi Daniel, dia lebih berpikir jika Bianca itu adalah putri dari Sebastian Gunawan.
Selesai sarapan pagi, mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke aktifitas nya masing-masing.
__ADS_1
Daniel dan Lucas bersalaman dengan Mama nya.
" Hati-hati yaa kalian berdua."
Benny memeluk erat istri nya sebelum pergi ke kantor.
" Semoga kamu bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita yaa, jangan terulang kembali."
Benny pun melepaskan pelukan erat nya.
" Baiklah aku akan mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita ini."
Benny pun langsung pergi dia kelihatan begitu sangat bersemangat sekali, dan Daniel menunggu nya di mobil.
Benny masuk ke dalam mobil nya dan langsung menyalakan mesin mobil.
" Pap, aku merasa curiga jika Bianca itu adalah anak dari Sebastian Gunawan."
Daniel lebih berani mengatakan hal tersebut kepada Papa nya dari pada Mama nya.
" Maksudnya Bianca yang menjadi guru privat Lucas,? kenapa kamu sampai mempublikasikan pemikiran seperti itu?."
Daniel pun seketika diam dia tidak mungkin menceritakan apa yang di katakan oleh Lucas waktu malam karena itu sangat bersikap pribadi sekali.
Benny melihat Daniel yang tiba-tiba saja diam seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
" Kenapa langsung diam seperti itu Daniel,? ceritakan saja tidak usah takut."
Daniel hanya tersenyum tipis kepada Papa nya dia tidak melanjutkan kata-katanya.
Mereka berdua sampai di depan kantor mereka dan Daniel merasa sangat tidak percaya sekali jika dia bisa berjuang kembali di perusahaan ini.
" Daniel, mulai sekarang kamu menjadi asisten pribadi Papa yaa, Papa melihat pekerjaan mu jauh lebih baik dari asisten pribadi Papa yang sebelumnya."
Benny dan Daniel pun masuk ke dalam mereka sudah menghubungi karyawan tadi malam untuk bisa berkerja kembali besok.
Benny dan Daniel pun masuk ke ruangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Dan Daniel tidak percaya jika dia di percayai untuk bisa menjadi asisten pribadi Papa nya.