
Tiara merasa sangat gelisah sekali karena Daniel yang tidak memberikan kabar kepada nya.
" Kenapa Daniel membuat aku merasa sangat hawatir sekali yaa, tidak seperti nya Daniel seperti ini kepada ku."
Tiara mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Daniel.
* Daniel, kamu masih ingat aku kan ? Kamu masih akan bertanggung jawab atas kehamilan ku ini kan*
Daniel yang sedang banyak masalah dia merasa semakin pusing dengan pesan yang di kirimkan oleh Tiara.
" Aku pasti akan bertanggung jawab Tiara, tapi tidak untuk sekarang. Aku sangat pusing sekali memikirkan bagaimana caranya bisa membayar hutang perusahaan, dan perusahaan tetep kembali untuk keluarga ku."
Tidak mau pusing Daniel pun menonaktifkan handphone nya, dia ingin fokus dengan pekerjaan.
Tiara menuggu balasan pesan dari Daniel.
" Kenapa Daniel sampai tidak mau membalas nya yaa, ahhhhhh Daniel aku mohon jangan membuat aku ketakutan Daniel."
Tiara mencoba untuk menghubungi nomer handphone Daniel tapi ternyata nomber handphone Daniel yang tidak aktif.
Tiara langsung menangis dengan sikap Daniel yang seperti ini kepada nya.
__ADS_1
" Tiara kamu nggak boleh nangis yaa, kamu harus kuat yaa Tiara. Selalu berpikiran positif yaa, Daniel tidak akan seperti itu."
Tiara memainkan handphone nya, dan dia melihat Lucas yang meng-upload foto Bianca.
" Ngapain sih Lucas harus meng-upload foto Bianca, bikin aku panas aja lihat nya."
Tiara yang sudah bersama dengan Daniel tapi dia merasa cemberut dengan Lucas.
" Kenapa aku harus cemburu yaa, apakah sebenarnya aku yang masih mempunyai perasaan terhadap Lucas yaa."
Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak Tiara ingat Daniel jangan sampai kamu ingin kembali dengan Lucas yaa, karena sekarang kamu yang sedang hamil Daniel."
Tiara melihat Ibu nya yang sedang membuat kue.
" Ibu sedang membuat kue untuk siapa Bu,? Banyak sekali."
Tiara mencoba untuk membantu Ibu nya.
" Iya sayang ini adalah kue pesanan, ibu di percaya untuk membuat kue untuk pernikahan."
__ADS_1
Tiara ingin membantu ibu Nya.
" Aku bantu yaa Buu, aku merasa capek di kamar terus."
Tiara membantu untuk memasukkan kue ke dalam plastik.
" Tiara bagaimana dengan Daniel, kapan kamu di perkenalkan dengan keluarga nya."
Pertanyaan ibu yang membuat Tiara diam.
" Kenapa kamu diam Tiara, usia kandungan mu yang semakin hari semakin besar. Tidak mungkin kamu menikah memakai baju pengantin dengan kondisi perut yang sudah membesar, lebih secepatnya saja Tiara walaupun sederhana yang penting aku bisa menikah mempunyai suami."
Tiara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Iya Bu, aku akan membicarakan nya lagi dengan Daniel tapi untuk sekarang handphone Daniel yang tidak aktif."
Tari tidak mau jika Tiara yang hanya di permainkan oleh Daniel dan bahkan di tinggalkan tanpa tanggung jawab.
" Bu, aku juga mau belajar yaa untuk membuat kue dan aku jadi mempunyai impian untuk bisa membuatkan toko kue untuk Ibu yaa."
Tiara begitu sangat sayang sekali dengan keluarga, dia selalu ingin melihat orang tua nya bahagia.
__ADS_1
" Semoga saja yaa sayang niat baik mu segera di wujudkan, Ibu bisa mempunyai toko kue dari ibu yang hobby membuat kue Apalagi kue ulang tahun untuk anak-anak."
Tiara akan meminta uang kepada Daniel untuk bisa membuatkan toko kue untuk ibu nya.