
Setelah selesai makan Bianca pun langsung pergi dari meja makan tapi Ibu nya menghentikan langkah kaki Bianca.
" Bianca, apakah foto USG kehamilan itu pertanda jika Daniel adalah Ayah dari bayi yang di kandung Tiara."
Bianca pun langsung membalikkan badannya.
" Iya dan seperti nya mereka berdua akan segera menikah, aku dan Lucas lebih menunggu mereka berdua saja."
Laura tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Venna jika dia mengetahui ini semua.
" Ibu pasti sekarang dengan memikirkan bagaimana perasaan Tante Venna, aku pun merasa dia pasti akan kecewa. Dan aku yakin sekali jika Tante Venna dia sudah melihat foto USG kehamilan tersebut, tapi aku berpikir Tante Venna akan merasa tenang karena Tiara yang sudah bersama dengan lelaki lain padahal kenyataannya Tiara bersama dengan Daniel anak kandung nya."
Bianca pun melanjutkan langkah kaki nya menuju ke kamar nya.
Bianca membuka pintu kamar dan langsung mengunci nya.
Bianca ingin bersiap-siap untuk tidur tapi handphone nya yang berdering kencang.
" Astaga Lucas, kenapa sih menggangu sekali waktu istirahat aku."
Bianca pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
__ADS_1
* Lucas ada apa sih kamu ini yaa, ini kan sudah malam dsn besok juga kita akan bertemu di kantor*
* Aku rindu memang tidak boleh yaa*
* Hmmm selalu saja begitu*
* Besok kita akan melakukan pemotretan kan, jangan sampai perut mu kelihatan buncit yaa karena bisanya model itu harus datar perut nya*
* Oh jadi kamu secara langsung mengatakan jika badan aku ini gemuk hah,? Terus kamu merasa malu gitu dengan aku. Susah yaa kalau berpacaran dengan seorang yang mantan kekasih seorang model seksi jadi harus selalu sempurna*
* Astaga Bianca, aku cuma bercerita doang kenapa langsung nyambung nya ke mantan sih*
* Sudah ah, aku benci jadi nya kesel sama kamu*
Lucas pun seketika langsung panik ketika Bianca yang marah dengan nya.
" Astaga bagaimana besok yaa, Bianca marah seperti ini. Yasudah lebih baik tidur, dan semoga bisa mimpi indah dengan Bianca."
Di saat Lucas dan Bianca sedang merencanakan keindahan dalam hubungan nya.
Yang selalu kompak dalam pekerjaan, di tempat lain Daniel dia memikirkan tentang perusahaan nya yang jika sampai di ambil alih oleh Sebastian dia akan bekerja apa.
__ADS_1
" Aku yang harus mengeluarkan uang untuk menikah, dan aku juga yang harus menyiapkan biaya untuk kelahiran anak pertama ku sedangkan perusahaan sedang seperti ini."
Daniel terbangun dari tidurnya, dia rasakan ingin menghilang dan lepas tanggung jawab nya.
" Tidak Daniel kami jangan sampai mempunyai pemikiran seperti itu, kamu melakukan nya atas dasar saling mencintai. Tidak mungkin kamu harus sampai pergi bahkan sampai harus menyuruh Tiara untuk menggugurkan kandungan nya."
Daniel menyenderkan tubuhnya di tembok Daniel merasa ingin adalah sebuah karma yang dia dapatkan dari perbuatannya.
Daniel melamun dan tiba-tiba saja handphone nya bergetar.
Daniel melihat pesan masuk dari Tiara.
* Daniel, kamu jangan sampai lepas tanggung jawab Apalagi kamu sampai menyuruh aku menggugurkan kandungan yaa*
Daniel tidak menyangka apa yang dia pikirkan ternyata di rasakan oleh Tiara juga.
* Tidak Tiara, aku tidak akan pernah menggugurkan kandungan itu. Kita berjuang bersama yaa, walaupun mungkin aku yang akan pergi dari rumah ini agar bisa bersama dengan mu*
* Aku sanggup hidup sederhana bersama dengan kamu Daniel, asalkan kita selalu bersama. Karena percuma jika aku tinggal bersama dengan Mama mu, aku akan menderita Daniel*
* Terimakasih Tiara, sekarang lebih baik kamu tidur yaa jangan memikirkan hal yang negatif*
__ADS_1
Tiara sampai meneteskan air mata ketika dia mengetik pesan untuk Daniel.
Tiara mengelus perut nya dia berharap kebahagiaan akan selalu ada untuk anak nya nanti.