
Ini adalah hari pertama Lucas bekerja dan dia kelihatan sangat bersemangat sekali, dia milih langsung pergi karena tidak mau mendengar pembahasan yang semalam.
Venna yang sedang memasak pun dia melihat Lucas yang pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan nya.
" Anak itu benar-benar membuat emosional sekali, dia pergi bekerja tapi tidak sarapan dan berpamitan kepada orang tua nya."
Venna mengabaikan Lucas dia fokus saja pada makanan yang sedang dia masak, Venna pun mempersiapkan sarapan pagi di meja sambil menunggu Daniel dan suaminya.
Venna merasa jika Beryl itu lebih pantas dengan Daniel dari pada Lucas, Daniel jauh lebih baik dari Lucas yang cepat marah dan emosional yang.
Mereka berdua turun dan siap untuk menikmati menikmati sarapan pagi nya, Daniel mencari Lucas.
" Lucas tidak ada,? apakah Lucas sudah pergi?."
Daniel terus saja mencari Lucas hingga akhirnya Venna pun mengatakan jika Lucas sudah pergi.
" Lucas sudah pergi dia pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, dia juga tidak sarapan pagi. Ntahlah dia benar-benar tidak memiliki sifat yang baik, dan kesabaran Mama semakin menipis sekali."
Daniel merasa semua karena kejadian pada saat Beryl datang ke sini.
" Sudahlah sekarang biarkan saja dia mau berbuat apa, karena Lucas sudah besar dan dia juga sudah mengetahui mana yang baik atau tidak baik. Lucas yang lebih memilih dunia luar dia lebih suka mencoba hal yang baru, termasuk mencari pekerjaan sendiri dan ntah apalagi yang akan dia lakukan."
Daniel dan Papa nya sudah selesai makan mereka berdua berniat untuk langsung pergi ke kantor.
" Daniel, kamu lebih membutuhkan mobil pribadi di bandingkan dengan Lucas. Mama akan meminta Lucas untuk memberikan mobil tersebut, biarkan saja dia bekerja menggunakan motor."
Daniel hanya bisa terdiam saja dia berpamitan dengan Mama nya dan langsung masuk ke dalam mobil.
Venna merasa sangat kesal sekali dengan Lucas.
" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menyetujui hubungan Lucas dengan wanita itu, sampai kapan pun tidak akan pernah."
__ADS_1
Venna mengambil handphone dia ingin meminta maaf kepada Beryl, dengan mengirimkan pesan kepada nya.
* Bianca, maafkan Lucas yaa. Mama merasa sangat malu sekali, dan berharap jika Lucas akan mengubah sikap nya menjadi lebih baik lagi*
Beryl yang membaca pesan tersebut dia mengabaikan nya, Beryl sudah merasa malas sekali.
" Sekarang adalah hari pertama Lucas bekerja di perusahaan ku yang masih belum tumbuh besar, aku akan membuat Lucas merasa nyaman dengan pekerjaan nya dan setelah itu muncul aku sebagai pemimpin perusahaan itu jika Lucas memilih untuk keluar dia harus membayar sisa kontrak jika tidak dia harus bekerja sampingan masa kontrak nya berakhir."
Beryl mulai mempunyai pemikiran yang sedikit licik karena dia merasa sikap Lucas yang sangat keterlaluan sekali kepada nya.
" Aku yakin harus mengemis seperti ini demi cinta,? lalu di mana harga diri ku. Tapi perasaan ini yang seketika saja luluh di saat aku bertemu dengan Lucas, padahal dia sangat jahat sekali kepada ku, Lucas tidak menghargai perasaan ku ini."
Beryl pun mulai bersiap-siap untuk pergi perusahaan yang sekarang menjadi tempat bekerja Lucas.
Beryl menyembunyikan identitas nya, dia tidak mau Lucas mengetahui nya.
Setelah sudah siap Beryl pun pergi ke tempat makan dia yang harus selalu sarapan pagi.
Laura dan Sebastian tidak berani menyapa Beryl karena mereka takut jika Beryl yang masih sangat sedih.
Sebastian merasa jika Putri sedang merencanakan sesuatu untuk Lucas, Beryl yang kelihatan sangat emosional sekali.
" Ayah hanya bisa mengucapkan selamat ketika kamu dengan nekat nya mau menjadi seorang pemimpin perusahaan, Papa sudah memberitahu dasar-dasar nya dan selama kamu berada di perusahaan Papa kamu dengan sangat baik sekali mengerjakan berkas-berkas penting dan hasil nya pun memuaskan. Sudahlah kamu tidak usah kuliah, hanya untuk sebuah gelar saja lebih baik sekarang kamu buktikan bisa menjadi seorang pemimpin muda."
Mendengar perkataan Papa nya membuat Beryl semakin bersemangat sekali untuk melakukan apa aja yang akan dia kembang kan.
Sebastian menunggu Beryl selesai sarapan dan setelah itu dia akan memberikan kunci mobil baru untuk nya.
" Yang banyak makan nya yaa, ingat kamu pasti akan sangat capek sekali."
Beryl mengikuti apa yang di katakan oleh Ibunya dia pun menghabiskan sarapan pagi nya.
__ADS_1
" Aku sudah sangat kenyang sekali, aku berangkat yaa Ayah dan Ibu."
Sebastian memberikan Beryl sebuah kunci.
" Kunci mobil untuk apa,? bukan kah aku di antar jemput? aku belum berani membawa mobil sendirian."
Sebastian memberikan kunci mobil tersebut kepada Beryl.
" Ini adalah mobil baru kamu, bawa sendiri mobil nya. Kamu harus menjadi wanita yang pemberani dan juga tangguh yaa, jangan membuat kamu kelihatan lemah."
Dengan sangat terpaksa Beryl pun mengambil kunci tersebut dan bersalaman dengan kedua orang tuanya.
Beryl pun melihat mobil mewah keluaran baru yang akan menjadi milik nya.
" Apakah aku tidak sedang bermimpi,? mobil ini sangat mewah sekali yaa. Dan apakah seorang pemimpin harus memakai mobil semewah ini, astaga aku merasa sangat gugup sekali."
Beryl pun akhirnya masuk ke dalam mobil tersebut dan dia kelihatan sangat senang sekali, Beryl memang kostumnya.
Dia tidak mau Lucas sampai melihat wajah nya, Beryl memakai kacamata hitam dan juga masker hitam di perusahaan Beryl di panggil Ibu Bianca.
Di perjalanan menuju ke kantor nya Beryl Kelihatan sangat gugup sekali, karena hari adalah hari pertama kali nya Beryl untuk memimpin perusahaan milik Ayah nya.
Beryl dan Lucas mereka benar-benar berjuang di hari yang sama, ketika Beryl mau turun dia melihat Lucas yang sedang menundukkan kepalanya.
" Lihatlah wanita yang kamu rendahkan ini sekarang dia menjadi bos mu, dan apakah kamu tetap mau merendahkan ku saat ini."
Beryl pun keluar dari mobil mewah nya dia berjalan cepat menuju ke ruangan nya, dia tidak melirik ke kanan dan kiri.
" Oh itu kan pemimpin perusahaan ini,? dia kelihatan sangat mungil sekali yaa."
Lucas di hampir oleh salah satu karyawan.
__ADS_1
" Lucas ayo kita pergi ke ruangan kamu, dia adalah ibu Bianca kita harus mengikuti perintah nya karena jika tidak dia akan menyuruh kita untuk keluar langsung dari perusahaan ini."
Lucas pun menganggukkan kepalanya dia merasa sangat takut sekali ketika mendengar penjelasan tentang pemimpin nya itu