
Tiara melihat kondisi Ayah yang tidak ada perubahan dia pun menangis.
" Bagaimana mungkin aku harus membawanya ke luar negeri, dengan biaya nya aku nggak sanggup. Aku harus bekerja sampai bagaimana agar bisa mendapatkan uang yang banyak, aku bingung sekali sekarang pekerjaan seperti ini pun sudah aku jalani sekarang. Harus pekerjaan apa lagi yang aku cari, aku bekerja apa lagi."
Tiara menagis di luar dan ibu nya yang sedang berada di dalam ruangan dia langsung keluar karena mendengar tangisan Tiara.
" Seperti nya itu adalah Tiara, kenapa yaa dia menangis."
Melihat suaminya yang sedang istirahat membuat nya bisa melihat Tiara yang ada di luar.
" Tiara kamu kenapa menagis seperti ini Nak, apa yang terjadi dengan mu?."
Ibu nya Tiara takut di Tiara di perlakukan tidak pantas oleh seseorang.
Tiara pun semakin menagis di hadapan ibu nya.
" Aku sedih melihat kondisi saya sekarang Bu, rasanya aku ingin sekali bisa membawa Ayah pengobatan di luar negeri."
Ibu Tiara merasa sangat beruntung sekali ketika dia mendapatkan seorang putri yang begitu sangat cinta kepada Ayah nya.
" Ibu sangat berterima kasih kepada kamu yang mau berkorban untuk kepentingan keluarga, kamu mau berkorban untuk Ayah kamu dan hasil pekerjaan mu sampai kamu berikan untuk Ayah kamu."
Tiara menghapuskan air mata ibu nya, dia tidak mau ibu nya samping meneteskan air mata nya.
" Ibu jangan menangis yaa, lebih baik sekarang ibu do'akan aku saja. Semoga penghasilan ku semakin banyak sekarang yaa, sudah ibu jangan nangis yaa. Ini adalah kesalahan ku, aku membuat ibu menangis."
Handphone Tiara pun bergetar dia langsung menjawab panggilan telephone masuk dari Meneger nya.
" Sebentar yaa Buu, ada panggilan telephone masuk dari Manager aku."
Tiara memilih tempat yang aman untuk menjawab panggilan telephone tersebut, sedangkan ibu dia langsung masuk kembali ke dalam ruangan nya.
* Hallo Mbak Vera ada apa yaa Mbak*
* Tiara apakah kamu sanggup dengan pemotretan majalah dewasa lagi yang lebih menggoda dari sebelumnya, bayaran sangat fantastis sekali*
* Maksudnya bagaimana Mbak, foto-foto ku yang sebelumnya itu sangat menggoda sekali. Dan apakah aku harus tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuh ku,? itu sangat luar biasa sekali Mbak aku seperti nya belum sanggup*
__ADS_1
* Tidak sampai sehelai benang pun juga Tiara, tapi yaa lebih terbuka sekali. Bayaran nya tidak main-main loh Tiara kamu mendapatkan ratusan juta rupiah*
* Ratusan juta rupiah,? apakah Mbak Vera tidak bohong dengan aku*
* Untung apa harus bohong, banyak yang menyukai koleksi foto-foto mu Tiara. Foto-foto mu itu sangat laku keras, mereka sangat menyukai foto-foto seksi mu*
Tiara pun seketika terdiam dia mengingat kembali Ayah nya yang sedang sakit butuh biaya besar untuk membayar biaya rumah sakit.
* Baiklah mbak Vera, aku mau untuk melakukan nya. Karena aku merasa jika sudah hidup ku yang sudah kotor seperti, baiklah aku ambil penawaran nya*
* Baiklah, aku tunggu di Apartemen yaa*
* Iya mbak Vera*
Tiara pun langsung melamun dia memikirkan apa yang akan terjadi nanti ketika dia mulai melakukan pemotretan.
" Tubuh ku, mereka sudah bisa melihatnya. Padahal kekasih ku pun belum pernah melihat nya walaupun ini hanya dalam foto saja."
Tiara memilih untuk meminta ijin kepada orang tua nya untuk pergi bekerja kembali, Tiara merasa sangat tidak tega melihat kondisi Ayah yang sudah sangat kurus sekali menahan rasa sakit nya.
" Ayah masih tidur yaa, Bu aku minta ijin yaa untuk pergi ke Apartemen Meneger ku. Karena akan membicarakan tentang nanti malam aku akan berkerja kembali, aku berangkat dulu yaa Buu."
Tiara mencium tangan ibu nya.
" Tiara kamu jangan memaksakan untuk bekerja ketika kamu merasa capek, ibu tidak mau kamu sampai sakit."
Tiara tersenyum manis kepada Ibunya.
" Aku tidak akan sakit Buu, aku kuat Buu. Kalau sampai aku sakit bagaimana dengan Ayah."
Tiara pun langsung pergi dia menahan rasa sedihnya di depan ibunya.
" Semoga kamu menjadi anak yang sukses nak, Ibu akan selalu mendoakan mu."
Tiara keluar dari ruangan tersebut dan dia pun mencoba untuk tegar, Tiara menunggu taksi dia pun mengeluarkan cermin dia tidak mau kelihatan sedih di depan Meneger nya.
" Aku akan memakai make up nanti di dalam taksi, tidak mungkin aku memakai make up di sini."
__ADS_1
Akhirnya taksi pun datang dan Tiara dengan cepat dia masuk ke dalam taksi tersebut, Tiara merasa sangat kepanasan sekali.
" Pak jalan nya santai saja yaa, soalnya saya sambil make up juga yaa."
Supir taksi pun menganggukkan kepalanya.
Tiara pun mulai mengeluarkan make up nya dia benar-benar ingin kelihatan cantik di depan teman-temannya dan membuat mereka yakin jika dirinya itu memang pantas menjadi seorang bintang.
" Wah mbak nya seperti nya artis yaa, cantik sekali mbak*
Tiara pun hanya bisa tersenyum tipis ketika mendengar perkataan dari supir taksi tersebut.
" Aku hanya seorang model majalah Pak, belum menjadi seorang artis terkenal."
Handphone Tiara bergetar dia menghentikan makeup nya dan melihat ada pesan masuk dari Lucas.
Tiara pun langsung membaca pesan tersebut.
* Tiara aku sangat merindukan mu, aku ingin bertemu dengan mu. Kamu jangan hawatir aku tidak jadi miskin sekarang, perusahaan Papa ku bisa kembali seperti dulu lagi*
Tiara merasa sangat bahagia sekali ketika dirinya mengetahui jika perusahaan milik Papa nya Lucas tidak jadi bangkrut.
" Aku tidak bisa membalas pesan dari Lucas sekarang, karena aku harus membicarakan nya dulu dengan Mbak Vera. Karena sekarang dia yang mengatur kehidupan ku, aku serahkan semua nya kepada dia."
Tiara pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen Meneger nya, dia langsung turun dari taksi dan berjalan menuju ke kamar Apartemen nya
Tatapan mata tertuju kepada Tiara ketika dia berjalan menuju ke kamar Apartemen Meneger nya.
" Sangat cantik sekali yaa, seperti seorang artis sinetron."
Tiara menekan tombol bell dan Vera pun langsung membukakan pintu tersebut.
" Wah Tiara kamu sangat cantik sekali, pantesan saja foto-foto mu lebih di minati oleh para pria dewasa."
Tiara pun masuk ke dalam Apartemen tersebut dia langsung duduk dan merasa sangat lelah sekali.
Vera membuatkan minuman dingin untuk Tiara agar Tiara merasa lebih segar dan tidak merasa ngantuk.
__ADS_1