Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 43.


__ADS_3

Tiara begitu sangat lelah sekali dia terus saja memikirkan kondisi Ayah nya, Tiara tidak mau kehilangan Ayah nya.


" Bagaimana bisa aku mendapatkan uang yang banyak agar bisa membawa ayah pergi ke rumah sakit luar negeri, apalagi Singapore."


Tiara mencoba untuk tetap fokus karena dia sedang membawa mobil, dia tidak mau sampai tidak fokus.


Tiara pun akhirnya sampai di rumah nya, dia melihat ibu nya yang menuggu nya pulang.


" Ternyata setiap hari kamu semalam ini, Tiara maafkan ibu. Kamu sampai harus berjuang keras seperti ini, semoga kamu bisa mendapatkan sebuah kebahagiaan dalam kehidupannya kamu."


Tiara pun langsung memeluk erat ibu sampai menangis, Tiara yang baru bisa meluapkan semua perasaan di hati nya.


" Aku ingin ayah bisa sembuh kembali Bu, aku kerja keras seperti ini hanya untuk Ayah."


Tiara benar-benar meluapkan isi hati nya di depan ibu nya.


" Ayah mu pasti akan sembuh sayaaaaang, pengorbanan kamu tidak akan sia-sia."


Tiara pun melepaskan pelukan erat nya, dia pun menghapus air mata nya.


" Sudah cukup aku menagis seperti ini, jangan sampai Ayah mengetahui jika kita berdua menagis. Ayah harus melihat kita berdua tersenyum selalu, sehingga membuat Ayah selalu bersemangat untuk bisa sehat kembali."

__ADS_1


Tiara pun memilih untuk pergi ke kamar nya untuk mandi dan langsung beristirahat. Tiara kelihatan sangat lelah sekali, dia seperti ingin merasakan libur untuk bekerja besok pagi.


***


Keesokan harinya di keluarga Sebastian Gunawan.


" Beryl, sebelum kamu kuliah. Ada waktu satu bulan untuk kamu, belajar di perusahaan Papa yaa. Daripada kamu main-main nggak jelas, lebih baik kamu belajar bisnis sesuai dengan jurusan yang nanti kamu bisnis."


Beryl pun merasa itu sangat bermanfaat sekali, dia pun pun menganggukkan kepalanya.


" Yasudah, selesai sarapan pagi kita langsung berangkat yaa."


" Beryl mau berangkat kemana yaa,? apakah dia akan kembali ke kantor?."


Beryl pun tersenyum manis kepada Ibunya.


" Iya Bu, supaya aku menjadi seorang pembisnis yang sukses. Lebih sukses dari bisnis Ayah, walaupun sebenarnya aku sangat tidak yakin."


Beryl pun mulai bersiap-siap untuk pergi, dia bersalaman dengan Ibu nya.


" Aku pergi yaa Buu."

__ADS_1


Laura tersenyum manis kepada Beryl.


" Iya sayang hati-hati yaa."


Sebastian sengaja membawa Beryl karena hari ini adalah presentasi 10 perusahaan yang ingin bergabung dengan perusahaan Ayah nya, termasuk ada perusahaan milik Benny Irawan.


Sebastian Ingin Beryl banyak belajar dari pengalaman mereka dalam berbicara di hadapan banyak orang dengan baik.


Di perjalanan Beryl bersikap biasa saja, karena dia pikir dia yang hanya berada di ruangan Papa untuk di beri penjelasan tentang bisnis.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan perusahaan nya, Beryl melihatnya banyak sekali yang baru keluar kantor.


" Apakah itu adalah karyawan Papa juga,? mereka baru datang kah?. Tapi sudah jam 8 lebih, seharusnya karyawan jam 8 Sud mulai bekerja."


Sebastian Gunawan tidak banyak bicara dia pun turun dari mobil nya bersama dengan Beryl Bianca.


Sekitar datang 20 orang pemimpin perusahaan dan di temani oleh Asisten pribadi nya.


Mereka tertuju pada Sebastian Gunawan dan juga Beryl Bianca, Sebastian Gunawan pun akan menarik tangan Beryl Bianca agar bisa secepatnya masuk.


Daniel yang melihatnya pun dia seakan tidak percaya jika Bianca adalah putri Sebastian Gunawan.

__ADS_1


__ADS_2